Saturday, February 23, 2013

MENJADI JEMAAT YANG KUDUS DAN TIDAK BERCACAT


Efesus 1:4-5; 5:25-27
Pilihan Allah atas kita yang percaya kepada Kristus merupakan doktrin yang penting. (Roma 8:29-33; 9:6-26; 11:5,7,28; Kol 3:12; 1Tes 1:4; 2Tes 2:13; Tit 1:1). Pemilihan Tuhan untuk menerima keselamatan di dalam Kristus di tawarkan kepada semua orang (Yoh 3:16-17; 1Tim 2:4-6; Tit 2:11; Ibr 2:9), namun menjadi nyata hanya bagi orang-orang tertentu saja karena tergantung dari pertobatan dan iman sewaktu mereka menerima karunia keselamatan dalam Kristus Yesus. (Ef 2:8; 3:17 bd: Kis 20:21; Roma 1:16; 4:16).
Pemilihan (Yun : eklego) menunjuk kepada terpilihnya suatu umat di dalam Kristus oleh Allah supaya kita menjadi bagian dari gereja sejati yang kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya (2Tes 2:13).
Allah telah memilih kita yang telah menerima dan percaya kepada Kristus (Yoh 1:12), sebab itu doktrin pemilihan ini yang utama mengandung kebenaran yang berpusat kepada Kristus, sehingga di luar Kristus artinya tidak ada keselamatan dan hidup kekal. Hanya di dalam persatuan dengan Kristus kita menjadi anggota jemaat terpilih yang dikuduskan dan tidak bercacat di hadapan-Nya. (Ef 1:4, 6-7, 9-13). Terpilihnya kita ditetapkan dalam korban kematian Kristus yang membebaskan kita dari dosa (Kis 20:28; Roma 3:24-26).
Dalam Kristus pemilihan kita bersifat kelompok menjadi suatu jemaat (Ef 1:4-5,7,9). Pemilihan kita hanya berlaku bila kita menyatu dan bersekutu sebagai Tubuh Kristus menjadi gereja yang sejati. (Ef 1:22-23). Gereja yang sejati inilah yang disebut dengan “tubuh Kristus” (Ef 4:12); “Jemaat-KU” (Mat 16:18); “Umat kepunyaan Allah sendiri” (1Pet 2:9) dan “mempelai Kristus” (Wah 19:7).
Bagian yang penting dari gereja adalah keluarga-keluarga Kristen yang tetap memegang teguh iman percaya kepada Kristus. Peran keluarga Kristen sangat penting untuk memberi pengaruh positif dalam kekudusan dan kebaikkan bagi masyarakat secara umum, dan Allah telah menetapkan keluarga sebagai kesatuan dasar sebuah masyarakat.
Kepentingan dasar dari keluarga Kristen adalah menjaga kekudusan dan tidak cacat pada masa sekarang ini, oleh karena itu harus di mulai dengan sebuah kesadaran peran masing-masing anggota keluarga. Berpusat pada peran pemimpin keluarga yang harus bisa memberi keteladanan dan Allah telah menyerahkan kepada suami tanggung jawab menjadi kepala istri dan keluarga (Ef 5:23-33; 6:4).
Kepemimpinan itu harus dilakukan di dalam kasih, kelembutan dan tenggang rasa terhadap istri dan keluarganya (Ef 5:25-30; 6:4). Tanggung jawab pemimpin yang diberikan Allah meliputi penyediaan kebutuhan rohani dan rumah tangga (Kej 3:16-19;1Tim 5:8). Selanjutnya pemimpin harus mengasihi, melindungi dan memperhatikan kesejahteraannya sebagaimana Kristus mengasihi gereja. (Ef 5:25-33). Pemimpin juga harus menghormati, penuh pengertian, penghargaan yang tulus dan perhatian kepada setiap angota keluarga terutama kepada istrinya. (Kol 3:19; 1Pet 3:7). Akhirnya pemimpin harus memberi keteladanan dalam kesetiaan dengan menaruh kesetiaan mutlak terhadap ikatan pernikahan. ( Ef 5:31; Mat 5:27-28).
Allah punya misi bagi kita yaitu memberi peran penting keluarga-keluarga Kristen untuk membentuk sebuah jemaat yang kudus dan tidak bercacat sehingga membentuk suatu masyarakat yang mengenal Allah dalam dan percaya adanya keselamatan yang terdapat dalam Kristus.
Tuhan Yesus memberkati

Pesan Pastoral : 24 Febuari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Desakan penting bagi jemaat adalah supaya kita dapat membentuk keluarga Kristen yang memberi teladan dalam kekudusan dan tidak bercacat cela. Hal ini harus di mulai dengan keteladanan seorang pemimpin keluarga.

