Wednesday, April 3, 2013

MENCARI YANG HIDUP DI ANTARA YANG MATI


Lukas 24:1-12

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati ?” Inilah  pertanyaan malaikat Tuhan kepada para wanita yang pergi ke kubur Tuhan Yesus membawa rempah-rempah yang telah mereka sediakan. Marilah kita merenungkan pertanyaan ini dan memberi makna pada hari Paskah tahun ini dan kita tidak menjadi orang yang terus saja “mencari yang hidup di antara yang mati”.
Para wanita ke kubur dengan membawa rempah-rempah yang mahal, tetapi karena Tuhan Yesus bangkit dari kematian maka rempah-rempah mahal itu tidak terpakai dan ditinggalkan (ayat 1). Tuhan Yesus tidak anti kekayaan, Dia mendapatkan saat kelahirannya berupa emas, mur dan kemeyan dari dari orang  majus (Mat 2:11) dan menerima minyak narvastu yang mahal dari wanita yang mengurapinya (Mat 16:26). Tetapi ketika kebangkitan terjadi maka kekayaan duniawi menjadi tidak berarti lagi. Demikian pula kita bila kita menganggap keselamatan dalam Tuhan Yesus itu lebih penting maka harta duniawi tidak memiliki nilai yang lebih berarti. (Mat 16:26).
Saat penguburan-Nya, Yesus mendapatkan perlakuan kusus dengan rempah-rempah yang mahal. (Yoh 19:39). Dan diberikan kain kafan yang membungkus tubuh-Nya (ayat 12) tetapi karena Dia bangkit maka semua itu ditinggalkan-Nya. Kain yang dikenakan seseorang melambangkan kemegahan, kemuliaan dan harga diri. Misalnya : kain kafan untuk orang mati (Luk 24:12), lenan halus dan kain ungu untuk wanita terhormat (Amsal 31:22), jubah ungu dan kain halus untuk orang kaya (Luk 16: 19) dan baju zirah untuk tentara (1Sam 17:5). Tetapi yang terjadi pada Tuhan Yesus adalah Dia bangkit dan meninggalkan semuanya itu bahkan sudah dilakukan-Nya saat kedatangan-Nya di dunia ini dengan meninggalkan segala kemuliaan dan kebesaran surgawi untuk menebus dosa manusia. (Fil 2:5-8). Pelajaran yang kita dapatkan adalah bila kita bersedia meninggalkan segalanya bagi Kristus maka kita punya sikap yang siap untuk mencari yang hidup dari antara yang mati.
Tuhan Yesus bangkit dan meninggalkan kubur yang kosong (ayat 2). Karena kuasa Tuhan dan mujizat-Nya yang membangkitkan Tuhan Yesus sehingga kubur kosong merupakan lambang dari kuasa Tuhan dan mujizat-Nya. Tuhan Yesus sangat senang anak-anak-Nya mengalami mujizat dalam kehidupan, tetapi kita harus ersedia meninggalkan mujizat supaya kita dapat langsung menjumpai Tuhan Pembuat mujizat. (Yoh 20:30-31). Kita jangan menjadi orang yang mencari Tuhan karena ingin melihat mujizat, tapi biarlah  kita benar-benar merindukan pribadi TuhanYesus yang menjadi sumber mujizat, dan biarlah mujizat terjadi karena kehendak-Nya yang kudus.
Kebangkitan Tuhan Yesus meninggalkan malaikat sebagai saksi (Ayat 4). Ini penting karena ternyata murid-murid meragukan kebangkitan-Nya (Lukas 24:11) dan bahkan Thomas sudah dalam keputusan untuk tidak percaya sampai berketetapan meminta bukti nyata atas kebangkitan-Nya. (Yoh 20:25). Lebih lagi saksi mata prajurit Roma menerima suap untuk memutarbalikkan fakta kebangkitan Tuhan Yesus (Mat 28:11-15). Bagi kita sekarang apakah kita dapat dengan kenyakinan penuh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus ? saat nya sekarang kita lebih beriman dan mengandakan TuhanYesus lebih dari apapun juga, karena Dia hidup bangkit dari kematian dan kita sedang mencari yang hidup diantara yang mati, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Pesan Pastoral : 31 Maret 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian memberikan kita kekuatan untuk percaya bahwa segala sesuatu menjadi mungkin bila Kristus turun tangan dalam semua persoalan kehidupan.

