Tuesday, April 11, 2017

MEMENANGKAN PERGUMULAN (3)



Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku. (Roma 15:30)

Bergumul Dalam Doa

Orang Kristen harus mengerjakan doa yang kuat, yaitu pertama doa yang dipikirkan, hasil perenungan dan pergumulan yang kuat dengan ALLAH. Seperti yang di contohkan bapak rohani dalam Perjanjian Lama yaitu Abraham, (Kej 18:17), Yakub, (Kej 32:29), Musa, (Kel 32:11-14,30-32; Ul 9:18,25).  Tuhan Yesus juga mengajarkan doa yang kuat supaya kita mengerjakannya dan menyadari bagaimana doa selalu menghasilkan kuasa yang luar biasa. (Luk 11:1-8; Mar 7:24-30).
Ada dimensi yang baru ketika ROH KUDUS sudah dicurahkan hingga saat ini, yaitu bahwa orang percaya dapat mengerjakan doa dalam dua hal sekaligus dan ini menghasilkan suatu yang dasyat dalam berdoa.
Rasul Paulus adalah orang yang sangat kuat dalam doa dan penyembahan bahkan dalam doa berbahasa Roh beliau melakukan lebih banyak dari kebanyakan orang Kristen saat itu (1Kor 14:18). Dalam hal itu untuk membangun kehidupan rohani dan pelayanan yang di kerjakan oleh Rasul Paulus sendiri (1Kor 14:4-5).  Namun demikian selalu Rasul Paulus mengajak orang Kristen saat itu supaya tetap berdoa dan berbahasa roh baginya, (Rom 8:26-27).
Dengan sunguh-sungguh rasul Paulus menghimbau orang percaya saat itu agar melalui atau demi Kristus kita dan kasih Roh, berdoa bagi dirinya. Rasul Paulus menginginkan dan memohon doa yang sungguh-sungguh dan bergumul bersama-sama denganya dalam doa.
Hal ini di karenakan ada orang-orang Yahudi yang tidak taat dan yang membenci Rasul Paulus di Yudea / Palistina. Sementara rasul Paulus sendiri dalam perjalanan untuk memberikan sumbangan kepada jemaat di Yerusalem, maka di mintakan doa juga agar sumbangan itu dapat di terima orang Kristen Yahudi sebagai tanda kasih yang murni (Rm 15:32).   Permintaan doa dari jemaat juga agar dengan sukacita rasul Paulus memperoleh kesegaran bersama-sama dengan mereka ketika ia datang kepada mereka oleh kehendak Allah, karena sebenarnya rasul Paulus adalah seorang tahanan yang menghadapi tuntutan.
Rasul Paulus hendak mengajarkan kepada kita, walapun banyak orang yang membenci kita dan sekalipun banyaknya masalah yang harus dihadapi. Pertama-tama berdoalah dengan kuat kepada ALLAH sebagai sumber pertolongan sejati. Berdoa dengan perkataan dari pemikiran dan pertimbangan kuat dimana hal ini merupakan pergumulan dengan Tuhan, jangan sampai kita salah dalam bergumul. Doa dalam kebersamaan akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.
Kita juga dapat berdoa dengan bahasa roh karena seringkali kita tidak tahu apa dan bagaimana seharusnya kita berdoa. Tetapi biarkan ROH KUDUS menuntun kita dalam doa yang kuat kepada ALLAH. ROH KUDUS yang akan menterjemahkan doa – doa kita kepada ALLAH BAPA dan menyempurnakannya.  Doa bahasa Roh juga akan membangun kehidupan rohani yang kuat, agar kuat juga menghadapi setiap tantangan kehidupan.  Kita akan kuat bila TUHAN beserta kita sehingga tidak perlu kita merancangkan rencana jahat untuk membalas kejahatan yang terjadi dalam hidup kita. dan kita tidak perlu juga berfikir membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi dengan penuh kasih kita akan tetap memberi diri melayani TUHAN dengan mengasihi sesama.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 19 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Marilah kita berdoa dengan kuat; doa dengan perkataan hasil pemikiran dan berdoa dalam bahasa ROH. Berdoalah untuk bapak-bapak rohani kita agar di berikan kekuatan dalam menjalin pelayanan kepada ALLAH. Amin.  

Winner Voice
Bergumul dalam doa kepada ALLAH  selalu menghasilkan solusi masalah sampai keakarnya.

Pengakuan Iman
Demi Kristus, Tuhanku, dan demi kasih Roh, aku mau bergumul bersama-sama saudara-saudara seiman dalam doa kepada Allah untuk bapak rohani dalam pekerjaann Tuhan dan dalam kehidupanku. (Roma 15:30)

MEMENANGKAN PERGUMULAN (2)



Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya:  yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa." (Hosea 12:5b-7)

Pertolongan Di luar Allah = Kesia-siaan!

