Friday, May 17, 2019

KUAT OLEH KASIH KARUNIA (1) (2 Timotius 2:1-13)


Menang Atas Penderitaan (Filipi 1:29)

Di dunia ini tidak ada seorangpun yang mau menderita, semua orang akan memilih untuk hidup enak, senang dan nyaman. Tetapi Paulus pernah menulis “Kepada kita dikaruniakan bukan hanya untuk percaya saja tetapi juga dikaruniakan untuk menderita bagi Dia” (Fil 1:29). Belajar dari Yusuf, Daniel, Paulus bahkan Tuhan Yesus sendiri yang harus menghadapi penderitaan hidup karena kebenaran, mereka tetap sanggup melewati berbagai ujian dalam penderitaan dan berhasil menjadi pemenang. Hal ini terjadi karena kebergantungan kepada Tuhan sepenuhnya dan oleh kasih karunia Allah yang memberikan kemampuan untuk menjadi pemenang atas penderitaan.
 Dalam dunia ini, Rasul Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen seperti seorang prajurit. Sebagai seorang prajurit harus selalu siap untuk berjuang dengan sungguh-sungguh, siap menderita di medan pertempuran dan patuh kepada komandan. Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini ibarat berada di medan pertempuran, kita harus terus berjuang mempertahankan iman dan berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan (iblis). Kita diperintahkan untuk memakai seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis (Ef 6:11). Dalam hidup ini ada kalanya kita akan di bawa ke dalam pertempuran yang hebat, tetapi hendaknya kita tetap percaya pada penyertaan Tuhan tetap waspada tetapi jangan menjadi takut pada resiko bahaya, sebab Tuhan juga bisa memberikan kita berkat pertolongan justru persis di depan musuh kita (Maz 23:4-5).
Kedua hidup orang Kristen adalah seperti seorang olahragawan yang harus tekun berlatih dan taat kepada ketatnya peraturan yang diberlakukan terlebih di saat mengikuti pertandingan.  Olah ragawan yang tidak bermain menurut aturan pertandingan maka akan didiskualifikasi. Begitu pula di dalam kekristenan, kita harus patuh kepada aturan yaitu firman Tuhan; selain itu kita harus terus mendisiplinkan diri untuk tetap fokus kepada tujuan akhir yaitu mahkota kebenaran dari Tuhan (2 Tim 4:7-8). Mahkota ini adalah ‘stephanos’, yaitu mahkota hasil perjuangan, yang di dalamnya terkandung berkat-berkat Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita. Penting dalam hal ini adalah kita harus mencapai garis akhir kehidupan dengan tetap memelihara iman percaya, sekalipun harus menghadapi penderitaan yang justru merupakan alat penguji bagi keteguhan iman. Kita tetap harus berpegang pada Alkitab sebagai kebenaran yang sejati sekalipun harus menderita karena menolak kenikmatan yang dunia tawarkan.
Yang terakhir hidup orang Kristen digambarkan juga sebagai seorang petani yang  harus bekerja keras dan tidak boleh “malas atau lelah” sebab petani yang bekerja keraslah yang mendapat bagian dari hasil panennya dan bukan petani yang malas. Sekalipun harus melawan situasi alam maka hanya petani yang rajin bekerja saja yang akan menuai (Ams 20:4). Seorang petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba sebelum menikmati hasil jerih payahnya, jadi tidak dalam semalam benih itu bisa dipanen. Seperti petani demikian juga kita harus belajar untuk tekun dalam bekerja dan terus menabur agar menghasilkan panem berkat melimpah. Kita juga harus bersabar menunggu hasil waktu yang tepat, karena hanya pada saat yang tepat kita akan menuai hasilnya. Dalam proses menunggu itu kita harus tetap sabar dan jangan menjadi lemah! Masa penantian bisa menjadi derita yang panjang tetapi kita harus tetap bertahan dengan sabar membangun pengharapan kepada Tuhan yang akan memberikan kebaikkan kepada kita.
Kasih karunia Allah yang akan membuat kita memiliki keberanian untuk percaya penuh terhadap Firman Tuhan dan siap membagikannya kepada orang-orang yang dapat dipercayai. Kasih karunia yang memberikan keberanian untuk menderita sebagai prajurit Tuhan yang baik dan menyenangkan komandan kita Yesus Kristus. Selanjutnya kasih karunia juga memberikan keberanian untuk mendisiplin diri seperti olahragawan yang ingin menjadi juara. Dan akhirnya kasih karunia Tuhan akan juga memberikan keberanian untuk menabur, bekerja keras sampai berhasil. Untuk itulah Yesus menjadi teladan dalam hal keberanian untuk menderita, hidup disiplin dan hidup berbagi kepada 12 murid dan melayani orang banyak. Marilah kita belajar untuk menerima karunia untuk menderita bagi Tuhan, yang pada saatnya ini menjadi alat pengujiaan iman yang menyatakan kualitas hidup kita yang berkenan kepada Allah.
Tuhan Yesus Memberkati.


