Tuesday, November 12, 2013

PEMISAHAN ROHANI ORANG PERCAYA



2 Korintus 17-18

Dasar dalam hubungan Allah dengan umatnya  menuntut umat Allah untuk memisahkan diri dari yang jahat, yang meliputi dua dimensi yang bersifat negatif dan yang positif, yaitu :
a.       Memisahkan diri secara moral dan rohani dari dosa dan dari segala sesuatu yang bertentangan dengan Yesus Kristus, kebenaran dan Firman Allah.
b.      Mendekatkan diri kepada Allah dalam suatu persekutuan yang akrab melalui penyerahan diri, penyembahan dan  pelayanan.
Konsep pemisahan ini menumbuhkan hubungan di mana Allah menjadi Bapa sorgawi kita yang hidup bersama kita sebagai Allah, dan sebaliknya kita menjadi anak-anak-Nya (2 Kor 6:16-18).
Allah memerintahkan kita sebagai orang percaya untuk memisahkan diri dari :
a.       Sistem dunia yang bejat dan dari tindakkan kompromi yang tidak kudus (Yoh 17:15-18, 2 Tim 3:1-5; Yak 1:27; 4:4).
b.      Orang-orang dalam jemaat yang berbuat dosa dan menolak untuk bertobat. (Mat 18:15-17; 1Kor 5:9-11; 2Tes 3: 6-15).
c.       Jemaat, guru dan kepercayaan palsu yang mengajarkan teologi yang salah dan menyangkal kebenaran Alktiabiah. (Mat 7:15; Roma 16-17; Gal 1:9; Tit 3:9-11; 2 Pet 2:17-22; 1Yoh 4:1; 2 Yoh  10:11; Yud 12-13).
Dan sebagai orang percaya yang semakin dewasa secara rohani kita harus menampakkan sikap pemisahan ini, yaitu dalam hal :
a.       Membenci dosa, ketidakbenaran dan sisitem dunia yang bejat. (Roma 12:9; Ibr 1:9; 1Yoh 2:15).
b.      Melawan pemahaman salah dan doktrin palsu. ( Gal 1:9)
c.       Kasih yang tulus kepada mereka yang darinya kita harus memisahkan diri. (Yoh 3:16; 1Kor 5:5; Gal 6:1; Yud 22)
d.      Takut akan Allah senantiasa sementara kita menyempurnakan kekudusan (2Kor 7:1)
Kita harus menyadari sebagai orang percaya yang semakin dewasa secara rohani tidak menginjinkan kita untuk bertindak secara sembrono lagi, tapi penuh kehati-hatian dan bijaksana sehingga terjaga diri kita dari kecemaran dosa. Sehingga maksud dari pemisahan ini dapat meningkatkan nilai moral rohani yang murni.
Sebagai umat Allah kita dapat bertekun dalam keselamatan kekal ( 1 Tim4:16; Why 2:14-17), iman (1Tim 1:19; 6:10, 20-21) dan kekudusan (Yoh 17:14-21; 2Kor 7:1). Selanjutnya dengan pemisahan diri dari kecemaran dosa kita akan dapat hidup semata bagai Allah sebagai Tuhan dan Bapa kita (Mat 23:37;  2 Kor 6:16-18), dan akhirnya dengan kedewasaan rohani kita siap untuk menginsafkan dunia yang tidak percaya akan kebenaran di dalam Kristus Yesus (Yoh 17: 21; Fil 2:15).
Allah Bapa akan membalas dan mendekati kita dengan perlindungan, berkat dan pemeliharaan-Nya jika kita bersedia untuk memisahkan diri sebagaimana seharusnya. Dana Tuhan berjanji akan bersikap dan bertindak sebagai Bapa yang baik. Allah Bapa akan menjadi penasehat dan pembimbing kita, yang mengasihi dan menghargai kita sebagai anak-anak-Nya sendiri. (2 Kor 6:16-18).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 10 Nofember 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Masuki demensi yang lebih bernilai sebagai orang percaya yang tidak hanya melihat keuntungan duniawi sehingga mengalahkan moral dan rohani dengan kompromi pada dunia. Tetapi dengan hati nurani yang murni kita bisa meraih yang rohani sekalipun harus menanggung rugi secara duniawi. Yang perlu diingat adalah bahwa Tuhan lah yang memberi berkat.

Winner Voice
Kasih Karunia Tuhan itu lebih dari cukup, tidak perlu kita menambahkan dengan yang jahat untuk merasakan berkat.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...