Saturday, April 19, 2014

BELAJARLAH MEMIKUL SALIB



Galatia 2:19-21
Hidup kita seutuhnya untuk Allah karena kita telah disalibkan bersama Kristus, sehingga hidup ini bukan kita lagi sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Dimana hidup kita adalah hidup karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri- NYA untuk kita.
Karena Kristus Yesus adalah pemilik dan Tuhan, maka jelas kita harus mengantungkan hidup ini seutuhnya dalam perkenan TUHAN saja. Hal ini menuntut kita untuk menyangkal diri dan pikul salib. Tidak boleh kita semena-mena melakukan sesuatu berdasarkan hasrat pribadi dan hanya memenuhi hawa nafsu kedagingan.
Pada zaman sekarang orang sangat susah untuk memiliki faham hidup ini. Menyangkal diri dan memikul salib bukan sesuatu yang enak dan mudah dilakukan. Setiap orang punya bawaan dosa yang harus dimatikan dengan menyangkali dirinya serta pikul salib, hal ini sulit untuk dilakukan sekalipun oleh orang yang sudah lajut usia sekalipun, apa lagi  oleh orang muda – remaja. Bagi kanak-kanak rohaninya jelas ini hampir mustahil untuk di kerjakan. Karena itu perlu kedewasaan dan kecerdasan rohani dalam menyingkapinya.
Zaman sekarang banyak orang Kristen yang tidak dewasa secara rohani akan menghindari penyangkalan diri, mereka merasa memiliki hak untuk mengatur hidupnya sesuai dengan selera dan keinginannya sendiri. Salib bagi mereka adalah ancaman kebahagiaan atau dipandang sebagai pola hidup tidak normal. Tetapi bagi yang cerdas rohani akan mengerti kebenaran yaitu bahwa salib merupakan jalan kehidupan dan yang mengandung kekayaan yang luar biasa. Salib adalah syarat dalam menerima kemuliaan bersama Tuhan Yesus (Rm. 8:17).
Memang patut di sadari bahwa tidak seorangpun seratus persen selama hidupnya akan berhasil menyangkal diri dan memikul salib. Terkadang kita dapat kalah bahkan juga menikmati keinginan daging, dosa, dunia dengan segala keindahannya seperti pendosa lainnya. Tetapi kita harus tetap berkomitmen untuk tetap mengasihi Tuhan dan bersedia ditegor Tuhan dengan pukulan agar kembali bertobat. Kalau Tuhan memberikan pukulan atau dengan berbagai cara mengingatkan kita untuk kembali ke jalan salib, kita harus memperhatikan keadaan kita, sebab kalau kita tidak memperdulikan maka tidak akan ada peringatan lagi.
Menyangkal diri dan memikul salib berarti kesempatan untuk menjaga keselamatan. Inilah cara  Allah mengajar dan mendidik kita bagaimana mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Flp. 2:12).
Jadilah orang Kristen yang dewasa dan cerdas secara rohani sehingga dapat memiliki pikiran dan perasaan Kristus yang mengosongkan dirinya dan taat sampai mati di kayu salib (Flp. 2:5-7). Seraca keseluruhan Tuhan Yesus mengalami penyaliban, baik secara pikiran perasaan bahkan secara fisik. Orang Kristen jaman sekarang tidak banyak yang mengalami penderitaan fisik, tetapi tetap saja kita harus menyangkali diri dalam pikiran dan perasaan yang kuat terhadap segala godaan duniawi yang sangat menarik ini (Ibr. 12:2-4). KeKristenan bukan sebuah status semata, kita tidak boleh “asal” untuk menjadi orang Kristen. Kita harus rela memiliki kehidupan untuk belajar memikul salib.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 20 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. 
Buat hidup kita berarti kekal dengan menyangkal diri dan pikul salib, sampai Tuhan Yesus sendiri yang mengangkat kita dalam kemuliaan-Nya

Winner Voice
Tanpa kematian tidak ada kebangkitan, tanpa menyangkal diri tidak ada penghargaan diri yang pantas.

