Saturday, August 13, 2016

MENJAGA KEHIDUPAN YANG MURNI (2)



Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. (Kisah Para Rasul 24:16)

Berusaha Hidup Dengan Hati Nurani Yang Murni

Hati adalah pusat kehidupan (Ams 7:23) dan inti dari pribadi seseorang. ALLAH selalu berhubungan dengan hati kita. Berbeda dengan manusia yang hanya mampu melihat paras atau wajah seseorang maka ALLAH senantiasa melihat hati manusia. (1Sam 16:7; Yer 17:10; Rom 8:27; 2Kor 5:11)
Alkitab seringkali menyebutkan tentang pentingnya “hati”. Karena itu penting meminta kepada ALLAH untuk memurnikan hati kita. (Mzm 51:10; Yeh 36:26). Hati memiliki arti yang luas dan sesuatu yang paling berharga dan paling baik dalam diri manusia, karena beberapa hal yaitu;
1.      Hati sebagai tempat kedudukan emosi (1Raj 8:38),
2.      ingatan (1Raj 4:29) dan kebijaksanaan (1Raj 3:12)
3.      Firman akan dituliskan dalam hati umat Allah (Yer 31:31-34).
4.      Yesus itu ‘lemah lembut dan rendah hati’ (Mat 11:29).
5.      ‘Orang yang suci hati-Nya’ akan melihat ALLAH (Mat 5:8)
Alkitab berbicara tentang hati nurani yang murni sebagai sesuatu yang sangat penting untuk  kehidupan rohani dan pelayanan yang berhasil (2Kor 1:12), Apabila kemurnian hati nurani tercemar maka iman, kehidupan doa, hubungan dengan Allah serta kehidupan yang penuh kebajikan menjadi rusak sekali (Tit 1:15-16) dan jikalau orang menolak hati nurani yang murni itu maka pasti akan “kandas” imannya (1Tim 1:19).
Hati nurani yang murni berarti kebebasan batiniah yang timbul apabila kita mengetahui bahwa Allah tidak sakit hati oleh pikiran dan tindakan kita. Allah paham dengan kelemahan kita (Ibr 4:15) dan bersedia memikul kelemahan dan menanggung “penyakit” kita (Mat 8:17; Rm 8:26). Dengan hati nurani yang murni maka ada kesadaran batiniah mengenai benar atau salahnya tindakan kita. "Hati nurani yang murni" memberikan keputusan bahwa kita tidak berbuat salah kepada Allah atau kehendak-Nya.
Dengan hati nurani yang murni kita dapat bertekad kuat untuk menyenangkan Allah, dan menjaga kehidupan "yang tak bercacat". Orang Kristen yang selalu memberi alasan untuk ketidaksetiaan mereka kepada Kristus dengan mengatakan bahwa semua orang berbuat dosa dan mustahil untuk hidup di hadapan Allah dengan hati nurani yang murni, adalah pembodohan terhadap diri sendiri dan hanya pembenaran untuk tetap berbuat dosa. (1Yoh 3:6,9; Yak 1:25).
Hati nurani yang murni akan membuat orang senantiasa memiliki iman, pengharapan dan kasih. Sekalipun semua yang dimiliki dan yang berharga dari hidupnya telah habis leyap tidak bersisa ketiga hal ini harus tetap ada dalam hati orang percaya (1Kor 13: 13). Kita harus memiliki iman yang murni kepada ALLAH karena demikianlah Tuhan Yesus datang kedua kali akan menanyakan apakah masih ada iman di muka bumi ini ? (Luk 18:8). Harus juga kita murni berpengharapan kepada ALLAH saja untuk mendapatkan berkat (Yer  17:5,7). Akhirnya sebagai perintah Allah yang harus dilaksanakan, maka Kasih yang murni juga harus ditunjukkan pada akhir jaman ini, demikianlah kita akan dikenali sebagai anak-anak ALLAH. (Ul 6:5; Mzm 31:23; Mat 22:37; Mrk 12:30; Luk 10:27).
TUHAN Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 14 Agustus 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Setiap kita harus mulai introspeksi diri terhadap perilakunya sendiri dengan demikian kita akan dapat melihat di kedalaman hati kita dengan jujur dan tetap berkata TUHAN YESUS di dalam ku.

Winner Voice
Hati nurani adalah ukuran yang jujur atas kemurnian hidup


Pengakuan Iman (dengan mengangkat tangan kanan)

Aku senantiasa akan berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. Amin (Kisah Para Rasul 24:16)

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...