Winner Voice
Yesus bangkit dan aku bersama keluargaku percaya !

BEBAS DARI KEJAHATAN

Titus 2:11-15

Tuhan Yesus harus wafat dengan tidak terhormat bukan karena kejahatan-Nya tetapi karena dosa oleh kejahatan manusia. Ini dilakukan karena kasih-Nya yang besar bagi kita, kemudian apakah kita bisa memaknai semuanya ini dengan tepat ?
Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah bahwa Yesus Kristus wafat untuk kita, supaya kita dapat dibebaskan dari segala kejahatan (ayat 14a), yaitu cara hidup yang bertentangan dengan hukum Tuhan (ayat 12). Marilah kita lihat kejahatan apa yang dihapuskanNya dan harus kita hindari seumur hidup ini sebagai pertanggunganjawab kita kepada TUHAN YESUS, yaitu;
1.      Kefasikan (Maz 5:5), adalah lawan kata dari kebenaran dalam sifat dan kelakuan yang mencakup segala macam kejahatan. Sikap fasik adalah tidak menghiraukan Tuhan inilah bentuk dari kemerosotan moral. Dalam pengelihatan nabi Zakharia ada sebuah Gantang berisi kefasikan / kejahatan. Gantang adalah alat dari tanah liat yang digunakan pedagang untuk mengukur berat gandum.. Dapat di nyatakan bahwa pedagang yang tidak jujur, inilah sifat egois, mementingkan diri sendiri, tidak mengasihi sesama, tidak mengasihi Allah dan tidak takut pada Tuhan, dan hal ini mudah bisa ditemui dalam masyarakat jadi  tidak boleh dipandang remeh.
2.      Keinginan duniawi (1 Yoh 2:16). Dunia (Yun : Kosmos) seringkali menunjuk kepada system luas dari zaman yang dipromosikan oleh iblis berupa kesenangan duniawi yang jahat, tidak bermoral dan dosa kedagingan. Keinginan duniawi juga berupa roh pemberontakan atau ketidakacuhan terhadap Allah dan penyataan-Nya yang ada di dalam semua usaha manusia yang tidak dibawah kepemimpinan Kristus.
Akhir zaman ini semakin kuat pengaruh iblis yang menggunakan gagasan, moralitas, filsafat, psikologi, keinginan, pemerintahan, kebudayaan, pendidikan, sains, kesenian, obat-obatan, music, system ekonomi, sarana hiburan, media masa, agama, olahraga dan kesenian dst dari dunia ini untuk menentang TUHAN dan Firman-Nya agar melencengkan umat-Nya keluar dari standar kebenaran.