Winner Voice
Keluarga Kristen selalu menjadi bagian utama dari masyarakat yang sehat sehingga membentuk Negara yang kuat.



Sunday, February 17, 2013

TIDAK BOLEH DOSA BERKUASA LAGI

Roma 6:12-14

Kuasa dosa sudah di kalahkan oleh Darah Kristus di kayu salib. Karena dosa berusaha berkuasa lagi atas manusia melalui keinginan-keinginan tubuh, maka keinginan itu harus dilawan dengan iman kepada Kristus. Kita akan menjadi orang dalam perkenan Allah jika kudus dan tidak bercacat yaitu dengan keras menentang keinginan daging yang jahat, menolak untuk menyerahkan anggota tubuh kepada dosa (Roma 6:13) dan mempersembahkan anggota tubuh ini dengan seluruh kepribadian kita sebagai hamba kepada Allah dan kebenaran (Roma 6:13-19).
Menjadi kudus dan tidak bercacat menuntut kita harus mempersembahkan seluruh hidup ini kepada Tuhan bukan sekedar memberi harta saja. Hidup kita adalah milik Kristus karena telah di bayar lunas dengan darah pengorbanan-Nya (1Kor 6:20), dan sudah seharusnya kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus yang akan memuat kita berhasil (Maz 1:3), beruntung (Yos 1:8) dan bahagia (Mat 11:28), Bagaimana kita dapat mempersembahkan hidup ini kepada Kristus ?
Prinsipnya dengan sukarela dan penuh kesungguhan kita harus mempersembahkan seluruh tubuh ini kepada Kristsus. Kita persembahkan sebagai korban bagi Allah (Roma 12:1) yang di gunakan sebagai bait Roh Kudus yang terjaga tetap suci (1Kor 6:19), sehingga layak menjadi rekan sekerja Allah untuk menggenapi seluruh kebenaran Firman Tuhan (Ef 2:10).
Kita dapat mulai dengan mata yang dipersembahkan kepada Tuhan untuk senang membaca Alkitab (Maz 1:2). Mata yang memandang Yesus yang memimpin kita kepada iman yang mengarahkan kita menuju kesempurnaan hidup (Ibr 12: 2) dan kita lebih jeli lagi mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk di bawa kembali kepada Kristus. (Yoh 4;35)
Telinga kita harus di persembahkan kepada Tuhan dengan lebih mendengarkan kata-kata Tuhan (Lukas 10:37) dan menjadi taat kepada Firman Kebenaran (Kis 8:26-27). Janganlah telinga yang telah di persembahkan kepada Tuhan ini akhirnya hanya untuk lebih banyak mendengarkan gossip yang tidak bertanggungjawab. (1Tim 4:7; 6;20).
Lidah kita juga harus kudus bagi Kristus yang kita gunakan untuk memberitakan Injil (Markus 5:19-20). Marilah kita lebih senang berdoa, memuji dan menyembah Tuhan ( 1Tim 2:1-4), dan dengan kerelaan kita mengekang lidah untuk tidak mengucapkan hal-hal yang sia-sia. (Yak 1:26).
Tangan dan kaki ini hanya untuk Kristus, yaitu tangan yang suka menolong (Ibr 12:12) dan memperbaiki kesalahan (Kis 16:33) dan bukan untuk melakukan kejahatan (Ef 4:28). Kaki kita gunakan untuk memberitakan Injil Keselamatan (Ef 6:15) dan menginjak dan mengalahkan kuasa roh jahat (Roma 16:20)
Dan yang penting dari kita orang Kristen adalah menguduskan hati ini untuk Tuhan Yesus (Maz 51:10). Hati ini kita persembahkan sebagai tempat di mana Tuhan Yesus bertahta, berkuasa secara penuh (Ef 3:17), hingga dengan segenap hati, penuh kerelaan kita melakukan kehendak Allah saja. (Ef 6:6).
Sepanjang hidup di dunia ini marilah kita dengan penuh kesadaran memahami bahwa tubuh ini adalah milik Kristus maka kita harus dengan penuh tanggungjawab menjaganya tetap kudus dan tidak bercacat dengan menyangkali kedagingan kita, dan hanya di gunakan untuk melakukan kehendak Tuhan saja.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 17 Febuari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan tidak bisa kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan bila selalu kita kalah dengan kedagingan yang mengejar kenikmatan dunia, kita perlu terus belajar untuk menaruh kendali diri sehingga hanya melakuka apa yang Tuhan Yesus inginkan saja.

