Thursday, March 14, 2019

Dengan Bertobat Ada Keselamatan (1)


                         (Yesaya 30:1-17)
Jangan Memberontak
Dalam setiap situasi yang sulit, masalah yang berat dan keadaan yang mendesak, seringkali ketegangan memuat kita harus mengambil keputusan cepat. Tetapi sekalipun dalam situasi bahaya hendaknya kita selalu ingat akan Tuhan. Janganlah kita mengandalkan kekuatan dan kepandaian kita sendiri. Marilah kita terlebih dahulu mencari kehendak Tuhan sehingga kita dapat bertindak dengan tepat dan tidak menambah masalah semakin berat atau semakin bertambah banyak karena mengambil keputusan yang salah.
Belajar dari bangsa Israel. Dalam situasi genting dimana perlu mengambil keputusan cepat untuk mengatasi ketegangan mereka tidak mencari Tuhan dan kehendaknya. Sayangnya mereka justru lebih menaruh harap kepada bangsa Mesir daripada kepada Allah. Mesir dianggap pintar, berpengalaman, piawai dalam mengatur strategi, dan paling berkuasa saat itu. Diyakini bahwa dengan kekuasaannya, bangsa Mesir dapat melindungi mereka dari serangan musuh Israel. Apakah harapan itu terpenuhi? Ternyata Allah mematahkan harapan mereka. Melalui Yesaya, Tuhan mengingatkan bahwa Mesir adalah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, bebal, dan pendusta (Yes 30:8-10).
Tindakan para pemimpin Israel yang memihak Mesir dan melawan Asyur adalah pemberontakan terhadap Tuhan (Yes 30:1). Sepuluh tahun sebelumnya dengan perantaraan Nabi Yesaya, Tuhan telah menasihati Israel agar tidak memihak Mesir (Yes 20). Akan tetapi dalam nas ini mereka kembali melakukannya. Israel pergi ke Mesir untuk mengadakan perjanjian tanpa menanyakan kehendak Tuhan (Yes 20:2). Mereka berlindung kepada Mesir dan mengharapkan pertolongan dari Firaun, raja Mesir. Tuhan mengingatkan bahwa Firaun akan mengecewakan mereka, dan perlindungan yang diharapkan dari Mesir akan gagal total (Yes 20:3).
Hanya kepada Tuhanlah seharusnya bangsa Israel berharap penuh. Kesetiaan dan kemahakuasaan Tuhan telah terbukti benar dan berdaulat. Perbuatan Israel yang mengandalkan Mesir akhirnya bukan mendapat keuntungan ataupun pertolongan, melainkan mengalami penghinaan (Yes 20:5) karena kekuatan Mesir itu bagaikan "Rahab yang menganggur" (Yes 30:7). Inilah contoh dan bentuk dari pemberontakan kepada Tuhan yang berakibat fatal.
Bagaimanakah sikap dan perbuatan memberontak kepada Tuhan itu? bangsa atau orang disebut memberontak apabila sesudah memperoleh anugerah, mendapatkan janji pengharapan, dan mengalami hal yang terbaik bersama Tuhan, tetapi berpaling dari-Nya dan menaruh pengharapan yang lain. Sikap inilah yang sering dilakukan oleh Israel. Tuhan telah menjadikan Israel sebagai umat kesayangan-Nya, tetapi mereka sering menjadi anak-anak pemberontak!
Kepada para nabi mereka berkata, "Tutup mulut! Jangan berkata-kata kepada kami tentang yang benar, tetapi beritahukan yang ingin kami dengar" (Yes 30:9-11). Akibat mengikuti kehendak sendiri, Israel akan mengalami kehancuran secara mendadak, para musuh akan mengejar dan mengalahkan mereka (Yes 30:12-17). Betapa mengerikan jika kita memberontak kepada Tuhan. Pemberontakan tidak harus selalu terwujud dalam acungan tinju menatap Tuhan, tetapi bisa juga seperti Israel ini dalam bentuk mengesampingkan Tuhan dan mencari pertolongan kepada pihak lain.
Sebagai peringatan yaitu jangan kita melupakan Tuhan. Dalam keadaan terjepit dan terancam sekalipun tetap fokus kepada Tuhan sumber pertolongan. Betapa sering manusia mengalihkan perhatiannya pada kekuatan sendiri atau orang lain dan Tuhan diabaikan! Hal ini tentu saja mendukakan hati Allah. Bagaimana supaya kita dapat terhindar dari dosa Israel tersebut? Pertama; percaya penuh dan arahkan hati  kepada pimpinan Tuhan. Tuhan saja harapan satu-satunya yang takkan pernah luntur dan yang menghasilkan rasa damai di hati. Kedua,  tetap beriman bahwa kita akan melihat bagaimana Allah akan bertindak, mengatasi setiap masalah dalam kehidupan. Setiap campur tangan ALLAH akan senantiasa memberikan kebaikkan dalam hidup kita. ketiga; Evaluasi diri bagaimana sikap kita terhadap firman Tuhan. Apakah kerinduan membaca, merenungkan dan menyimpan dalam hati, menaati firman terus ada di dalam hati kita ?
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral:  3 Februari 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Marilah kita selalu belajar untuk tetap fokus kepada ALLAH dalam segala keadaan, baik atau tidak keadaan bukanlah hal yang utama karena yang utama dan pertama seharus kita percaya pada pimpinan Tuhan.