Sebagai contoh adalah iblis menggunakan ilmu kesehatan untuk membunuh bayi dalam kandungan, pertanian untuk menghasilkan narkotika, pendidikan yang mengajarkan filsafat humanistic yang menyesatkan dan media hiburan, internet dan lain-lain yang menampilkan pornografi. Generasi ini perlu lebih waspada menghadapi tipu daya iblis.
3.      Ketidaktaatan (Yes 1:19-20). Inilah orang yang tinggal dalam kegelapan, tidak takut akan Tuhan dan tidak mau mendengarkan suara hamba Tuhan karena itu mereka tidak taat, tidak menurut dan memberontak terhadap kebenaran. Nabi Yesaya mendesak agar orang yang mengandalkan Tuhan tetap setia kepada-Nya sekalipun mereka harus hidup dalam kegelapan kemurtadan bangsa suatu bangsa. (Yes 50:10-11). Orang yang berjalan dalam pikiran dan pengertiannya sendiri dan tidak tunduk, taat kepada Allah dan pernyataan Firman-Nya akan “berbaring di tempat siksaan”.
Allah itu Kasih, tidak ingin mengutuk dan membinasakan umat-Nya. Allah menawarkan pengampunan penuh (Yes 1:18), yaitu jika kita mau bertobat, membuang kejahatan, berusaha keras melakukan yang benar, dan menaati Firman-Nya (Yes 1:16-19). Pengampunan  Allah tersedia bagi semua orang, yang sekalipun telah berbuat dosa tapi mau mengakui dosa-dosa mereka, bertobat dan menerima penyucian Allah melalui darah Yesus Kristus (Luk 24:46-47; 1Yoh 1:9). Tetapi orang yang menolak kemurahan Allah Allah dan malah memilih untuk mengikuti jalannya sendiri dalam pemberontakkan dan ketidaktaatan akan dibinasakan-Nya dalam neraka kekal. (Yes 1:20).
Tuhan YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 17 Maret 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan, waspadalah terhadap kejahatan di sekitar kita, dunia memang semakin gelap tapi kita harus semakin terang, oleh karena itu mendekatlah kepada TUHAN jauhilah kejahatan, biarkan Tuhan Yesus dengan kebenarannya berotoritas (berkuasa) penuh atas hidup kita.
God bless you.

