Monday, October 2, 2017

BARANG SIAPA MENANG (3)



“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (Wahyu 21:8)

Bagaimana Bila Kalah Terhadap Dunia ?
Allah menyebutkan beberapa golongan orang yang akan dicampakkan di lautan api yang menyala-nyala oleh belerang itu. Inilah kematian yang kedua yaitu kematian yang kekal, (Why 20:14). Berbahagia dan kuduslah kita, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas kita, tetapi kita akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan kita akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya (Why 20:6).  Kita akan mendapatkan minum dari mata air kehidupan sedangkan bagi yang kalah akan mendapatkan kobaran lautan api (Why 21:6)
Golongan orang-orang yang kalah terhadap dunia dan akan masuk dalam lautan api adalah; Pertama, para "penakut" (Yun: deilos) ialah mereka yang lebih takut akan penolakan dan ancaman manusia daripada menghargai kesetiaan kepada Kristus dan kebenaran Firman-Nya. Keamanan pribadi dan kedudukan di antara orang-orang lain lebih bermakna bagi mereka daripada kesetiaan. Di antara orang "penakut" ini ada orang-orang yang tadinya termasuk umat Allah tetapi mereka berkompromi dan berhenti berperang sehingga tidak menang (Mar 8:35)
Ke dua, Orang "yang tidak percaya" / penghianat (Yun: Apistos) itu meliputi mereka yang dulu percaya pada Tuhan Yesus tetapi dikalahkan oleh berbagai dosa. Mengaku Kristen tetapi juga mempraktikkan kejahatan adalah kebencian bagi Allah. Banyak gereja zaman akhir memberitakan bahwa adalah mungkin bagi seorang untuk menjadi seorang anak Allah yang sejati dan sekaligus seorang amoral, pendusta, pezina, homoseksual atau pembunuh. Orang semacam itu jelas menyangkal Alkitab. (1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21; Ef 5:5-7).
Ke tiga, orang-orang keji (Yun: bdelusso), inilah golongan orang yang tidak lepas dari rasa  membenci sesama. Tidak dapat lepas dari rasa dendam kesumat yang sanggup melakukan kekejaman dan perilaku kejijikan. Orang yang bisa melakukan hubungan sek secara abnormal contohnya berhubungan badan dengan binatang (Im 18:23).
Ke empat, orang-orang pembunuh (Yun:phoneus) Yaitu orang yang dengan maksud jahat dan sengaja menghilangkan nyawa, juga termasuk di dalam hal ini adalah bunuh diri (1Kor 3:17). Dan orang bagi orang Kristen cukup dengan membenci saudaranya dan tidak mengampuni maka itu sudah berarti membunuh (1Yoh 3:15).
Ke lima, orang-orang sundal (Yun:  pornos), inilah golongan orang cabul dan pelanggar kesusilaan. Termasuk dalam hal ini adalah orang – orang yang berzinah dan bagi orang Kristen cukup dengan melihat dan mengingini wanita  / pria lain (Mat 5:28).
Ke enam, tukang-tukang sihir (Yun: pharmakos).  Golongan orang yang suka dengan hal-hal yang bersifat klenik, magis dan dunia okultisme. Sebab itu jangan kita melangkahkan kaki ke dukun atau paranormal. Juga jangan pula melihat dan mengikuti peramalan-peramalan, perbintangan juga rajah tangan dll. (Im 19:31; Yes 8:9).
Ke tujuh, penyembah-penyembah berhala (Yun: eidololatres): secara sederhana tidak boleh bertekuk lutut dan mengarahkan diri pada patung atau bagungan tertentu. Tetapi bagi orang Kristen maka keserakahan adalah serupa dengan penyembahan berhala (Kol 3:5).
Ke delapan, semua pendusta (Yun: pseudes). “Semua” artinya setiap pendusta dan juga segala bentuk dusta adalah dosa. Termasuk didalamnya adalah orang yang mengaku kenal Yesus tetapi tidak menuruti perintah-Nya (1Yoh 2:4). 
Merilah kita berjuang untuk menjadi pemenang dengan tidak mengerjakan hal-hal di atas. Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 17 September 2017
Marilah kita memberikan yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani. Kehidupan orang Kristen memiliki strandar moral yang lebih tinggi dibandingkan orang duniawi, oleh sebab itu marilah kita mengerjakan yang rohani lebih keras lagi, dengan pertolongan Roh Kudus kita pasti bisa. Amin

Winner Voice
Berbalik kepada Allah adalah cara terbaik untuk menjadi pemenang kehidupan ini.

