Friday, August 9, 2019

BEKERJALAH (4) (Hagai 2:5-6)


Kerja Buat Tuhan (Kolose 3:23)

Pekerjaan yang kita miliki adalah bagian pelayanan kepada Tuhan, pekerjaan bukan sekedar kewajiban tapi anugerah. Semakin besar pekerjaan yang ada pada kita artinya semakin besar pula anugrah itu. Tidak semua orang punya kesempatan melakukan pekerjaan buktinya masih banyak yang menjadi pengangguran. Bisa bekerja artinya bisa memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal itu merupakan kasih karunia Tuhan. Masih begitu banyak orang yang gelisah karena tidak memiliki pekerjaan dan menunggu kesempatan untuk bekerja sehingga bisa menata hidup, sudah sepatutnya untuk kita bersyukur akan hal ini.
Marilah kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Allah telah memberikan segala sesuatu bagi kita maka marilah kita memberikan apa yang bisa menyenangkan hati-NYA. Setiap pekerjaan pasti berhubungan dengan pelayanan terhadap orang lain sehingga melalui hasil kerja dan pelayanan kita, orang lain menemukan Tuhan dan memuliakan Dia. Seorang pegawai hendaklah melihat orang-orang yang dilayaninya seperti Tuhan sehingga ia melayani dengan ramah dan penuh perhatian serta kasih maka orang yang sedang dalam masalah mendapat ketenangan dan damai dengan pelayanan kita lalu mereka memuliakan Allah.
Apapun pekerjaan kita - lalukan seperti untuk Tuhan, dengan demikian bukan saja orang puas akan hasil kerja kita, tapi kita juga memiliki peluang untuk mencapai posisi yang lebih baik, entah di mata Tuhan, di mata sesama maupun di mata atasan. Jadi yang diuntungkan bukan sekedar orang lain melainkan terlebih kita. Saat pekerjaan dilihat sebagai anugerah yakni anugerah memperoleh penghasilan guna menunjang kebutuhan hidup dan anugerah untuk melayani Tuhan terhadap sesama serta belajar beriman.
Dalam dunia kerja, banyak orang yang tidak peduli dengan campur tangan Tuhan. Tetapi bagi kita akan selalu meyakini bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, termasuk atas pekerjaan. Kita harus tetap beriman bahwa Tuhan tetap bekerja dalam segala sesuatu dan Tuhan bekerja di dalam kita, bukan atas pekerjaan yang kita kerjakan. Tuhan selalu memakai situasi apapun dalam pekerjaan untuk sesuatu yang baik.
Tuhan bekerja lewat pekerjaan kita melalui 6 hal ini:
1. Iman; Tuhan ingin kita hidup untuk Tuhan dan ini adalah panggilan utama kita yaitu memuliakan Tuhan (1Kor 10: 31). Kita bekerja untuk Tuhan bagi kemuliaan-NYA. Memuliakan Tuhan bukan berarti menjalani segalanya dengan mulus, justru di dalam kesulitan dan tekanan kita diajak untuk beriman.
2. Hati; Oleh kasih Tuhan kita melakukan hal-hal yang besar. Ketika kita tergoda untuk menyerah, ingatlah bahwa apa yang kita lakukan itu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol 3: 23). Kita bekerja bukan untuk menyenangkan orang-orang di sekitar kita tetapi untuk kemuliaan Allah. Kita harus kuat hati dalam hal ini.
3. Tangan; Setiap hasil pekerjaan tangan kita harusnya untuk memuliakan Tuhan karena hal itu sebagai persembahan kepada Tuhan (Rm 12: 1). Jika pekerjaan kita tahunya hanya untuk mendapatkan promosi, pengakuan atau posisi yang lebih baik, maka kita akan selalu kecewa. Tuhan layak menerima hasil pekerjaan tangan terbaik kita.
4. Kasih; Bekerja bukan soal apa yang kita kerjakan, tetapi soal bagaimana kita melakukannya. Pekerjaan harus merupakan wujud pelayanan kasih kepada orang lain, sehingga pekerjaan akan menghasilkan buah roh, yaitu sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5: 22-23).
5. Pikiran; Tuhan memakai pekerjaan untuk mengubah cara pikir kita. Tuhan ingin pola pikir kita diubahkan, sehingga segala yang kita lakukan tidak lagi berdasarkan apa kata dunia atau orang. Memiliki pola pikir yang benar, akan memudahkan kita melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
6. Saksi; Injil menggerakkan kita untuk memberikan dampak (2Kor 10: 13-16). Alasan kita berada di pekerjaan yang kebanyakan tidak mengenal Allah adalah agar Tuhan bisa memakai kita untuk menjadi saksi.
Diberkati untuk mejadi berkat demikianlah rencana Tuhan untuk kita orang yang percaya. Itu pula yang menjadi pokok bekerja buat Tuhan, oleh sebab itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya.
Tuhan Yesus memberkati.