Winner Voice
Mengarahkan mata hati untuk selalu tertuju kepada Tuhan akan menjaga hidup dari celaka.    

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, (Yesaya 30:15)
1.      Aku tidak enggan untuk bertobat dan tinggal diam dalam hadirat Tuhan
2.      Aku percaya keselamatan hanya ada di dalam Tuhan saja. 
Aku akan tinggal tenang dan percaya Tuhan karena disanalah aku mendapatkan kekuatan. Aminnn.

AMAN DALAM PERLINDUNGAN TUHAN (4)


                          (Mazmur 27:1-14)
TUHAN Menyambut Kita
Ironi dalam kehidupan Daud sebagai raja besar harus menghadapi masalah keluarga yang berat. Mertuanya Raja Saul tidak menyukainya dan hanya memanfaatkan Daud saja (1Sam 16:17-18), tetapi bahaya harus dihadapi Daud bila dekat dengan Saul yang jelas ingin membunuhnya (1Sam 18:11; 20:33). Daud dikhianati oleh Absalon anaknya sendiri, Daud dikudeta sehingga harus melarikan diri keluar dari kota Yerusalem (2Sam 15). Tetapi jauh sebelum itu Daud juga mengalami penolakan dari kedua orang tuanya sehingga harus mengembalakan domba yang hanya 2-3 ekor dipadang sendirian (1Sam 17:28). Ini situasi yang berbahaya oleh sebab itu tidak heran Daud harus berhadapan dengan singa atau beruang sekalipun usianya saat itu masih sangat muda (1Sam 17:34). Tetapi setiap peristiwa bahaya yang mengancamnya Tuhan senantiasa memberi kekuatan dan pertolongan. Daud nyakin bahwa sekalipun orang-orang terdekat meninggalkannya, bahkan orang tuanyapun menolak dia, tetapi Tuhan tetap mengasihi bahkan menyambutnya.
Allah sering membandingkan kasih-Nya kepada kita dengan kasih orang tua kepada anaknya. Ketika orang Israel merasa ditinggalkan Allah di tengah masa pengasingan, mereka mengeluh, “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku”. Namun Allah berkata, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes. 49:14-15). Kita bisa merasa tertekan atau kecewa, ketika merasa diabaikan oleh keluarga, teman atau lingkungan. Akan tetapi, Allah tidak pernah meninggalkan kita dan selalu menerima kita. Allah tetap akan menyambut kita yang datang kapadaNya meskipun orang-orang meninggalkan kita.
Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita dalam masalah atau tekanan hidup yang berat  (kesulitan ekonomi, menderita sakit-penyakit)  saat itu Tuhan menjauh dari kita. Harus di ketakui bahwa Tuhan bukanlah manusia  yang  hanya menerima kita saat kita jaya, sukses atau kaya. Sangat berbeda dengan orang atau “teman” yang bisa saja pergi bila semua yang kita miliki sudah hilang. Apalagi bila kita sedang dalam masalah berat, biasa bila semua orang akan menghindari, meninggalkan dan melupakan kita begitu saja. Tetapi Tuhan bukanlah demikian, Tuhan akan tetap menerima kita apapun keadaan kita, asal mau mencari “wajah-NYA”  (Mzm 27:8). Bahkan sekalipun orang tua meninggalkan kita , tetap saja Tuhan akan menyambut kita. Jangan sekali pun kita meragukan kasih Tuhan!  KasihNya tidak terbatas.  Karena itu jangan kita kecewakan Tuhan!