Pesan Pastoral:  12 Mei 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Mari kuatkan tekat kita untuk mengasihi Tuhan dalam segala hidup kita, terus berjuang dalam hidup ini karena setiap derita yang harus kita tanggung semuanya mengandung janji mulia bila kita menang.

Winner Voice
Perjuangan menegakkan kebenaran Firman, Tuhan telah menyediakan mahkota kemuliaan.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,  dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku. (Filipi 1:29-30)
1.      Sebab kepadaku dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Tuhan.
2.      Dalam pergumulan hidup aku tetap percaya bahwa Tuhan selalu besertaku dan memberikan kemenangan.
3.      Beserta Tuhan, aku akan menang dalam pergumulan hidup dan tetap memelihara iman. Amin

Thursday, May 2, 2019

KUAT DI DALAM KEKUATAN KUASA ALLAH (2) (Efesus 6:10-20)


Doa Tergantung Kekuatan Kita  (Yakubus 5:17-18)

Dalam bacaan kemarin telah kita lihat bagaimana orang Kristen bergantung sepenuhnya kepada Allah. Semua perlengkapan rohani yang disediakan Allah harus diambil dan dipakai. Di samping semua itu, doa adalah hal yang sangat penting. Tanpa doa senjata yang lengkap tidak berarti apa-apa. Doa merupakan perwujudan iman sepenuhnya.
Bagaimana seharusnya kita berdoa? orang Kristen harus berdoa setiap saat, berdoa dengan berbagai bentuk doa dan permohonan yang disampaikan dengan tidak putus-putus (Luk 18:1-7). Berdoa tidak hanya untuk diri sendiri, berdoa setiap saat dalam semua permohonan yang tak putus-putus kepada semua orang kudus (Rm 8:27; Ef 3:18). Doa dalam Roh yaitu berdoa yang digerakkan dan dipimpin oleh Roh Kudus. Berdoa untuk hamba Tuhan agar dengan benar dan berani menyampaikan Injil (Ef 6:18-19). Semua pemberita Injil membutuhkan dua hal ini yakni, benar dan berani. Benar mengerti Injil tetapi tidak berani memberitakannya menunjukkan Injil yang tanpa kuasa. Sebaliknya, berani memberitakan Injil tanpa pengertian yang benar justru bisa menyesatkan.
Doa kepada Tuhan akan memberikan kita kekuatan dalam menghadapi setiap masalah dan kita percaya bahwa tidak ada persoalan yang melebihi kemampuan kita (1Kor 10:13). Oleh karena itu saat menghadapi masalah apapun jangan takut dan cemas, tetap kuat bersama Tuhan. Kita harus percaya bahwa di dalam Tuhan ada jalan keluar, pengharapan dan pertolongan (Mzm 3:9; 69:13). Bagian kita adalah berdoa, berusaha dan tetap yakin terhadap kuasa Tuhan yang sanggup menghadirkan mujizat.
Di dalam Tuhan selalu ada mujizat, segala yang mustahil bagi manusia Tuhan mampu melakukan-Nya. Saat ini juga mujizat Tuhan masih tersedia bagi orang yang percaya kepada-NYA,  jadi jangan pernah bimbang dan ragu. Selain itu Tuhan juga selalu memberikan kepastian untuk menolong dan pertolongan Tuhan itu bukanlah hanya janji kosong tetapi merupakan kepastian bagi kita.
Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong kita. Walaupun mungkin saat ini belum terlihat pertolongan Tuhan, tetapi janganlah berhenti untuk berdoa karena pertolongan-Nya selalu datang tepat pada waktuNya. Orang yang berdoa dan menantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan yang baru (Rat 3:26). Maka itu terus maju menjalani hidup ini jangan pernah mundur, hadapi setiap masalah bahkan penderitaan dengan antusias, tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan kemenangan kepada kita (Yak 5:13).
Sering timbul pertanyaan; apakah kita sanggup untuk menghadapi masa depan?  Kita tidak akan sanggup jika mengandalkan kekuatan sendiri, itu pasti karena sehebat, sekuat, sepintar atau sekaya apa pun seseorang, semuanya sangatlah terbatas.  Tidak bisa tidak, kita membutuhkan kekuatan yang berasal dari luar diri kita agar kuat berdiri di tengah hantaman badai kehidupan yang kian hari semakin kuat.  Kekuatan yang kita butuhkan adalah kekuatan supranatural atau kekuatan yang melebihi atau di luar kodrat alam, yang hanya kita peroleh melalui doa atau persekutuan dengan Tuhan yang memiliki kuasa mendatangan mujizat.
Sebagai orang percaya tidak boleh menganggap remeh kekuatan doa.  Alkitab menyatakan:  "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.  Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya."  (Yakobus 5:16-18).  Doa selalu menghadirkan kuasa Tuhan yang tak terbatas.  Kekuatan doa sanggup menembus kemustahilan!  Doa adalah senjata ampuh mengalahkan kuasa gelap yang terus mencobai kita dengan berbagai  masalah. Doa mampu menggetarkan hati Tuhan sehingga Ia bertindak memberikan pertolongan dan menyembuhkan segala macam masalah, persoalan bahkan sakit-penyakit yang berat. Kita hanya perlu meminta dalam doa dan Tuhan akan memberikan jawab-NYA (Mat 7:7; Luk 11:9; Yoh 16:24).
Hal terakhir yang perlu diingat supaya doa kita berkuasa dan mendatangkan kekuatan, adalah kita harus dalam posisi hidup benar di hadapan Tuhan, dosa harus dibereskan, karena dosa adalah penghalang utama doa sampai ke hadirat Tuhan  (Yes 59:1-2).

Tuhan Yesus Memberkati.


Pesan Pastoral:  28 April 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Marilah kita sungguh-sungguh bergantung pada Allah dalam hidup, bisnis dan pelayanan ?. karena hanya dengan pertolongan Tuhan kita dapat melakukan banyak hal, tetapi tanpa Tuhan kita tidak dapat mengerjakan apapun. 

Winner Voice
Berdoalah selagi kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan mujizat.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.  Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. (Yakubus 5:17-18)
1.      Aku adalah manusia biasa yang mau sungguh-sungguh berdoa.
2.      Aku percaya dengan kuasa Doa dan aku percaya dengan mujizat Tuhan.
Tidak ada yang mustahil bagi Allah maka aku akan berdoa dengan tekun. Amin.

