Sunday, November 1, 2015

PEMBERITA FIRMAN (1)



Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (1Petrus 2:9)

Misi Pemberita Firman

Orang Kristen adalah orang yang percaya sungguh kepada ALLAH yang di kenal dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS dan dengan sadar mengikuti teladan hidup-NYA. Dengan pengakuan dan gaya hidup Kristen maka kita menjadi bangsa yang terpilih dan dipisahkan dari dunia supaya menjadi milik Allah sepenuhnya (Kis 20:28; Tit 2:14). Tuhan Yesus memberikan perlindungan dan perlakuan khusus kepada orang Kristen sebagai umat pilihanNya, bahkan TUHAN YESUS KRISTUS telah mencurahkan darah-Nya di kayu salib (1Pet 1:18-19), supaya;
1.      Kita ditebus dari kejahatan dan keinginan untuk menentang hukum ALLAH untuk memiliki standar kekudusan Allah. (1Yoh 3:4).
2.      Menjadi milik pribadi ALLAH yang kudus terpisah dari dosa dan keduniawian.
3.      Hidup berkemenangan atas kuasa dosa dan kejahatan (Rm 5:9-11).
Orang Kristen memiliki tugas untuk memberitakan Firman yaitu Injil Keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran ALLAH saja (Kel 19:6; Yes 42:1). Sebagai juru selamat TUHAN YESUS telah melaksanakan tugas penebusan-NYA (Yes 61:1). Dengan urapan ROH KUDUS maka orang Kristen harus melanjutkan  apa yang telah dimulai  oleh TUHAN YESUS (Kis 1:8; 2:4). Hanya dengan ROH KUDUS orang Kristen dapat melayani dengan hikmat, penyataan dan kuasa yang diperlukan saat memberitakan Firman. Ada misi ilahi sebagai pemberita Firman, yaitu :
1.      Kita harus membawa orang-orang kepada TUHAN YESUS dengan memberitakan Firman. Dengan kuasa ROH KUDUS, kita akan membawa orang-orang kepada norma-norma keadilan, kekudusan dan prinsip-prinsip kebenaran ilahi. (Kis1:8)
2.      Menerima kuasa dengan tujuan untuk bersaksi bagi Kristus sehingga orang yang hilang dapat dimenangkan dan diajarkan untuk menaati semua yang perintahkan ALLAH (Mat 28:18-20)
3.      Membuat Kristus dikenal, dikasihi dan dijadikan TUHAN atas umat pilihan ALLAH (Luk 24:49; Yoh 5:23; 15:26-27).
Kuasa ROH KUDUS (Yun: dunamis) yang dipercayakan kepada kita bukanlah sekedar kekuatan atau kemampuan saja; ini adalah kuasa yang bekerja atau bertindak. (Kis 1:8) Dengan ROH KUDUS orang percaya dapat mengusir roh-roh jahat dan urapan untuk menyembuhkan orang sakit sebagai tanda yang menyertai saat memberitakan Firman. (Luk 4:14, 18, 36; 5:17; 6:19; 9:1-2; Kis 6:8; 8:4-8, 12-13; 10:38; 14:3; 19:8-12).
Luar biasa ALLAH memberikan perlakukan terhadap orang percaya, bukan saja bagi kita tersedia keselamatan tetapi juga memperlengkapi kita dengan kuasa yang luar biasa agar kita dapat mengerjakan karya keselamatan yaitu menjadi pemberita Firman kepada semua orang.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 1 November 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Kita selayaknya memberitakan Firman sehingga banyak orang yang dapat diselamatkan dan mendapatkan kasih karunia yang luar biasa seperti yang telah kita miliki saat ini. Inilah misi hidup pemberita Firman.  GBU.


Pengakuan Iman
Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan satu dengan yang lain.Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.  Amin.

Winner Voice
Bukti kita percaya TUHAN adalah dengan meneruskan misi keselamatan-Nya.

PENDOA SYAFAAT (4)



Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,  untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan (1Timotius 2:1).