Winner Voice
Tuhan Yesus memberikan terang sorga, sangat bodoh kalau memilih kegelapan dunia.


Monday, March 11, 2013

TIDAK UNTUK BERDOSA LAGI


Roma 6:1-2

Ada anggapan yang salah terhadap orang percaya bahwa kita boleh berbuat dosa terus dan tetap aman dari hukuman karena ada kasih karunia Allah dalam Kristus yang akan menghapus dosa kembali. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran dasar kasih karunia yang mana orang Kristen sejati yang dibabtiskan dalam Kristus telah pula mati terhadap dosa, dengan demikian maka kita telah berpindah dari alam dosa kepada hidup bersama Kristus.
Karena orang Kristen sejati akan memisahkan diri secara mutlak terhadap dosa dan tidak akan terus hidup dalamnya, sehingga jika ada yang tetap saja hidup dalam dosa sebenarnya mereka bukanlah Kristen sejati. (1Yoh 3:4-10). Dalam hal ini mustahil rasanya seseorang dapat menjadi hamba Tuhan sekaligus hamba dosa (Roma 6:11-13,16-18), karena itu sebuah pilihan yang tetap, jika seseorang justru memilih untuk berbuat dosa maka pada dasarnya mereka sedang menyerahkan diri untuk di perhamba dosa dan akhirnya akan mendapatkan hukuman kekal (Roma 6:16,23).
Apakah dosa itu ? yang pertama menggunakan kata “harmartia” artinya “meleset / tidak tetap sasaran” yaitu pelanggaran atau perbuatan salah atau berdosa kepada Allah (Yoh 9:41).
Kedua; “Adikia” artinya kejahatan, kelaliman, atau ketidakadilan (Roma 1:18; 1Yoh 5:17). “Adikia” dilukiskan sebagai kekurangan kasih karena semua penanggaran bersumber dari kegagalan untuk mengasihi (Mat 22:37-40; Luk 10:27-37). Kata Adikia ini juga dapat berarti kuasa pribadi yang dapat memperbudak atau menipu. (Rom 5:12; Ibr 3:13).
Kata ketiga adalah “Anomia” artinya kedurhakaan, pelanggaran hokum dan menentang hukum Allah (Roma 6:19; 1Yoh 3:4). Dan kata terakhir adalah “Apistia” yang berarti ketidakpercayaan atau ketidaksetiaan (Roma 3:3; Ibr 3:12)
Dari hal di atas maka dapat dikatakan bahwa dosa pada hakekatnya adalah sifat memintingkan diri sendiri, yaitu keinginanterhadapat hal-hal dan kesenangan untuk diri sendiri tanpa menghiraukan kesejahteraan orang lain atau perintah Allah. Sikap yang demikian akan mengakibatkan kekejaman kepada oragn lain dan memberontak terhadap hukum-hukum Allah. Akhirnya dosa menjadikan seseorang menolak untuk tunduk kepada Allah dan keberanan Firman. (Roma 1:18-25; 8:7). Akibat dosa maka seseorang menjadi musuh Allah (Roma 5:10; 8:7; Kol 1:21), dan ketidaktaatan kepada otoritas Allah (Roma 11:32; Ef 2:2; 5;6).
Dosa juga mengakibatkan penentangan semua yang baik yang ada dalam diri manusia yang berakibatkan kerusakan moral. Dosa juga membuat orang senang melakukan ketidakadilan dan menyenangi tindakan jahat orang lain (Roma 1:21-32; Kej 6:5. Dosa juga merupakan kuasa yang memperbudak dan merusak manusia. (Roma 3:9; 6:12; Gal 3:22).
Kita harus berhati-hati dalam hidup ini terhadap dosa karena dosa berakar dari keinginan manusia (Yak 1:14; 4:1-2; 1Pet 2:11). Dosa manusia sangat jahat sekalipun muncul pertama dari Manusia pertama Adam dan Hawa tetapi berakibat pada seluruh keturunan manusia di muka bumi ini yang berujung pada hukuman kematian kekal. Dosa hanya dapat dikalahkan dengan kekuatan iman kepada Kristus dan semua karya penebusan-Nya. (Gl 3:13; EF $:20-24; 1Yoh 1:9; Why 1:5).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 10 Maret 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Ingatlah saudara bahwa kita telah ditebus oleh darah Kristus yang mahal di kayu salib maka jauhilah dosa dan jangan mempermainkan Tuhan dengan sikap yang mencobainya.

