Friday, May 27, 2016

DARI INJIL MENJADI PEMBERITA INJIL (1)



Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,  yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.  Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya (Efesus 3:4-7).
 
Rahasia Kristus

Rasul Paulus menyatakan tentang "rahasia Kristus" yang tersembunyi selama berabad-abad dalam Allah (Ef 3:9) dan kini diperkenalkan melalui wahyu (Ef 3:3) oleh Roh Kudus kepada para rasul dan nabi (Ef 3:5), yaitu nabi-nabi dalam masa Perjanjian Baru, (Ef 2:20) dimana Nabi-nabi pada Perjanjian Lama hanya secara samar-samar dan tak sempurna mengenal rahasia Kristus. (1Pet 1:10-12; Mat 13:17).
Yang dimaksudkan dengan Rahasia Kristus ialah kehendak Allah untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi (Ef 1:9-10). Seluruh dunia ciptaan yang dirusakkan oleh dosa dan dipecah-belah dipulihkan oleh Kristus dan dipersatukan di bawah pemerintahanNya dengan maksud mengantarnya kepada Allah; ialah dunia manusia di mana orang Yahudi dan orang bukan Yahudi dipersatukan dalam keselamatan yang sama; dan tidak hanya dunia manusia, tetapi juga dunia malaikat-malaikat, ( Ef 4:10).
Kehendak ALLAH dalam rahasia Kristus selanjutnya adalah untuk memasukkan orang dari semua bangsa dalam janji mengenai hidup dan keselamatan (Ef 3:6; Rom 16:25-26; 2Tim 1:1). Sejak semula memang ALLAH berencana melakukan penyelamatan dalam tahap paling tinggi, yaitu: keselamatan yang dikerjakan melalui salib Kristus (1Ko 2:8) dimana seluruh manusia mendapatkan panggilan kepada keselamatan itu, (Rm 16:26; 11:25; Kol 1:26-27; Ef 3:6) yang akhirnya akan dimungkinkan terjadi pemulihan dunia seluruhnya dalam Kristus sebagai Kepala yang tunggal (Ef 1:9-10; 1Kor 4:1; 13:2; 14:2; 15:51; Ef 5:32; 2Tes 2:7; 1Ti 3:9,16; 2Ti 1:9-10).
Selanjutnya Rahasia Kristus yang adalah kehendak ALLAH yaitu agar semua orang, (baik orang Yahudi dan bukan Yahudi) Allah hendak menciptakan "dalam Kristus Yesus" (Ef 3:6) sebuah umat yang baru bagi diri-Nya (Ef 1:4-6; 2:16; 4:4,16; Mat 16:18; Kol 1:24-28; 1Pet 2:9-10). Hukum Musa yang membuat orang-orang Yahudi menjadi bangsa istimewa juga memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain. Salib Tuhan Yesus sudah membatalkan hukum Musa itu untuk selama-lamanya (Ef 2:14-16; Kol 2:14). Oleh Salib Tuhan Yesus (Ef 2:13; Rm 5:1-2) maka terbuka jalan untuk masuk kepada Allah Bapa oleh Kuasa Roh Kudus. Artinya bahwa kita yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus memiliki kebebasan dan berhak untuk menghampiri Bapa sorgawi dengan yakin bahwa kita akan diterima, dikasihi dan disambut. Kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam kita memungkinkan kita berdoa dan berseru kepada Allah sesuai dengan maksud dan kehendak-Nya (Yoh 14:16-17; 16:13-14; Rm 8:15-16,26-27). Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 1 Mei 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Injil membarikan kita hikmat untuk memahami maksuk baik Allah Bapa, oleh sebab itu sudah seharusnya kita dengan sukacita membaca, merenungkan dan melakukan apa yang tertulis didalam-Nya.  Tuhan Yesus memberkati kita,  

Winner Voice
Salib Kristus menyelematkan semua orang dan tidak satu golongan saja.

Pengakuan Iman

Aku akan rajin membaca Alkitab agar aku semakin mengerti akan rahasia Kristus dan aku bersedia untuk melayani Allah dengan segenap hati menurut pemberian kasih karunia ALLAH yang dianugerahkan kepadaku. Amin.