Wednesday, April 16, 2014

MATI BAGI HUKUM TAURAT


Roma 7:4

Orang percaya Perjanjian Baru, tidak lagi berharap  hukum Taurat dan korban Perjanjian Lama akan mengerjakan keselamatan dan penerimaan Allah (Gal 3:23-25; Rom 4:4-5), karena Tuhan Yesus Kristus telah membebaskan kita dari segala dosa karena kasih-Nya yang sangat besar. Dalam hal ini Allah tidak memberikan tuntutan secara paksa kepada manusia untuk mengikuti DIA, sehingga setiap manusia tetap mempunyai keputusannya sendiri apakah mau mengikuti Tuhan dan menghamba kepada-NYA atau sebaliknya justru kembali diperhamba oleh dosa.
Sebagai manusia yang diciptakan dengan kehendak bebas, dapat berfikir dan memiliki hati nurani yang baik untuk menimbang serta mengambil keputusan atas hidupnya sendiri, sangat tidak pantas kemudian menyalahkan Tuhan dengan alasan “takdir” atas akibat dari perbuatan dosa yang dilakukan. Dan sudah sepantasnya bila orang yang berdosa memang jatuh dalam berbagai persoalan hidup bahkan menerima hukuman kekal karena perbuatannya sendiri. Setiap orang hendaklah bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
Sebaliknya di saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan JuruSelamat, maka ada pengampunan dosa dan diberikan hidup yang kekal, tentu saja sepanjang kita masih memengang Perjanjian Baru yang Allah berikan. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang di kemudian hari tidak jatuh dalam dosa lagi dan harus menerima konsekwensi terhadap dosa yang diperbuatnya sendiri. Tetapi, tentang kasih karunia Tuhan atas pengampunan dosa tetaplah berlaku atas kita, sehingga masih senantiasa tersedia pengampunan dosa bagi yang tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan dan hidup kekal bukan hasil usaha kita sendiri tetapi karena Roh Kudus yang ada dalam hidup kita, sehingga tidak boleh setiap orang membanggakan diri-Nya atas kebebasan  hidup yang diberikan Tuhan. (Ef 2:8-9)
Kita sudah dipisahkan dari hukum Taurat dan dipersatukan dengan Kristus, dan sekarang kita mengharapkan keselamatan dari Kristus saja. Kita harus percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (1Yoh 5:13), menerima Rohh dan kasih karunia-Nya, dan dengan demikian kita menerima pengampunan dosa secara utuh, diperbaharui dan dapat bekerja melayani Tuhan, bermanfaat menghasilkan perbuatan baik tentunya bagi kemuliaan nama Tuhan. (Rom 6:22-23; 8:3-4).
Ketika kita dibebaskan dari dosa dan memilih untuk menjadi hamba Tuhan, sudah selayaknya kita bekerja buat Tuhan, melayani Tuhan dengan apapun yang dapat kita kerjakan. Kita tidak boleh berdiam diri dengan tidak mengerjakan karya keselamatan seperti yang telah diperintahkan _Nya. Kesadaran atas kehendak bebas akan membuat kita tidak lagi mau melakukan dosa karena upah dosa adalah maut dan  kematian kekal selamanya.
Iman percaya kita kepada Kristus yang telah menyelamatkan kita jugan akan menuntun pada kehidupan yang dikuduskan sesuai dengan kehendak bebas berdasarkan kasih karunia Allah dan bukan paksaan oleh karena hukum Taurat yang mengikat.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 13 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Jadilah seorang percaya yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup, jangan menyalahkan Tuhan dengan menyatakan yang buruk datang dari Tuhan sebagai “takdir”, sedangkan hal itu sebenarnya adalah akibat dari perbuatan dosa kita sendiri. Marilah kita minta ampun atas kesalahan pikir seperti ini. Tuhan Yesus memberkati kita.

Winner Voice
Kasih-Nya cukup menghapus dosa umat manusia, dan hanya manusia percaya yang bertanggungjawab yang akan mendapatkan keselamatan kekal.