Winner Voice
Damai sejahtera Kristus menyertai kita oleh karena kita mendekat kepadanya dan menjauhi dosa.

Sunday, March 3, 2013

MATI BAGI DOSA menjadi ORANG KRISTEN SEJATI


Roma 6:2

Roma pasal 6 ini memiliki dasar pikiran utama yang penting untuk dipahami secara mendalam yaitu bahwa kita sebagai orang percaya telah memiliki kesatuan atau manunggal dengan kematian dan kehidupan Kristus, sehingga hal ini menuntut kita memiliki komitmen yang kuat untuk tidak lagi bersentuhan dengan perbuatan dosa atau hidup bagi dosa lagi.
Karena hal diatas maka, jika kita benar-benar adalah orang Kristen sejati, selayaknya dengan penuh kenyakinan bahwa benar kita telah mati bagi dosa dan itu menjadi kenyataan yang harus di perhitungkan dalam seluruh kehidupan ini. Pemahaman apakah yang seharusnya kita mengerti dari mati bagi dosa itu supaya dapat menjadi seorang Kristen sejati. ?
Pertama adalah bahwa orang Kristen sejati telah mati bagi dosa di hadapan Allah. Kita adalah orang yang telah dianggap mati oleh ALLAH yaitu di dalam kematian Kristus di kayu salib dan dibangkitkan kembali dalam kebangkitan-Nya pula. Kita harus mengerti bahwa dengan menerima Kristus maka manusia lama kita telah di matikan supaya tubuh berdosa kita tidak memiliki kuasa lagi sehingga kita tidak lagi menghambakan diri kepada dosa. (Roma 6:5-10)
Istilah “Manusia lama” menunjuk pada kita yang belum diperbaharui, keadaan kita yang lampau yaitu kehidupan yang masih dalam dosa. Manusia lama ini telah disalibkan (dimatikan) bersama Kristus supaya kita dapat memperoleh hidup baru di dalam-Nya. (Roma 6:6 bd Gal 2:20). Istilah “tubuh dosa” menunjuk pada tubuh kita yang dulu di kuasai oleh keinginan-keinginan untuk berbuat dosa, namun yang oleh kuasa ROH KUDUS maka kuasa perbudakan kepada dosa tersebut telah di patahkan. (2Kor 5:17; Ef 4:22; Kol 3:9-10). Sejak bertobat maka orang Kristen sejati tidak boleh membiarkan cara hidup yang lama menguasai hidup dan tubuh lagi.
Kedua, orang Kristen sejati yang mati bagi dosa, maka di saat yang sama dilahirkan kembali oleh ROH KUDUS dan ROH KUDUS memberi kita kuasa untuk melawan dosa (Roma 6:14-18). Setiap hari kita akan terus berjuang untuk dapat mati bagi dosa yatu dengan mematikan perbuatan - perbuatan buruk yang biasa dahulu kita lakukan (Roma 8:13), serta menjalankan hidup baru di dalam ketaatan mutlak kepada Allah BAPA. (Roma 6:1-14, 18, 22).
Ketiga, mati bagi dosa dan menjadi orang Kristen sejati harus menerima babtisan air seperti yang di perintahkan oleh TUHAN YESUS KRISTUS. Babtisan air adalah pernyataan iman dan proklamasi dari kemerdekaan diri terhadap dosa yang mengikat selama ini. Inilah saat di mana kita menyatakan diri menolak melakukan dosa dan menyerahkan diri untuk hidup bagi Kristus, (Roma 6:3-5).
Babtisan air harus disertai dengan pernyataan iman yang sejati sehingga memberikan kekuatan rohani yang menyatakan penolakan kita terhadap dosa dan komitment kuat terhadap Kristus yang menghasilkan kasih karunia yang limpah dan kehidupan kekal. (Roma 6:4-5).
Sebagaimana Kristus telah bangkit dari antara orang mati, demikian pula kita yang memiliki iman yang menyelamatkan, hidup dalam Kristus serta menjadi orang Kristen sejati.
Tuhan YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 3 Maret 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan, teruslah kobarkan semangat melawan kuasa dosa, janganlah lengah dan jatuh dalam pencobaan, tetapi kuat di dalam TUHAN yang akan terus memberikan peringatan supaya kita tetap menjadi orang Kristen sejati yang mentaati KRISTUS.

Winner Voice
Kuat di dalam Tuhan yang memampukan kita tetap menolak perbuatan dosa.

