Saturday, October 29, 2011

GBI Bawangan.: Bertumbuhlah Gereja

GBI Bawangan.: Bertumbuhlah Gereja: Kisah Para Rasul 1:8 “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi” inilah amanat agung Tuhan Yesus Kristus"

Friday, October 28, 2011

GBI Bawangan.: MURNI BERIBADAH = KELUAR DARI MASALAH

GBI Bawangan.: MURNI BERIBADAH = KELUAR DARI MASALAH: Keluaran 5:2-3 Apakah alasan bangsa Israel harus keluar dari tanah Mesir pada masa Musa ? apakah karena penindasan yang dialami atau karena harus beribadah kepada ALLAH ?

MURNI BERIBADAH = KELUAR DARI MASALAH

Keluaran 5:2-3

Apakah alasan bangsa Israel harus keluar dari tanah Mesir pada masa Musa ? apakah karena penindasan yang dialami dan membuat hidup bangsa Israel sangat sukar ? kita dapat melihat alasan utama adalah supaya bangsa Israel dapat melakukan ibadah kepada ALLAH seperti yang tertulis dalam Keluaran 5:2-3. Hal ini juga memberikan arti lebih luas bagi kita yang dihidup pada masa sekarang ini, jika saat ini hidup kita sangat “pahit” dengan berbagai macam kesulitan, marilah kita beribadah dengan baik kepada ALLAH dengan harapan lebih dekat kepada TUHAN sehingga otomatis dapat lepas dari berbagai persoalan hidup karena ALLAHlah yang membebaskan. (Matius 6:33).
Firaun keras hati melarang bangsa Israel keluar dari Mesir sehingga ALLAH menurunkan 10 tulah, yang akhirnya membuat anak-anak sulung bangsa Mesir mati. Tetapi kita akan belajar diantara tulah yang turun maka ada negosiasi yang diberikan oleh Firaun (merupakan lambang dari keduniawian), atas cara bangsa Israel beribadah kepada ALLAH. Ada nilai Rohani yang membuat mata hati kita terbuka tentang bahayanya bila ibadah dilakukan tanpa kemurnian.
Pertama Firaun mengusulkan agar bangsa Israel beribadah kepada ALLAH ditanah mesir saja (Kel 8:26) dan dijawab oleh Musa bahwa hal itu sangat “tidak mungkin” (Kel 8:27). Hal ini punya arti bahwa tidak mungkin untuk kita beribadah kepada TUHAN di dalaam keduniawian, karena bila kita tetap “duniawi” maka ibadah akan tercemar sehingga seringkali terjadi kompromi-kompromi. Contohnya adalah : masih banyak orang yang rajin kegereja tapi tetap juga pergi kedukun atau tempat penyembahan berhala. Ini jelas akan mencemari rohani dan kita tidak pernah menjadi pribadi yang berkenan kepada ALLAH. Kita tidak boleh serupa dengan dunia ini tapi mengalami tranformasi (berubah) secara utuh. (Roma 12:2)
Kedua Firaun mengusulkan agar bangsa Israel tidak terlalu jauh pergi meninggalkan Mesir (Kel 8:28). Menunjukkan bahwa sekalipun telah meninggalkan keduniawian tetapi masih dalam jarak yang dekat untuk dapat berpaling dan kembali, ini sebuah jerat dimana dalam jarah dekat dengan hal-hal yang duniawi membuat kita mudah di serang atau dicobai oleh iblis. Contohnya adalah Demas seorang murid dari Paulus dan yang telah terjun di dalam pelayanan tetapi kemudian berbalik dan mencintai dunia ini (2 Timotius 4:10). Kalau kita benar mencintai Tuhan pastikan kita sungguh-sungguh telah menjauh dari yang duniawi.
Ketiga Firaun juga mengusulkan bangsa Israel agar meninggalkan Mesir tanpa membawa anggota keluarga. (Kel 10:8:11). Disini iblis ingin menipu kita agar hanya kita sendiri saja yang rohani dan tidak termasuk istri atau anak-anak.  ALLAH berkehendak untuk menyelamatkan seluruh anggota keluarga, tapi yang sering terjadi adalah bahwa keluarga justru dapat menjadi beban pemberat seseorang untuk sungguh-sungguh beribadah kepada TUHAN. Pada bagian lain adalah ada juga orang yang dapat mengajar sesuatu yang rohani kepada orang lain tetapi kurang mampu mendisiplin rohani anggota keluarga sendiri, seperti yang dicontohkan oleh Imam Eli yang tidak dapat mendidik dengan baik anaknya Hofni dan Penehas sehingga dipandang jahat dimata Tuhan. (1 Samuel 1). Tetapi baiklah kita mencontoh Zipora istri Musa yang dapat mendukung kerohanian dari suaminya. (Kel 4:25-26).
Keempat adalah Firaun mengusulkan supaya bangsa Israel pergi beribadah tetapi tidak dibolehkan membawa kambing dan domba (Kel 10:24). Pada masa itu tidaklah mungkin untuk beribadah tanpa membawa ternak, karena pada masa itu, korban ternak adalah bagian utama yang tidak terpisahkan dari ibadah itu sendiri. Tetapi pada masa sekarang hal ini juga masih sangat relefan, karena seringkali kita mendengar bahwa orang tidak dapat setia datang kepada TUHAN untuk beribadah karena habis waktu dan tenaga karena kesibukan dalam mencari uang/ harta. Orang dapat tidak pergi kegereja karena lebih berat untuk tetap membuka toko atau pekerjaannya. Karena dimana hartamu berada disitu hatimu berada. (Mat 6:21; Luk 12:34). Karena itu adalah baik bila kita kita beribadah pastikan hati kita tidak terikat dengan harta benda,  karena bila kita mau mendahulukan Tuhan maka segala sesuatu Tuhan telah sediakan untuk kita nikmati. (Mat 6:33).
Marilah kita beribadah dengan kemurnian karena seperti ALLAH yang berhendak demikian agar kita terlepas dari semua persoalan berat yang menekan seperti halnya bangsa Israel yang keluar dari Mesir.
Tuhan Yesus Memberkati.