KRISTUS PEMBEBAS SEJATI


Galatia 5:1

Kemerdekaan sejati dari segala dosa dan kesalahan masa lalu atas hidup orang percaya hanya akan terjadi oleh karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus saja. Tidak seorangpun benar, selayaknya semua orang mendapatkan hukuman kekal, dan tidak ada seorangpun yang dapat membebaskan dirinya sekalipun telah banyak melakukan perbuatan baik yang luar biasa, tetapi Kristus telah memerdekakan oleh karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib (1Kor 13:1-3).
Karena kita telah dimerdekakan, tidak patut untuk kita menggunakan kuk perhambaan lagi, selayaknya kita berdiri teguh memandang hari depan dengan lebih antusias karena kita memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan karena ada perjanjian baru dalam kasih karunia Tuhan sehingga kita tidak perlu untuk kembali kepada hukum-hukum yang mengikat. Maksud dari semua ini adalah munculnya kesadaran dalam ketaatan hukum karena kedewasaan rohani dan bukan karena keterpaksaan semata.
Dalam masa itu jemaat di Galatia telah menganti iman kepada Kristus denan iman kepada upacara – upacara formal seperti yang biasa dilakukan pada masa lalu, yaitu seperti yang ada adalah kitab Taurat. ( Ibr 1:6-7; 5:3). Mereka kembali melakukan ritual-ritual keagamaan yang kaku seperti pengorbanan domba yang sebenarnya sudah digenapi secara sempurna dalam diri korban Kristus Yesus di kayu Salib. (Ibr 9:11-14).
Bagi Rasul Paulus orang-orang yang kembali kepada hokum Taurat artinya  sama dengan sudah berada di luar kasih Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus. Orang percaya yang telah keluar dari kasih karunia Tuhan akan terasing dari Kristus yang membebaskan dan memberi kehidupan. (Yoh  15:4-6). Pembelajaran kita adalah setiap orang yang percaya kepada Kristus dan menerima pengampunan dosa pasti menerima hidup kekal dan kuasa untuk tetap tinggal dalam Kristus. Setelah kuasa itu diberikan, setiap orang percaya harus menerima tanggungjawab supaya tetap tinggal di dalam Kristus (Yun : Meno  “tetap tinggal”).
Syarat-syarat untuk tetap tinggal dalam Kristus adalah : pertama, memelihara Firman Tuhan  dalam hari dan pikiran sehingga Firman itu menjadi pedoman hidup  kita. (Yoh 15:7).
Yang kedua, memelihara kebiasaan persekutuan uang intim dengan TUHAN YESUS supaya kita dapat mengambil kuasa-Nya (Yoh 15:10). Ketiga adalah  hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. (Yoh 15:12,17). Selanjutnya kita harus tetap menjaga kebersihan hidup dengan berani menolak segala dosa dan tunduk dalam otoritas ROh KUDUS (Yoh 15:17; Rom 8:14; Gal 516-25; Ef 5:26; 1Pet 1:22).
Demikianlah kita telah benar-benar terbebas oleh pengorbanan TUHAN YESUS KRISTUS. Kita harus menjaga diri ini supaya tetap berkenan di hati ALLAH. Bukan karena mengekang diri dengan berbagai peraturan manusiawi sekalipun tampaknya baik, tetapi kita lebih lagi yaitu mencari kebenaran sejati yang menyelamatkan, yaitu Tuhan YESUS Kristus. Hanya TUHAN YESUS saja Pembebas sejati dan selayaknya kita hidup sesuai dengan perkenan-Nya saja.
TUHAN YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 6 April 2013
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Kristus adalah pembebas sejati, bagi kita sudah cukup dan sempurna pengorbanan-Nya sehingga tidak perlu lagi kita mencari-cari cara lain untuk keselamatan kekal. Tidak ada alternative lain keselamatan selain dari pada melalui Tuhan Yesus saja.