Saturday, February 23, 2013

MENJADI JEMAAT YANG KUDUS DAN TIDAK BERCACAT


Efesus 1:4-5; 5:25-27
Pilihan Allah atas kita yang percaya kepada Kristus merupakan doktrin yang penting. (Roma 8:29-33; 9:6-26; 11:5,7,28; Kol 3:12; 1Tes 1:4; 2Tes 2:13; Tit 1:1). Pemilihan Tuhan untuk menerima keselamatan di dalam Kristus di tawarkan kepada semua orang (Yoh 3:16-17; 1Tim 2:4-6; Tit 2:11; Ibr 2:9), namun menjadi nyata hanya bagi orang-orang tertentu saja karena tergantung dari pertobatan dan iman sewaktu mereka menerima karunia keselamatan dalam Kristus Yesus. (Ef 2:8; 3:17 bd: Kis 20:21; Roma 1:16; 4:16).
Pemilihan (Yun : eklego) menunjuk kepada terpilihnya suatu umat di dalam Kristus oleh Allah supaya kita menjadi bagian dari gereja sejati yang kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya (2Tes 2:13).
Allah telah memilih kita yang telah menerima dan percaya kepada Kristus (Yoh 1:12), sebab itu doktrin pemilihan ini yang utama mengandung kebenaran yang berpusat kepada Kristus, sehingga di luar Kristus artinya tidak ada keselamatan dan hidup kekal. Hanya di dalam persatuan dengan Kristus kita menjadi anggota jemaat terpilih yang dikuduskan dan tidak bercacat di hadapan-Nya. (Ef 1:4, 6-7, 9-13). Terpilihnya kita ditetapkan dalam korban kematian Kristus yang membebaskan kita dari dosa (Kis 20:28; Roma 3:24-26).
Dalam Kristus pemilihan kita bersifat kelompok menjadi suatu jemaat (Ef 1:4-5,7,9). Pemilihan kita hanya berlaku bila kita menyatu dan bersekutu sebagai Tubuh Kristus menjadi gereja yang sejati. (Ef 1:22-23). Gereja yang sejati inilah yang disebut dengan “tubuh Kristus” (Ef 4:12); “Jemaat-KU” (Mat 16:18); “Umat kepunyaan Allah sendiri” (1Pet 2:9) dan “mempelai Kristus” (Wah 19:7).
Bagian yang penting dari gereja adalah keluarga-keluarga Kristen yang tetap memegang teguh iman percaya kepada Kristus. Peran keluarga Kristen sangat penting untuk memberi pengaruh positif dalam kekudusan dan kebaikkan bagi masyarakat secara umum, dan Allah telah menetapkan keluarga sebagai kesatuan dasar sebuah masyarakat.
Kepentingan dasar dari keluarga Kristen adalah menjaga kekudusan dan tidak cacat pada masa sekarang ini, oleh karena itu harus di mulai dengan sebuah kesadaran peran masing-masing anggota keluarga. Berpusat pada peran pemimpin keluarga yang harus bisa memberi keteladanan dan Allah telah menyerahkan kepada suami tanggung jawab menjadi kepala istri dan keluarga (Ef 5:23-33; 6:4).
Kepemimpinan itu harus dilakukan di dalam kasih, kelembutan dan tenggang rasa terhadap istri dan keluarganya (Ef 5:25-30; 6:4). Tanggung jawab pemimpin yang diberikan Allah meliputi penyediaan kebutuhan rohani dan rumah tangga (Kej 3:16-19;1Tim 5:8). Selanjutnya pemimpin harus mengasihi, melindungi dan memperhatikan kesejahteraannya sebagaimana Kristus mengasihi gereja. (Ef 5:25-33). Pemimpin juga harus menghormati, penuh pengertian, penghargaan yang tulus dan perhatian kepada setiap angota keluarga terutama kepada istrinya. (Kol 3:19; 1Pet 3:7). Akhirnya pemimpin harus memberi keteladanan dalam kesetiaan dengan menaruh kesetiaan mutlak terhadap ikatan pernikahan. ( Ef 5:31; Mat 5:27-28).
Allah punya misi bagi kita yaitu memberi peran penting keluarga-keluarga Kristen untuk membentuk sebuah jemaat yang kudus dan tidak bercacat sehingga membentuk suatu masyarakat yang mengenal Allah dalam dan percaya adanya keselamatan yang terdapat dalam Kristus.
Tuhan Yesus memberkati

Pesan Pastoral : 24 Febuari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Desakan penting bagi jemaat adalah supaya kita dapat membentuk keluarga Kristen yang memberi teladan dalam kekudusan dan tidak bercacat cela. Hal ini harus di mulai dengan keteladanan seorang pemimpin keluarga.

Winner Voice
Keluarga Kristen selalu menjadi bagian utama dari masyarakat yang sehat sehingga membentuk Negara yang kuat.