Belajar dari bapak Yakub yang di kandungan ibunya sudah berdosa dan setelah dewasa ia terus berdosa. Kejadian-kejadian riwayat Yakub, (Hos 12:4;13-14), oleh Nabi Hosea diartikan sebagai bukti kejahatan. Pada Kejadian 32:24 tidak berkata apa-apa tentang Yakub yang menangis dan memohon (Hos 12:5). Nabi Hosea kiranya mengartikannya sebagai tipu daya belaka, bergumul dengan Allah Oleh nabi Hosea ini diartikan sebagai kesombongan belaka.
Belajar dari bapak Yakub artinya juga belajar tentang bangsa Israel yang juga melakukan dosa berkelanjutan (Hos 11; 12:2,12). Mereka mengabaikan ALLAH dengan kebohongan atau penipuan, mereka melarikan diri dari Allah dan mengharapkan pertolongan dari kekuatan lain, seperti Asyur dan Mesir (Hos 12:1), yang kemudian justru akan menelan mereka. Sikap dan tindakan Israel telah membatalkan perjanjiannya dengan Allah secara sepihak, tetapi juga telah mengabaikan syarat-syarat perjanjian dengan Tuhan yang telah disepakati yaitu: pertama, Israel dengan cara tidak bertanggung jawab telah melepaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai umat Allah. Kedua, demi kepentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan Allah, Israel rela melaksanakan syarat-syarat perjanjian dengan Asyur dan Mesir. Hal ini menimbulkan masalah krisis multidemensi bagi bangsa Israel sampai sekarang.
Orang Kristen sekarang harus bisa belajar dari pengalaman Israel dengan Allahnya. Tanpa di sadari kita saat ini telah mengalami krisis multidimensi, yang mungkin sudah diusahakan perbaikan di semua bidang seperti ekonomi, psikologi, sosial, budaya dll, tetapi terasa tidak cukup untuk menyelamatkan bahkan mengubahkan keadaan yang lebih baik. Kata kunci yang mestinya dapat menyelamatkan kita dari krisis multidimensi ialah kembali pada pengajaran Tuhan (Mat 28:19-20, Yoh 14:26). Karena ketika orang atau suatu bangsa mengabaikan pengajaran Tuhan, maka mereka pasti menuai kebinasaan. (Mat 7:24-27)
Orang Kristen harus harus belajar dari kebaikan, keadilan dan kebenaran Allah yang tentu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang baik. Artinya; kita harus memiliki nilai-nilai luhur seperti kejujuran, ketulusan, kesediaan untuk berkorban, menghargai nilai-nilai luhur kemanusiaan, tidak mementingkan diri sendiri (1Yoh 2:6). Di masa-masa penantian ini, nilai-nilai luhur seperti itulah yang seharusnya menjadi komitmen kita menyambut kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali.
Mengingat akhir jaman sudah dekat, inilah saatnya orang Kristen harus segera berbalik kepada Allah bila dirasa mulai jauh dari kebiasaan ibadah seperti yang seharusnya dilakukan (1Yoh 3:17) sebagai disiplin rohani yaitu membaca Firman Tuhan rutin, berdoa dengan kuat dan sekiranya bisa berpuasa secara tetap, melakukan pujian dan penyembahan kepada ALLAH sebagai gaya hidup harian dan menghormati hari “Sabbat” dengan menghususkan diri dalam kehadiran ibadah bersama. Orang Kristen juga harus memelihara loyalitas kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga tidak diombang-ambingkan oleh angin pengajaran lain (Ef 4:13-15). Melaksanakan hukum yang berlaku dengan sukacita dan setia, dan akhirnya senantiasa membangun iman untuk nantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 5 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Yang terbaik menjelang kehadiran Tuhan Yesus ke dua kali adalah bila kita sadar untu berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa. Tuhan Yesus memberkati kita.  

Winner Voice
Belajar dari masa lalu adalah meninggalkan dosa dan berbalik kepada ALLAH dengan komitmen untuk tidak berbuat dosa lagi.

