Friday, May 20, 2011

5 LANGKAH MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN TUHAN

II Timotius 3:1-5

Pernahkah kita sadari, pada sebagaian orang sekalipun sudah lama menjadi orang Kristen tetapi masih juga belum dewasa secara rohani sehingga seringkali masih mudah jatuh dalam dosa dan hidup dalam kenajizan hidup; suka menipu dan mencuri, kurang ajar, sombong  dan suka berkata-kata kotor. Hal-hal diatas sebenarnya menunjukkan tubuh mereka saja yang dekat dengan ibadah tetapi sebenarnya rohani (hati) jauh dari keselamatan yang TUHAN janjikan. Pada prinsipnya kita harus menjauhi mereka tetapi bila indikasi ini ada pada diri kita, maka harus segera berubah dengan memperbaiki perilaku sehingga hubungan kita dengan TUHAN dapat diperbaiki segera.
Minimal inilah lima (5) langkah yang dapat kita lakukan agar hubungan kita dengan TUHAN dapat diperbaiki yaitu :
1.    Kembali datang kepada Allah (II Timotius 3:15). Hal ini terkesan sangat aneh karena sementara kita tetap juga melakukan ibadah rutin, tetapi yang dimaksudkan adalah dengan sungguh-sungguh hati, mengingat bahwa kita sudah dari lama menjadi orang Kristen maka seharusnya sudah ada perubahan yang mengarah kepada perilaku yang “identik” (sama) dengan Kristus (Roma 6:4;  I Yoh 2:6).
2.    Bacalah Firman Tuhan (Efesus 3:4). Salah satu ciri awal orang yang telah jauh dari Tuhan adalah lama tidak baca Alkitab secara pribadi, bukan renungan harian dan bukan hanya di gereja secara bersama-sama. Membaca  Alkitab harus dengan teliti jangan terburu-buru karena disana terkandung “rahasia Kristus”. Rahasia itu ialah maksud ALLAH “untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik di surga dan di bumi (Efesus 1:10), dan untuk memasukkan orang dari semua bangsa dalam janji mengenai hidup dan keselamatan (Roma 3:6; 16:25-26; IITim 1:1)
3.    Merenungkan Firman Tuhan. (Mazmur 1:2). Ternyata tidak cukup kita hanya membaca saja agar memperoleh pemahaman yang baik kita juga harus merenungkan agar ada perubahan dalam pola pikir, sikap dan tindakan sesuai dengan Kebenaran Firman Tuhan. Saat kita merenungkan ayat-ayat Alkitab maka akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran seperti :
a.    Apakah Roh Kudus sedang menerapkan ayat ini kepada situasi kita sekarang?
b.    Adakah janji di dalam ayat ini yang dapat kita mintakan kepada Tuhan ?
c.    Apakah ayat ini menunjukkan dosa tertentu supaya dijauhi ?
d.    Adakah ALLAH sedang memberikan perintah yang harus kita taati?
e.    Apakah roh kita merasa cocok dengan yang dinyatakan Roh Kudus ?
f.     Apakah ayat ini mengungkapkan suatu kebenaran tentang ALLAH, keselamatan, dosa dunia atau ketaatan pribadiku yang perlu diterangkan oleh Roh Kudus kepada kita?
4.    Berdoalah (Filipi 4:6). Berdoalah sebagai kebutuhan seperti nafas kehidupan, orang Kristen tidak boleh lepas dari doa. Doa juga merupakan respon atas pergumulan hidup dan meleyapkan kekuatiran karena :
a.    Oleh doa kita memperbaharui kepercayaan kita dalam kesetiaan Tuhan dengan menyerahkan segala kecemasan dan persoalan kita kepada Dia yang memelihara kita (Matius 6:25-34); 1Petrus 5:7).
b.    Damai sejahtera Allah akan mengawal hati dan  pikiran kita sebagai akibat dari persekutuan kita dengan Kristus Yesus (Yes 26:3; Kol 3:15)
c.    Allah menguatkan kita untuk melakukan segala perkara yang Ia inginkan dari kita (Filipi 4:13;  Ef 3:16)
d.    Kita menerima rahmad, kasih karunia dan pertolongan pada waktu kita memerlukannya (Ibr 3:16)
e.    Kita yakin bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk kebaikkan kita (Roma 8:28).

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...