Sunday, February 17, 2013

TIDAK BOLEH DOSA BERKUASA LAGI

Roma 6:12-14

Kuasa dosa sudah di kalahkan oleh Darah Kristus di kayu salib. Karena dosa berusaha berkuasa lagi atas manusia melalui keinginan-keinginan tubuh, maka keinginan itu harus dilawan dengan iman kepada Kristus. Kita akan menjadi orang dalam perkenan Allah jika kudus dan tidak bercacat yaitu dengan keras menentang keinginan daging yang jahat, menolak untuk menyerahkan anggota tubuh kepada dosa (Roma 6:13) dan mempersembahkan anggota tubuh ini dengan seluruh kepribadian kita sebagai hamba kepada Allah dan kebenaran (Roma 6:13-19).
Menjadi kudus dan tidak bercacat menuntut kita harus mempersembahkan seluruh hidup ini kepada Tuhan bukan sekedar memberi harta saja. Hidup kita adalah milik Kristus karena telah di bayar lunas dengan darah pengorbanan-Nya (1Kor 6:20), dan sudah seharusnya kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus yang akan memuat kita berhasil (Maz 1:3), beruntung (Yos 1:8) dan bahagia (Mat 11:28), Bagaimana kita dapat mempersembahkan hidup ini kepada Kristus ?
Prinsipnya dengan sukarela dan penuh kesungguhan kita harus mempersembahkan seluruh tubuh ini kepada Kristsus. Kita persembahkan sebagai korban bagi Allah (Roma 12:1) yang di gunakan sebagai bait Roh Kudus yang terjaga tetap suci (1Kor 6:19), sehingga layak menjadi rekan sekerja Allah untuk menggenapi seluruh kebenaran Firman Tuhan (Ef 2:10).
Kita dapat mulai dengan mata yang dipersembahkan kepada Tuhan untuk senang membaca Alkitab (Maz 1:2). Mata yang memandang Yesus yang memimpin kita kepada iman yang mengarahkan kita menuju kesempurnaan hidup (Ibr 12: 2) dan kita lebih jeli lagi mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk di bawa kembali kepada Kristus. (Yoh 4;35)
Telinga kita harus di persembahkan kepada Tuhan dengan lebih mendengarkan kata-kata Tuhan (Lukas 10:37) dan menjadi taat kepada Firman Kebenaran (Kis 8:26-27). Janganlah telinga yang telah di persembahkan kepada Tuhan ini akhirnya hanya untuk lebih banyak mendengarkan gossip yang tidak bertanggungjawab. (1Tim 4:7; 6;20).
Lidah kita juga harus kudus bagi Kristus yang kita gunakan untuk memberitakan Injil (Markus 5:19-20). Marilah kita lebih senang berdoa, memuji dan menyembah Tuhan ( 1Tim 2:1-4), dan dengan kerelaan kita mengekang lidah untuk tidak mengucapkan hal-hal yang sia-sia. (Yak 1:26).
Tangan dan kaki ini hanya untuk Kristus, yaitu tangan yang suka menolong (Ibr 12:12) dan memperbaiki kesalahan (Kis 16:33) dan bukan untuk melakukan kejahatan (Ef 4:28). Kaki kita gunakan untuk memberitakan Injil Keselamatan (Ef 6:15) dan menginjak dan mengalahkan kuasa roh jahat (Roma 16:20)
Dan yang penting dari kita orang Kristen adalah menguduskan hati ini untuk Tuhan Yesus (Maz 51:10). Hati ini kita persembahkan sebagai tempat di mana Tuhan Yesus bertahta, berkuasa secara penuh (Ef 3:17), hingga dengan segenap hati, penuh kerelaan kita melakukan kehendak Allah saja. (Ef 6:6).
Sepanjang hidup di dunia ini marilah kita dengan penuh kesadaran memahami bahwa tubuh ini adalah milik Kristus maka kita harus dengan penuh tanggungjawab menjaganya tetap kudus dan tidak bercacat dengan menyangkali kedagingan kita, dan hanya di gunakan untuk melakukan kehendak Tuhan saja.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 17 Febuari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan tidak bisa kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan bila selalu kita kalah dengan kedagingan yang mengejar kenikmatan dunia, kita perlu terus belajar untuk menaruh kendali diri sehingga hanya melakuka apa yang Tuhan Yesus inginkan saja.

Winner Voice
Hidup yang berkenan kepada Allah selalu menuntut kita berjuang mengalahkan diri sendiri.