Wednesday, October 26, 2011

Bertumbuhlah Gereja

Kisah Para Rasul 1:8

“Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi” inilah amanat agung Tuhan Yesus Kristus yang telah disampaikan lebih dari 2000 tahun yang lalu. Bilamana dibandingkan dengan cocacola yang diperkenalkan 125 tahun yang lalu, ternyata cocacola telah dikenal lebih dari 200 negara dan dirasakan 90 % penduduk dunia. Tetapi nama Yesus Kristus belum menyentuh angka itu, karena masih banyak daerah yang belum tahu sama sekali tentang nama Tuhan Yesus sebagai Juru selamat dunia.
Kisah Para Rasul adalah kitab yang bercerita tentang para murid Yesus Kristus yang menjalankan amanat agung dengan kesungguhan hati, karena itu kurang dari 100 tahun saja telah menyebar kabar baik tentang kebangkitan Sang Juru selamat sampai ke ujung bumi. Apa sebenarnya yang terjadi dengan 120 orang yang takut dan berada di atas loteng rumah di kota Yerusalem yang selanjutnya menjelma menjadi ribuan orang pemberani sekalipun ada ancaman terhadap jiwa oleh tentara Roma yang kejam. (Kis 1:15)
Berawal dari 120 orang yang menerima ROH KUDUS (Kis 2:4), dan Petrus berkotbah maka ditambahkan 3000 orang yang bertobat dan bersedia untuk dibabtiskan. (Kis 2:41) Jumlah orang percaya terus bertambah dari hari kehari khususnya saat mereka bersatu (Kis 2:42-47; 5:14) bahkan beberapa orang imam juga percaya (Kis 6:7).
Marilah kita belajar dari hal ini untuk mewujudkan pertumbuhan gereja, karena sangat disayangkan bila di jaman modern ini sementara semua mengalami kemajuan dalam segala bidang justru gereja mengalami “kemandekan” bahkan kemuduran, baik dalam kuantitas maupun kualitasnya. Lebih dari pada itu adalah seharusnya gereja adalah penggerak utama dari amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.
Yang pertama adalah bahwa gereja harus penuh ROH KUDUS dan membuat ROH KUDUS yang memimpin pergerakan gereja. Hal ini juga ditampakkan bagaimana perubahan terjadi setelah penggenapan janji ALLAH atas turunnya ROH KUDUS telah diterima pada murid. Mereka menjadi orang-orang yang luar biasa karena ROH KUDUS. Dengan pemberitaan Firman yang benar dan kuasa mujizat yang terjadi (Kis 5:15) membuat orang dapat lebih mudah dibawa kepada Yesus Kristus.
Kedua adalah adanya kesatuan dalam persekutuan, doa dan mempelajari Firman Tuhan. Ini sebuah strategi yang baik dan tetap dapat dikerjakan sampai saat ini. Dimana dilakukan persekutuan rumah tangga dan bergiliran mereka menjangkau keluarga yang belum terjangkau. Disaat terjadi kesatuan dalam hal rohani dan social terjalin dengan baik membuat kesaksian menjadi efektif untuk penginjilan yang menjangkau jiwa-jiwa.
Ketiga adalah bahwa karena penganiayaan yang hebat saat itu membuat orang percaya semakin takut akan TUHAN dan lebih bergantung kepada-Nya. Thema ini juga harus diangkat di tengah-tengah jemaat yaitu bahwa jemaat harus memiliki hubungan pribadi yang erat kepada TUHAN dan sikap diri yang takut akan TUHAN sehinggga memiliki sikap yang benar saat beribadah, baik secara pribadi maupun bersama-sama.
Semua ini akan mendorong kita lebih aktif untuk menjalankan amanat agung TUHAN YESUS KRISTUS, baiklah hal ini dimulai dengan rumah tangga dan dalam gereja sehingga pertumbuhan rohani dapat meningkat dan otomatis gereja akan bertumbuh secara baik.
Tuhan Yesus Memberkati.

