Monday, November 25, 2013

KUDUSLAH SEBAB ALLAH KUDUS



1Petrus 15-16

Alasan untuk hidup kudus adalah karena Allah itu kudus, sehingga standar kekudusan harus di fokuskan pada perkenan Tuhan. Walaupun standarnya tinggi bukan artinya hidup dalam kekudusan harus meninggalkan keluarga, komunitas, dunia pekerjaan atau masyarakat dan tinggal menyendiri di suatu tempat yang sunyi. Bukan karena tidak adanya kesempatan untuk melakukan dosa, berarti tidak dapat berdosa. (Mat 23:28) Dosa jauh lebih berperan dalam diri dan bukan yang diluar diri secara lahiriah, demikian pula bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. (Mat 15:11,18,20)
Alkitab memerintahkan kita setia hidup dalam kekudusan. Sejak dulu hal ini sukar terlebih pada masa sekarang, dimana dunia terus menawarkan segala sesuatu yang bisa merusak kekudusan kita dalam berbagai bentuk keinginan daging. (Gal 5:19-21)  
Sebagian besar orang ingin tetap  mendapat kasih karunia Tuhan sepanjang hidupnya tetapi menolak untuk menjaga kekudusan. Hal ini berhubungan dengan nafsu yang tidak terkendali, dan sebagian lagi ada yang tidak menjaga mulut dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, umpatan, cacian, gosip atau makian. (Roma 3:11-14)  
Terang dan gelap tidak akan pernah bisa bersatu. (2Kor 6:14-15) Jangan berharap  mendapatkan kasih karunia Tuhan sementara masih menginginkan hidup dalam dosa. Allah tidak akan dapat dipermainkan. (Gal 6:7)
Alkitab banyak berbicara mengenai pentingnya menjaga kekudusan. (1 Pet 1:14-16 Bdn Im 19:2). Seperti halnya Tuhan yang kudus, kita pun seharusnya hidup kudus. Segala dosa yang kita lakukan akan menjauhkan atau memisahkan kita dari Tuhan.
Bagaimana caranya agar bisa hidup kudus?
1.      Berpegang pada FirmanNya dan menghidupi FirmanNya secara nyata, itu akan membawa kita kepada sebuah kehidupan yang kudus yang berkenan bagiNya  (Ul 28:9).
2.      Melakukan tepat seperti apa yang Tuhan katakan. Paulus mengatakan (Gal 5:24).
3.      Tidak terus tunduk pada kedagingan yang dengan selalu mengejar hawa nafsu dan keinginan-keinginan yang salah. (Kol 2:11).
4.      Menanggalkan tubuh yang berdosa dan menyalibkan kedagingan yang menghambat kita untuk bisa terhubung dengan Tuhan. (Ef 4:22; Kol 3:9; Ib 12:1)
5.      Menjadi ciptaan baru dengan menerima Kristus. (2Kor 5:17; Gal 6:15)
Rajin beribadah secara lahiriah seperti, berbuat baik, membantu orang lain, memberikan persepuluhan dan sebagainya akan percuma tanpa komitmen kita menjaga kekudusan. (Roma 12:1). Ibadah sejati adalah mempersembahkan tubuh kita yang telah kudus kepada Tuhan. Menjaga hidup dalam kekudusan adalah mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan dan mujizat Tuhan dalam hidup kita.
Marilah kita bersama menjaga kemurnian hati untuk setia hidup dalam kekudusan sampai akhir agar semua yang dijanjikan Tuhan baik di dunia hingga kekekalan kita raih. Allah melihat kesungguhan hati kita untuk hidup dengan menjaga diri dalam kekudusan dan Allah selalu menanti pertobatan kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 17 Nofember 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan marilah kita pakai kesempatan selama hidup ini untuk mengejar kekudusan sesuai dengan perkenan Tuhan sehingga hidup ini menjadi berarti hingga kekekalan nanti.

Winner Voice
Jangan mengharapkan terang sementara hidup ingin tetap dalam kegelapan.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...