KUAT DI DALAM KEKUATAN KUASA ALLAH (2) (Efesus 6:10-20)


Menjadi Serupa Dengan Kristus Dalam Kematian dan Kebangkitan-Nya  (Filipi 3:10-11)

Mengenal Kristus melalui persekutuan dalam penderitaan-Nya dan mengenal kuasa kebangkitan-Nya adalah pengajaran rasul Paulus, dimana kepenuhan kuasa Roh Kudus didapat melalui jalan salib, yaitu kematian terhadap diri sendiri (Fil 3:10). Ini bertolak-belakang dengan hal yang cenderung orang membanggakan hal-hal lahiriah. Pengalaman imanlah yang akan membawa orang kepada suatu proses menjadi serupa dengan Kristus. Hidup Kristus menjelma dalam dirinya sedemikian sehingga hidup ini seolah ungkapan ulang hidup Kristus. Sebab itu  semua yang bisa menghalangi proses identifikasi diri terhadap Kristus harus dibuang.
Rasul Paulus sangat mengutamakan moralitas dan keagamaan yang bersifat lahiriah, hal ini justru menjadikannya musuh Kristus (Fil 3:4-6). Semua yang dibanggakan itu ternyata sia-sia karena tidak membuat Allah membenarkan tindakkannya. Tak seorang pun benar karena usahanya sendiri. Pengenalan akan Kristus Yesus membuat semua hal-hal lahiriah yang diandalkannya dulu seumpama sampah (Fil 3:8). Kesadaran Paulus akan nilai pengenalan akan Kristus membuka “rahasia” keberhasilannya menjalani hidup yang berkenan kepada Allah (Ayat 11) yaitu “mengenal Dia dan kuasa Kebangkitan- Nya”.
Pengenalan kita akan Kristus akan mempengaruhi jalan pikiran dan perilaku hidup. Orang yang tidak mengenal Tuhan akan menjalani kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Seberapa besar pengenalan kita akan Kristus, maka sebesar itulah kita dapat berpikir, beriman dan mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita. Kita perlu mengenal dengan benar siapakah Yesus Kristus itu, kita perlu mengerti pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus dan mengalami betapa hebat kuasa-Nya bagi kita.
Kuasa Kristus akan membangkitkan kita di akhir zaman. Kebangkitan Yesus merupakan dasar iman kita tentang keselamatan. Karena kematian Yesus tidak berarti apa-apa jika tidak ada kebangkitan. Kematian adalah puncak dari semua penderitaan dan siksaan. Kebangkitan Yesus menjadi pertanda bahwa telah dikalahkannya penderitaan dan kematian dan Kristus berkuasa atas kematian itu. Kuasa kebangkitan Kristus memberikan harapan bagi kita yang akan dibangkitkan pada akhir zaman saat Yesus datang kedua kali untuk menjemput umat-NYA yaitu orang percaya untuk menerima mahkota kehidupan yang kekal (Yoh 10:39-40).
Kuasa Kristus menjadikan kita sebagai ciptaan baru. Kebangkitan berarti bahwa yang lama telah mati (terkubur) dan saat orang menjadi percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, maka manusia lama kita telah terkubur dan kebangkitan- Nya menjadikan kita ciptaan baru. Roh yang diciptakan kembali dalam diri kita adalah roh yang kudus dimana Allah yang kudus dapat berdiam di dalamnya, untuk menuntun dan menolong kita dalam menjalani kehidupan. Ciptaan baru memberikan nilai rohani yang abadi dengan segala kebaikkan Ilahi, kita tidak tinggal dalam nilai jasmaniah yang fana ini.
Kuasa Kristus memberikan penyertaan Tuhan sampai akhir zaman. Perjalanan hidup semua orang akan berujung pada penantian kedatangan hari Tuhan. Tetapi karena masih tingga dalam dunia membuat kita tetap harus menghadapi banyak tantangan hidup. Kita tinggal di bumi yang sama bersama orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi apapun tantangan yang dihadapi, kita tidak perlu kuatir karena janji Tuhan Yesus akan menyertai kita sampai akhir zaman (Mat. 28:20). Penyertaan Kristus akan memampukan kita untuk menghadapi tantangan hidup.
Banyak penipuan yang telah terjadi (seperti pada masa Paulus) dan akan terus terjadi. Orang-orang akan memalsukan ibadah dengan bermegah dalam hal lahiriah. Paulus mengarahkan penyembahan kepada Allah di dalam Roh kepada pengenalan akan Kristus. Ia membuang semua yang bersifat lahiriah dan menganggapnya sebagai sampah jika dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus (Fil 3:4-8). Paulus tidak membanggakan kemampuan dirinya sendiri tetapi mengutamakan pengenalan akan Kristus sebagai target tertinggi hidupnya. Apa saja dalam hidup yang masih menjadi kepentingan lebih daripada Tuhan, beranikah kita menganggapnya sebagai sampah dan membuangnya?