Bila kita melihat peristiwa-peristiwa di zaman ini, sungguh sudah sangat keterlaluan karena kasih manusia sudah menjadi dingin (Kej 6:11-12). Ada ibu yang tega membuang atau bahkan membunuh bayinya sendiri, orangtua melupakan anaknya dan sebaliknya; dunia benar benar telah rusak (Mat 24:12). Namun kita patut bersyukur karena kita memiliki ALLAH yang sanggup memberikan jaminan dalam hidup kita, (Yes 49:23c). Seperti matahari yang selalu terbit di pagi hari, bersinar dengan terangnya memberi kehangatan kepada semua mahluk di muka bumi ini, terlebih lagi kasih Tuhan tidak akan berkesudahan (Wah 21:23; 22:5).
Dengan penuh kelembutan, Tuhan selalu mengulurkan tangan-NYA menyambut kita. Jika sampai saat ini kita belum memperoleh jawaban doa bahkan masalah mungkin semakin bertambah besar,  jangan kecewa dan menyerah kepada keadaaan yang terlihat karena Tuhan adalah setia dan janjiNya adalah “ya dan amin”. Terus kuatkan dan teguhkan hati kita untuk datang kepada Tuhan, dalam doa dan pengenalan Firman Tuhan. Kita perlu berjalan dalam kebenaran dan iman (Mzm 25:5).Yang menjadi persoalannya adalah kita seringkali tidak sabar dalam menanti-nantikan janji pertolongan Tuhan itu. Kita seringkali berusaha mengatasi setiap persoalan yang ada dengan kekuatan sendiri, sehingga ketika gagal menyelesaikan masalah dan timbul rasa frustrasi yang akhirnya justru kita menyalahkan Tuhan. Hal ini terjadi karena fokus kita hanya tertuju pada keinginan hati kita sendiri dan  maunya Tuhan mengikuti  cara  kita.  Kita tidak mau mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita.  Perlu kita ketahui bahwa Tuhan tidak bisa dikendalikan oleh apapun dan oleh siapapun, Dia adalah Tuhan yang berdaulat penuh atas hidup kita yang tidak pernah ingkar terhadap janji-janjiNya, apalagi sampai melupakan umat tebusanNya (Yes 42:3). Jadi janganlah kita berbalik dari pada-NYA. Marilah kita datang kepada Tuhan karena Beliau bersedia untuk menyambut kita.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral: 27 Januari 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Selalu ingat bahwa Tuhan tetap sedia menerima kita sekalipun kita berdosa, sementara orang lain mungkin akan menolak kita sekalipun kita hanya melakukan kesalahan kecil, oleh sebab itu ingatlah akan Tuhan setiap hari.

Winner Voice
Ingat Tuhan itu baik, jangan lupakan Dia sekalipun keadaan tidak seperti harapan.  

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10)
1.      Aku percaya kasih Tuhan sangat besar bagi ku, lebih besar dari apapun juga
2.      Saat aku berdosa aku percaya Tuhan tetap menerima aku bila aku segera bertobat dan berbalik kepada-NYA
3.      Aku akan menantikan Tuhan dengan menjaga diri dari dosa dan hidup dalam kekudusan.   Aminnn.