ANUGERAH KUASA UNTUK MENJADI SAKSI TUHAN (4)



"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”. (Matius 5:13-14)

Garam dan Terang

Orang-orang percaya dan gereja harus menjadi garam dan terang dunia yang memiliki pengaruh positif  bagi masyarakat yang mulai mengalami penurunan bahkan “bobrok” dalam nilai – nilai moralitasnya.
Sebagaimana garam diperlukan untuk melezatkan dan mencegah makanan dari pembusukan, demikian pula orang percaya dan gereja harus merupakan teladan yang baik di dalam dunia dan harus melawan kebobrokan moral dan kecurangan yang nyata dalam masyarakat.
Orang percaya dan gereja yang kompromis, yang memadamkan kuasa Roh Kudus dan tidak lagi melawan suasana yang kini meliputi dunia akan "dimuntahkan" oleh Allah (Why 3:15-16) Sebagai akibatnya mereka akan "dibuang dan diinjak orang"; yaitu, orang percaya yang suam, bersama keluarga mereka, akan dihancurkan oleh cara hidup dan nilai-nilai masyarakat yang tidak beriman (Ul 28:13,43,48; Hak 2:20-22).
Menjadi garam artinya orang percaya atau gereja hendaknya menjadi pihak yang penuh dengan kasih karunia di dalam hati dengan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain, tetapi tidak menjadi orang yang munafik (Mrk 9:50). Perkataan kita senantiasa penuh kasih, tidak hambar, tahu bagaimana harus memberi jawab kepada setiap orang (Kol 4:6). Demikianlah  pengaruh orang Kristen bagi perilaku suatu masyarakat di sepanjang jaman dan menjadi saksi atas kebaikkan Kristus dalam diri mereka.
Allah adalah “terang” dan pertama yang buat Allah adalah terang agar menyinari dunia yang gelap , demikian pula orang percaya dan gereja harus menjadi terang yang menyinari kegelapan dunia oleh karena dosa (Kej 1:3; 1Yoh 1:5; Maz 119:105).
Orang percaya dan gereja harus ada dalam TUHAN karena dari sana sumber terang itu (Yak 1:17; Why 22:5) selanjutnya harus memisahkan diri dari kegelapan dunia yaitu dosa yang berupa kebobrokan moral (Kej 1:4). Kebenaran rohani dan kekudusan harus menjadi gaya hidup orang percaya dan gereja, sehingga orang percaya dapat bersaksi bagi Kristus melalui kekudusan kehidupan mereka dan pemberitaan Injil bagi bangsa-bangsa (Yoh 1:4,9).
Orang percaya dan gereja harus menyandarkan hidup sesuai dengan Firman TUHAN yang menerangi jalan kehidupan (Mzm 119:105). Orang percaya selalu percaya dan merindukan kehendak ALLAH (Ams 5:18) karena orang yang diluar  kehendak TUHAN akan mengalami kebingungan seperti berjalan dalam gelap. Orang yang hanya menuruti kehendaknya sendiri dan menolak TUHAN YESUS KRISTUS seperti tinggal dalam kegelapan karena Kristus adalah terang dunia yang sejati (Yoh 8:12).  
Demikianlah ALLAH yang adalah terang (1Yoh 1:5) mengutus “anakNya yang tunggal yaitu TUHAN YESUS KRISTUS menjadi terang dunia (Yoh 8:12), selanjutnya kita diutus oleh Kristus menjadi terang dunia (Mat 5:14). Sungguh luar biasa ALLAH kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 24 April 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita introspeksi diri apakah kita telah memberikan pengaruh yang positif bagi lingkungan masyarakat.  GBU.

Winner Voice
Menjadi Garam dan Terang dunia adalah menjadi pribadi yang bermanfaat baik.

Pengakuan Iman

Aku adalah garam dunia. Aku tidak menjadi tawar dan menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga dan masyarakat. Aku adalah terang dunia yang dapat dilihat semua orang dan menjadi teladan dalam kebaikkan dan kebenaran. Amin.

