Friday, November 25, 2016

HIDUP YANG PENUH PENGHARAPAN



“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1Petrus 1:3-5) 

Allah Sumber Pengharapan 

ALLAH BAPA di Sorga adalah Allah yang hidup yang dari pada-Nyalah sumber segala kehidupan (Mzm 36:10) dan yang terjadi oleh firman-Nya (Kej 1:1-31; Mzm 33:9).  Dalam Firman Allah itu ada hidup yang menjadi terang manusia (Yoh 1:5). Kehidupan ini merupakan pemberian Allah semata (Ul 30:19) dan  bagi yang percaya kepada TUHAN YESUS akan mendapatkan hidup yang kekal (hidup sepenuh-penuhnya). (Yoh 3:16,36; 6:48; Rm 6:13).
Kehidupan umat manusia bergantung kepada ALLAH karena napas atau roh manusia itu berasal dari napas atau roh Allah (Ayub 27:3; 33:4; Kej 6:3; Yes 42:5). Jika Allah menarik kembali roh dan napas-Nya, maka binasalah manusia dan kembali kepada debu (Ayub 34:14; Pengkh 12:7; Mzm 90:3; 104:29). Jadi hidup manusia adalah “peminjaman” menurut kemurahan Allah.
Nasib orang dan bangsa, apakah berupa anugerah dan kehidupan, atau kemalangan dan kematian, bergantung kepada kebenaran atau keberdosaan, ketaatan atau ketidaktaatan kepada Tuhan ALLAH (Ul 30:15; Hak 2:18; Yeh 18). Itulah sebabnya kita harus menjaga hidup ini agar tetap berkenan kepada ALLAH. Dengan hidup berkenan kepada ALLAH kita dapat menaruh pengharapan penuh atas kemurahan ALLAH dan hidup kita akan dipelihara dalam kekuatan Allah, terhadap masa depan dan bahkan terhadap hidup yang kekal.
Alkitab mengajarkan bahwa setiap pengharapan manusia akan masa depan yang baik dan memuaskan selalu tergantung pada kesetiaan manusia itu kepada Allah. Sebaliknya, jika manusia tidak setia, tidak taat dan mendukakan hati ALLAH yang akan terjadi adalah kekacauan dan bencana  (Am 5:18).  
Alkitab juga mengajarkan adanya pengharapan akhir dalam suatu perjanjian baru (Yer 31:31-34) yaitu pengharapan eskhatologis yang di dalamnya mengandung makna tentang zaman akhir (Yun: ta eskhata). Manusia akan dihadapkan pada kematian,  penghakiman, sorga dan neraka.  Pengharapan akhir ini hanya dapat terpenuhi oleh kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (Kis 2:26). Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan mewarisi Kerajaan Allah dengan tubuh yang baru (1Kor 15:35-53). Akhir jaman memang sudah sangat dekat (1Ptr 4:7)  karena itu mulai sekarang dan dimanapun saja orang Kristen dituntut berpartisipasi menghasilkan karya-karya rohani (Yoh 5:25-29; 6:40).
Orang Kristen yang beriman ALLAH mendapatkan jaminan akan keselamatan dan penciptaan ulang atas seluruh alam semesta, yang mana hal ini di kerjakan ALLAH di dalam Tuhan Yesus Kristus. (Rm 8:19-21; 11:22; 1Kor 15:2). Orang Kristen perlu membangun persekutuan yang erat dalam kemuliaan ALLAH di mana pembabtisan merupakan langkah awal untuk belajar hidup yang penuh pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. (Rm 5:1-3).
Tuhan Yesus Memberkati kita.  
                                                  

Pesan Pastoral : 2 Oktober 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Keistiwaan orang Kristen adalah karena Tuhan Yesus merupakan sumber pengharapan sejati, sehingga kita dapat memohon dalam doa atas masa depan dan kehidupan yang kekal.  Marilah jemaat Tuhan kita semakin giat dalam berdoa dalam nama Tuhan Yesus.