Winner Voice
Hidup yang berkenan kepada Allah selalu menuntut kita berjuang mengalahkan diri sendiri.

Monday, February 11, 2013

MEMILIH YANG BAIK


Filipi 1:9-11

Dengan kesadaran pasti orang akan memilih yang baik dan menolak yang jahat atau tidak baik, ini sudah menjadi norma yang tidak dapat di sangkal. Tetapi pada kenyataannya bahwa dunia ini banyak orang jahat yang melukai sang pencipta dan menolak untuk hidup dalam kekudusan. Tidak menudah untuk hidup tidak bercacat dan kudus dihadapan TUHAN tetapi bukan artinya kita menyerah dan membiarkan hidup kita berada dalam perbuatan dosa yang menyakitkan hati Allah.
Menjelang kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali maka kita dituntut menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya, dalam hal ini kita harus untuk hidup dalam kekudusan dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Tidak ada pilihan lain kita harus bisa memilih yang baik untuk kita lakukan sehingga setiap perbuatan kita menghasilkan buah kebenaran yang di kerjakan oleh Yesus Kristus dan memuliakan Allah.
Bagaimana dapat memilih yang baik ? Paulus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada jemaat Filipi, dengan harapan jemaat Filipi memiliki kasih yang semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, supaya jemaat Filipi mampu memilih perbuatan yang baik dan meninggalkan perbuatan jahat di mata Tuhan. Sekarang bagi kita apabila kasih hendak menjadi kasih Kristiani yang memuliakan Tuhan, maka itu harus di dasarkan pada penyataan dan pengetahuan Alkitabiah.
Pengertian pengetahuan (Yun: epignosis) Alkitabiah, bukan sekedar pengetahuan dalam pemikiran kita, melainkan suatu pengetahuan rohani di dalam hati. Pengetahuan ini menunjuk kepada penyataan Tuhan yang di pahami berdasarkan pengalaman praktis kehidupan sehari-hari dan lebih banyak melingkupi hubungan pribadi dengan Tuhan dari pada secara pemikiran intelektual yang mengetahui fakta-fakta mengenai Allah. (Efesus 3:16-19). Dalam segala pengertian yang dalam artinya bahwa kita sebagai orang percaya dalam kasih dan pengetahuan sebenarnya mengetahui mana yang baik dan yang jahat.
Pengetahuan Alkitabiah (Roma 1:7) atau mengetahui kehendak Allah (Kis 22:14; Roma 2:18) perlu di kerjakan dalam persekutuan bersama Allah dalam hubungan yang dekat (Yoh 17:3; 1 Yoh 4:8), yang dilakukan dalam ketaatan dan kesetiaan mutlak tanpa kompromi. Tujuan dari pengetahuan Alkitabiah ini adalah kasih akan Allah dan kebebasan hidup kita dari dosa (1 Tim 6:3; Titus 1:9)
Memilih yang baik mengindikasikan kita sudah menentukan untuk hidup dalam kebenaran, sehingga tidak lagi melakukan dosa seperti yang pernah di lakukan pada waktu yang lampau. Dalam Roma 6:6, Rasul Paulus memakai istilah manusia lama yang menunjukkan kepada manusia yang belum diperbaharui, yaitu keadaan kita sebelumnya yang masih dalam dosa, tetapi kemudian di salibkan (dimatikan) dengan Kristus di salib supaya kita yang percaya dapat menerima hidup baru dalam Kristus dan menjadi manusia baru. (Gal 2:20).
Tubuh berdosa manusia lama kita yang di kuasai oleh keinginan-keinginan berdosa sudah dimatikan. (2 Kor 5:17; Ef 4:22; Kol 3:9-10). Dengan mengetahui hal ini seharusnya kita orang percaya tidak boleh lagi membiarkan cara hidup lama yang berdosa menguasai hidup dan tubuh kita lagi serta dengan taat dan setia melakukan kebenaran yang memuliakan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 10 Febuari 2012
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan marilah kita pandai dalam mengambil keputusan dalam bertindak, ambilah yang baik dan buang jauh yang jahat, jadikan diri kita pribadi yang selalu berkenan kepada Allah.