ANUGERAH KUASA UNTUK MENJADI SAKSI TUHAN (3)



Petrus menjawab, “Kalian semua harus berhenti berbuat dosa; kalian harus dibaptis dalam nama Yesus Kristus supaya Allah mengampuni dosa-dosa kalian. Maka kalian akan menerima Roh Allah sebagai pemberian Allah. Apa yang telah Allah janjikan itu adalah untuk kalian dan anak-anakmu, juga untuk bangsa-bangsa lain di negeri-negeri yang jauh. Allah membuat janji itu bagi setiap orang yang dipanggil-Nya untuk datang kepada-Nya.”
(Kisah Para Rasul 2:38-39)

Kuasa Dalam Kepenuhan ROH KUDUS

Rasul Petrus ketika menerima kepenuhan ROH KUDUS yang mendatangkan ilham, hikmat, dan keberanian hari hidupnya berubah menjadi gemar untuk memberitakan kebenaran Allah, bahkan di saat harus berhadapan dengan Makamah Agama maka Rasul Petrus beserta Rasul Yohanes sangat siap menghadapi kemarahan para ahli Taurat (Kis 4:1-4; 8). Kepenuhan ROH KUDUS yang sama juga menjadi bagian orang percaya pada masa sekarang untuk memberitakan kebenaran ALLAH kepada banyak orang. Janji kepenuhan ROH KUDUS ini bukan saja bagi mereka yang ada pada hari Pentakosta (Kis 2:4), tetapi juga bagi semua orang yang akan percaya kepada Kristus sepanjang zaman ini.
Kepenuhan ROH KUDUS merupakan penggenapan janji TUHAN YESUS KRISTUS (Luk 12:11-12; Kis 7:55; Kis 13:9). Perlu di pahami bahwa kepenuhan Roh KUDUS bukanlah pengalaman yang terjadi sekali saja, tetapi pengalaman yang harus dialami berkali-kali. Kepunahan Roh KUDUS yang penuh kuasa akan menyertai orang percaya, karena peristiwa itu tidak berhenti pada hari Pentakosta (Kis 2:38; 8:15; 9:17; 10:44-46; 19:6) tidak juga pada akhir zaman rasuli, tetapi terus terjadi sepanjang jaman.
Orang yang dipenuhi  ROH KUDUS akan memiliki kuasa untuk mempertobatkan seseorang dan menerima pengampunan dosa sampai bersedia untuk dibabtis dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS yaitu dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS. (Kis 1:5; 2:2; 13:16;  8:16; 10:48; 19:5; 22:16; 1Ko 1:13,15; 6:11; 10:2; Gal 3:27; Rom 6:3, Yak 2:7)
Pertobatan, pengampunan dosa, dan baptisan merupakan syarat-syarat mula-mula untuk menerima karunia Roh Kudus. Akan tetapi, tuntutan Petrus bahwa para pendengarnya harus dibaptiskan dahulu di dalam air sebelum menerima janji Roh Kudus (Kis 1:4,8) jangan dipandang sebagai syarat mutlak untuk kepenuhan Roh, demikian pula baptisan dalam Roh bukan akibat langsung dari baptisan dalam air, contohnya apa yang terjadi pada keluarga Kornelius. (Kis 9:17-18; 10:44-48).
Setiap orang percaya setelah bertobat dan dengan iman menerima Yesus Kristus, harus "menerima" secara pribadi baptisan Roh Kudus (Gal 3:14). Karunia Roh Kudus harus didambakan, dicari, dan diterima untuk diri sendiri (Kis 1:4,14; 4:31; 8:14-17; 19:2-6. Oleh karena itu, baptisan dalam ROH KUDUS jangan dianggap sebagai karunia yang diberikan secara otomatis kepada seseorang yang percaya kepada Kristus.
Setiap orang Kristen berhak untuk mencari, mengharapkan, dan mengalami Kepenuhan ROH KUDUS yang sama seperti yang diberikan kepada orang Kristen mula-mula  (Kis 1:4,8; Yoel 2:28; Mat 3:11; Luk 24:49).  
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 17 April 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita menginginkan Kepenuhan ROH KUDUS yang memberikan kita kuasa yang dapat mempertobatkan dan membawa seseorang menerima pengampunan dosa.  GBU.

Winner Voice
Gereja yang penuh kuasa adalah gereja yang menghargai kehadiran ROH KUDUS.