Pengakuan Iman
Aku akan melakukan semua yang di Firmankan TUHAN ALLAH semesta alam yaitu supaya aku berbalik kepada Allah, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikan Allahku senantiasa."amin.  (Hosea 12:5b-7)

Friday, March 3, 2017

MEMENANGKAN PERGUMULAN (1)



"Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
(Kejadian 32:28)
Bergumul Melawan Allah

“Bergumul melawan Allah” (Ibr: Sarah; Hos 12:4) kata ini memaknai atas peristiwa penggantian nama Yakub dengan nama Israel diceriterakan pertama dalam (Kej Kej 32:28; 35:10). Sangat mungkin bahwa penggantian nama itu mengungkapkan kemenangan dalam pergumulan dengan rahmat Tuhan. Ini merupakan suatu jaminan, bahwa Jakub yang menjadi Israel berkat kekuatan Tuhan tidak lagi takut kepada manusia siapapun. (Kej 32:1-(7) 21). Sedangkan nama Israel (Ibr: Yisra’el dari "sarah") diartikan: "Allah adalah kuat," atau: "Semoga Allah memperlihatkan kekuatanNya".
Banyak orang salah dalam pergumulan hidup. Mereka sering kali bergumul menghadapi  masalah atau persoalan hidup yang tidak pernah ada tepinya,  sehingga bukan keadaan lebih baik malah lebih buruk dari sebelumnya. Orang kebanyakan bergumul dengan kekuatan dan akalnya sendiri dengan prisip yang “penting beres”, hal ini sebenarnya meninggalkan masalah baru dan meningkat kualitas masalahnya. (Yes 2:22; Yer 17:5; 2Kor 1:9)
Tetapi kalau kita mau bergumul seperti yang dialami oleh bapak Yakub maka akan ada terobosan hidup dan mengubah arah kehidupan yang lebih baik bahkan untuk keturuanan selanjutnya.  Bapak Yakub tidak bergumul dengan persoalan yang ditakutinya yaitu harus berhadapan dengan kakaknya Esau. Dalam ketakutannya, bapak Yakub sudah merancang strategi untuk menghadapi Esau kakaknya yang dalam pikirnya  penuh dendam berkaitan dengan hak sulung yang diambilnya dengan menipu Bp. Ishak. Tetapi justru ketika bapak Yakub bergumul dengan “Malaikat Tuhan”  dan memenangkan pergumulan itu, beliau mendapatkan berkat dan diberikan nama yang  baru menjadi Israel yang membuatnya tidak perlu lagi takut kepada siapapun.
Israel, nama ini (kata Ibrani) yang berarti “ia bergumul dengan Allah”, menggantikan nama Yakub yang artinya seorang penipu ulung.  Kunci perubahan adalah pergumulan bapak Yakub dengan Allah sepanjang malam yang menghasilkan berkat Allah dalam hidupnya. Sejak saat itulah bapak Yakub tahu bahwa hidup dan kesejahteraannya tidak tergantung pada akalnya tetapi pada pertolongan, bimbingan, dan berkat Allah. Kemudian hari Allah mengingatkan keturunan Israel akan kebenaran ini, "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, Firman TUHAN semesta alam" (Zak 4:6).
Kemenangan dan berkat dalam kehidupan seluruh umat Allah diperoleh dengan cara yang sama. Sekalipun kita mungkin tidak bergumul secara jasmaniah dengan Allah, kita dapat mencari Dia dengan sungguh-sungguh dan dengan gigih di dalam doa (Luk 11:5-10), mengakui dosa-dosa kita dan memohon pengampunan-Nya (Luk 11:4), lapar dan dahaga akan kekuasaan Allah dan kehadiran-Nya (Luk 11:2), merindukan realitas dan kuasa Roh Kudus (Kis 1:8; 2:4), dan mengejar hidup beriman yang sejati dan kebenaran (Mat 6:30-33).
Para pengikut Kristus kadang-kadang disebut "Israel milik Allah" (Gal 6:16) ; artinya, yang bergumul dengan ALLAH. ALLAH tidak ingin orang Kristen bersikap pasif, tetapi ALLAH ingin agar kita sungguh-sungguh mencari-Nya sehingga memperoleh berkat, kasih karunia dan anugerah besar dari-Nya (Mat 5:6; Mat 6:33; 7:7-8; 11:12; Luk 11:5-10).
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 5 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Kalau kita memerlukan ALLAH dalam menghadapi persoalan hidup, carilah ALLAH dengan sungguh-sungguh dalam doa dan ibadah seperti orang yang bergumul mempertahankan jiwa ini. Tuhan Yesus memberkati orang yang mencari BELIAU.

Winner Voice
Kuatkan niat untuk bergumul dengan Tuhan dalam doa yang kuat yang menghasilkan berkat.

