Wednesday, October 14, 2015

PENDOA SYAFAAT (2)



"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah” (Wahyu 3:14)

Manusia Bukan Hanya Jasmaniah Saja.

Laodikia adalah salah satu dari 7 jemaat dalam kitab Wahyu yang menggambarkan bentuk jemaat di akhir jaman (Why 1:11). Laodikia terletak di tepi sungai dan pada persimpangan tiga jalan besar yang menjelajahi Asia kecil. Kota penting yang menjadi pusat perdagangan dan kota administrative, kota perbankan yang sangat kaya; penghasil pakaian dan permadani wol. Laodikia memiliki kampus kedokteran yang maju. Tingkat kriminalitas kota Laodikia sangat kecil, tidak ada kekerasan terbuka seperti penganiayaan yang terjadi, tidak juga ada percabulan terbuka serta tidak ada juga penyembahan berhala di sana. Kota yang sangat nyaman untuk tempat tinggal.
Patut di sayangkan bahwa dari ke 7 jemaat dalam kitab Wahyu ini, hanya jemaat Laodikia yang disebut “jemaat yang sangat menyedihkan” (Why 3:17-18). Jemaat ini menggambarkan kerohanian yang bobrok karena kesombongan dan kekafiran dalam jemaat. Mereka tidak menolak kebenaran tetapi juga tidak mendukung kebenaran. Mereka bermoral tinggi dan beragama tetapi tidak beriman dengan tulus dan tidak juga mau melayani TUHAN. Mereka hanya mengejar kebutuhan jasmani dan merasa terpuaskan oleh tingkat moralitas dan harta benda sehingga tidak mampu menyadari kebutuhan rohani.
Jemaat Laodika sebenarnya telah mendapatkan perhatian yang luas, mulai dari pemimpin local Epafras yang telah bersusah payah atau bekerja keras (Kol 4:13). Rasul Paulus dalam penjara masih berkirim surat kepada jemaat di Laodikia tetapi surat itu hilang, sehingga hal ini menunjukkan ketidakpedulian rohani (Kol 21; Kol 4:15,16) dan demikian juga dengan TUHAN YESUS sendiri (Why 1:11; 14).
Tuhan Yesus mengecam jemaat Laodikia dengan perkataan “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.(Why 3:16). Pernyataan Kristus selanjutnya seharusnya dapat menyadarkan jemaat TUHAN bila berada pada posisi yang sama yaitu :
1.      Kata “melarat” : digunakan oleh Paulus untuk menggambarkan dirinya sendiri  ketika dalam pergumulannya dengan dosa. (celaka – Rm 7:24)
2.      Kata “malang” : digunakan oleh Paulus bagi orang yang tidak percaya kepada doktrin kebangkitan (1Kor 15:19)
3.      Kata “miskin” : kata yang artinya benar-benar miskin sehingga orang harus mengemis.
4.      Kata “buta” : tidak mampu melihat kebenaran rohani dan memahaminya.
5.      Kata “telanjang” : tidak menyadari perlunya memakai pakaian rohani.
Satu-satunya jalan bagi mereka adalah membeli (Yes 55:1) emas yang teruji dari Yesus, yaitu roh yang diperbaharui, kesucian hati yang dapat menghasilakn kemuliaan pada kebangkitan (Why 7:13, 14) dan anugerah yang memungkinkan mereka dapat melihat kenyataan-kenyataan rohani (1Kor 3, 2 dan 2Kor 4).
Keadaan jemaat Laodikia yang menyedihkan tidak membuat kasih TUHAN hilang. Seperti kita yang sekalipun dalam keadaan menyedihkan tetapi TUHAN tetap mengasihi kita, hanya kita perlu bertobat dan menyadari adanya kebutuhan akan rohani.
Tuhan Yesus memberkati kita.

Pesan Pastoral : 4 Oktober 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita memiliki kesadaran penuh akan kebutuhan rohani yang sehat, jangan karena sudah mapan secara ekonomi atau tidak melakukan tindak kriminal artinya tidak perlu Tuhan lagi, justru karena kita baik maka semakin kita butuh TUHAN.   GBU.


Pengakuan Iman
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari Surga untuk membangkitkan semua umatNya yang telah mati dan mengangkat semua umatNya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudusNya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini. Amin.

Winner Voice
Jangan hanya karena sudah merasa cukup secara jasmani kita membuang yang rohani.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...