Wednesday, October 2, 2013

KASIH DARI HATI NURANI



1 Timotius 1:5

Orang Kristen dituntut untuk selalu introspeksi diri dan melihat sekali lagi perjalanan kehidupan rohani, apakah sudah seperti yang diharapkan ? tentu saja yang diharapkan akan menuju kepada keserupaan Kristus. Harapan ini bermuara kepada kasih yang sesungguhnya seperti yang di miliki oleh Tuhan Yesus sendiri. Karena sebagaimana Kristus mengasihi maka kita pun dituntut hal yang sama dalam mengasihi- Nya dan sesama.
Akhir tujuan dari semua perintah Alkitab dan pengajaran yang benar adalah supaya orang dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci, serta sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian mereka dapat mengasihi sesamanya. Dalam hal ini di tegaskan dalam perintah yang telah ditetapkan sejak dunia ini dijadikan yaitu  Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan seluruh akalmu dan dengan segala kekuatanmu.   Dan cintailah sesamamu, seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Tidak ada lagi perintah lain yang lebih penting dari kedua perintah itu. (Markus 12:28-34)
Untuk mencapai kasih dengan hati nurani yang murni ini di awali dengan cara berfikir yang sehat (Fil 4:8;) karena setiap perbuatan kasih yang murni selalu lahir dari buah pikiran yang murni pula, dan itu artinya bahwa seseorang haruslah memiliki dasar pemikiran yang tidak teracuni oleh informasi dunia yang menyesatkan. Satu-satunya informasi sehat dan kudus hanyalah terdapat dalam Alktibab yang berasal dari Allah sendiri. (2Tim 3:16-17)
Banyak sekali perbuatan yang dipandang baik dunia ini tetapi tidak selalu memiliki dasar hati yang murni, kenapa ? karena semua itu perlu pengujian hati nurani. Apakah setiap perbuatan baik itu pasti berkenan kepada Allah ? belum tentu, karena Allah selalu melihat sampai kedalaman hati manusia. (1Tim 1:18-20). Setiap orang yang menolak hati nurani yang murni akan mengandaskan imannya sendiri.
Sebagai contoh: ada orang yang menyumbangkan hartanya kepada orang miskin tetapi memiliki motivasi untuk kemegahan diri sendiri, bahkan banyak sekarang orang melakukan perbuatan amal hanya supaya mendapatkan hati pemilih pada masa kampaye pemilihan pemimpin daerah. Akan sukar untuk kita melakukan koreksi terhadap perbuatan itu tetapi hati nurani akan dapat menilai dan berbicara secara jujur bahwa hal yang demikian tidaklah benar.
Dalam memberi pujian bagi kemuliaan nama Tuhan bisa saja orang justru melakukan pelecehan bila tidak di dasarkan pada hati nurani yang murni. Contohnya, ada pujian yang mengatakan “Kaulah segalanya bagi – Kaulah curahan hati ini”, tapi bagi yang menyanyikan lagu ini perlu menyelidiki hati ini benarkah dan sudah sesuai dengan perbuatan kita yang sebenarnya dan bukan karena dorongan emosi sesaat. Pernahkah kita mengucapkan kata-kata pujian yang sangat emosional untuk sesuatu yang sangat manusiawi dan sangat sederhana. Hal semacam ini hanya dapat di rasanya dengan hati nurani saja, sedangkan jika melihat perbuatannya saja kita dapat tertipu.
Hal yang penting dari kasih dengan hati nurani adalah apa yang dapat kita kerjakan atau berikan bukan menuntut orang lain dan atau Tuhan memberikan sesuatu kepada kita. Kesadaran ini semakin tipis karena seringkali rasa kasih justru muncul setelah kita mendapatkan sesuatu terlebih dahulu. Kristus mengajarkan dengan baik seperti yang di katakan oleh rasul Yohanes yang mendefinikan kasih dengan “bukan kita yang sudah mengasihi Allah, tetapi Allah yang mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya supaya melalui Dia kita mendapat pengampunan atas dosa-dosa kita” (1Yoh 4:10-11)
Marilah dengan hari nurani yang murni kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama. Dan bila kita tetap di dalam kasih maka kita tetap didalam Allah yang adalah kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 8 September 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Allah adalah kasih dan bila kita pengikut Kristus haruslah kita memberikan kasih seperti yang sudah di teladankan oleh Yesus Kristus dalam mengasihi kita.

Winner Voice
Perbuatan kasih itu penting dan lebih penting untuk mengasihi dari hati nurani yang murni.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...