Berdoa Untuk Semua Orang

Jangan menganggap remeh tentang hal DOA. Baik itu Doa Fajar, Doa Puasa, Doa Malam, dan ibadah doa yang lainnya. Sebab dalam berdoa ada kekuatan dan kuasa yang luar biasa dari Tuhan. Kita dapat mempunyai bermacam-macam permohonan doa yang biasanya digumuli sendiri, dan untuk sesuatu yang berat ada baiknya kita minta dukungan doa dari saudara-saudara seiman.
Prinsip utama dalam berdoa adalah dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:23-24) terus menerus tanpa berhenti (1 Tes 5:17). Selanjutnya menaikkan permohonan dengan benar, sesuai dengan Firman Tuhan (Yak 4:3; Ams 11:23; 1Yoh 5:14). Berdoa dengan tekun (Luk 18:1) dan penuh iman (Mar 11:24). Terkadang kita harus menunggu jawaban doa sampai tepat waktunya TUHAN (Pkh 3:11), tidak boleh ragu karena TUHAN pasti akan menjawab doa orang benar (1Yoh 3:22; 5:15; Yak 5:16).
Dalam hal doa syafaat yaitu berdoa untuk kepentingan orang lain, khususnya supaya mereka bisa percaya dan bertobat (Abraham untuk Lot, Musa untuk Israel). Tuhan Yesus sendiri adalah Juru syafaat semua orang yang percaya kepada-NYA (1Yoh 2:1). Segera seorang beriman berdosa, Tuhan Yesus langsung menaikkan doa syafaat bagi kita. Tuhan Yesus sebagai Allah sanggup berdoa syafaat sekaligus untuk semua orang beriman di seluruh dunia.
Seperti TUHAN YESUS demikian juga dengan kita harus bersedia untuk menjadi pendoa syafaat, yaitu terhadap :
  1. Anggota keluarga, ada janji ALLAH untuk menyelamatkan anggota keluarga orang yang percaya (Kis 16:31). Kita sepatutnya lebih antusias mendoakannya, sebab Tuhan sudah berjanji dan ini pasti digenapi.
  2. Orang-orang yang dalam tanggung jawab kita, dimana kita harus bertanggungjawab atas keselamatan mereka (Yoh 17:12; Ibr 12:6).
  3. Orang-orang di dekat kita yaitu dimana Tuhan menghendaki kita mencintai mereka (Luk 10:27). Kita harus juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan dan menunjukkan perbuatan kasih kita kepadanya supaya orang-orang yang ada di dekat kita mau bertobat.
  4. Untuk semua orang. (Yes 52:10. Kis 1:8). Ini adalah kehendak Tuhan dan sudah dinubuatkan dalam Firman Tuhan bahwa dari segala bangsa ada orang yang selamat (Why 21:26).
Bagi pendoa syafaat, rasul  Paulus memberi nasehat untuk berdoa kepada para penguasa agar mereka dimampukan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi rakyat, situasi yang kondusif dan penyebarluasan berita keselamatan dapat dilakukan (1Tim 2-4,7). Berdoa bagi pemerintahan merupakan hal yang penting selayaknya mendapatkan perhatian khusus atau prioritas. Mendoakan penguasa juga merupakan wujud pernyataan iman jemaat, bahwa mereka hanya menyembah satu Allah, yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus (ayat 5-6), bukan kepada pemerintahan. Nasihat Paulus mengingatkan jemaat bahwa penguasa kejam yang tampak sangat berkuasa itu tetaplah makhluk ciptaan yang lemah dan perlu didoakan. Demikian pula kita harus cinta Indonesia, berdoa untuk pemerintahan Indonesia dan beriman untuk kebaikkan Indonesia. Amin

Tuhan Yesus memberkati.
Pesan Pastoral : 25 Oktober 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita lebih tekun lagi dalam berdoa agar kita hidup ini lebih baik dan memberikan ketenangan hati, bagi kita pribadi maupun bagi orang-orang yang Tuhan percayakan dalam tanggungjawab kita.  GBU.


