Friday, May 27, 2016

DARI INJIL MENJADI PEMBERITA INJIL (3)



Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. (Yohanes 20:21-22)

PEMBAHARUAN ROH 

Peristiwa di atas terjadi ketika malam pada hari pertama minggu itu. Murid-murid Tuhan Yesus berkumpul di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Datanglah Yesus dan berdiri berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Beliau menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan (Yoh 20:19-20), ketika itulah Tuhan Yesus mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini ? karena belum juga hari Penthakosta.
Pemberian Roh Kudus oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya pada hari kebangkitan ini bukanlah baptisan dalam Roh sebagaimana dialami pada hari Pentakosta (Kis 1:5; 2:4). Peristiwa ini sekedar pemasukan pertama dari kehadiran Roh Kudus yang membaharui di dalam para murid dan hidup yang baru dari Kristus yang sudah bangkit.
Kata, "Ia mengembusi mereka."  (Yun:emphusao : "mengembuskan") merupakan kata kerja  yang sama untuk kata "Allah  …  mengembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Adam); demikian manusia itu menjadi makhluk yang hidup." (Kej 2:7 ).  Kata yang sama terdapat dalam Yeh 37:9,  yang berkata " …  berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini supaya mereka hidup kembali." Pemakaian kata kerja ini oleh Yohanes menunjukkan bahwa Yesus sedang memberikan Roh Kudus supaya mendatangkan hidup dan ciptaan yang baru. Yaitu, sama seperti Allah dahulu mengembuskan nafas kehidupan ke dalam manusia jasmaniah dan jadilah manusia ciptaan yang baru (Kej 2:7), demikian pula sekarang Yesus mengembuskan nafas kehidupan rohani ke dalam hidup murid-murid-Nya sehingga mereka kini menjadi ciptaan yang baru. Melalui kebangkitan-Nya, Yesus menjadi "roh yang menghidupkan" (1Kor 15:45).
Kata "terimalah Roh Kudus" ; bahwa Roh Kudus masuk dan mulai hidup di dalam para murid, merupakan tindakan penerimaan yang sekali saja. Roh Kudus diberikan untuk memperbaharui mereka, menjadikan mereka ciptaan baru di dalam Kristus (2Kor 5:17). Menerima hidup dari Roh Kudus ini mendahului penerimaan kekuasaan dari Yesus (Yoh 20:23) dan baptisan dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2:4). Sebelum peristiwa ini, sebenarnya para murid merupakan orang percaya dan pengikut Yesus yang sejati dan diselamatkan menurut persediaan perjanjian lama. Baru pada saat inilah mereka memasuki persediaan perjanjian baru yang berlandaskan kematian dan kebangkitan Yesus (Mat 26:28; Luk 22:20; 1Kor 11:25; Ef 2:15-16;  Ibr 9:15-17). Pembaptisan dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta merupakan pekerjaan Roh Kudus yang kedua dan khusus dalam diri mereka. (Kis 2:4).
Apa yang dialami oleh murid-murid harus juga dialami kepada orang Kristen yaitu bahwa semua orang percaya yang menerima Roh Kudus pada saat mereka dilahirkan kembali dan kemudian itu harus mengalami baptisan dalam Roh Kudus untuk memperoleh kuasa menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:5,8; 2:4). Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 15 Mei 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita memohon dengan sangat untuk mendapatkan babtisan ROH KUDUS, karena hanya inilah yang dapat menolong kita untuk memahami maksud baik ALLAH.   

Winner Voice
ROH KUDUS masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah SAMA.

Pengakuan Iman

Aku menginginkan dan memohon kepada ALLAH agar ROH KUDUS berdiam dalam hidupku. Aku sadar kalau membutuhkan pertolongan dan penghiburan ROH KUDUS agar damai sejahtera diriku untuk diutus ALLAH menjadi saksi-NYA. Amin.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...