Winner Voice
Kebebasan hidup karena Kristus sudah berkorban bagi kita. 

TIDAK MENYALAHGUNAKAN KEBEBASAN


1 Petrus 2:16-17

Belajar dari rasul Petrus yang sekalipun sebagai bapak gereja mula-mula yang memiliki pengaruh yang besar untuk memberikan keputusan-keputusan penting dalam kehidupan jemaat Tuhan saat itu, tetapi kebebasan yang dimilikinya tidak kemudian membuat Rasul Petrus bertindak semaunya sendiri, Rasul Petrus adalah Hamba Tuhan yang tetap menantikan perkenan Tuhan dalam setiap keputusan yang mau diambilnya.
Rasul Petrus memberikan peringatan dan teladan yang penting kepada jemaat Tuhan saat itu, bahwa setiap orang harus memiliki cara hidup yang baik sebagai orang yang merdeka. Karena  seringkali orang justru tidak menunjukkan hidup yang baik sebagai orang yang merdeka. Hal ini tampak dari mentalitas yang buruk, orang justru menganggap kemerdekaan sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan semuanya dengan sekehendak hati demi kepentingan diri sendiri, bahkan untuk mencapai tujuan itu seseorang bisa dengan leluasa melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku.
Pada masa sekarang ini banyak orang Kristen bahkan yang disebut sebagai hamba TUHAN,  dan yang sudah dimerdekakan serta disucikan dosa-dosanya oleh darah TUHAN YESUS KRISTUS diatas kayu salib. Tetapi dalam kesehariannya tetap dan senang melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Hal ini jelas merupakan pelecehan terhadap pengorbanan dan darah TUHAN YESUS yang mahal. Lebih lanjut bahwa ada banyak dari antara orang Kristen sendiri yang tidak mau melayani Tuhan apalagi untuk memberitakan Injil – Kabar Keselamatan.
Bagi kita orang percaya minimal seharusnya tetap tekun mengerjakan disiplin rohani sebagai bentuk penghargaan kepada Tuhan YESUS yang telah memberikan kebebasan. Kita harus menyediakan waktu untuk belajar Firman Tuhan, berdoa dengan tekun dan secara khusus berpuasa. Setiap hari harus kita memuji dan menyembah Tuhan serta selalu ingat hari minggu untuk pergi ke gereja dan bersekutu dengan jemaat local lain dalam ibadah yang kudus.
Bagi orang percaya, seharusnya kebebasan yang kita miliki tidak akan berakhir untuk kepentingan diri sendiri yang bersifat kedagingan. Kecerdasan rohani kita akan menyatakan bahwa kebebasan ini sebagai komitmen dalam hati untuk mengawali pelayanan kepada TUHAN dengan berbuat baik serta melakukan kehendak TUHAN saja.
Orang percaya harus hidup sebagai hamba TUHAN yang berkomitmen mengerjakan apa yang Tuhan mau, kita mengikatkan diri untuk melayani Tuhan. Hendaklah kita memiliki martabat sebagai orang merdeka yang sudah terbebas dari dosa masa lalu, yaitu dengan mulai kita menjaga diri dari hal-hal yang berbau dosa dan hindari orang –orang yang akan membawa kita kepada dosa. Lebih lanjut kita harus terus mengerjakan disiplin rohani yang semakin memurnikan hidup kita dihadapan TUHAN.
Awalilah kehidupan setiap hari dengan mencari TUHAN dalam Doa dan Firman pagi hari dan terus usahakan tetap terhubung  kepada ALLAH melalui pujian dan penyembahan kepada-NYA. Carilah keintiman dalam waktu-waktu khusus kepada TUHAN disaat doa – puasa secara berkala dan dengan selalu mengingat hari Sabbath Tuhan.
TUHAN YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 30 Maret 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Kebebasan yang diberikan kepada TUHAN seharusnya membuat kita bersemangat untuk melayani-NYA, marilah kita membuka diri untuk turun tangan melayani TUHAN dengan apa yang dapat kita kerjakan. Kita dapat mulai dengan mendoakan gereja, kota dan Bangsa Indonesia. Doakan pula keluarga, teman, sahabat rekan kerja biarlah TUHAN yang memberkati kita semuanya. Amin.