Pengakuan Iman
Yesus Kristus adalah Anak Allah yang tunggal dilahirkan oleh perawan Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus, bahwa Yesus telah disalibkan, mati, dan dibangkitkan pada hari yang ke tiga dari antara orang mati, bahwa Ia telah naik ke  surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan, Juruselamat, dan pengantara kita. Amin.

Winner Voice
Jangan menghujat pemerintah karena itu hanya memberikan kutuk yang berakibat buruk, berikanlah doa syafaat agar hal positif terjadi melalui kebaikkan Tuhan bagi kita melalui pemerintahan.

Friday, October 16, 2015

PENDOA SYAFAAT (3)



Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. (Efesus 3:14-15)

Belajar Doa Seorang Paulus

Paulus dahulu bernama Saulus disebut sebagai Rasul Yesus Kristus yang artinya beliau telah menjadi pribadi yang memiliki tingkat rohani yang tinggi (Kis 7:58). Beliau bertobat dan dipanggil menjadi rasul, khususnya di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis 9:1-43; Gal 1:13-16). Dalam doanya Paulus merindukan jemaat-jemaat pengembalaannya dapat dikuatkan dan diteguhkan oleh ROH KUDUS yang didasarkan kepada kekayaan dan kemuliaan ALLAH sehingga iman jemaat terdapat Kristus yang berdiam dalam hati yang membuatnya berakar dan berdasar di dalam kasih.  (Ef 3:16-17)
Selanjutnya Rasul Paulus merindukan semua orang-orang yang telah dikuduskan dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Kerinduan rasul Paulus yang ketiga dalam doanya adalah supaya jemaat pengenbalaannya dapat dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. (Ef 3:18-20)
Rasul Paulus merindukan semua terjadi pada jemaat pengembalaannya sampai berdoa syafaat kepada ALLAH dalam sujud karena kepercayaan yang kuat akan kebenaran atas orang-orang pilihan ALLAH (kata turunan = keluarga; bangsa; turunan / Yun: πατρια patria)  dari dahulu hingga nanti akan menerima nama yang khusus dari ALLAH sebagai tanda bahwa ALLAH mengenal umat-Nya. Allah memiliki nama bagi umat-Nya berdasarkan maksud kebaikkan-NYA seperti contoh: Abram menjadi Abraham, Yakub menjadi Israel, Simon menjadi Petrus, dan Saulus menjadi Paulus.
Doa Paulus ini memiliki dasar karena telah sesuai dengan nubuatan yang dibuat oleh nabi Yesaya; seperti yang tertulis “Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri”. (Yes 62:2). Yesaya 62 memberikan pengertian betapa ALLAH sayang kepada umat-Nya dengan memberikan janji yang luar biasa.
Doa Paulus ini juga memiliki masa depan dalam penggenapan bagi manusia modern seperti yang tertulis dalam kita Wahyu “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.“  (Wahyu 2: 17).
Doa Syafaat seperti yang Rasul Paulus lakukan memiliki kekuatan yang luar biasa karena lahir dari kasih terhadap orang – orang yang telah Tuhan percayakan ada di sekitar kita. Marilah kita juga memiliki kerinduan yang sama untuk berdoa syafaat terhadap orang-orang yang telah Tuhan percayakan untuk kita kenal. Bila hari ini kita memiliki kepedulian maka di masa akan datang akan selalu ada orang yang juga peduli terhadap keselamatan orang-orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 18 Oktober 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Besar kasih setia Tuhan terhadap kita seharusnya cukup untuk menggerakkan kita untuk peduli terhadap orang-orang di sekitar kita, marilah kita mulai dengan berdoa syafaat bagi mereka.   GBU.


Pengakuan Iman
Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal, tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.. Amin.

Winner Voice
Banyak orang setuju bahwa doa berkekuatan ajaib tetapi sayang tidak semua orang mau berdoa.

Wednesday, October 14, 2015

PENDOA SYAFAAT (2)



"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah” (Wahyu 3:14)

Manusia Bukan Hanya Jasmaniah Saja.