Pesan Pastoral:  28 Juli 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Marilah kita bekerja sebaik-baiknya hanya untuk Tuhan kita menaruh tanggungjawab. Karena itu kita perlu menaruh nilai-nilai kekristenan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan

Winner Voice
Bekerja buat Tuhan artinya hidup dalam berkat untuk menjadi saluran berkat.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)
1.      Semua pekerjaan yang dipercayakan akan aku lakukan semuanya dengan kesungguhan hati.
2.      Semua perkerjaan adalah anugerah Tuhan maka aku mau mengerjakan dengan segenap hati untuk Tuhan.
Sesungguhnya hasil kerja adalah karunia Tuhan maka aku  bertanggungjawab dihadapan Tuhan dan bukan untuk manusia

BEKERJALAH (3) (Hagai 2:5-6)


Bekerja Dalam Nama Tuhan (Kolose 3:17)

Dari awal Allah bekerja dan terus bekerja sampai saat ini, Alkitab menjelaskan tentang Allah bekerja menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1). Kita seharusnya juga bekerja karena Allah  menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Di taman Eden, sejak awal manusia diciptakan untuk bekerja, hal ini menunjukkan bekerja bukanlah kewajiban manusia yang ditambahkan karena kejatuhannya.  kejatuhan manusia tidak meniadakan kemuliaan dari bekerja dan perintah untuk bekerja. Kita sebagai manusia diperintahkan untuk bekerja (Kej 1:26, 2:15); mengelola dunia untuk kemuliaan Allah dan kesejahteraan kita.
Ada banyak jenis pekerjaan pada jaman modern ini, dan tetapi akibat kejatuhan manusia pertama maka pekerjaan dirusak oleh dosa (Kej 3:17), dikutuk dan pekerjaan menjadi kegiatan yang sulit, terasa sia-sia dan melelahkan. Fasilitas seperti apa pun pekerjaan pada jaman modern ini, tidak bisa selalu menyenangkan hati dan pekerjaan telah menjadi beban. Ketidaksukaan dan ketidakpuasan ini tentu saling berhubungan. Karena tidak memuaskan maka orang menjadi tidak suka dengan pekerjaannya. Sebaliknya ketika seseorang tidak menyukai pekerjaannya, sulit dia merasa puas dengan pekerjaannya.
Sebenarnya Orang Kristen sama dengan masyarakat umumnya. Kita juga akan mengalami duka cita dari pekerjaan ketika masih di dunia yang dikuasai dosa. Dalam bekerja kita juga bekerja sama dengan manusia lain yang belum percaya Tuhan Yesus, dengan motivasi dan cara bekerja yang lain daripada orang Kristen. Namun Puji Tuhan, Allah telah menyediakan banyak petunjuk bagaimana kita bekerja sehingga kita bisa menikmati pekerjaan, berdampak kepada sesama, dan memuliakan Allah.
Pertama, bekerjalah dalam nama Tuhan Yesus (Kol 3:17). Ini merupakan perintah dan prinsip perilaku orang Kristen. Kitab Kolose membahas berbagai bentuk hubungan, seperti antara suami dan istri, orang tua dan anak, juga antara pekerja dan pemberi kerja. Dengan demikian dalam relasi kerja, kita diperintahkan untuk melakukannya di dalam nama Tuhan Yesus.
Nama Yesus jangan dijadikan seperti mantra, tetapi nama Yesus mewakili seluruh pribadi-Nya, identitas-Nya dan semua yang dikatakan dan dilakukan-Nya. Secara khusus nama Yesus menyatakan tujuan kedatangan-Nya ke bumi yaitu menyelamatkan manusia dari dosa (Mat 1:21) dan memberikan hidup yang berkelimpahan (Yoh 10:10b). Karena itu cara kita bekerja harus menjadi ekspresi Yesus dengan segala misi dan nilai-nilai-Nya.
Ke dua, bekerja sebagai ekspresi kasih kepada Allah dan sesama, seperti Yesus mengasihi Allah Bapa dan manusia. Kita bekerja untuk menyenangkan hati Tuhan (Mat 25:26 – 30), tidak untuk menyenangkan diri sendiri atau orang lain. Bekerja dalam nama Yesus adalah untuk memuliakan Allah (1 Kor 10:31) dan tidak mencari kemuliaan untuk diri sendiri.
Ketiga, pekerjaan yang merusak manusia kita hindari, karena bertolak belakang dengan karakter Allah yang memelihara kehidupan. Misalnya, seperti narkoba, pelacuran, perjudian, dan termasuk produk yang legal tetapi tetap saja jahat, seperti rokok. Produk langsung atau tidak langsung dari pekerjaan harus menjadi berkat dalam kebenaran.
Ke empat, bekerja dengan mengucap syukur. Kita mengucap syukur kepada Allah dalam nama Yesus atas pekerjaan yang dianugerahkan kepada kita. Karena itu bekerja sekaligus menjadi ibadah kita.
Ke lima, bekerja secara terbaik “excellent” artinya bekerja memberikan hasil yang melampaui hasil kerja orang lain, melampaui harapan pemberi kerja, dan ketika berulang akan semakin baik hasilnya. Kita harus mengarahkan pekerjaan kepada kesempurnaan (Mat 4:48), karena Allah menghendaki kita jauh lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengenal-NYA. Kalau mereka bekerja baik untuk orang-orang yang mereka kasihi, maka kita harus bekerja lebih baik, untuk siapa pun, bahkan untuk mereka yang jahat.
Ke enam, kita harus bekerja dengan segenap hati untuk Tuhan (Kol 3:23), artinya bekerja dengan penuh komitmen, dengan segala kreavitivas, semangat dan sepenuh tenaga memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan kita (1 Kor 10:31).
Tuhan Yesus memberkati.