Tuhan Yesus Memberkati.


Pesan Pastoral:  21 April 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Marilah kita lebih giat untuk mengenal Kristus dengan lebih giat dalam ibadah, pembacaan Firman Tuhan dan doa-doa pribadi. Marilah kita semakin giat dalam pekerjaan Tuhan dan menyenangkan hati-NYA.
.
Winner Voice
Usaha keras mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-NYA akan membuat kita semakin giat mengerjakan ibadah.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Filipi 34:10-11) 
1.      akan membiarkan diriku terlena dengan kenikmatan dunia yang membuat aku lalai dengan ibadah.
2.      Aku akan belajar menjadi serupa dengan Kristus dalam kematiaan-NYA, agar aku akhirnya beroleh kebangkitan Aku menghendaki untuk mengenal Kristus dan kuasa Kebangkitan-NYA dan persekutuan dalam penderitaan-NYA.
Aku tidak dari antara orang mati. Amin

KUAT DI DALAM KEKUATAN KUASA ALLAH (1) (Efesus 6:10-20)


Pedang Roh (Ibrani 4:12)

"Pedang Roh" adalah senjata orang percaya untuk menyerang dalam peperangan melawan kuasa kejahatan. Iblis akan berusaha sedapat-dapatnya menjatuhkan atau menghancurkan keyakinan orang Kristen akan pedang itu, yaitu "firman Allah".  Gereja harus mempertahankan Alkitab yang seringkali diserang dengan pernyataan-pernyataan miring seperti “Alkitab telah di palsukan” atau “Alkitab bukan Firman Allah” dan lain-lain. Meninggalkan sikap Kristus dan para rasul terhadap Firman Allah yang diilhamkan Roh Kudus berarti menghancurkan kuasa-Nya untuk menegur atau membetulkan, untuk menebus, menyembuhkan, mengusir setan, dan mengatasi segala kejahatan (2Tim 3:14-17).
Kita hendaknya mempunyai pandangan dan prinsip yang kokoh serta tidak berkompromi terhadap kekuasaan Alkitab. Menyangkali kebenaran Alkitab berarti menyerahkan diri kepada Iblis. Alkitab dapat diandalkan dalam segala yang diajarkannya, dan ada beberapa alasan untuk itu;
1.                  Alkitab adalah satu-satunya cara untuk tetap setia kepada apa yang diajarkan Yesus Kristus, para rasul, dan Firman Allah itu sendiri. Tuhan Yesus kokoh berpegang pada kebenaran Firman, Beliau tidak pernah meniadakan atau mengabaikan satu titikpun dalam Firman-Nya (Mat 5:18). Tuhan Yesus telah menetapkan pandangan-NYA terhadap Perjanjian Lama yang sama penting dalam keutuhan Alkitab itu sendiri (Yoh 5:47). Yesus Kristus memang percaya bahwa Musa menulis Taurat. Pelajaran yang diperlukan orang Yahudi, dan tetap masih diperlukan orang Kristen dewasa ini. Jikalau seseorang tidak percaya pengilhaman dan kebenaran dari Perjanjian Lama, maka dia juga tidak akan percaya atau takluk kepada kekuasaan perkataan Yesus dan tulisan Perjanjian Baru yang memberi kesaksian tentang-Nya.
2.                  Kita harus tetap memiliki pandangan yang kuat tentang Alkitab, karena inilah dasar gereja untuk tetap memiliki landasan yang sejati dan pasti untuk dipercayai. Di dalam Alkitab ada kepastian atas keselamatan, memiliki standar moral yang mutlak, dan setiap Firman akan dikhotbahkan dengan penuh kenyakinan, adanya harapan yang pasti mengenai doktrin gereja seperti; baptisan Roh Kudus, pengadaan mukjizat dan pengharapan tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali dan lain-lain. Tanpa suatu pandangan yang kuat mengenai Alkitab, orang Kristen yang percaya tidak mempunyai kebenaran yang mutlak dan obyektif yang didasarkan atas kekuasaan Allah sendiri yang dengannya kita menilai dan menolak nilai-nilai dunia yang berubah terus-menerus, filsafat manusiawi dan perbuatan tidak senonoh dalam kebudayaan (Mzm 119:160).