Pengakuan Iman
Aku adalah manusia Sorgawi yang gemar melakukan pekerjaan rohani dan tidak tergoda oleh yang duniawi. Allah telah menebus dosaku dan membenarkan hidupku untuk mendapatkan hidup mulia di Sorga (Wahyu 21:8)

BARANG SIAPA MENANG (2)



Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7)
Upah Bagi Yang Menang
Allah membuktikan sendiri pernyataan agung-Nya, dalam wahyu ini Allah menuntut perhatian kita dan menegaskan hakikat akan kebenaran total. Tepat dan benar adalah ciri dari dari Firman Tuhan yang diucapkan dan juga yang tertulis (Alkitab), demikian juga dari Firman yang Menjelma (Yesus Kristus) (Why 19:9). Wahyu ini membawa kita pada gelar Yesus Kristus, yaitu; Alfa dan Omega, yang merupakan huruf pertama dan huruf terakhir dalam abjad Yunani. Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah ada sebelum alam semesta yang diciptakan oleh-Nya, dan bahwa Dia akan tetap ada hingga akhir dari waktu, sebab segala sesuatu akan disempurnakan di dalam Dia.
Allah berjanji akan mewariskan berkat-berkat dari langit dan bumi yang baru kepada orang percaya yang dengan setia bertahan sebagai pemenang dalam kasih Tuhan Yesus Kristus tetapi sebaliknya orang yang tidak mengalahkan dosa dan kefasikan akan dicampakkan ke dalam lautan api Neraka.  
Memang untuk menghapus semua bekas dosa maka langit dan bumi akan digoncangkan (Hag 2:7; Ibr 12:26-28) dan akan lenyap seperti asap (Yes 51:6); bintang-bintang akan dihancurkan (Yes 34:4) dan unsur-unsur dunia akan hangus (2Pet 3:7,10,12). Semua orang tebusan akan memiliki tubuh seperti tubuh kebangkitan Kristus, yaitu yang nyata, dapat dilihat dan dapat dijamah, namun tidak dapat rusak dan bersifat abadi (Rm 8:23; 1Kor 15:51-54).
Orang Kristen mempunyai pengharapan akhir dari iman yaitu langit dan bumi baru yang diubah dan ditebus. Inilah tempat Tuhan Yesus Kristus tinggal dengan umat-Nya dan kebenaran berdiam dalam kesempurnaan kekudusan (Mzm 102:26-27; Yes 65:17; 66:22; Rm 8:19-22; Ibr 1:12; 12:27; 2Pet 3:13). Bumi yang baru itu akan menjadi tempat tinggal manusia dan Allah (Why 21:2-3; 22:3-5).
Yerusalem Baru itu sudah ada di sorga (Gal 4:26); dalam waktu dekat kota itu akan datang ke bumi sebagai kota Allah yang dinanti-nantikan oleh Abraham dan umat Allah yang setia. Inilah kota Yerusalem baru dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri (Fil 3:20; Ibr 11:10,13,16). Bumi yang baru akan menjadi pusat pemerintahan Allah, dan Allah akan diam bersama umat-Nya untuk selama-lamanya (Im 26:11-12; Yer 31:33; Yeh 37:27; Za 8:8).
Kemah suci Allah akan menetap tidak akan berpindah dan tidak akan ada perpisahan lagi di antara Allah dengan umat-Nya (Why 21:3). Wahyu ALLAH juga mengemukakan jaminan tentang lenyapnya lima aspek tragis dalam kehidupan umat manusia: air mata, maut, ratapan, tangisan, dan penderitaan (Why 21:4). Alkitab tidak menyangkal adanya penderitaan dan maut, tetapi Alkitab memberikan kepastian bahwa akan tiba saatnya, oleh kasih karunia Allah, ketika semua ini tidak akan ada lagi bagi orang percaya.
Akibat dosa, seperti dukacita, kesakitan, kemurungan, dan kematian (Why 7:16-17; Kej 3:1-24; Yes 35:10; 65:19; Rm 5:12), hilang untuk selama-lamanya, karena hal-hal yang jahat dari langit dan bumi yang pertama telah dilenyapkan sama sekali. Walaupun mengingat segala sesuatu yang layak diingat tetapi kita tidak akan ingat apa yang menyebabkan rasa  berdukacita, karena besar kasih ALLAH akan memberikan sukacita besar yang membuat orang lupa terhadap dukacita masa lalunya (Yes 65:17).
Tuhan Yesus Memberkati.
 
