Sunday, May 29, 2011

KERAJAAN ALLAH UNTUK YANG PEDULI

(Matius 25:34-37)

Kemuliaan hati seseorang nyata ketika ia dengan tulus hati menerima mereka yang berbaju using, yang kelu saat berkata “tolonglah kami”. (Lukas 14:13). Sebenarnya tidak mudah  untuk orang yang kurang mampu untuk meminta pertolongan dibandingkan dengan orang yang kaya untuk meminta sesuatu yang jauh lebih mahal harganya sekalipun  akhirnya barang itu menjadi tidak bernilai karena kurang dihargai. Karena orang miskin selalu dapat melihat barang berharga diantara sampah orang kaya, tetapi tidak memiliki daya untuk mendapatkannya.
Demikian pula Kerajaan Allah akan jauh lebih memiliki nilai yang tinggi saat kita punya perasaan sebagai orang miskin dihadapan Allah. (Matius 5:3). Bukan artinya kemudian berlomba-lomba menjadi miskin dan tidak mau bekerja. Tidak ada salahnya kita untuk menjadi kaya dimana secara keuangan kita berlimpah asal saja kekayaan itu didapatkan dengan cara yang benar dan tidak merugikan orang lain. Tetapi pada saat kekayaan kita peroleh maka ujian hati sebenarnya sedang terjadi yaitu apakah hati kita tetap tertuju kepada ALLAH ? dan tidak kemudian oleh karena kekayaan yang berlimpah justru membuat kita berpaling dari padaNya. (2Tim 6:10) dimana hal ini dipandang jahat oleh ALLAH.
Tuhan tidak ingin Diri-Nya dibandingkan dengan harta benda / kekayaan dunia. (Lukas 16:13), dan saat iblis mencobai Yesus dengan memberikan harta kekayaan kekuasaa dunia asal Yesus mau menyembah setan (Matius 4:8-9) Selajutnya kita mengetahui bahwa  bahwa Yesus menyuruh untuk menyembah ALLAH saja. Karena sekalipun saat itu Yesus sedang lapar karena puasa 40 hari tetapi tetap saja bahwa Kerajaan ALLAH lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan primer sekalipun, inilah perasaan miskin dihadapan ALLAH.
Bagaimana dengan kita yang masih di liputi oleh kebutuhan hidup dan keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Asal arah pengharapan dan iman kita tetap kepada ALLAH dan bukan kepada manusia atau harta kekayaan dunia, maka kita akan tetap berada dalam jalur kebenaran yang TUHAN sudah tentukan. Sekarang marilah kita melihat seberapa dalam keterlibatan hati kita .
Saat kita melihat “si miskin” yang berpakaian using dan bagaimana kita memberikan penghargaan sebagai manusia, maka kita akan tahu seberapa dalam kita tetap mencintai TUHAN. Sepanjang kita dapat mengulurkan tangan tanpa perasaan merendahan hakekat kemanusiaan, saat kita bisa berbagi dengan tulus tanpa keinginan mendapatkan pujian, saat kita bisa menolong yang kurang mampu dan kita tidak menyadarinya karena dilakukan sebagaimana selayaknya dan bukan dibuat-buat supaya dilihat orang, hal – hal diatas adalah karena kemurnian hati kita sedang diuji.
Kemurnian hati akan membuat ALLAH berbaik hati kepada kita. (Mazmur 73:1) Marilah kita tarik pelajaran bahwa selalu saja ada orang miskin di sekitar kita, apakah kita punya sesuatu untuk diberikan tanpa harus memperoleh pujian atau pandangan mata kekagumanan ? dan marilah kita harapkan berkat murni datang dari Tuhan saja. Amin

No comments:

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...