Winner Voice
Berharap hanya kepada Tuhan Yesus yang memastikan keselamatan orang yang percaya kepada-NYA


Pengakuan Iman
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan ku Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan ku kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi ku. Yaitu aku, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanku sementara aku menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1Petrus 1:3-5)

BERSUKACITALAH DAN USAHAKAN KESEMPURNAAN (4)



Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yakubus 1:4)

Tekunlah,  Supaya Menjadi  Sempurna

Yang dimaksudkan dengan kata sempurna adalah  sama dengan “supaya kamu menjadi matang". Seperti buah yang siap di petik karena matang dari pohon demikian juga “matang” (Yun; teleios) adalah kata yang mencerminkan pengertian Alkitabiah tentang kedewasaan diri (dewasa penuh; yang melingkupi keseluruhan pribadi manusia termasuk di dalamnya jiwa dan rohaninya). “Matang” yang juga dapat diartikan sebagai hubungan yang benar dengan Allah yang berbuahkan usaha sungguh-sungguh untuk mengasihi BELIAU dengan sepenuh hati didalam pengabdian, ketaatan, dan kemurnian yang sepenuhnya (Ul 6:5; 18:13; Mat 22:37)
Jadi “Sempurna”  adalah kata yang  menandakan kematangan pada manusia (1Kor 2:6). Perintah Tuhan Yesus dalam “Khotbah di Bukit” untuk menjadi sempurna (Mat 5:48) mengalami transformasi menjadi “murah hati” (Luk 6:36) dan menjadi “Kudus” (Im 19:2; 20:7; 26; I Pet 1:16).
Orang Kristen yang “sempurna” adalah orang yang sudah “matang” yaitu orang yang sudah dewasa rohani dan atau orang yang sudah siap untuk menghasilkan karya-karya rohani sehingga dapat dinikmati oleh orang lain. Orang Kristen yang siap kapanpun untuk kehadiran TUHAN YESUS yang akan meminta pertanggungjawabannya atas apapun yang dikatakan dan yang dikerjakannya selama di dunia ini dengan segala hasil yang baik dan pelipatgandaan talenta yang telah Tuhan percayakan kepadanya. (Mat 25:14-30; Luk 19:12-27)
Seperti benih (Firman) yang berada di sekitar duri atau rumput-rumputan dapat secara perlahan-lahan, namun pasti, menghimpit Firman itu dari kehidupan kita. Sedangkan Firman adalah makanan rohani yang menumbuhkan iman dan membuat kehidupan orang percaya dapat matang secara maksimal. Orang Kristen yang hendak menuju kepada “kematangan”  akan mengalami tantangan yang dapat membuatnya tidak mencapai “kesempurnaan”. Hal itu dapat di sebabkan oleh karena kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan lain yang berlebihan atas kenikmatan hidup. (Mat 13:22; Mar 4:19; Luk 8:14). Hal-hal yang demikian akan menghambat orang Kristen untuk mencapat “kesempurnaannya”.
Sebagai orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus harus selalu berhati-hati agar kekuatiran, kelimpahan harta, atau kenikmatan duniawi tidak akan membuatnya terlena oleh pikiran negatif  sampai kehidupan rohani binasa  sama sekali (1Kor 7:32). Marilah masing-masing bertanya pada hati nurani masing-masing: Apa yang sedang terjadi dalam hidup ini? Apakah kita semakin terpikat oleh hal-hal yang bersifat sementara dalam hidup ini? Ataukah, Firman Allah dan hal-hal sorgawi menjadi semakin penting dari waktu-ke waktu ?
Orang Kristen seharusnya tekun dalam pengajaran Firman ALLAH dan menjadi pelaku kebenaran sehingga semakin bertumbuh imannya (Maz 143:10; Mat 7:21; Yoh9:31; 1Yoh 2:17 ). Bila iman orang mengalami pengujian terhadap pencobaan-pencobaan hidup maka ketekunan untuk tetap berpegang kepada kebenaran akan menghasilkan buah yang matang (Yak 3:2-3).  Sudah selayaknya kita tekun berusaha untuk mencapai kesempurnaan di dalam Kristus (Kol 1:28). Allah menyediakan sorga yang sempurna hanya kepada orang yang telah “sempurna / matang” dalam hidupnya dan yang mempersembahkan hidupnya itu. (Rm 12:2).
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Pesan Pastoral : 25 September 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita semakin tekun di dalam TUHAN dan menjadi pelaku kebenaran adalah cara hidup yang membuat kita semakin matang / “sempurna” diharapan - NYA. 


Winner Voice
Kesempurnaan Sorga hanya untuk orang yang telah mencapai kesempurnaan dalam Kristus.