Pesan Pastoral:  21 Juli 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Bekerjalah dengan selalu mengingat nama Tuhan Yesus, menjaga diri dalam pekerjaan agar nama Tuhan di muliakan dengan hasil pekerjaan yang memuaskan banyak pihak.

Winner Voice
Berkerja sebaik-baiknya dapat menjadi ibadah yang berkenan kepada ALLAH yang melimpahkan keberhasilan.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)
1.      Dalam segala sesuatu yang aku lakukan baik dengan perkataan dan perbuatan, aku lakukan dalam nama Tuhan Yesus.
2.      Semua yang aku lakukan dalam hidup ini adalah untuk memuliakan nama Tuhan Yesus.
Aku mengucap syukur selalu kepada Allah Bapa yang memberikan kekuatan untuk aku tetap bekerja dengan baik.

BEKERJALAH (2) (Hagai 2:5-6)


Menikmati Kerja Keras (Pengkotbah 3:12-13)

Allah ingin agar kita menikmati pekerjaan, apakah itu mungkin? karena banyak orang justru menghindari pekerjaan dan memilih untuk bermalas-malasan saja. Allah melalui Firman-Nya, memberikan cara untuk kita dapat menikmati pekerjaan, hal ini penting karena tanpa bekerja maka orang dapat tertimpa kemiskinan. Marilah kita perhatikan Alkitab yang berbicara tentang menikmati kerja keras.
Pertama, miliki pemikiran yang positif. Apapun jenis pekerjaan sekalipun melelahkan badan dan pikiran, tetapi semua jerih lelah ada untungnya (Ams 14:23). Karena dengan kerja keras, kebutuhan materi kita akan tercukupi. Memang, Allah berjanji untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang beribadat kepada-Nya dengan tulus. (Mat 6:31, 32) tetapi, Allah tetap ingin kita melakukan tanggung jawab kita, yaitu mencari nafkah dengan rajin dan jujur ​(2 Tes 3:10). Maka, dengan bekerja keras, sebenarnya kita sedang memenuhi tanggung jawab sebagai manusia dewasa.
Bekerja keras juga dapat meningkatkan harga diri (self esteem). Karena ketika sudah bekerja keras dengan tekun, walau kadang bosan atau kesulitan, kita akan puas setelah menyelesaikan pekerjaan itu. Tidak menjadi orang yang “gampangan”. (Ams 26:14) Itulah alasannya, kerja keras menghasilkan kepuasan yang mendalam. Sekalipun hasilnya tidak dihargai oleh orang lain, tapi akan tetap ada sukacita saat selesai bekerja seharian.
 Kedua, bekerjalah sebaik-baiknya.  Orang yang sangat ahli dalam bidang tertentu akan mendapatkan pujian (Ams 22:29). Demikian juga senang rasanya melihat seorang wanita yang rajin bekerja dengan tangannya (Ams 31:13). Tentu saja, untuk menjadi ahli perlu proses pembelajaran jadi tidak bisa otomatis, banyak orang tidak menikmati pekerjaa annya; karena memang tidak mau berusaha lebih keras bekerja. Sebenarnya, kita bisa menyukai pekerjaan apa pun asalkan mau berusaha jadi terampil dan tidak bekerja asal-asalan.