AMAN DALAM PERLINDUNGAN TUHAN (3)


                         (Mazmur 27:1-14)
Tuhan Perlindunganku
Sepanjang bulan ini, kita merenungkan kebenaran Firman tentang aman dalam perlindungan Tuhan. Pada jaman dulu sebuah benteng yang kokoh dibuat untuk keamanan dan melindungi bangsa atau negara dari serangan musuh, demikian juga Allah ingin menjadi benteng yang kokoh bagi kehidupan kita agar ada rasa aman dan untuk menghalau semua musuh atau lawan-lawan kita yang ingin membuat kita celaka (Ef 6:12). Sebenarnya Tuhan selalu memanggil kita sebagai orang pilihan-NYA, agar kita mendapatkan perlindungan Tuhan. Namun bagaimana caranya agar kita mendapatkan keamanan dalam perlindungan Tuhan? yaitu bila kita menjadikan-NYA sebagai benteng perlindungan dalam hidup kita. Tuhan adalah tempat terbaik dan teraman untuk kita berlindung serta bertahan hidup dari serangan-serangan “musuh”. Apakah alasan kita harus menjadikan Tuhan sebagai “benteng hidup” kita?
1.      Ada musuh di sekitar kita. (Mzm 27:2-3)
Seperti manusia pada umumnya, raja Daud juga memiliki musuh dan lawan-lawan yang membahayakan nyawanya pada masa itu sebagai seorang Raja di Israel. Bangsa Filistin, Raja Saul sekaligus mertuanya, Absalon anaknya beserta pengikut-pengikutnya adalah sebagaian kecil musuh Daud. Dalam masa hidupnya, Daud harus menghadapi banyak menghadapi kesulitan seperti perang terbuka, penghianatan, percobaan pembunuhan, tinggal sebagai orang pelarian dan lain-lain. Daud harus menghadapi masalah hidup dari yang paling kecil sampai yang paling besar.
Jaman sekarang, kita juga harus berhadapan dengan masalah yang sangat mungkin ditimbulkan oleh “musuh” (Ayub 2:2). Iblis selalu siap sedia untuk menelan kita (1Pet 5:8), dengan melalui roh-roh jahat iblis akan berusaha mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10) jangan sampai kita lengah tetapi selalu berjaga-jaga (1Pet 5:8). Iblis juga dapat memakai orang-orang tertentu dengan maksud berbuat jahat, sehingga kita harus menghadapi masalah yang berat (1Sam 18:10; Mrk 5:2; Luk 6:18). Janganlah kita takut karena Tuhan adalah benteng hidup kita dan tetaplah percaya pada perlindungan Tuhan. Tuhan berjanji tidak akan ada rencana jahat dapat menimpa kita, rencana mereka akan gagal dan hal-hal buruk akan dihalaukan dari hidup kita (Yes 54:17; Neh 4:15).
2.      Ada perlindungan yang kuat. (Mzm 27:4-5)
Allah adalah pihak yang dapat di percaya untuk memberi perlindungan (Mzm 91:1). Asalkan Tuhan ada di pihak kita maka tidak ada satupun lawan yang dapat melawan, maka memang aman bila dalam lindungan Tuhan (Rm 8:31). Raja Daud sangat memahami hal ini sebab itu disaat ada masalah yang menekan hidupnya maka dia akan berseru kepada ALLAH yang menjadi tempat perlindungan yang kuat (Mzm 18:6; 30:2; 88:14; 119:147).
Demikian juga kita dapat perlindungan kuat dari Tuhan asal kita ada didekat-NYA. Marilah selalu rindukan rumah Tuhan yaitu dimana Tuhan hadir, berdiam untuk berkuasa atas hidup kita. Biarlah tubuh, keluarga dan persekutuan orang percaya (gereja) menjadi tempat dimana Tuhan nyaman tinggal bersama kita. Seperti Raja Daud yang merindukan rumah Tuhan marilah kita juga merindukannya, dan ketika Tuhan berkuasa atas kita maka tidak ada satupun yang dapat menyentuh kita tanpa seijin-NYA, maka di saat itulah perlindungan Tuhan nyata dalam hidup kita, keluarga dan seluruh komunitas kita.
3.      Ada janji kemenangan. (Mzm 27:6)
Kunci hidup tegar dan kuat menghadapi masalah berat dalam hidup yaitu dengan tetap teguh beriman pada kebenaran Firman, bukan sekedar rasa optimisme biasa yang tidak memiliki dasar. Daud sekalipun masih berhadapan dengan musuh di sekelilingnya tetapi memiliki kenyakinan yang kuat karena percaya pada perlindungan Tuhan, oleh sebab inilah Daud senantiasa mendapatkan kemenangan hidup. Sebuah prinsip hidup yang sama dapat juga kita kerjakan dalam hidup sehari-hari, sesuai dengan firman Tuhan bahwa kemenangan kita telah tersedia selama kita percaya kepada Tuhan. Tuhan telah menjanjikan kemenangan karena itu mari terus andalkan Tuhan dalam hidup kita (Mzm 20:1-10). Kemenangan sejati hanya ada di tangan Tuhan (Ams 21:31; 1Kr 15:57).
Tuhan Yesus Memberkati.