Pesan Pastoral : 10 September 2017
Marilah kita memberikan yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani. Mengingat hari Tuhan sudah semakin dekat, marilah kita semakin setia dalam disiplin rohani sehingga terpelihara iman kita untuk terus memegang kasih Kristus sekalipun situasi dunia semakin jahat. Pada akhirnya bagi yang setia akan mendapatkan upah.

Winner Voice
Bersiap mendapatkan upah sorgawi dengan mengerjakan perintah Tuhan dalam dunia ini.

Pengakuan Iman
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7).

BARANG SIAPA MENANG (1)

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." (Wahyu 2:7)
Peringatan Kepada 7 Jemaat
Surat untuk jemaat di Efesus (2:2-7)
Gereja di
Efesus (Wahyu 2:1-7) sangat sukses tapi dikatakan mulai kehilangan kasih mula-mula, motivasi yang sangat penting dalam hidup kekristenan.
Apabila kita melihat surat ini dari sudut pandang sejarah gereja, banyak gereja yang mulai kehilangan kasih mula-mula selama periode setelah kematian para rasul, yang berlangsung dari 70 M sampai bait suci di Yerusalem dihancurkan (sekitar 160 M). selama masa tersebut, banyak gereja telah beralih dari pelayanan penuh kasih menjadi institusi religius yang formal tanpa kasih. Gereja menjadi penuh dengan konflik dan argumentasi teologis
Surat untuk jemaat di Smirna (2:8-11)
Kata
Smirna (Wahyu 2:8-11) berarti myrrh atau mur, semacam bubuk untuk wewangian. Sebuah nama yang sesuai untuk gereja abad pertama di Smirna , yang mengharumkan nama Kristus. Secara historis, gereja di Smirna mewakili periode para martir yang berlangsung dari 160 M hingga kebangkitan Constantine Agung (324 M).
Surat untuk jemaat di Pergamus (2:12-17)
Pergamus (Wahyu 2:12-17) artinya menikah. Dan di jaman ini, gereja telah ”menikahi” dunia. Semua sistem nilai dan norma dari dunia telah masuk dalam gereja. Periode ini berlangsung dari naiknya Constantine Agung (324 M) hingga abad ke-6 ketika masa ke-paus-an dimulai. Saat ini adalah saat ”pernikahan” antara gereja dan negara dimana Constantine menjadikan kristen sebagai agama resmi kerajaan Roma. Selama ini, gereja memiliki popularitas tinggi, tetapi seiring dengan meningkatnya pengaruh politik gereja, pengaruh spiritualnya berkurang
Surat untuk jemaat di Tiatira (2:18-29)
Gereja di
Tiatira (Wahyu 2:18-29) adalah gereja yang ”berzinah”, paling tercemar. gereja ini menyimbolkan periode dark ages dalam sejarah kekristenan, periode dimana gereja telah kehilangan kemurnian dan semangatnya, ketika gereja disusupi oleh tahayul dan kepercayaan pagan. Dark ages berlangsung dari abad ke-7 hingga saat reformasi (abad ke-16)