Winner Voice
Hidup dalam kebebasan menuntut kita memiliki martabat hidup yang baik. 

Sunday, March 23, 2014

MILIKILAH CARA HIDUP YANG BAIK

1Petus 2 : 12

Pesan dari Rasul Petrus ini ditujukan kepada jemaat yang sedang mengalami masa-masa sukar karena mereka sedang dalam perantauan di tempat yang asing sebagai pendatang (1Petrus 1:1). Beberapa alasan lain mengapa jemaat ini mengalami penderitaan dan bahkan penganiayaan, dimana hal ini berkaitan dengan keberadaan dan cara hidup jemaat Tuhan dihadapan penduduk setempat, yaitu bahwa mereka:
1.      Jemaat berusaha hidup saleh dan berbuat baik dengan cara benar. (1Pet 2:19-23; 4:1-4; 15-19).
2.      Jemaat Tuhan dinista dan dicaci maki oleh orang yang belum di selamatkan karena mereka memuja nama Tuhan Yesus. (1Pet 4:14)
Oleh Karena tekanan yang hebat ini membuat beberapa orang jemaat yang tidak kuat dan murtad meninggalkan iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus, oleh karena itu Rasul Petrus menuliskan surat pengembalaannya ini. Rasul Petrus menekanan kepada jemaat Tuhan yang setia agar dalam keadaan apapun juga harus tetap hidup dan bertumbuh.
Orang Kristen yang bertumbuh selalu memiliki potensi yang luar biasa besar dalam dirinya. Orang Kristen yang bertumbuh memiliki kuasa ilahi yang dianugerahkan kepada kita untuk kuat hidup dalam kesalehan, Allah menganugerahkan janji-janji yang berharga dan yang sangat besar. Adalah kodrat ilahi setiap orang Kristen untuk berjuang menghadapi dunia yang tidak mengenal Allah yang benar, berjuang untuk luput dari hawa nafsu duniawi yang menyesatkan. (2Pet 1:3-4).
Cara hidup yang baik orang Kristen adalah pertama-tama, orang Kristen harus hidup dalam kekudusan. (1Pet  2 : 11-12). Orang Kristen harus mengalami lahir baru dan tinggal dalam kekudusan hidup dengan meninggalkan dosa-dosa yang lalu. Orang Kristen harus mampu mengesampingkan sikap hati yang salah, yang dapat merusak kesaksian hidup mereka. Sebaliknya harus mengambil kebenaran dalam Firman Tuhan sebagai pedoman hidup.
Kedua, orang Kristen harus hidup dalam ketaatan. (1Pet 2 : 13-14). Orang Kristen harus memiliki sikap menundukkan diri, dalam hal ini ditunjukkan dalam penundukkan diri terhadap pemerintahan, tidak peduli apakah mereka orang Kristen atau bukan. Karena tidak ada satupun pemerintahan yang ada lahir tanpa seijin Tuhan. (Rom 13:1). Tentu saja sepanjang perintah itu tidak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. (Kis 4:19; 5:29)
Ketiga, orang Kristen harus hidup dalam takut akan TUHAN (1Petus 2 : 15-17). Takut akan Tuhan ditunjukkan dengan kita berbuat baik kepada siapapun. Dasar dari perbuatan baik kita adalah kasih kepada sesame seperti diri sendiri dimana hal ini berarti kita telah melakukan seluruh hukum Tuhan yang terangkum.
Keempat, adalah hidup sebagai orang merdeka. (1Petus 2 : 16). Kita adalah orang merdeka kerena telah ditebus dari dosa-dosa, dan saat ini orang Kristen harus bertanggungjawab terhadap pilihan hidupnya, apakah mau taat kepada dunia dan diperhamba kembali oleh setan, atau masuk dalam ketaatan kepada Allah secara mutlak dan menjadi Hamba Tuhan yang setia.