Pengakuan Iman

Aku percaya bahwa ;

Aku harus bertobat dan berhenti berbuat dosa supaya menerima kepenuhan Roh Kudus sebagai pemberian Allah  untuk diriku dan anak-anakku, juga untuk bangsa-bangsa lain di negeri-negeri yang jauh. Amin.

ANUGERAH KUASA UNTUK MENJADI SAKSI TUHAN (2)



Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:5).

Anugerah Kuasa Dengan Hasrat Melayani Yang Semula.

Tujuh Jemaat yang terdapat pada kita Wahyu 2 dan 3 berbicara tentang situasi jemaat pada masa sekarang. Berbagai macam tipe jemaat dengan keadaan yang mengiringinya, oleh Firman TUHAN diberikan peringatan-peringatan jelas supaya jemaat akhir jaman dapat berjaga-jaga.
Jemaat Efesus mendapat perhatian pertama oleh Kitab Wahyu yang artinya juga harus menjadi perhatian kita. Sekarang mereka telah kehilangan posisi menjadi pusat agama Kristen seperti yang terjadi dan diketahui sekarang.
Cukup mengherankan karena sebenaran jemaat Efesus adalah jemaat yang berjerih lelah melakukan pekerjaan rohani dengan baik dan tekun, tegas terhadap orang-orang jahat, dewasaa rohani karena dapat melihat kepalsuan pemberita Firman dan dapat menguji mereka yang berdusta. Jemaat Efesus juga tetap sabar dan bersedia menderita oleh karena nama TUHAN YESUS serta tidak mengenal lelah melakukan pelayanan kasih.
Tetapi Firman TUHAN jelas mencatat bahwa jemaat Efesus telah “MENINGGALKAN KASIH YANG SEMULA”. Karena ALLAH sebenarnya menuntut lebih dari sekedar yang dapat dinilai manusia yaitu apa yang sudah di hasilkan. ALLAH lebih melihat hati dibandingkan prestasi. (1 Sam16:7; 2Kor 5:11). Allah melihat ternyata ada yang hilang dari dari jemaat Efesus yaitu “hasrat” dalam melayani Dia.
“Meninggalkan kasih yang semula” menunjuk kepada kasih dan pengabdian mula-mula orang Efesus yang begitu dalam kepada Kristus dan Firman-Nya (Yoh 14:15,21; 15:10), dan itu tidak di temui lagi. Peringatan ini mengajarkan kita bahwa hal mengetahui doktrin yang benar, menaati beberapa perintah, dan tekun beribadah di dalam gereja saja belum cukup. Terutama sekali, jemaat harus memiliki kasih yang sepenuh hati kepada Yesus Kristus dan segenap Firman-Nya (2Kor 11:3; Ul 10:12).
TUHAN YESUS Kristus akan menolak setiap Gereja atau jemaat, dan mengeluarkannya dari dalam kerajaan-Nya, kalau mereka tidak bertobat dari kasih dan ketaatannya yang merosot kepada Tuhan Yesus Kristus. Allah akan mengangkat terang itu (Kaki Dian = Gereja) sehingga mengalami kegelapan dan muncul kejenuhan dalam ibadah. Ibadah tidak ubahnya sebuah kegiatan saja tanpa makna rohani untuk merasakan kehadirat ALLAH yang sangat penting.
Bagi gereja jaman sekarang hal ini merupakan peringatan yang keras karena banyaknya gereja yang hanya sebuah kegiatan tanpa hati yang sungguh-sungguh mengasihi ALLAH, tidak ada ubahnya sebagai sebuah tontonan atau konser music dengan stand up seorang pendeta dan bukan kotbah tentang kebenaran Firman Tuhan.
Introspeksi diri harus dikerjakan gereja masa sekarang, karena sebagai duta ALLAH yang diberikan kuasa untuk menyampaikan Amanat Agung (Mat 28:18-20), kita harus tetap mengerjakan karya keselamatan dengan hasrat hati yang sama seperti saat pertama kita di menangkan TUHAN.  Kata kuncinya adalah kita harus bertobat dan melakukan kembali apa yang semula kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 20 Maret 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Kita harus bertobat dan melakukan kembali apa yang semula kita lakukan dalam pelayanan, yaitu dengan hasrat yang besar untuk tetap mengasihi ALLAH.  GBU.

Winner Voice
Gereja bukanlah sebuah tontonan atau konser music dengan stand up seorang pendeta.

