Monday, December 30, 2013

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS



Roma 12:2

Allah berjanji kepada Abraham bahwa ia dan keturunannya akan menduduki tanah Kanaan. Dan pada saat Yosua memimpin bangsa ini masuk ke tanah Kanaan maka di perintahkan untuk memusnahkan bangsa Kanaan dengan alasan supaya budaya dan kekafiran tidak mewarnai bangsa israel. Ketegasan Allah berlanjut dengan melarang dan menentang orang Israel untuk melakukan kawin campur dengan orang Kanaan supaya tidak ada pengaruh kekafiran. Pada Perjanjian Baru Tuhan juga tidak menghendaki budaya dan kekafiran merasuki kehidupan orang percaya.
Kita harus memiliki warna hidup istimewa yang eksklusif dan khusus. Hal ini menjadi pekerjaan yang penting yaitu menjaga diri supaya tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Bukan karena kita telah beragama Kristen yang memiliki ciri khas khusus seperti memakai nama Kristen, kalung salib dan menaruh ayat dalam dinding rumah. Jika ini yang dilakukan tidak akan ada bedanya dengan agama lain karena setiap agama punya warnanya sendiri. Tetapi yang penting disini memiliki gaya hidup, cara berfikir dan berperilaku sebagai orang  Kristen yang benar.
Prinsip ini harus berproses dan mengalami peningkatan dalam diri kita yang tidak boleh serupa dengan dunia tetapi harus mengarahkan diri menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yaitu Tuhan Yesus Kristus. Pilihan hidup ini yang mengandung konsekwensi nyata dimana kita harus berani berjuang seumur hidup untuk memusnahkan segala unsur budaya dan kekafiran dunia yang dapat mempengaruhi warna rohani kita.
Kita harus cepat bereaksi terhadap setiap sisi kehidupan dengan menyelidiki Firman Tuhan sebagai unsur penting harus mewarnai kehidupan. Firman itu sangat bernilai dan tidak mungkin gagal, tetapi tanpa Firman kita tidak mungkin menjadi serupa dengan Kristus yang adalah Firman Allah yang  sesungguhnya. (Roma 9:6)
Kita harus hidup dalam persekutuan dengan Allah yang tidak dibatasi dengan ruang dan waktu. Bukan karena lamanya berdoa atau seringnya kegereja, tetapi kita harus memaknai persekutuan dengan Allah ini dalam setiap menit di kehidupan dengan tetap fokus kepada pribadi Kristus dan kepentingan Kristus saja. (Ef 4:17-20; Mat 7:21)
Kita harus memiliki kebiasaan perilaku sebagai anak Allah. Hal ini bisa dilakukan bila kita telah terbiasa hidup dalam kekudusan yang Tuhan perintahkan, ini sebuah proses yang sulit tapi bukan artinya tidak mungkin untuk dikerjakan bila kita memilik kemamuan kuat terus mengejar perkara-perkara yang diatas yaitu yang rohani. Dengan tetap bekerja keras setiap hari dan juga menikmati setiap fasilitas yang Tuhan percayakan, tetapi hati kita tidak berada pada benda duniawi melainkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang berkuasa penuh atas kehidupan.
Tuhan Yesus Kristus harus mendapatkan posisi yang utama di antara kesenangan-kesenangan kita. Kita harus mencari Allah dahulu sebagai prioritas yang utama dibandingkan kepentingan yang lain. Hal ini akan membuat paradikma cara berfikir kita akan berubah mengarah kepada keserupaan dengan Kristus. (Mat 6:33)
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 22 Desember 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Tidak mungkin kita dapat mengakar dengan benar kepada Kristus tanpa kita memiliki keserupaan dalam berfikir, berperasaan dan berperilaku seperti Kristus. Ini keserupaan yang Tuhan inginkan supaya kita radikal dalam kasih-Nya dengan rela berkorban seperti Kristus.

Winner Voice
Keserupaan dengan Kristus adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...