Pesan Pastoral : 23 Maret 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan   selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan kejarlah kebenaran yang memerdekan kita dengan memiliki cara hidup yang baik, yaitu tinggal dalam kekudusan, hidup dalam ketaatan kepada TUHAN, takut akan TUHAN dengan berbuat baik kepada siapapun serta mempunyai sikap sebagai orang yang merdeka.

Winner Voice
Memiliki cara hidup yang baik membuat kita tetap bertumbuh dalam masa sukar 

KAMU BERBUAT BAIK

Yakubus 2:8

Allah begitu mengasihi manusia sehingga diberikan Anak-Nya yang tunggal supaya kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak binasa melainkan mendapatkan hidup yang kekal. (Yoh 3:16). Demikianlah misi Tuhan Yesus hadir pertama di dunia yaitu bukan untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkan dunia ini oleh karena pengorbanan Kristus di kayu salib telah membebaskan manusia dari belenggu dosa. Bagi kita orang percaya tidak ada penghukuman tetapi bagi yang tidak percaya semua telah berada dalam penghukuman. Haleluya. (Yoh 3:17-18).
Betapa besar kasih Allah, dahsyat dan luar biasa kepada kita orang percaya, hal ini seharusnya membuat kita menjadi orang baik yang mengasihi sesama, dimana Allah  menghendaki supaya kita mengasihi sesama sebagaimana kita mengasihi diri sendiri. (Mat 22:39; Mar 12:31). Hal ini sudah menjadi ketetapan yang harus dikerjakan dan hukum yang mewajibkan kita. (Gal 5:14). Karena saat firman berkata: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (Rom 13:9).
Kasih terhadap sesama bersumber dari kasih Allah hal ini akan memberi kita kekuatan untuk bertahan tanpa dendam dan keinginan untuk membalas sekalipun telah dirugikan oleh orang lain. (Im 19:18). Tetapi mempercayakan keadilan itu kepada Tuhan yang berhak menuntut balas atas segala sesuatu. (Rom 12:19). Demikianlah kita harus memiliki sikap, baik dalam berkata-kata maupun berperilaku terhadap hukum yang akan memerdekan dan yang mengarahkan kita pada kekekalan dalam Kristus Yesus. (Yak 2:12)
Firman Tuhan mengatakan: “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”. (Yak 1:25)  Betapa indahnya dapat merasa diberkati, bahagia dan beruntung dengan perbuatan baik kita.
Allah mengasihi kita dan baiklah kita segenap hati melakukan perintah-NYA. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Kita akan berbuat baik dengan antusias melakukannya karena percaya bahwa hukum-hukum Tuhan itu benar dan adil. (Maz 19:9-10) Demikianlah kita akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kita, (Yoh 8:32) yaitu di saat kita menjadi orang baik yang melakukan hukum Tuhan.
Mengasihi sesama memiliki standar hukum yang tinggi, yang memiliki dampak yang kuat dalam kehidupan sehari-hari serta penilaian dari  Allah sendiri. Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik karena ada upah yang menanti kita. (Gal 6:9). Setiap perbuatan baik yang kita lakukan haruslah berdasarkan kasih terhadap sesama dan tidak untuk mementingkan diri sendiri saja, sehingga hal ini  juga di pandang baik oleh Allah Bapa yang telah mengasihi kita terlebih dahulu (1Yoh 4:10) yang dapat menentukan hidup kita sekarang didunia bahkan sampai kepada kekekalan di Sorga mulia. Inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih. (2Yoh 1:6)
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 23 Februari 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan   selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Allah mengasihi kita dengan standar-Nya yang Maha Kasih, baiklah kita mengasihi sesama dengan standar kita mengasihi diri sendiri.

Winner Voice

Berbuatlah baik karena Allah Maha Baik dan baik kepada kita. 