Winner Voice
Orang pandai akan tahu memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.




Saturday, February 2, 2013

TIDAK BERCACAT DAN KUDUS


1 Tesalonika 3:13

Seperti Rasul Paulus demikian pula kita harus rajin berdoa dan terus mengingat kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali (Filipi 1:9-11). Sangat memprihatinkan saat ini bila masih juga terdapat gereja Tuhan atau jemaat Tuhan yang masih mengalami kesuaman, tanpa gairah untuk menyambut kedatangan-Nya. Bahkan lebih menyedihkan bila masih juga terdapat dalam gereja orang-orang yang tetap mempraktekkan dosa, sedangkan hal ini secara kusus sudah diperingkatkan oleh Tuhan Yesus sendiri. (Matius 24:42-51; 25:1-13).
Kita harus berdoa dan lebih menjaga kehidupan yang kudus dengan harapan bahwa Juru Selamat kita akan segera datang untuk mengangkat kita dari dunia ini untuk “bersama-sama dengan Tuhan (1 Tesalonika 4:17), ini merupakan pengharapan besar untuk memperoleh kebahagiaan sejati bagi yang percaya pada karya penebusan Kristus (Titus 2;13).
Kita harus terus diingatkan bahwa setelah penganggatan ada “Hari Tuhan”, saat yang mendatangkan kesusahan dan murka atas orang berdosa (1Tesalonika 5:2-10). Inilah periode masa yang ketika musuh-musuh Allah di kalahkan. Saat itu dimulai dengan penghukuman Allah atas dunia di akhir jaman (1Tesalonika 5:3), ada kesengsaraan dahsyat (Wahyu 6-19), dan puncak dari semua itu adalah dimusnahkannya orang-orang jahat. (Yoel 1:14; 1Tesalonika 2:30-31; Zefanya 1:7; Wahyu 16:16; 19:11-21).
Karena itu betapa penting untuk menjadi orang yang tidak bercacat dan kudus menjelang kedatangan Tuhan Yesus untuk menganggat kita. Dari kata latin “Raptu” (Yun : Harpazo) yang arti “diangkat”, “terbawa atau diangkat ke atas”. (1Tesalonika 4:17). Peristiwa istimewa ini menunjuk pada pengangkatan dari bumi untuk menyongsong Tuhan di angkasa atas umat yang setia dari gereja-gereja Tuhan Yesus Kristus di akhir jaman (1 Kor 15).
Mengingat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sudah semakin dekat, dan Alkitab menjadi pedoman kita untuk hidup kudus dan tak bercacat agar mengalami penganggatan-Nya. Kita harus semakin berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan di hadapan-NYA.
Menjadi orang kudus atau suci artinya “tanpa campuran dosa”, sedangkan tak bercacat artinya “tidak menyakiti hati” ALLAH dan sesama. Kesucian semacam ini hendaknya menjadi tujuan utama kita karena mengingat kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali sudah sangat dekat. Hanya dengan kasih yang berlimpah-limpah yang dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus. (Roma 5:5; Titus 3:4-5) dan komitmen penuh kepada Firman Allah kita akan menjadi suci dan tidak bercacat menjelang hari kedatangan Kristus.

Hal ini ini bila dengan kekuatan sendiri pasti gagal, tetapi apa yang tidak mungkin bagi kita maka mungkin bagi ALLAH, dan ROH KUDUS adalah bagian utama untuk menjadikan kita orang yang berkenan kepada ALLAH, selebihnya adalah komitmen yang kuat dari kita untuk terus-menerus memperbaikki diri.