Surat untuk jemaat di Sardis (3:1-6)
Gereja di
Sardis (Wahyu 3:1-6) telah menemukan kebenaran, namun kehilangan kekuatannya. Gereja membangun reputasi yang baik, tetapi sesungguhnya tercemar dan ”mati”. Kekristenan di Sardis adalah kekristenan hanya dalam nama. Yesus mengatakan kepada mereka, ”Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati”. Dari luar mereka mengakui Kristus tetapi tidak hidup dalam hidup keagamaan yang benar. Hal ini menggambarkan periode Reformasi, dari abad ke-16 hingga abad ke-18.
Surat untuk jemaat di Filadelfia (3:7-13)
Gereja di
Filadelfia (Wahyu 3:7-13) adalah gereja yang sangat hebat dimana Tuhan tidak memiliki kritik untuk gereja ini. Tuhan menyebutkan gereja di Filadelfia karena kesetiaan dan kebenarannya. Gereja ini mewakili gereja pada abad ke-19, saat kebangkitan rohani terjadi, dimana gereja lebih memfokuskan pada Roh kudus daripada mendapatkan kekuatan politis. Gereja pada periode ini berkembang hingga ke ujung bumi melalui gerakan pelayanannya.
Surat untuk jemaat di Laodikia (3:14-22)
Gereja di
Laodikia (Wahyu 3:14-22) mengatakan "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa” dan Tuhan mengatakan, “engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Tuhan menggambarkan dirinya berdiri di luar pintu gereja, mengetuk untuk masuk. “Engkau tidak dingin dan tidak panas” kata Tuhan. Jemaat di Laodikia tidak seperti jemaat di Sardis yang dingin dan “mati”, tidak juga seperti jemaat di Filadelfia yang panas dan hidup. Jemaat di Laodikia adalah suam-suam kuku.
Setiap gereja di kitab wahyu mewakili rentang waktu tertentu dalam sejarah, dan apabila kita melihat kembali sejarah gereja selama ini, dapat dilihat bahwa simbol nubuatan ini memang akurat. Dan
Laodikia menyimbolkan gereja di jaman akhir – jaman kita. Kita memang hidup di manaLaodikia, dimana gereja menganggap dirinya kaya tetapi sebenarnya miskin, dan suam-suam kuku, tidak panas maupun dingin.
Gambaran ini adalah generalisasi keadaan, banyak jemaat yang tetap panas dan hidup, walaupun di jaman yang suam-suam kuku ini. Tantangan kita adalah bagaimana kita hidup seperti jemaat di
Filadelfia walaupun kita hidup di jaman Laodikia. Apabila kita melakukannya, Yesus mengatakan bahwa janji dalam Wahyu 3 akan menjadi milik kita :
“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan dduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan pa yang dikatakan oh kepadajemaat-jemaat.” (3:21-22).
Tuhan Yesus memberkati
(http://www.sarapanpagi.org/wahyu-ps-2-3-7-surat-untuk-ke-7-jemaat-vt2023.html)