Pengakuan Iman
Dalam pergumulanku dengan ALLAH dalam doa, aku diberikan kekuatan baru untuk menghadapi masalah. Aku menjadi seorang pemenang berdasarkan berkat kasih karunia Tuhan. Amin
(Kejadian 32:27-31)

Saturday, February 25, 2017

MENGALAHKAN YANG JAHAT (4)



Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat
(Matius 12:35)

Orang Jahat Mengeluarkan Hal-Hal Jahat

Semua orang tua selalu mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik, oleh karena itu mereka memberikan pendidikan, pembinaan dan fasilitas yang dapat menunjang tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang baik. Tidak ada juga orang yang bercita-cita untuk menjadi orang jahat, sehingga kalau kemudian hari orang menjadi baik atau justru menjadi jahat, itu semua adalah hasil dari proses kehidupan. 
Alkitab mengajarkan, “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat 12:35). Perbendaharaan apakah yang kita miliki ? semua itu hasil dari proses kehidupan, dimana setiap saat kita mendapatkan informasi, didikan dan lain-lain yang tersimpan dalam hati. Dari hati akan menjadi modal untuk dipikirkan ketika merespon keadaan dunia (Mat 9:4). Bila respon yang muncul adalah “jahat” maka orang menjadi jahat demikian pula sebaliknya bila kita respon kita baik / positif maka kita menjadi orang yang baik.  Orang Kristen harus tetap waspada terhadap orang jahat, karena mereka memang sedang menjadi alat iblis untuk menjatuhkan orang percaya dalam dosa. 
Tuhan Yesus banyak berbenturan dengan orang Farisi dan Saduki. Dalam penampilan orang Farisi dan Saduki akan tampak sebagai orang yang baik dan taat pada peraturan Taurat. Tetapi bila di lihat lebih jauh maka kita akan memahami bagaimana kebaikkan Tuhan Yesus dan betapa jahatnya para ahli Taurat itu. (Mat 12:34).  Sangat jahat hati orang Farisi dan Saduki sehingga yang muncul adalah rasa dengki dan kemunafikan, mereka berkeinginan untuk menjebak Yesus supaya dapat dikenakan tuduhan – tuduhan yang sekiranya dapat membawa Yesus pada penghukuman. Seperti di saat Tuhan Yesus ditanyakan tentang haruskah membayar pajak kepada Kaisar. Pertanyaan ini punya nilai politis dan keinginan untuk memecah belah bangsa, tetapi Tuhan Yesus menjawab dengan sangat tepat dengan mengatakan tentang kewajiban yang harus ditunaikan baik terhadap pemerintahan dan kepada Allah juga ada kewajiban yang harus dikerjakan juga dengan taat. (Mat 22: 15-22; Luk 20:20-26; Mrk  12: 13-17).
Ada tanda orang dengan hati yang jahat, yaitu pertama keinginan menjadi yang terutama / terbesar tanpa usaha dan menimbulkan pertengkaran untuk memperebutkan posisi  (Luk 9:46-49). Ambisi yang semacam ini sangat berbahaya karena bisa saja orang kemudian menghalalkan segala cara. Marilah kita belajar untuk menyambut seorang anak kecil yang tidak memiliki ambisi untuk mengalahkan orang lain dengan “curang”. Kalau kita ingin menjadi pemimpin baiklah kita menyelidiki hati sendiri apakah memang kita mau mengabdi dan bukan sekedar egois untuk mencari keuntungan diri sendiri (Yoh 21: 15-19).
Tanda kedua yang terlihat adalah suka berbohong, rasanya kalau ndak bohong rasanya ada yang kurang. Hati-hati karena mungkin orang lain tidak tahu tapi lama-lama pasti ketahuan. Orang yang suka berbohong adalah orang yang tidak menghormati kehadiran Roh Kudus (Kis 5:3-10). Orang yang suka berbohong akan membangun “persekongkolan jahat” untuk mencapai tujuannya akan menggunakan kekuatan uang (Kis 8:20-21). Hal ini sangat di benci ALLAH karena itu segeralah untuk bertobat (Kis 8:22)
Orang jahat juga terlihat dari perkataan kotor yang keluar dari mulutnya  karena demikian lah isi hatinya (Ef 4:29).  Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Mat 12:36). kata-kata kita sebaiknya penuh kasih, tidak  hambar, sehingga dapat memberi jawaban pada setiap orang. (Kol 4:6) Sebaiknya perkataan Kristus Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 26  Februari 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Proses kehidupan akan membentuk kita menjadi orang yang baik atau sebaliknya menjadi orang yang jahat, tergantung bagaimana kita merespon setiap segi kehidupan ini. Teladalanilah Tuhan Yesus Kristus untuk menjadi pribadi yang baik. 

Winner Voice
Kuatkan komitmen menjadi orang baik seperti yang kita inginkan dan diharapkan orang tua.

Pengakuan Iman
Aku Orang yang baik, maka akan ku keluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaanku yang baik untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus. amin
(Matius 12:35)

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...