Pesan Pastoral : 22 Juli 2012
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Kita adalah orang yang telah di tebus dengan darah Tuhan Yesus Kristus, karena itu pastikan kita adalah pribadi yang berkenan di hadirat-Nya senantiasa sampai TUHAN panggil kita masuk kerajaan SORGA.

Winner Voice
Merasalah berhak untuk hidup dalam kekudusan

Saturday, January 26, 2013

BERTOBATLAH

Kisah Para Rasul 20:21

“Bertobatlah, sebab kerajaan Allah sudah dekat” inilah seruan Tuhan Yesus pertama kali. (Matius 4:17) yang kemudian menjadi tema pelayanan Tuhan YESUS secara konsisten di kumandangkan-Nya, dan tetap berlaku bagi manusia pada jaman sekarang ini.
Pertobatan adalah tanda yang nyata atas orang yang mengasihi ALLAH, karena pertobatan akan membuat orang memiliki hati dan pikiran baru berkaitan dengan Allah, sesama dan diri sendiri. Jika pertobatan terjadi dalam hidup kita, maka kita akan mendapatkan kepastian akan hidup kekal serta memuliakan Tuhan dengan menjadi berkat bagi sesama.
Pertobatan adalah mengakui dosa seperti yang contohkan dalam perumpamaan anak yang hilang (Luk 15:21; bd, Maz 38:19). Selanjutnya dengan segenap hati meninggalkan kejahatan dan kembali kepada Allah (Kis 26:18) sehingga terjadi perubahan dalam pola pikir kita yang terarah kepada kebenaran sejati. (Mat 12:41).
Bertobat itu penting dan menjadi keharusan bagi kita karena merupakan perintah ALLAH (Kis 17:30), sebab tanpa pertobatan maka tidak ada pengampunan (Kis 3:19) dan artinya menjadi kebinasaan selamanya (Luk 13:3-5). Orang yang menolak untuk bertobat sebenarnya sedang menjerat diri sendiri (Maz 9:17) pada dosa yang membuatnya menerima hukuman kekal. (Yoh 12:48). Marilah kita mengindahkan pertobatan seperti yang di katakan oleh Rasul Paulus (Kis 17:30; 26:19-20), Rasul Yohanes (Matius 3:1-10), bahkan oleh Tuhan Yesus sendiri. (Mat 4:17; Wah 2:3).
Ada kesalahan persepsi yang mengatakan bahwa pertobatan dilakukan pada saat di gereja dan di waktu-waktu tertentu saja. Sebenarnya pertobatan membutuhkan kesadaran tinggi yang membuat kita mengerti akan kebenaran dan membenci dosa (Ayub 42:5-6), sehingga pertobatan dapat dikerjakan dimanapun dan kapanpun. Yunus bertobat di perut ikan (Yun 2:1-10), saudara-saudara Yusuf bertobatdi negeri Mesir (Kej 50:17-18) dan pemungut cukai bertobat di Bait Allah. (Lukas 18:13). Yosia bertobat saat mendengar Firman Tuhan (2Raj 22:11) dan Raja Daud bertobat saat di tegur oleh nabi Natan (2 Sam 12:10-16).
Bertobatlah kalah kita benar-benar mengasihi Allah yang mendekatkan kita pada Kerajaan Allah. Dan inilah yang sanggup membuat dunia dan sorga bersorak penuh sukacita yaitu bila ada anak manusia yang bertobat. (Luk 15:7-10). Bagi kita yang hidup dalam dunia yang penuh dengan dosa pertobatan akan membawa pengampunan sejati (Yes 55:7) karena oleh pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib membuat pertobatan kita tidak sia-sia dan oleh darah-Nya kita telah di sucikan dari segala dosa – dosa kita.
Pertobatan sejati akan membuka kemurahan Tuhan (Kis 3:19-20). Ada keselamatan dan kelegaan dari Tuhan kita Yesus Kristus karena kita tidak mungkin hidup dengan kekuatan sendiri untuk mencapai kekekalan sorgawi. Kita membutuhkan Kristus yaitu Penyelamat yang menjadi perantara kita dengan Bapa di Sorga. Inilah mengapa kita harus bertobat karena Allah rindu kita menyatu dengan-Nya di sorga mulia, dan itu menuntut kesucian hidup yang hanya dapat diperoleh dengan bertobat dalam pengampunan oleh kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin
Tuhan YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 27 Januari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Bertobatlah, karena Kerajaan Allah sudah dekat merupakan tema yang tetap “up to date” bahkan setelah dikumandangkan lebih dari 2000 tahun lalu. Karena itu sadarilah keadaan kita sekarang dan ambilah keputusan untuk bertobat saat ini juga.