Pesan Pastoral: 20 Januari 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Menjaga hidup dalam kekudusan adalah penting supaya Tuhan senantiasa betah bersama kita, sehingga saat ada hal buruk menerpa, Tuhan selalu sedia menolong dan melindungi kita.

Winner Voice
Tuhan adalah benteng kehidupan yang terpercaya bagi orang yang percaya.  

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. (Mazmur 27:6)
1.      Aku percaya bersama Tuhan akan mengatasi setiap masalah hidup dan mendapatkan kemenangan.
2.      Aku akan selalu berada di dalam Tuhan yang senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan.
3.      Aku mau bersorak dan bermazmur memuliakan Tuhan, sebab pembelaan-NYA yang luar biasa dalam hidupku.   Aminnn.

AMAN DALAM PERLINDUNGAN TUHAN (2)


                         (Mazmur 27:1-14)
Berkat di Dalam Rumah Tuhan
Kitab Mazmur adalah kitab yang ditulis oleh Raja Daud. Saat sebuah kerajaan diserang musuh, pasti raja dari kerajaan tersebut mengatur strategi dan mengerahkan pasukannya untuk menghalau musuh tersebut. Tetapi apa yang dilakukan raja Daud berbeda dengan raja-raja yang lain. Daud memilih diam di rumah Tuhan, suatu tindakan yang berbeda dari raja-raja lain. Kesukaan Raja Daud adalah diam di rumah Tuhan. Satu hal yang Daud minta adalah tinggal dalam rumah Tuhan (Mzm 27:4). Daud memiliki ketenangan rohani yang luar biasa dan sangat percaya kepada pertolongan dan perlindungan Tuhan.
Seperti halnya Maria, Maria telah memilih bagian yang terbaik, ia duduk di kaki Tuhan mendengar setiap apa yang Tuhan katakan (Luk 10:42). Inilah bagian yang terbaik yang dapat dikerjakan saat dekat dengan Tuhan, tidak perlu merepotkan diri dengan berbagai macam kekuatiran sementara kita percaya dekat dengan Tuhan. Mari kita renungkan hidup ini, seandainya kita disuruh meminta satu keinginan dalam hidup ini, pasti banyak yang meminta harta, kekayaan, materi dan keinginan daging. Tetapi berbeda dengan orang yang dewasa rohani, maka akan minta diam di rumah Tuhan seumur hidupnya, karena saat kita tinggal dalam rumah Tuhan, ada berkat-berkat yang sudah Tuhan sediakan;
Hal paling berharga di dalam hidup mencari kehadiran Allah dan hal ini perlu didoakan terus (Mzm 26:1-12). Allah sendiri memanggil kita untuk "mencari wajah-Nya" (Mzm 27:8). Kita yang mengerjakan hal ini akan berusaha kuat untuk tinggal di hadirat-Nya yang kudus. Kita akan diberikan keyakinan teguh bahwa pencobaan apa pun yang menimpa, Tuhan tidak akan meninggalkan (Mzm 27:9-10). Tidak ada alasan untuk kita menjadi putus asa; karena kebaikkan Tuhan tersedia bagi kita yang berharap kepada-NYA (Mzm 27:13-14).
Ketakutan yang kita dirasakan sebenarnya bersumber dari rasa ketidakmampuan  untuk mengatasi masalah atau krisis yang terjadi. Ketika menghadapi tantangan dan serangan yang begitu hebat dari musuh-musuhnya (Mzm 27:2-3), Daud tidak hancur, tidak gentar, dan tidak meragukan Allah sedikit pun. Daud mempunyai kunci hidup tegar dan kokoh menghadapi krisis, yang sangat diperlukan oleh orang Kristen jaman sekarang supaya dapat melewati setiap badai kehidupan dan tetap teguh berpegang pada kebenaran iman;
