Friday, May 27, 2016

ANUGERAH KUASA UNTUK MENJADI SAKSI TUHAN (4)



"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”. (Matius 5:13-14)

Garam dan Terang

Orang-orang percaya dan gereja harus menjadi garam dan terang dunia yang memiliki pengaruh positif  bagi masyarakat yang mulai mengalami penurunan bahkan “bobrok” dalam nilai – nilai moralitasnya.
Sebagaimana garam diperlukan untuk melezatkan dan mencegah makanan dari pembusukan, demikian pula orang percaya dan gereja harus merupakan teladan yang baik di dalam dunia dan harus melawan kebobrokan moral dan kecurangan yang nyata dalam masyarakat.
Orang percaya dan gereja yang kompromis, yang memadamkan kuasa Roh Kudus dan tidak lagi melawan suasana yang kini meliputi dunia akan "dimuntahkan" oleh Allah (Why 3:15-16) Sebagai akibatnya mereka akan "dibuang dan diinjak orang"; yaitu, orang percaya yang suam, bersama keluarga mereka, akan dihancurkan oleh cara hidup dan nilai-nilai masyarakat yang tidak beriman (Ul 28:13,43,48; Hak 2:20-22).
Menjadi garam artinya orang percaya atau gereja hendaknya menjadi pihak yang penuh dengan kasih karunia di dalam hati dengan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain, tetapi tidak menjadi orang yang munafik (Mrk 9:50). Perkataan kita senantiasa penuh kasih, tidak hambar, tahu bagaimana harus memberi jawab kepada setiap orang (Kol 4:6). Demikianlah  pengaruh orang Kristen bagi perilaku suatu masyarakat di sepanjang jaman dan menjadi saksi atas kebaikkan Kristus dalam diri mereka.
Allah adalah “terang” dan pertama yang buat Allah adalah terang agar menyinari dunia yang gelap , demikian pula orang percaya dan gereja harus menjadi terang yang menyinari kegelapan dunia oleh karena dosa (Kej 1:3; 1Yoh 1:5; Maz 119:105).
Orang percaya dan gereja harus ada dalam TUHAN karena dari sana sumber terang itu (Yak 1:17; Why 22:5) selanjutnya harus memisahkan diri dari kegelapan dunia yaitu dosa yang berupa kebobrokan moral (Kej 1:4). Kebenaran rohani dan kekudusan harus menjadi gaya hidup orang percaya dan gereja, sehingga orang percaya dapat bersaksi bagi Kristus melalui kekudusan kehidupan mereka dan pemberitaan Injil bagi bangsa-bangsa (Yoh 1:4,9).
Orang percaya dan gereja harus menyandarkan hidup sesuai dengan Firman TUHAN yang menerangi jalan kehidupan (Mzm 119:105). Orang percaya selalu percaya dan merindukan kehendak ALLAH (Ams 5:18) karena orang yang diluar  kehendak TUHAN akan mengalami kebingungan seperti berjalan dalam gelap. Orang yang hanya menuruti kehendaknya sendiri dan menolak TUHAN YESUS KRISTUS seperti tinggal dalam kegelapan karena Kristus adalah terang dunia yang sejati (Yoh 8:12).  
Demikianlah ALLAH yang adalah terang (1Yoh 1:5) mengutus “anakNya yang tunggal yaitu TUHAN YESUS KRISTUS menjadi terang dunia (Yoh 8:12), selanjutnya kita diutus oleh Kristus menjadi terang dunia (Mat 5:14). Sungguh luar biasa ALLAH kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 24 April 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita introspeksi diri apakah kita telah memberikan pengaruh yang positif bagi lingkungan masyarakat.  GBU.

Winner Voice
Menjadi Garam dan Terang dunia adalah menjadi pribadi yang bermanfaat baik.

Pengakuan Iman

Aku adalah garam dunia. Aku tidak menjadi tawar dan menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga dan masyarakat. Aku adalah terang dunia yang dapat dilihat semua orang dan menjadi teladan dalam kebaikkan dan kebenaran. Amin.

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...