Ketiga, marilah berbuat lebih dari yang diminta (Mat 5:41). Sebenarnya daripada  sekadar bekerja marilah cari cara untuk berbuat lebih banyak, lebih bagus, lebih rapi, lebih cepat, lebih baik dan semua yang lebih positif bahkan sampai ke hal-hal kecil. Sebenarnya kitalah yang menentukan tindakan dan hasil yang lebih baik, sehingga ini menimbulkan kepuasan tersendiri. Hendaknya itu dikerjakan dengan suka hati dan jangan karena keterpaksaan (Fil 14; Ams 12:24), karena orang yang bekerja asal-asalan akan ada perasaan dipaksa bekerja (diperbudak), karena selalu merasa harus melakukan keinginan orang lain. Sebaliknya, orang yang memilih untuk berbuat lebih akan tetap merasa bebas karena tidak merasa dipaksa sama sekali.
Keempat, pikirkanlah manfaat pekerjaan untuk orang lain. Jangan hanya pikirkan berapa banyak uang yang dihasilkan, tetapi juga pikirkan manfaatnya bagi orang lain? Hasil kerja sebenarnya akan memuaskan kalau kita sadar bahwa itu berguna bagi banyak orang (Kis 20:35). Pelanggan dan majikan kita pasti mendapat manfaat. Tapi, selain mereka, ada lagi yang mendapat manfaat dari kerja keras kita, misalnya keluarga kita (1Tim 5:8) dan orang lain yang kekurangan (Ef 4:28). Orang tua yang bekerja keras akan menjadi teladan dalam kerajinan.
Kelima, menjadi pribadi yang seimbang. Bekerja keras itu bagus tetapi perlu ingat, bahwa hidup bukan hanya untuk kerja. Memang, kita harusnya rajin bekerja (Ams 13:4) tetapi bukan “gila kerja”. (Pngk 4:6). Orang yang gila kerja akan susah menikmati hasil pekerjanya karena waktu dan tenaganya akan terkuras. Pekerjaannya pun jadi sia-sia, seperti ”mengejar angin”. Kita memang harus bekerja sebaik mungkin, tetapi itu untuk memastikan hal-hal yang lebih penting (Fil 1:10). Kita perlu mempertimbangkan hal penting seperti keluarga dan teman-teman serta orang –orang di sekitar kita. Dan ada hal yang lebih penting yaitu kegiatan-kegiatan rohani, misalnya berdoa, membaca Alkitab dan merenungkannya, beribadah dan lain-lain yang berhubungan dengan Allah. Kalau kita hidup seimbang maka akan  bisa lebih dapay menikmati pekerjaan dan hasilnya.

Tuhan Yesus memberkati.


Pesan Pastoral:  7 Juli 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Marilah kita rajin bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan berguna bagi orang banyak. Tuhan Yesus mengasihi orang yang tekun beribadah dan tetap rajin dalam bekerja.

Winner Voice
Beribadah tidak akan menghalangi orang untuk rajin bekerja, sebaliknya orang malas justru menghambat pekerjaan Tuhan.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. (Pengkotbah 13:12-13)
1.      Aku percaya Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan supaya aku dapat bekerja dan menghasilkan.
2.      Aku mau berjerih lelah bekerja agar tercukupi makan, minum dan menikmati kesenangan dalam hidup.
Aku mau bekerja keras agar mendapatkan yang lebih baik dalam hidup yaitu hubungan yang semakin intim dengan Tuhan

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...