Wednesday, July 29, 2015

PENURUT - PENURUT ALLAH (3)



"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” (Yeremia 18”6) 

Lebih Baik di Tangan Tuhan

Pelajaran yang baik dari Nabi Yeremia yang di perintahkan ALLAH untuk pergi ke rumah tukang periuk untuk menyaksikan pembuatan sebuah periuk dari tanah liat. Ketika dilihat sebuah periuk tidak sesuai dengan maksud pembuatannya, maka tukang periuk itu akan menghancurkan dan membentuknya kembali menjadi sesuatu yang lain dari yang semula direncanakan. Peristiwa ini memberikan pelajaran penting atas peran ALLAH dalam kehidupan orang-orang percaya, yaitu;
1.      Allah berkuasa dan bebas untuk mengubah rencana-Nya terhadap kehidupan siapapun. Sekalipun Allah telah merencanakan kebaikkan dan berkat bagi seseorang tetapi bila orang tersebut  tidak menuruti -Nya bahkan memberontak kepada – Nya, maka ALLAH dapat dan berhak untuk membinasakan orang tersebut seperti periuk yang rusak. (Yer 18:7-11; 19:10-11; Rm 9:22). Sebaliknya jika ada orang yang keras kepada dan tidak menurut kepada ALLAH sehingga layak untuk di binasakan, tetapi kemudian bertobat dan berbalik kepada kebenaran maka Allah akan mulai membentuk ulang orang tersebut menjadi alat bagi kehormatan-NYA dan mendapatkan berkat (2 Tim 2:20-21).
2.      Penyerahan diri kepada ALLAH sebagai pembentuk kehidupan setiap orang sangat menentukan apakah yang akan dan dapat diperbuat-Nya. Orang percaya harus memiliki ketaatan yang mutlak untuk menuruti semua kehendak ALLAH supaya rencana ALLAH terjadi seutuhnya. (Rm 4:21; 11:23).
3.      Perlu komitmen yang kuat untuk tetap menuruti kehendak ALLAH. Kurangnya komitmen yang sungguh-sungguh kepada ALLAH dapat menghalangi maksud semula Allah atas hidup kita (Yer 18:10).
Allah bebas mengatur dan menentukan tindakan-tindakan-Nya terhadap kita sesuai dengan tanggapan kita kepada tawaran pengampunan atau ancaman hukuman-Nya. Allah tetap bebas dan berhak untuk melakukan perubahan terhadap janji-janji atau ancamanNya. (Yeh 18:21-28; 33:13-16). Semua itu tergantung dari seberapa kuat komitmen kita untuk menuruti-Nya. Dalam hal ini Allah selalu mempertimbangkan perubahan-perubahan rohani di dalam diri setiap orang, sekalipun Allah sendiri tidak berubah (Bil 23:19; Yak 1:17). 
Demikianlah ALLAH memiliki hak untuk memakai orang tertentu dalam mencapai rencana-Nya tanpa harus bertanggungjawab kepada siapapun. Allah tetap berhak untuk membentuk kita menjadi apa yang dikehendaki-Nya berdasarkan; 1. Kasih – Nya (Yoh 3:16), 2. Rahmad-Nya (Mzm  25:6), 3. Belas Kasih dan keprihatinan moral-Nya (Mzm 116:5), 4. Bukan oleh kehendak manusia (Rm 9:21).
Bila Allah begitu berkuasa membentuk atau menghancurkan betapa kita harus menjadi penurut ALLAH yang sesungguhnya. Pada dasar-Nya Allah itu kasih sehingga bagi yang percaya diberikan rencana kebaikkan dan penuh pengharapan. (Yes 55:9; Yer 29:11). Karena itu sungguh lebih baik kita di dalam tangan TUHAN yang telah merencakan kebaikkan dan kita tinggal menuruti kehendak-Nya saja.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 19 Juli 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Menjadi penurut ALLAH jauh lebih baik dari pada kita memaksakan kehendak kita sendiri, karena ALLAH berkuasa untuk mewujudkan segala kebaikkan yang terkadang tidak pernah kita pikirkan. Tuhan Yesus memberkati.
Winner Voice
Orang yang menuruti ALLAH sebenarnya sedang mengerjakan apa yang seharusnya di kerjakan sesuai rencana penciptaannya.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...