3.                  Kita harus berpendirian yang kuat mengenai Alkitab, sehingga akan siap bertahan terhadap berbagai kesulitan yang hebat pada hari-hari terakhir (1Tes 2:1-12; 1Tim 4:1; 2Tim 3:1). Doktrin yang benar tentang Yesus Kristus pasti bertentangan dengan ajaran Iblis, yang tampak dari perilaku guru-guru dan nabi-nabi palsu  (2Ptr 2; Yudas; 1Tim 4:2,3). Ciri khas dari guru palsu kelihatan dari tipu daya, pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka, serta sikap yang palsu terhadap hal-hal yang indah dalam hidup; seperti pernikahan dan makanan yang diharamkan tanpa dasar kebenaran.
4.                  Kita harus berpendirian yang kuat terhadap Alkitab sebab seluruh kekuasaan dan ajaran Alkitab adalah kebenaran sejati yang dapat di imani sepenuhnya, jangan sampai Alkitab kemudian diganti dengan pengalaman keagamaan yang subyektif atau dengan penalaran yang pribadi dan kritis (2Pet 2:1-3). Memang adanya Guru Palsu Tidak Bisa Dielakkan tetapi janganlah kemundian kita mudah untuk disesatkan karena kurang pengertian dalam kebenaran Firman Tuhan (2Ptr 2:1-3a). sebenarnya para nabi merupakan juru bicara Allah bagi manusia, tetapi pada akhir jaman ini kita akan dibingungkan dengan keberadaan nabi-nabi palsu. Kita akan diminta untuk menuruti gaya hidup mereka sehingga jauh dari gaya hidup Kristen (Kis 20:29,30; 1Tim 4:1-6; 2Tim 3:1-5).  Kesalahan di sini karena gaya hidup dan bukan doktrin, oleh sebab itu orang harus kuat dalam hal doktrin gereja sehingga dapat menangkal gaya hidup yang tidak sesuai dengan Alkitab (1Yoh 2:18-20 dan Yud 1:3). Para guru palsu ini akan menyangkal Penguasa sejati yaitu Kristus yang telah menebus mereka;  Nabi palsu akan memperoleh banyak pengikut tetapi mereka akan menghujat Jalan Kebenaran. Tujuan nabi palsu bersifat komersial; mereka akan didorong oleh sifat serakah. Berhati-hatilah dalam hal nabi palsu ini.
Tuhan Yesus Memberkati.


Pesan Pastoral:  14 April 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Kita harus mencintai Alkitab dan setia untuk merenungkannya. Kita harusnya terus berpandangan kokoh terhadap kebenaran Alkitab karena di akhir jaman ini ada banyak guru dan nabi palsu, mari kalahkan mereka dengan pendalaman Alkitab dan pembacaan Firman setiap hari
.
Winner Voice
Firman Allah adalah kekuatan untuk mengusir kuasa si jahat.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibrani 4:12) 
1.      Aku percaya Alkitab adalah Firman Allah yang benar dan tidak ada kebenaran di luar Alkitab.
2.      Aku percaya Firman Allah itu hidup, kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun.
Aku bersedia untuk dikoreki dengan Firman Tuhan agar terpisah segala yang tidak berasal dari Tuhan dalam Roh, pikiran dan hariku. Amin.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...