Winner Voice
Bertobat artinya berbalik kepada Allah dan tidak berkeinginan untuk menengok dosa lagi.

Friday, January 18, 2013

TAKUT AKAN TUHAN


Ulangan 6:12

Takut akan Tuhan bukan sekedar doktrin Alkitabiah semata tetapi jelas memiliki implikasi langsung pada kehidupan orang – orang percaya, karena itu penting untuk memahami apa yang dimaksudkannya.
Orang percaya harus sadar sepenuhnya untuk memahami keberadaan Tuhan (Ams 2:5), maka sebenarnya sedang berhadapan dengan kemuliaan, kekudusan, keadilan dan kebenaran-Nya yang secara mutlak memiliki kekuasaan atas kehidupan di dunia ini. (Fil 2:12). Seharusnya dalam diri kita akan secara otomatis muncul kekaguman dan penghormatan yang dalam. (Maz 33:8-9).
Takut akan Tuhan yang sejati akan membuat orang percaya akan menaruh iman dan kepercayaan untuk mendapatkan keselamatan hanya dari pada-Nya saja. (Kel 14;31; Maz 115:11). Sebaliknya bagi orang percaya akan diliputi kesadaran bahwa Allah akan marah terhadap dosa dan berkuasa untuk menghukum setiap orang yang melanggar hokum-hukum-Nya dengan adil baik dengan segera atau nanti dalam kekekalan. (Maz 76:8-9; Ul 9:19; Ibr 10:31).
 Hal penting untuk diperhatian sebagai orang percaya adalah pertama bahwa kita harus sungguh-sungguh takut akan Tuhan dengan hidup taat kepada perintah-perintah-Nya dan dengan tegas menolak untuk melakukan dosa (Ul 20:20). Bahkan lebih lanjut kita harus suka dengan perintah Tuhan (Maz 112:1) serta mengikuti ketetapan-ketetapan-Nya ( Maz 119:63; Pkh 12:13), segera kita akan menjauhkan diri dari segala macam kejahatan. (Ams 16:6)
Takut akan Tuhan mempunyai dampak pada penyucian diri dalam kebenaran Firman Allah (Yoh 17;17). Hal ini dimungkinkan selain kemudian kita menjadi pribadi yang mencintai kebenaran Firman, demikian pula menjadi orang yang membenci dosa dan menjauhkan diri dari kejahatan. (Ams 3:7; 8:13; 16;6). Efektifitas perilaku kita akan saja terjaga, sebagaimana dalam pembicaraan akan lebih hati-hati dan dapat menahan diri dalam setiap pembicaraan. (Ams 10;19; Pkh 5;2, 6-7), kita akan memiliki ketahanan moral yang baik serta hati nurani yang semakin dimurnikan.
Takut akan Tuhan akan mendorong kita untuk menyembah dan memuliakan Allah secara tepat dengan segenap hati, sepenuh jiwa dan tubuh kita. (Maz 22:24; 26) dan inilah yang akan terjadi pada segenap mahluk pada akhir jaman akan menyembah Allah yang benar. (Why 14:6-7).
Allah menyediakan pahala bagi kita yang takut akan DIA (Ams 22:4), akan diberikan perlindungan dari kematian kekal (Ams 14:26-27), persediaan kebutuhan sehari-hari ( Maz 34;10; 111;5) dan umur panjang (Ams 10;27) serta kebahagiaan sejati atas apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. (Pkh 8:12-13).
Orang Tua harus mengajarkan hal ini kepada anak-anak, dengan membina anak-anak mereka untuk membenci kejahatan dan mencintai perintah Tuhan yang kudus (Ul 4:10; 6:1-2, 6-9). Ini merupakan langkah awal yang baik agar anak-anak hidup dalam prinsip-prinsip hikmat Allah yang murni. (Ams 1:1-6), sebagaimana Firman Tuhan mangatakan bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. (Maz 111:10; Ams 1;7; 9:10).
Tuhan YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 20 Januari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Bukan sekedar pengertian saja tetapi baiklah kita mengambil sikap yang benar untuk Takut akan Tuhan karena inilah awal dimana kita dapat menjadi pribadi yang berkenan di hati ALLAH yang akan dikuduskan-NYA. Amin !

