Tuesday, April 11, 2017

MEMENANGKAN PERGUMULAN (2)



Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya:  yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa." (Hosea 12:5b-7)

Pertolongan Di luar Allah = Kesia-siaan!

Belajar dari bapak Yakub yang di kandungan ibunya sudah berdosa dan setelah dewasa ia terus berdosa. Kejadian-kejadian riwayat Yakub, (Hos 12:4;13-14), oleh Nabi Hosea diartikan sebagai bukti kejahatan. Pada Kejadian 32:24 tidak berkata apa-apa tentang Yakub yang menangis dan memohon (Hos 12:5). Nabi Hosea kiranya mengartikannya sebagai tipu daya belaka, bergumul dengan Allah Oleh nabi Hosea ini diartikan sebagai kesombongan belaka.
Belajar dari bapak Yakub artinya juga belajar tentang bangsa Israel yang juga melakukan dosa berkelanjutan (Hos 11; 12:2,12). Mereka mengabaikan ALLAH dengan kebohongan atau penipuan, mereka melarikan diri dari Allah dan mengharapkan pertolongan dari kekuatan lain, seperti Asyur dan Mesir (Hos 12:1), yang kemudian justru akan menelan mereka. Sikap dan tindakan Israel telah membatalkan perjanjiannya dengan Allah secara sepihak, tetapi juga telah mengabaikan syarat-syarat perjanjian dengan Tuhan yang telah disepakati yaitu: pertama, Israel dengan cara tidak bertanggung jawab telah melepaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai umat Allah. Kedua, demi kepentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan Allah, Israel rela melaksanakan syarat-syarat perjanjian dengan Asyur dan Mesir. Hal ini menimbulkan masalah krisis multidemensi bagi bangsa Israel sampai sekarang.
Orang Kristen sekarang harus bisa belajar dari pengalaman Israel dengan Allahnya. Tanpa di sadari kita saat ini telah mengalami krisis multidimensi, yang mungkin sudah diusahakan perbaikan di semua bidang seperti ekonomi, psikologi, sosial, budaya dll, tetapi terasa tidak cukup untuk menyelamatkan bahkan mengubahkan keadaan yang lebih baik. Kata kunci yang mestinya dapat menyelamatkan kita dari krisis multidimensi ialah kembali pada pengajaran Tuhan (Mat 28:19-20, Yoh 14:26). Karena ketika orang atau suatu bangsa mengabaikan pengajaran Tuhan, maka mereka pasti menuai kebinasaan. (Mat 7:24-27)
Orang Kristen harus harus belajar dari kebaikan, keadilan dan kebenaran Allah yang tentu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang baik. Artinya; kita harus memiliki nilai-nilai luhur seperti kejujuran, ketulusan, kesediaan untuk berkorban, menghargai nilai-nilai luhur kemanusiaan, tidak mementingkan diri sendiri (1Yoh 2:6). Di masa-masa penantian ini, nilai-nilai luhur seperti itulah yang seharusnya menjadi komitmen kita menyambut kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali.
Mengingat akhir jaman sudah dekat, inilah saatnya orang Kristen harus segera berbalik kepada Allah bila dirasa mulai jauh dari kebiasaan ibadah seperti yang seharusnya dilakukan (1Yoh 3:17) sebagai disiplin rohani yaitu membaca Firman Tuhan rutin, berdoa dengan kuat dan sekiranya bisa berpuasa secara tetap, melakukan pujian dan penyembahan kepada ALLAH sebagai gaya hidup harian dan menghormati hari “Sabbat” dengan menghususkan diri dalam kehadiran ibadah bersama. Orang Kristen juga harus memelihara loyalitas kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga tidak diombang-ambingkan oleh angin pengajaran lain (Ef 4:13-15). Melaksanakan hukum yang berlaku dengan sukacita dan setia, dan akhirnya senantiasa membangun iman untuk nantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 5 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Yang terbaik menjelang kehadiran Tuhan Yesus ke dua kali adalah bila kita sadar untu berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa. Tuhan Yesus memberkati kita.  

Winner Voice
Belajar dari masa lalu adalah meninggalkan dosa dan berbalik kepada ALLAH dengan komitmen untuk tidak berbuat dosa lagi.

Pengakuan Iman
Aku akan melakukan semua yang di Firmankan TUHAN ALLAH semesta alam yaitu supaya aku berbalik kepada Allah, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikan Allahku senantiasa."amin.  (Hosea 12:5b-7)

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...