Jangan kita membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh krisis yang dihadapi sehingga hanya terpaku kepada krisis saja. Sebaliknya kita fokuskan pikiran kepada kebesaran dan kasih Allah bagi kita (Mzm 27:1). orang yang terpaku kepada permasalahan hidupnya cenderung membesar-besarkan masalah itu sebaliknya jika kita fokus pada Allah maka masalah apa pun akan terlihat kecil sehingga ia tidak akan kuatir. Ketika berhasil menghadapi dan mengatasi krisis yang terjadi, hal itu dikarenakan Allah secara pribadi yang bertindak (Mzm 27:6). Tindakan Allah ini karena adanya hubungan pribadi yang indah (Mzm 27:4), dimana kedekatan pribadi ini harus dibina melalui kehidupan doa yang sehat (Mzm 27:7-12). Orang yang mempunyai hubungan yang indah dengan Allah adalah orang yang tinggal di Rumah Allah (Mzm 27:5), ada 3 berkat bila ada di rumah Tuhan;
1.       Perlindungan Allah (Mzm 27:5)
Perlindungan Tuhan ada saat kita berada dalam “rumah Tuhan” (hadirat Tuhan dan penyertaan Tuhan). Kehidupan setiap kita tidak luput dari masalah, proses dan pergumulan dalam hidup, tetapi saat semua itu menyerang dalam hidup ini kita akan menyerahkan dan mempercayakan seluruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Karena dalam rumah Tuhan ada perlindungan yang sempurna. Hadirat Tuhan dan penyertaan Tuhan akan melindungi setiap kita saat bahaya datang menerpa. Saat kita tinggal dalam hadirat Tuhan maka semua yang baik akan menjadi bagian kita. 
2.       Penyertaan Allah (Mzm 27:9-10)
Penyertaan sempurna dalam hidup orang yang percaya. Allah kita adalah Allah yang Imanuel. Allah tidak pernah meninggalkan setiap kita. Saat kita tinggal dalam hadirat Tuhan maka akan ada penyertaan Tuhan dalam hidup setiap kita. Tidak hanya perlindungan tetapi semua yang baik teapi semua berkat akan menjadi bagian kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi seringkali kitalah yang lupa dan meninggalkan Tuhan. Belajarlah mencari hadirat Tuhan sebab di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. 
3.       Kemurahan Allah (Mzm 27:13-14)
Ada kemurahan dan anugerah dari Tuhan saat tinggal dalam rumah Tuhan. Saat ada masalah atau problem hidup jangan buru-buru putus asa karena tidak ada nasib buruk di dalam Tuhan. Sakit penyakit, kemiskinan, serangan bahaya tidak bisa hanya diselesaikan oleh kekuatan manusia, kita butuh kemurahan dan kasih karunia dari Tuhan. Kita butuh kemurahan Allah hari-hari ini. Kesembuhan, mujizat dan berkat akan kita terima saat kita ada di rumah Tuhan
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral: 13 Januari 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Saat terindah dalam hidup bila kita ada di rumah Tuhan untuk menikmati BaitNya. Oleh sebab itu teruslah menjalin hubungan baik dengan Allah melalui kehidupan doa yang sehat.

Winner Voice
Pikiran yang terfokus kepada Allah dan membina hubungan yang dekat dengan-Nya melalui doa, membuat kita antusias menjalani hidup walaupun situasi dan kondisi tidak mendukung.  

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4)
1.      Aku percaya hanya didalam Tuhan saja ada perlindungan, penyertaan dan kemurahan Allah yang sempurna.
2.      Aku akan terus menjaga kehidupan doa yang sehat setiap hari untuk memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan.
3.      Aku percaya bila aku tekun dalam doa maka akan menyaksikan kemurahan Tuhan  dan menikmati kebaikkan-NYA setiap hari.   Aminnn.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...