Thursday, April 7, 2016

ANUGERAH KUASA UNTUK MENJADI SAKSI TUHAN (1)



“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
 (Kisah  Para  Rasul 1:8)

Kuasa ROH KUDUS 
Inilah ayat inti dari kitab Kisah Para Rasul. Allah berkenan memberikan kuasa dari ROH KUDUS ke dalam kehidupan orang percaya dengan tujuan supaya orang percaya bersaksi bagi TUHAN YESUS KRISTUS. Kuasa untuk memenangkan  orang yang terhilang dan mengajarkan kebenaran dan untuk menaati perintah ALLAH. Kuasa akan didapatkan bila ROH KUDUS turun atas orang percaya supaya TUHAN YESUS dikenal, dikasihi, dipuji dan dipercayai dengan segenap hati (Mat 28:18-20; Luk 24:49; Yoh 5:23; 15:26-27).
"Kuasa" (Yun; dunamis) bukanlah sekadar kekuatan atau kemampuan semata tetapi kuasa yang bekerja dan kuasa yang bertindak, ini kuasa Roh Kudus yang dapat untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit, dua tanda penting yang menyertai pemberitaan Kerajaan Allah (Luk 4:14,18,36; 5:17; Luk 6:19; Luk 9:1-2; Kis 6:8; 8:4-8,12-13; 10:38; 14:3; 19:8-12).
Orang percaya harus mengalami Baptisan dalam Roh Kudus.  Baptisan Roh Kudus akan meningkatkan keefektifan kesaksian orang percaya karena hubungan yang diperdalam dan diperkuat dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Yoh 14:26; 15:26,27).  Roh Kudus akan menyingkapkan dan memperdalam kehadiran pribadi Yesus Kristus yang membuat kita semakin  mengasihi, menghormati, dan menyenangkan Juruselamat kita (Yoh 14:16-18).
Baptisan dalam Roh Kudus merupakan titik tolak di mana orang diberikan kuasa untuk bersaksi tentang Kristus dan menginsafkan orang yang terhilang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. Roh Kudus memberi kesaksian tentang "kebenaran" (Yoh 16:8,10) bahkan "seluruh kebenaran" (Yoh 16:13) yang "akan memuliakan Kristus" (Yoh 16:14), bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Demikianlah, kita yang sudah menerima kesaksian Roh mengenai karya penebusan Kristus otomatis akan menyatakan sifat Kristus yaitu: kasih, kebenaran, dan keadilan dalam kehidupan kita (1Kor 13:1-13).
Baptisan dalam Roh Kudus hanya dapat diberikan kepada mereka yang hatinya sudah berbalik kepada Allah dalam pertobatan dari cara hidup yang fasik (Kis 2:38; 3:26). Baptisan ROH  KUDUS harus dipelihara dengan komitmen yang sungguh-sungguh kepada Kristus (Kis 5:32).
Baptisan dalam Roh Kudus merupakan suatu baptisan ke dalam Roh yang kudus adanya (Rm 1:4). Roh Kudus sungguh-sungguh berkarya di dalam kita dalam segala kepenuhannya, kita akan hidup lebih selaras dengan kekudusan Kristus. Berdasarkan kebenaran Firman, setiap orang yang dibaptiskan dalam Roh Kudus akan memiliki kerinduan yang sangat untuk menyenangkan TUHAN YESUS Kristus dengan segala cara. Mereka yang mengakui dipenuhi Roh Kudus, namun hidup bertentangan dengan kebenaran dan kekudusan, adalah pembohong. Mereka yang mempertunjukkan karunia-karunia rohani, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda ajaib, namun tak punya iman, kasih, dan kebenaran sejati bukan melakukannya melalui Roh Kudus, melainkan dengan roh jahat (Mat 7:21-23; Mat 24:24; 2Kor 11:13-15). 
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Pesan Pastoral : 20 Maret 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Bila kita sudah di babtis air saatnya kita merindukan babtisan ROH KUDUS yang di kerjakan oleh TUHAN YESUS SENDIRI.  GBU.

Winner Voice
Babtisan ROH KUDUS adalah kebebasan ALLAH memberikan kuasa-NYA dalam hidup orang percaya

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...