Monday, October 17, 2011

MENGGUNAKAN OTORITAS ROHANI

Matius 28:16-18

Saat mengemudikan mobil di jalan maka seseorang harus memiliki kemampuan mengemudi dan juga harus memiliki surat ijin untuk mengemudi.  Bila kita mengemudikan mobil tapi tidak mempunyai SIM, artinya kita tidak berhak untuk mengemudikan mobil sekalipun kita punya keahlian untuk mengemudi dan yang lebih berbahaya adalah bila punya SIM tapi justru tidak punya keahlian untuk mengemudi tentu saja hal ini sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain, karena bisa terjadi kecelakaan. Tetapi ada juga bahwa orang yang mempunyai SIM tapi tidak pernah mengemudikan mobil sama sekali.
Demikian pula berbahaya bila kita menggunakan otoritas rohani yang diberikan ALLAH tanpa  menyadari apakah kita berwenang atau tidak melakukannya, yang sering terjadi adalah seseorang  sembrono mengengerjakan yang bukan wewenangnya. Pertama kita harus tahu bahwa ada otoritas rohani dimana otoritas ini diberikan oleh Yesus Kristus pemilik semua kuasa di bumi dan di surge (Lukas 28:18) kepada orang percaya di dunia ini untuk melakukan pekerjaan pelayanan. (Lukas 10:9). Seperti Kristus telah dikirim kedunia ini kitapun diutus (Yoh 17:18). Karena itu kita adalah duta-duta Kristus yang membawa kuasa-Nya dan berbicara serta bertindak sebagai wakil-Nya (2Kor 5:20). Kita diberikan kuasa untuk bertindak atas nama Yesus Kristus. Dengan kekuasaan-Nya kita berdoa, memberitakan Injil, meletakkan tangan dan yang sakit menjadi sembuh bahkan mengusir roh-roh jahat.
Yang harus dipahami adalah bahwa otoritas ini bukan milik pribadi jadi kita harus berpertanggungjawab kepada Tuhan Yesus Sang Pemilik Otoritas itu. Dibagian apakah otoritas ini dapat kita praktekkan ?
1.      Otoritas Pernikahan dan Keluarga (Kej 1:28)
2.      Otoritas Hamba Tuhan dan pelayanan
3.      Otoritas Pemerintahan / Market Place (Roma 13:1-6)
Karena  hal yang besar dapat terjadi sebagai akibat dari otoritas rohani, maka diperlukan Disiplin Rohani yang akan  memperkuat fondasi karakter seorang hamba yang bersedia melayani, siap untuk  terbuka dan dikritik.
1.      Tekun merenungkan Firman Tuhan (1Tim 4:13; Rom 10:17; 2Tim 2:15; Maz 119:11; 1:2; 2Tim 3:16)
2.      Berdoa dengan serius. (Yak 5:16b; 1 Raja-raja 17:20)
3.      Puasa (Maz 35:13; Mat 4; 2 Sam 12:21; Kis 13:2)
4.      Pujian dan Penyembahan.
5.      Sabath (Kej 2:2; Ibrani 4:9)
Dengan disiplin diri yang kuat maka kita dapat menggunakan otoritas yang telah diberikan bukan saja untuk membuat karakter diri kita lebih baik saja tetapi kita juga dapat melayani Tuhan dengan lebih baik. Orang Kristen haruslah menyadari adanya kuasa yang kuat yang harus digunakan dengan bertanggungjawab dan memberikan dampak luas bagi orang-orang di sekitar kita, selebihnya adalah bahwa segala puji,hormat dan syukur kita kembalikan kepada Tuhan kita Yesus Kristus saja.
Tuhan Yesus Memberkati.