Pengakuan Iman
Biarkanlah ketekunanku memperoleh buah yang matang, supaya aku menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Amin. (Yakubus 1:4)

BERSUKACITALAH DAN USAHAKAN KESEMPURNAAN (3)



Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
(1Tesalonika 4:1)

Usahakanlah Dirimu Supaya Sempurna

Tuhan Yesus menyatakan kepada setiap orang yang percaya kepada agar menjadi sempurna  karena Bapa di Sorga itu sempurna (Mat 5:45).  Artinya bahwa kita seharusnya memiliki standar moral dan cara hidup yang sama seperti yang di miliki oleh Yesus Kristus. Dalam hal ini maka kita perlu hidup dalam keteladanan seperti yang telah Tuhan Yesus Kristus lakukan selama beliau hidup sebagai manusia di dunia yang tidak sempurna ini, dengan demikian maka kita akan menjadi pribadi yang berkenan kepada ALLAH Bapa di Sorga.
Rasul Paulus memberikan nasehat kepada jemaat di Tesalonika agar lebih sungguh-sungguh lagi hidup berkenan kepada ALLAH.  Menjadi orang yang berkenan kepada ALLAH dapat dilakukan bila memiliki cara hidup yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan berdasarkan pada kebenaran Firman Tuhan.  
Persoalan yang timbul adalah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, manusia telah mengalami penurunan kualitas hidupnya seiring dengan dosa yang telah dilakukan. Kerusakan oleh karena dosa ini begitu besar sehingga manusia tidak dapat lagi memperbaikki dirinya sendiri dan membutuhkan pertolongan untuk mengembalikan (memulihkan) dirinya (Mat 5:13). Maka Allah Maha Kasih telah melakukan tindakkan maha besar dengan mengampuni dosa manusia dengan jalan menanggung dosa di atas kayu salib. Inilah  pengorbanan Beliau agar manusia mengalami pembaharuan (lahir baru), inilah perbaikkan total (reparasi) sehingga rohani manusia dapat berfungsi kembali.
Oleh karena manusia tinggal di dunia yang tidak sempurna dan cenderung rusak, maka diperlukan usaha keras untuk membentuk manusia rohani yang kuat. Seperti seorang tentara yang terlatih untuk menghadapi keadaan darurat dan berat demikian juga manusia rohani harus dilatih dengan keras agar siap menghadapi kehidupan keras dunia ini (2Tim 2:3-4; 1Tim 4:8).  Seperti seorang olahragawan yang harus berlatih keras agar meraih juara dengan tetap mengindahkan peraturan-peraturan olah raga, demikian juga manusia rohani kita harus dilatih dengan tetap memahami ketetapan ALLAH seperti yang tertulis dalam ALKITAB, sehingga pada akhirnya kita dapat mencapai garis akhir (finish) dan meraih mahkota kehidupan (2Tim 2:5; Yak 1:2; Why 2:10). Seperti seorang petani yang bekerja keras agar menghasilkan panen yang melimpah, demikian juga orang percaya harus bekerja keras agar membentuk manusia rohani yang rajin dan menghasilkan buah-buah roh dan memuliakan ALLAH (2Tim 2:6; Gal 5:22-23).
Puji syukur kepada ALLAH yang telah mengampuni kita dari dosa, tetapi manusia baru kita ini harus terus-menerus diperbaharui setiap hari untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Allah Sang Pencipta  (Kol 3:10). Kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk menjadi orang yang berkenan kapada ALLAH dengan memperhatikan cara hidup yang sesuai dengan kebenaran Firman ALLAH menjaga standar moral dan cara hidup seperti yang telah di teladankan oleh TUHAN YESUS KRISTUS.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 18 September 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita sungguh-sungguh berusaha untuk memiliki standar moral dan cara hidup seperti Yesus sehingga kita menjadi pribadi yang berkenan kepada ALLAH. 


Winner Voice
Menjadi seperti Yesus membawa kita hidup berkenan kepada ALLAH.


Pengakuan Iman
Aku mau menerima nasehat yang berdasarkan ALKITAB, dan dengan sungguh-sungguh mau menuruti perintah ALLAH agar hidupku berkenan kepada-NYA.
 (1Tesalonika 4:1).