Winner Voice
Awal kepandaian manusia karena belajar, tetapi permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.

Thursday, January 10, 2013

PERSEKUTUAN KASIH DENGAN ALLAH

Matius 22:37-38

Allah ingin dan telah mengambil inisiatif untuk membawa kita kepada persekutuan kasih yang intim dengan-Nya. Hal ini karena manusia tidak mungkin dapat dengan usahanya sendiri menjangkau Allah. Karena itu Allah membuatnya supaya kita dapat bersekutu dalam kasih-Nya, dan inilah seharusnya yang menjadi tujuan hidup kita. Orang-orang Kristen pasti akan mengejar pengenalan pribadi serta menyembah Allah dan mengasihi-Nya secara tulus.
Jika kita memang rindu Allah menyatakan diri – Nya maka kita harus mengasihi-Nya, dan hal ini membutuhkan usaha yang keras karena tidak mudah untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah.
Di kehidupan ini, segala sesuatu bergantung pada kasih kita pada Allah. Bahkan saat menghadapi persoalan hidup yang berat dan kita rasanya tidak lagi sanggup menghadapi, maka penting rasanya ada pihak yang dapat menjadi tempat kita menggantungkan harapan, yaitu pihak yang dapat menjadi pembela saat tantangan kehidupan semakin sukar untuk dikendalikan. Disinilah peran Allah sangat besar untuk mengubah keadaan yang buruk menjadi kebaikkan (Roma 8:37-39). Dalam persekutuan kasih inilah Allah hendak menyatakan dirinya dan kita mengalami kuasa-Nya yang mengubahkan keadaan kita. (Yoh 14:21).
Persekutuan kasih kita dengan Allah yang patut di pahami yaitu: bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang abadi sehingga kita juga dituntut untuk memberikan kasih secara abadi. (Ulangan 30:6), tidak bisa kita membangun persekutuan kasih dengan Allah hanya untuk sementara saja dengan alasan : karena kita membutuhkan pertolongan-Nya saja, tetapi kita harus sadar bahwa kita berhubungan dengan pribadi-Nya dan bukan hanya kuasa-Nya saja. Bila kita dapat membangun persekutuan kasih dengan Allah secara abadi, sebenarnya demikian pula Allah sudah mengasihi kita dengan kasih yang abadi (Yer 31:3) dan Allah yang telah memanggil serta memilih kita dari antara banyak bangsa ini sebenarnya telah menyediakan kemuliaan kekal pula. (1 Petrus 5:10).
Hal lain yang patut kita pahami dalam membangun persekutuan kasih dengan Allah adalah bahwa Allah tidak ingin diduakan. Allah tidak ingin ada yang menandinginya, sehingga tidak boleh ada satupun “ilah” lain di hadapan Allah. (Matius 6:24)
Sekalipun saat ini tidak lagi ada orang yang secara terang-terangan menyembah ilah, tetapi tanpa disadari banyak orang telah memiliki banyak ilah, karena segala sesuatu yang dianggap lebih penting, lebih berkuasa dan lebih banyak mengambil bagian penting dalam hati kita maka itu dapat disebut dengan ilah akhir jaman. Hal ini bisa ditampakkan dengan hobby yang lebih penting dari ibadah, pekerjaan yang lebih penting dari pada keluarga, penampilan yang lebih penting dari pada hati nurani dll.
Sebaiknya hal ini dipahami; bahwa berkat yang telah Allah berikan tidak boleh menggeser keberadaan-Nya dalam hati kita (Ulangan 6:11-15) atau sebaliknya bahwa kekuatiran dan ketakutan kita juga tidak boleh menggeser keberadaan Allah dalam hati kita. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup ini suka atau duka, kaya atau miskin dsb, maka semuanya itu tidak boleh membuat kita menjauh dari persekutuan kasih kita dengan Allah. Amin
Tuhan Yesus Memberkati.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...