Monday, February 11, 2013

MEMILIH YANG BAIK


Filipi 1:9-11

Dengan kesadaran pasti orang akan memilih yang baik dan menolak yang jahat atau tidak baik, ini sudah menjadi norma yang tidak dapat di sangkal. Tetapi pada kenyataannya bahwa dunia ini banyak orang jahat yang melukai sang pencipta dan menolak untuk hidup dalam kekudusan. Tidak menudah untuk hidup tidak bercacat dan kudus dihadapan TUHAN tetapi bukan artinya kita menyerah dan membiarkan hidup kita berada dalam perbuatan dosa yang menyakitkan hati Allah.
Menjelang kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali maka kita dituntut menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya, dalam hal ini kita harus untuk hidup dalam kekudusan dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Tidak ada pilihan lain kita harus bisa memilih yang baik untuk kita lakukan sehingga setiap perbuatan kita menghasilkan buah kebenaran yang di kerjakan oleh Yesus Kristus dan memuliakan Allah.
Bagaimana dapat memilih yang baik ? Paulus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada jemaat Filipi, dengan harapan jemaat Filipi memiliki kasih yang semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, supaya jemaat Filipi mampu memilih perbuatan yang baik dan meninggalkan perbuatan jahat di mata Tuhan. Sekarang bagi kita apabila kasih hendak menjadi kasih Kristiani yang memuliakan Tuhan, maka itu harus di dasarkan pada penyataan dan pengetahuan Alkitabiah.
Pengertian pengetahuan (Yun: epignosis) Alkitabiah, bukan sekedar pengetahuan dalam pemikiran kita, melainkan suatu pengetahuan rohani di dalam hati. Pengetahuan ini menunjuk kepada penyataan Tuhan yang di pahami berdasarkan pengalaman praktis kehidupan sehari-hari dan lebih banyak melingkupi hubungan pribadi dengan Tuhan dari pada secara pemikiran intelektual yang mengetahui fakta-fakta mengenai Allah. (Efesus 3:16-19). Dalam segala pengertian yang dalam artinya bahwa kita sebagai orang percaya dalam kasih dan pengetahuan sebenarnya mengetahui mana yang baik dan yang jahat.
Pengetahuan Alkitabiah (Roma 1:7) atau mengetahui kehendak Allah (Kis 22:14; Roma 2:18) perlu di kerjakan dalam persekutuan bersama Allah dalam hubungan yang dekat (Yoh 17:3; 1 Yoh 4:8), yang dilakukan dalam ketaatan dan kesetiaan mutlak tanpa kompromi. Tujuan dari pengetahuan Alkitabiah ini adalah kasih akan Allah dan kebebasan hidup kita dari dosa (1 Tim 6:3; Titus 1:9)
Memilih yang baik mengindikasikan kita sudah menentukan untuk hidup dalam kebenaran, sehingga tidak lagi melakukan dosa seperti yang pernah di lakukan pada waktu yang lampau. Dalam Roma 6:6, Rasul Paulus memakai istilah manusia lama yang menunjukkan kepada manusia yang belum diperbaharui, yaitu keadaan kita sebelumnya yang masih dalam dosa, tetapi kemudian di salibkan (dimatikan) dengan Kristus di salib supaya kita yang percaya dapat menerima hidup baru dalam Kristus dan menjadi manusia baru. (Gal 2:20).
Tubuh berdosa manusia lama kita yang di kuasai oleh keinginan-keinginan berdosa sudah dimatikan. (2 Kor 5:17; Ef 4:22; Kol 3:9-10). Dengan mengetahui hal ini seharusnya kita orang percaya tidak boleh lagi membiarkan cara hidup lama yang berdosa menguasai hidup dan tubuh kita lagi serta dengan taat dan setia melakukan kebenaran yang memuliakan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 10 Febuari 2012
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan marilah kita pandai dalam mengambil keputusan dalam bertindak, ambilah yang baik dan buang jauh yang jahat, jadikan diri kita pribadi yang selalu berkenan kepada Allah.

Winner Voice
Orang pandai akan tahu memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.




Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...