Wednesday, May 20, 2015

ANAK YANG TAAT (4)




Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. (Kisah Para Rasul 5:29)

Lebih Taat Kepada TUHAN Dari Pada Siapapun.

Setiap masa baik itu dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru selalu ada orang yang luar biasa memiliki ketaatan yang mutlak kepada ALLAH. Apapun resiko yang di hadapi oleh orang tersebut mereka selalu memilih untuk tetap taat hanya kepada ALLAH. Kita mengenal tokoh Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tetap tidak mau menyembah patung Nebukadnesar sekalipun beresiko kematian dalam perapian yang menyala (Dan 3:16-18). Pada peristiwa tersebut ketiga tokoh iman ini lepas dari kematian oleh pertolongan Tuhan (Dan 3).
Pada masa Perjanjian Baru hingga saat ini banyak juga orang yang tetap taat kepada ALLAH dan terlepas dari bahaya kematian yang mengancam. Tetapi yang perlu di ketahui juga, ada banyak tokoh iman Perjanjian Baru yang harus mati dengan cara yang tidak layak karena ketaatannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebagai orang Kristen kita harus mempersiapkan pikiran yang demikian sehingga bila muncul masa sukar, kita tetap akan menjaga iman untuk senantiasa taat kepada ALLAH (1Pet 4:1). Prinsip Rohani ini penting yaitu bahwa dalam kehidupan orang Kristen mentaati Allah adalah mutlak sekalipun  hal ini berarti penderitaan, ejekan, atau penolakan. Semua akan lebih memperkuat kita secara rohani dan moral tentu saja akan menerima kasih karunia yang lebih besar Allah (1Pet 4:14).
Dasar pertimbangan dan pikiran adalah “Apa yang menjadi perkenan Tuhan saja ?” demikianlah kita lakukan dan kita katakan. Sekalipun menurut kebanyakan orang itu suatu yang bijaksana, aman, menyenangkan dan di sukai oleh orang, tetapi bila bukan perkenan Tuhan maka harus  di buang jauh (Gal 1:10).
Anak yang taat senantiasa akan mencari perkenan Tuhan. Sungguh tidaklah mungkin menjadi orang Kristen sejati bila hanya mencari perkenan manusia saja dan menapikkan perkenan ALLAH (Ef 6:6; 1Kor 4:3-6). Bahkan pada masa sekarang ini banyak pemberitaan Firman yang hanya mencoba menyenangkan hati jemaat sekalipun itu dengan mengurani kebenaran (1Kor 4:3-6; 1Tes 2:4). Anak Allah harus memiliki ketaatan yang bertujuan untuk menyenangkan hati Allah saja, sekalipun itu berarti tidak menyenangkan beberapa orang tertentu (Kis 5: 29; Ef 6:6; Kol 3:22). Disayangkan juga saat ini banyak ibadah yang di buat dengan hanya untuk menyenangkan hati orang, sehingga menyingkirkan doktrin yang kebenaran. Di susun tidak ubahnya seperti “show” / pagelaran music rock, sedangkan ibadah seharusnya dilakukan dengan ketertiban (2Tim 1:7).
Anak Allah yang taat akan hidup dengan tertib dan memuliakan nama Allah (Kol 2:5). Dalam hal ini bila kita melihat hidup saudara kita tidak tertib adalah baik bila kita juga memberikan peringatan dengan kasih tanpa hendak menjatuhkan perasaan (1Tes 5:14; 2Tes 3:11; Tit 1:10).
Betapa penting untuk menjadi seorang anak yang taat, karena demikian Allah berkenan. Seluruh aspek kehidupan akan sangat dipengaruhi bagaimana kita menjadi taat secara mutlak kepada ALLAH, menjelang kehadiran Tuhan Yesus kedua kali maka ketaatan menjadi faktor yang utama. Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 26 April  2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Ketaatan dalam Tuhan tidak dapat di tawar dengan apapun saja di dunia ini, karena semua harus mengejar perkenan Beliau saja. Kiranya Roh Kudus menolong kita.

Winner Voice
Sukses hidup merupakan hasil ketaatan kepada Tuhan sehingga hidup tertib di dunia ini.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...