Pesan Pastoral : 27 Agustus 2017
Marilah kita memberikan yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani. Kita harus belajar dari keberadaan jemaat awal agar tidak terjerumus dalam kesalahan yang sama dan dapat memperbaikki diri untuk dipersiapkan sebagai mempelai Tuhan Yesus di akhir jaman ini.

Winner Voice
 Berjemaat dengan terus mengarahkan diri pada kesempurnaan KristusSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.". 

Pengakuan Iman
Aku siap mendengarkan, aku hendak mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus kepada jemaat-jemaat: Karena bila aku menang, aku akan diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.
(Wahyu 2:7)

Friday, September 29, 2017

LEBIH DARI PEMENANG (4)



sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1Yohanes 5:4)

Di Ujung Perjuangan
Rasul Yohanes memberikan pernyataan kuat tentang kemenangan setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (1 Yohanes 5:1-5). Kesimpulan dari dua kebenaran, yaitu barangsiapa percaya, lahir dari Allah, (1Yoh 5:1) dan barangsiapa lahir dari Allah mengalahkan dunia (1Yoh 5:4). Setiap orang percaya akan diperlengkapi dengan Roh Kekudusan yang memberikan kemampuan untuk mengalahkan dunia (Rm 1:4). "Roh kekudusan" menunjuk kepada Roh Kudus, Pribadi ketiga dalam Trinitas.
Menjadi kepentingan kita sekarang untuk menjalani hidup di akhir jaman dengan tetap memegang teguh iman percaya kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan dan menguduskan kita dari segala dosa. Kita harus memiliki iman yang sejati yang akan terlihat dalam rasa bersyukur dan kasih kepada Bapa Sorgawi dan kepada Tuhan Yesus Kristus. Iman dan kasih tidak bisa dipisahkan, karena pada saat kita lahir dari Allah maka Roh Kudus mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita (Rm 5:5). Kasih terhadap sesama manusia hanya  merupakan kasih Kristen sejati bila disertai kasih kepada Allah dan ketaatan pada perintah Allah (1Yoh 2:3; 1Yoh 3:23; Yoh 15:10).
Orang Kristen memiliki iman yang mengalahkan dunia yaitu iman yang melihat realitas abadi, mengalami kuasa Allah dan kasih Kristus sedemikian sehingga kesenangan dunia yang berdosa, nilai-nilai sekuler, cara-cara yang fasik dan materialisme yang mementingkan diri sendiri bukan saja tidak lagi menarik bagi kita tetapi juga dilihat dengan rasa jijik, enggan dan susah hati.
Iman orang Kristen kepada Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan mengalahkan dunia, karena duniapun telah dikalahkan Tuhan Yesus. Pemenang (Yun: nikon) adalah orang yang oleh kasih karunia Allah yang diterimanya melalui iman pada Tuhan Yesus Kristus, telah mengalami kelahiran baru dan tetap tinggal dalam kemenangan atas dosa, dunia, dan iblis.
Sekalipun harus berhadapan dengan berbagai masalah, dikelilingi oleh orang-orang menentang dan penghinaan yang hebat, orang Kristen akan tetap menolak untuk menyesuaikan diri dengan dunia ini dan kefasikan yang mungkin ada dalam gereja sekalipun (Why 2:24). Orang Kristen akan tetap mendengarkan dan menanggapi apa yang dikatakan oleh Roh Kudus, tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus sampai saat yang paling akhir  (Why 2:26) dan hanya menerima standar Allah yang dinyatakan dalam Alkitab (Why 3:8).
Rahasia kemenangan ini adalah kematian Tuhan Yesus Kristus yang mendamaikan orang Kristen (Pengikut Kristus) dengan BAPA di Sorga. Kedua, kesaksian setia orang Kristen akan Tuhan Yesus Kristus, dan ketekunan orang Kristen dalam kasih kepada Tuhan Yesus Kristus bahkan sampai mati sekalipun (Why 12:11; 1Yoh 5:4). Perhatikanlah bahwa kita harus menang atas dosa, dunia, dan Iblis, kalau tidak kita yang akan dikalahkan oleh mereka dan pada akhirnya dilemparkan ke dalam Neraka (Wahy 2:11; 3:5; 20:15; Why 21:8). Tidak ada jalan tengah !!!.
Orang Kristen dalam jemaat Allah dan hanya kita yang menang, akan makan dari pohon kehidupan, tidak akan menderita kematian yang kedua (Why 2:11), akan menerima manna yang tersembunyi dan akan diberikan nama baru di dalam sorga (Why 2:17), akan dikaruniai kuasa atas bangsa-bangsa (Why 2:26), nama kita tidak akan dihapus dari kitab kehidupan tetapi akan dihormati oleh Tuhan Yesus  Kristus di hadapan ALLAH Bapa dan para malaikat (Why 3:5), akan tinggal bersama Allah dalam bait-Nya dan akan mengenakan nama Allah, Kristus, dan Yerusalem Baru (Why 3:12), akan duduk bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus di atas takhta-Nya (Why 3:21), dan akan menjadi anak-anak Allah untuk selama-lamanya (Why 21:7). Amin.
Tuhan  Yesus Memberkati.

 
Pesan Pastoral : 27 Agustus 2017
Marilah kita memberikan yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani. Marilah menjadi jemaat yang teguh berpegang pada iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kemenangan besar atas dosa, dunia, dan Iblis di akhir jaman ini. Amin  

Winner Voice
 Tetap berada dalam Tuhan Yesus Kristus memastikan kita menang atas kuasa dosa. 

Pengakuan Iman
Sebab Aku  lahir dari Allah, aku mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: imanku kepada Tuhan Yesus Kristus. (1Yohanes 5:4)

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...