BERSUKACITALAH DAN USAHAKAN KESEMPURNAAN (2)



Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48)

Haruslah Sempurna, Sama Seperti Bapa Sorgawi

Tujuan dari akhir kehidupan di dunia ini adalah menjadi sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna. Ini adalah standar moral dan tingkat hidup orang percaya yang harus kita capai sehingga kita menjadi pribadi yang sebenarnya layak untuk tinggal dalam Sorga. Sayangnya tidak banyak orang percaya serius untuk mempersoalkan atau memperjuangkan hal ini. Jika yang sungguh-sungguh saja sukar untuk mencapai kesempurnaan apalagi yang tidak serius untuk hidup sesuai dengan standar moral ALLAH.
Walaupun Paulus adalah seorang Rasul Allah tetapi beliau tetap berjuang dan terus mengejar apa yang dinamakan kesempurnaan, dimana beliau mau mempertaruhkan seluruh kehidupannya hanya untuk melayani pekerjaan Tuhan. (Fil 3:12) lalu bagaimana dengan kita ? Kalau saja seorang Rasul Paulus berjuang untuk hal yang satu ini dengan sungguh-sungguh, maka kita harus lebih lagi dari itu. karena kalau Paulus saja gentar jangan-jangan pada akhirnya belliau ditolak oleh Tuhan (1Kor 9:27), lalu siapa kita?  
Tetapi puji syukur kepada TUHAN YESUS, karena kita sudah ditangkap oleh  NYA, artinya kita yang percaya kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus pasti menerima janji keselamatan di dalam Dia. Maka wajarlah kalau kita harus merubah dari cara hidup kita yang salah dan konsisten meningkatkan kualitas diri untuk menuju kesempurnaan. (I Pet 1:18-19).
Berjuang untuk bisa hidup dalam kesempurnaan seperti yang Allah kehendaki, hal ini ibarat sebuah perlombaan. Firman Tuhan mengatakan kalau kita ini ada di dalam perlombaan yang di wajibkan. (Ibr 12:1-2) Kesempurnaan yang harus di perjuangkan itu adalah pertama – tama dengan hidup kudus karena ALLAH itu kudus adanya (Im 19:2; 20:7; 26; I Pet 1:16). Setiap orang percaya memang diperintahkan untuk menjadi kudus dalam seluruh hidupnya, sebab menjaga kekudusan hidup itu sama dengan kita mengejar kesempurnaan, supaya hidup kita tidak bercacat tidak bercela dihadapan Allah. Allah sendiri yang memerintahkan supaya kita hidup kudus karena Allah tidak akan bisa menyatu dengan segala sesuatu yang tidak kudus, jadi kalau kita tidak berjuang untuk hidup kudus maka kita tidak akan mungkin bisa tinggal bersama-sama dengan Allah dalam KerajaanNya.
Setiap orang pasti memiliki kesempatan untuk berjuang mendapatkan kesempurnaan hidup dan masuk dalam hidup yang kekal yaitu dengan mengikuti satandar moral Tuhan Yesus seperti yang dilakukan oleh Zakhius si pemungut cukai (Luk 19:1-10). Tetapi sepertinya tidak semua orang mau mengambil kesempatan itu karena banyaknya alasan dan kepentingan. Seperti yang terjadi pada orang muda kaya (Mat 19:16-26; Mrk 10:17-27; Luk 18:18-27) dan orang kaya yang tidak memperhatikan hidup Lazarus miskin (Luk 16:19-31). 
Pemuasan terhadap keinginan daging mungkin bisa terpenuhi lewat harta tetapi itu adalah sebuah perlawanan (hostile) di hadapan Allah (Rm 8:7,8), sehingga tidak mungkin orang berjuang untuk sempurna tetapi tetap mementingkan keinginan dagingnya.  Ada banyak orang yang ternyata jauh lebih mementingkan miliknya yang berharga ketimbang Tuhan dalam hidup mereka. Kita harus rela menyerahkan itu semua jika Tuhan meminta itu, dan itulah yang bisa membawa kita untuk mencapai kesempurnaan. Kita harus kembali ingat bahwa semua berasal dari Tuhan. Dibanding apapun yang kita miliki saat ini, tentu Sang Pemberi harus berada dalam posisi teratas.
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Pesan Pastoral : 11 September 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita bangkitkan kemauan kita untuk melakukan segala sesuatu dengan hasrat mengejar kesempurnaan, sehingga kita dapat mengharapkan hasil yang terbaik. Amin. 


Winner Voice
Alasan mengapa kita harus berusaha untuk sempurna adalah karena ALLAH kita sempurna adanya.

Pengakuan Iman (dengan mengangkat tangan kanan)

Karena itu haruslah aku menjadi sempurna, sama seperti Bapaku yang di sorga adalah sempurna.” Amin (Matius 5:48).

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...