Saturday, February 25, 2017

MENGALAHKAN YANG JAHAT (2)



dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya). Amin. (Matius 6:13)
 
Tekun Berdoa Mengalahkan Yang Jahat.

Siapapun di dunia ini adalah target iblis untuk di goda supaya terus melakukan dosa. Terlebih lagi bagi semua orang Kristen atau orang yang percaya kepada Yesus Kristus merupakan sasaran khusus dari permusuhan Iblis dengan maksudnya yang jahat supaya sekiranya dapat menjatuhkannya dalam dosa. Oleh karena itu, kita sekali-kali tidak boleh lupa untuk berdoa agar kita dibebaskan dari kuasa dan rencana jahat iblis.  
Orang Kristen harus siap berhadapan dengan “yang jahat Ini”, dimana iblis dapat menggunakan orang-orang tertentu yaitu orang jahat atau yang masih hidup dalam dosa, dan dapat diartikan juga sebagai "apa yang jahat," atau tindakan kejahatan itu sendiri.
Orang Kristen harus berhati-hati agar tidak di gunakan iblis untuk perbuatan jahat karena akan menimbulkan hal yang lebih buruk. Karena seperti tentang rumah (hidup orang Kristen) yang ditinggalkan kosong, roh jahat akan berusaha untuk masuk kembali dengan membawa tujuh roh yang lebih jahat. (Mat 12:43-45). Oleh sebab itu, dalam pertobatan dan keselamatan (Yoh 3:3) orang percaya tidak hanya harus dilepaskan dari dosa, tetapi juga menyerahkan diri kepada ketaatan yang radikal, doa, kebenaran, dan Firman Allah serta dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis 2:4; Rom 8:1-39). Kuasa Iblis tidak berakhir setelah pertobatan, tetapi terus berlangsung sebagai suatu ancaman yang tak berkesudahan (Luk 22:3)
Kita selamat dari dosa dan Iblis hanya oleh penyerahan sepenuh kepada Kristus dan dengan menggunakan semua sarana kasih karunia yang tersedia melalui Kristus. Sebuah  peringatan bahwa orang Kristen yang telah dilepaskan dari kuasa iblis tetapi tidak sepenuhnya meninggalkan dosa atau tidak menaruh Roh Kudus dalam dirinya, sedang mengundang roh-roh jahat untuk datang kembali dengan kuasa yang lebih besar untuk hidup dalam dirinya.
Dalam menghadapi yang jahat, Yesus menginginkan orang Kristen untu berdoa terus-menerus supaya dapat melakukan kehendak Allah bagi kehidupan mereka (Luk 18:8).  Kita harus bertekun dalam doa mengenai segala hal sepanjang masa hidup dalam dunia yang jahat ini sampai Tuhan Yesus datang kembali (Luk 18:7-8; Rom 12:12; Ef 6:18; Kol 4:2; 1Tes 5:17).
Dalam hidup ini kita mempunyai musuh (Luk 18:3) yaitu Iblis (1Pet 5:8) dan hanya dengan doa saja kita dapat perlindungan dari si jahat (Mat 6:13).  Dalam doa kita dapat melawan dosa dan meminta keadilan keadilan ALLAH di tegakkan dalam hidup kita (Luk 18:7).  Doa yang tak jemu-jemu dianggap sebagai iman yang kuat karena mengalahkan yang jahat (Luk 18:8).  Pada hari-hari terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus kembali, si jahat yaitu iblis akan meningkatkan serangannya terhadap doa orang Kristen (1Tim 4:1). Oleh karena pengaruh Iblis dengan berbagai kenikmatan dunia, ketekunan kehidupan doa orang Kristen semakin berkurang (Luk 8:14; Mat 13:22; Mrk 4:19). Tidak mengherankan maka dunia ini semakin jahat karena semakin sedikit saja perlawanan dari orang – orang beriman, yaitu orang – orang yang bertekun di dalam doa.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 05 Februari 2017
Marilah menjadi pribadi yang “Sadar Rohani” dan lakukan yang terbaik bagi ALLAH. Tugas orang Kristen adalah tekun berdoa supaya kehidupan dalam dunia ini tidak di kuasai oleh yang jahat. Kita terus berdoa memerangi kuasa kegelapan sampai Tuhan Yesus menyatakan diriNYA.

Winner Voice
Berdoalah karena peperangan orang rohani mungkin tidak terlihat tetapi tidak kurang penting.

Pengakuan Iman
Tuhan Yesus janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:13)

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...