Laodikia adalah salah satu dari 7 jemaat dalam kitab Wahyu yang menggambarkan bentuk jemaat di akhir jaman (Why 1:11). Laodikia terletak di tepi sungai dan pada persimpangan tiga jalan besar yang menjelajahi Asia kecil. Kota penting yang menjadi pusat perdagangan dan kota administrative, kota perbankan yang sangat kaya; penghasil pakaian dan permadani wol. Laodikia memiliki kampus kedokteran yang maju. Tingkat kriminalitas kota Laodikia sangat kecil, tidak ada kekerasan terbuka seperti penganiayaan yang terjadi, tidak juga ada percabulan terbuka serta tidak ada juga penyembahan berhala di sana. Kota yang sangat nyaman untuk tempat tinggal.
Patut di sayangkan bahwa dari ke 7 jemaat dalam kitab Wahyu ini, hanya jemaat Laodikia yang disebut “jemaat yang sangat menyedihkan” (Why 3:17-18). Jemaat ini menggambarkan kerohanian yang bobrok karena kesombongan dan kekafiran dalam jemaat. Mereka tidak menolak kebenaran tetapi juga tidak mendukung kebenaran. Mereka bermoral tinggi dan beragama tetapi tidak beriman dengan tulus dan tidak juga mau melayani TUHAN. Mereka hanya mengejar kebutuhan jasmani dan merasa terpuaskan oleh tingkat moralitas dan harta benda sehingga tidak mampu menyadari kebutuhan rohani.
Jemaat Laodika sebenarnya telah mendapatkan perhatian yang luas, mulai dari pemimpin local Epafras yang telah bersusah payah atau bekerja keras (Kol 4:13). Rasul Paulus dalam penjara masih berkirim surat kepada jemaat di Laodikia tetapi surat itu hilang, sehingga hal ini menunjukkan ketidakpedulian rohani (Kol 21; Kol 4:15,16) dan demikian juga dengan TUHAN YESUS sendiri (Why 1:11; 14).
Tuhan Yesus mengecam jemaat Laodikia dengan perkataan “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.(Why 3:16). Pernyataan Kristus selanjutnya seharusnya dapat menyadarkan jemaat TUHAN bila berada pada posisi yang sama yaitu :
1.      Kata “melarat” : digunakan oleh Paulus untuk menggambarkan dirinya sendiri  ketika dalam pergumulannya dengan dosa. (celaka – Rm 7:24)
2.      Kata “malang” : digunakan oleh Paulus bagi orang yang tidak percaya kepada doktrin kebangkitan (1Kor 15:19)
3.      Kata “miskin” : kata yang artinya benar-benar miskin sehingga orang harus mengemis.
4.      Kata “buta” : tidak mampu melihat kebenaran rohani dan memahaminya.
5.      Kata “telanjang” : tidak menyadari perlunya memakai pakaian rohani.
Satu-satunya jalan bagi mereka adalah membeli (Yes 55:1) emas yang teruji dari Yesus, yaitu roh yang diperbaharui, kesucian hati yang dapat menghasilakn kemuliaan pada kebangkitan (Why 7:13, 14) dan anugerah yang memungkinkan mereka dapat melihat kenyataan-kenyataan rohani (1Kor 3, 2 dan 2Kor 4).
Keadaan jemaat Laodikia yang menyedihkan tidak membuat kasih TUHAN hilang. Seperti kita yang sekalipun dalam keadaan menyedihkan tetapi TUHAN tetap mengasihi kita, hanya kita perlu bertobat dan menyadari adanya kebutuhan akan rohani.
Tuhan Yesus memberkati kita.

Pesan Pastoral : 4 Oktober 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita memiliki kesadaran penuh akan kebutuhan rohani yang sehat, jangan karena sudah mapan secara ekonomi atau tidak melakukan tindak kriminal artinya tidak perlu Tuhan lagi, justru karena kita baik maka semakin kita butuh TUHAN.   GBU.


Pengakuan Iman
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari Surga untuk membangkitkan semua umatNya yang telah mati dan mengangkat semua umatNya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudusNya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini. Amin.

Winner Voice
Jangan hanya karena sudah merasa cukup secara jasmani kita membuang yang rohani.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...