Sunday, October 9, 2011

MENJADIKAN GEREJA YANG MENARIK HATI TUHAN

2 Tawarikh 15-16
Gereja adalah tempat yang seharusnya mata Tuhan dan hati-Nya berada. Lalu bagaimanakan gereja seharusnya agar mendapatkan perhatian sepenuhnya dari Tuhan dan menjadi gereja yang menyenangkan hati Tuhan, karena di jaman akhir ini susah untuk membedakan gereja yang benar-benar menyenangkan hati Tuhan, dan gereja yang hanya menyenangkan hati manusia.
Peristiwa Salomo yang membangun Bait Allah menjelaskan bagaimana pada saat itu mata dan telinga  Tuhan tertuju bahkan hatinya aka nada ditempat itu sepanjang masa. Satu hal bila mata tertuju dan telingga yang mendengar pasti ada suatu yang menarik hati, dan menjadi kesukaan, karena itu gereja harus berkreasi sedemikian rupa agar menarik untuk disaksikan dan didengar oleh Tuhan. Bila kemudian Tuhan sendiri datang untuk menjumpai gerejanya pasti sesuatu yang besar akan terjadi, karena ALLAH akan bertindak dalam dimensi rohani dan mendatangkan mujizat.
Lalu bagaimanakah supaya ALLAH dapat menandang rumah tinggal-Nya yaitu gereja-Nya sepanjang masa ?
A.    2 Tawarikh 7:11, mengatakan bahwa Salomo menyelesaikan Bait ALLAH dan Istana raja, disini ada pemisahan yang jelas, karena di Bait ALLAH maka ALLAH yang berkuasa dan tidak dicampurkan dengan pemerintahan Raja. Sekalipun Salomo adalah seorang raja tetapi tidak mau “menginterfensi” atau mencapuri jalannya peribadatan yang adalah wewenang dari para imam. Demikian pula kita harus dapat memisahkan secara radikal, jangan mencapurkan yang rohani dengan yang duniawi,  sehingga hal ini dapat membuat kuasa Tuhan dapat termanifestasi dengan maxsimal. Lebih jelas lagi adalah janganlah kita mengambil keuntungan dari rumah Tuhan.
B.     Bait ALLAH yang dibuat oleh Salomo ini disebut dengan “a House of  Sacrifice” atau rumah persembahan, ini berbicara tentang bobot atau “value” dari persembahan / korban (Kel 23:15; 34:20; Ul 16:16; Maz 96:8; Mal 3:10). Yaitu :
1.      Bawalah persembahan saat kerumah Tuhan.
2.      Berilah yang terbaik saat  dirumah Tuhan
3.      Berikanlah hidup kita kepada Tuhan
4.      Alasan memberi adalah karena mengasihi Tuhan
5.      Lakukan ketaatan dalam persembahan.
C.     2 Tawarikh 5:13-14 diberitahukan adanya cahaya kemuliaan ALLAH (shekinah) saat puji-pujian dan penyembahan di suarakan sebagai ucapan syukur kepada ALLAH. Gereja harus selalu menyuarakan kebaikkan Tuhan yaitu tempat dimana umat ALLAH mengucap syukur.
Gereja bukanlah tempat untuk menghakimi orang lain baik di atas mimbar atau dalam lingkungan jemaat. Gereja bukan tempat orang bergosip tapi tempat orang bersekutu bersama memuliakan TUHAN.
Tubuh kita adalah BAIT ALLAH, sucikan dan persembahkan sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada TUHAN, jangan melakukan dosa lagi. Marilah kita rajin melakukan penyembahan dan pujian agar mata dan telingga TUHAN tertuju kepada kita dan hati kita melekat kepadaNya, maka sesuatu yang besar akan terjadi, pertolongan TUHAN pasti terjadi dan mujizat – Nya kita alami. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

