Wednesday, September 16, 2015

PRIBADI YANG BERKENAN (1)



Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman," (Ibrani 3:14-15).
Mulailah Dengan Tidak Keras Hati.
Sebuah pertanyaan besar saat ini yaitu apakah benar sebagai anak ALLAH kita telah memiliki pribadi yang berkenan pada Allah Bapa ? Sebuah ironi bila hal itu sekedar anggapan kita saja dan tanpa menyadari Allah sebenarnya telah tidak berkenan. Belajar dari bangsa Israel, sekalipun  merupakan bangsa pilihan ALLAH (Ul 7:6) dan ALLAH sangat menyanyangi bangsa ini luar biasa (Yes 41:8; 44:1), tetapi karena ketegaran hati bangsa Israel maka ALLAH mengadakan banyak bencana. Bangsa ini mengalami pengasingan dan harus tercerai berai ke segala arah.
Bangsa Israel hanya terpaku pada dirinya yang menjadi bangsa pilihan ALLAH dan tidak mendengarkan perkataan ALLAH lagi (Kel 19:5; Ul 4:10; Yer 6:19; 13:10), hal ini sebuah kesalahan besar karena demikian pula kita saat ini merupakan bangsa pilihan ALLAH Imamat yang rajani, bangsa yang kudus punya kepunyaan ALLAH sendiri (1Pet 2:9). jangan seperti bangsa Israel, kita tidak boleh berfokus kepada diri sendiri tetapi harus memberikan  perhatian penuh dan fokus kepada Firman ALLAH. Kita harusnya memperhatikan perkataan Tuhan yang menjadikan kita berkenan kepada ALLAH saja (Yoh 5:24; 12:47-48).
Ketidaktaatan bangsa Israel  di padang gurun setelah mereka keluar dari Mesir melalui mujizat ALLAH yang luar biasa sebagai sebuah peringatan bagi kita yang hidup pada masa kini. Karena kegagalan bangsa Israel untuk melawan dosa dan tetap setia kepada ALLAH, maka mereka tidak diizinkan untuk memasuki tanah Kanaan/  tanah perjanjian (Bil 14:29-43; Maz 95: 6-11). Bagi kita orang percaya harus sadar bahwa kita juga dapat gagal untuk memasuki perhentian ALLAH di Sorga apabila kita tidak taat dan membiarkan hati kita menjadi keras.
Marilah kita juga semakin peka dengan suara ROH KUDUS yang senantiasa memberikan peringatan dan berbicara tentang kebenaran, dosa dan penghakiman (Yoh 16:8-11; Rm 8:11-14; Gal 5: 16-25). Jika kita terus mengabaikan sura ROH KUDUS maka hati kita semakin keras dan tidak bersedia mentaati ALLAH, hal ini akhirnya akan membuat hati ini tidak peka lagi terhadap Firman Kebenaran atau keinginan ROH KUDUS lagi (Ibr 3:7).
Orang yang keras harinya, hidup dalam kebenaran bukan lagi menjadi prioritas, semuanya perilaku hanya ditujukan untuk memuaskan hawa nafsu saja dan mencari kesenangan duniawi saja  (Ibr 3:10). ROH KUDUS jelas memperingatkan kita bahwa ALLAH tidak akan terus menerus menghimbau, apabila kita terus mengeraskan hati dengan pemberontakan (Ibr 7:11; Kej 6:3). Hal yang demikian sampai pada titik di mana kita sudah tidak bisa kembali lagi (Ibr 3:10-11; 6:6; 10:26).
Orang yang percaya kepada TUHAN YESUS, menyembah dan memuji Beliau harus mendengarkan dan menaati suara-NYA (Maz 95:7, 10). Mengabaikan suara ROH KUDUS mengakibatkan mengeraskan hati sehingga kita menjadi semakin sukar memahami keinginan ROH KUDUS (Ibr 3:8) sehingga berakibat murka ALLAH dapat terjadi atas hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati. 

Pesan Pastoral : 2 Agustus 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Sudah saatnya kita semakin dewasa rohani sehingga benar-benar dapat memahami keinginan ALLAH atas hidup kita dan bukan sebaliknya banyak menuntut ALLAH memahami keinginan kita saja.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...