KAMUPUN BENAR-BENAR MERDEKA

Yohanes 8:36

Karena kasih karunia Allah Bapa kita di selamatkan dan dibebaskan dari belenggu dosa. Bukan karena usaha sendiri atau karena kemampuan dan kebisaan kita mengendalikan hidup, tetapi oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib kita terbebas dari dosa. Bagi orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang tidak diselamatkan, mereka adalah hamba dosa, kenajisan dan budak iblis. (Yoh 8:34; Rom 6:17-20). Setiap orang yang di luar Kristus akan hidup menurut keinginan tabiat berdosa dan cara-cara iblis (Ef 2:1-3).
Bagi orang yang sungguh percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat mendapatkan keselamatan sejati oleh kasih karunia dibebaskan dari kuasa dosa dan kenajisan (Rom 6:17-22; 8:1-17). Pada saat mengalami pencobaan untuk berdosa, orang percaya mendapatkan kekuatan dari Roh Kudus untuk menolak dan menuruti kehendak Allah. orang percaya akan bebas untuk menjadi hamba Allah dan melakukan kebenaran. (Rom 6:18-22).
Benar-benar merdeka dari belenggu dosa merupakan dasar kita orang beriman untuk menguji apakah kita memiliki hidup kekal dengan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang memperbaharui dan menyucikan. Roh Kudus memberi kesempatan kepada kita untuk mengalami kelahiran baru yang membuat kita terbebas dari segala belenggu dosa, merdeka dari tabiat dursila untuk meraih hidup kekal di Sorga mulia. (Rom 6:16,21,23; 1Yoh 3:15).
Bukan berarti, bahwa kita sebagai orang percaya terlepas dari pergumulan rohani melawan dosa. Sepanjang hidup kita senantiasa akan berjuang melawan tekaan-tekanan dunia, tabiat berdosa dan iblis (Gal 5:17; Ef 6:11-12). Kebebasan mutlak dari pencobaan dan daya tarik dosa hanyalah akan datang pada saat kematiaan atau pada waktu Kristus kembali untuk mengangkat jemaat-Nya. Saat ini Tuhan Yesus memberikan kuasa penyucian dari hidup-Nya sendiri dan membawa kita untuk taat dengan suara Roh Kudus yang memerintahkan kita supaya menolak untuk melakukan tabiat dosa. (Gal 5:16-24). Roh Kudus memungkinkan kita untuk hidup dalam kekudusan dan tidak bercacat di hadapan- Nya. ( Ef 1:4).
Roh Kudus adalah jaminan, yang pada masa sekarang ini di anugerahkan  kepada orang percaya. Kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kehidupan kita menjadi jaminan dari bagian yang akan kita terima pada saat-Nya nanti. Sorga mulia telah di sediakan bagi setiap orang percaya. (Rom 8:23; 2Kor 1:22; 5:5)
Orang percaya harus dapat bertumbuh dalam kasih karunia, memperoleh kemenangan atas iblis dan dosa. Bersaksi secara efektif mengenai Krisus serta memperoleh keselamatan terakhir, diperlukan kuasa Allah dalam diri kita (1Petrus 1:5). Kuasa yang dianugerahkan kepada orang percaya yang setia merupakan  manifestasi  dan kekuatan Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita. Kuasa dan Roh yang sama ini telah pula membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan Allah Bappa. (Rom 8:11-16, 26,27; Ef 5:22-25).
Demikianlah orang percaya mendapatkan yang terbaik dalam masa hidupnya, karena Allah memberikan Roh Nya untuk memberikan  kekuatan dalam masa pencobaan, penghiburan bagi orang terluka dan kesembuhan tubuh yang sakit. Pula, hanya orang yang percaya kepada Kristus merupakan pribadi yang benar-benar merdeka.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 9 Maret 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Dengan Roh Kudus di dalam diri kita, baiklah kita semakin percaya dan sadar akan keberadaan kita untuk berjuang menolak dosa dan kenajisan.

Winner Voice

Allah baik  maka di memberikan yang terbaik yaitu pengorbanan Tuhan Yesus dan Roh Kudus yang di dalam diri sendiri.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...