Saturday, October 1, 2011

MENCARI YANG HILANG

Lukas 15:1-7

Perumpamaan tentang domba yang hilang seperti yang tertulis dalam Injil Lukas, mengajarkan kepada kita betapa pentingnya Penginjilan. Ini merupakan pekerjaan gereja dari pertama kali dan tetap berlaku sampai sekarang yaitu memenangkan jiwa yang hilang dan tersesat.
Seharusnyalah gereja pada akhir jaman ini semakin memiliki belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang untuk dibawa kepada Yesus Kristus, menjadi seorang Kristen yaitu menjadi pengikut Kristus dan bukan hanya sekedar beragama saja.
Dalam beragama maka para pengikutnya berusaha mencari ALLAH dengan kekuatan sendiri, sedangkan keKristenan adalah ALLAH yang mencari manusia. Dalam kekristenan mengatakan bahwa bukan manusia yan gmenemukan ALAH tetapi ALLAH yang menemukan manusia. Kekristentan adalah kehidupan yang diwarnai kegiatan bagaimana membalas segala kebaikan yang ALLAH telah lakukan bagi kita, sehingga tercipta hubungan pribadi dengan ALLAH dalam Yesus Kristus.
Gereja seharusnya mengambil peran aktif untuk memperkenalkan Yesus Kristus kepada setiap orang dan membina mereka dalam hubungan yang akrab dengan Tuhan, supaya yang terhilang dapat kembali kepada TUHAN dan tidak terus tersesat.
ALLAH sangat mengasihi semua orang (Yoh 3:16) maka menghendaki semua orang selamat dan jangan seorangpun binasa, oleh sebab itu Yesus Kristus rela mati di atas kayu salib (2Pet 3:9), dan mengampuni semua dosa manusia (1Yoh 1:7,9) serta diberikan sorga bagi yang percaya, (Yoh 14:2; Wah 5:9).
Gereja seharusnya merespon dengan mencari yang terhilang karena keselamatan adalah inisiatif ALLAH sendiri untuk mengampuni dosa dan mengubah hidup manusia (2Kor 5:17). ALLAH  berkuasa untuk menyucikan segala dosa (Ibr 7:25), sekarang Gereja harus aktif membawa orang – orang kepada Kristus karena hanya melalui Tuhan Yesus dan percaya kepadaNya saja satu-satunya jalan menuju sorga (Yoh 13:6; Kis 4:12).
Keselamatan yang telah ALLAH nyatakan dengan pengorbanan Kristus di atas kayu salib, harus kita jaga dan pelihara yaitu pertama melalui usaha yang disertai takut dan gentar kepada ALLAH itu sendiri (Fil 2:12) ini akan membuat kita selalu memiliki sikap hati yang taat. Kemudian bagi setiap orang percaya rajin membaca Firman ALLAH dengan teratur (Maz 119:11) serta tidak jemu untuk berdoa (Mat 26:41) bagi diri sendiri maupun bagi semua orang dan akhirnya keselamatan juga harus dijaga melalui kerajinan setiap orang percaya untuk beribadah. (Maz 122:1).
Hari  ini di saat kita berada digereja untuk bersekutu dan merasakan kasih Kristus, sejenak kita merenung adakah orang tua atau anak, teman atau tetangga dan kerabat yang tidak bersama kita karena belum mengenal Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa memohon keselamatan bagi mereka dan membuat komitment untuk mengabarkan Injil keselamatan bagi mereka sehingga dapat meribadah bersama-sama di kemudian hari.
Tuhan Yesus Memberkati.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...