Saturday, April 20, 2019

SUKACITA ORANG YANG DITEBUS (4) (Yesaya 35:1-10)


Tuhan Sumber Pujian.
(Mazmur 105:1-3)
Sejak awal, Allah telah mengikatkan diri-Nya dengan perjanjian kekal kepada umat-Nya melalui Abraham, bahwa merekalah pewaris Tanah Kanaan (Mzm 105:7-11). Perjanjian itu menempatkan Israel bukan hanya sebagai umat pilihan, tetapi juga yang diurapi (Mzm 105:15), yaitu yang diutus untuk menjadi agen Allah menyatakan keselamatan bagi bangsa-bangsa. Itu sebabnya, salah satu aspek ibadah adalah memperkenal-kan Allah dan perbuatan baik-Nya kepada mereka (Mzm 105:1b).
Perhatian mazmur 105 adalah pada pujian (Mzm 105:1-6) dan ketaatan (Mzm 105:45). Tujuan menceritakan ulang kisah lama Israel adalah untuk menciptakan rasa syukur dalam kehidupan umat dan respons setia mereka kepada pemilihan Allah (Mzm 105:6), agar mereka setia memelihara hubungan mereka dengan Tuhan dalam suatu perjanjian (Mzm 105:8-10). Pujian dan kesetiaan tersebut bersumber bukan pada kekuatan rohani umat sendiri, tetapi di dalam perbuatan-perbuatan Allah yang secara nyata menunjukkan bahwa diri-Nya penuh kasih dan setia pada janji-janji-Nya (Mzm 105:2,5). Bersyukur dan hidup dalam ketaatan tidak hanya ditujukan untuk masa lalu, melainkan juga pada masa kini dan masa depan kehidupan umat. Untuk umat Israel pasca pembuangan, juga ke masa kini, tegas pesannya: jangan tidak beriman sebaliknya taatlah kepada Tuhan yang setia dan penuh belas kasih.
Karya-karya ajaib yang Allah berikan (Mzm 105:2b,5a), penghukuman-Nya (Mzm 105:7), kesetiaan-Nya pada perjanjian-Nya (Mzm 105:8-11), yang umat Israel alami dipadang gurun selama 40 tahun, sepatutnya menjadi pokok perenungan umat Allah. Hal-hal yang dialami adalah sebagian kecil bentuk nyata kemuliaan Allah yang tak terukur besarnya. Dengan merenungkan perbuatan-perbuatan besar Allah, umat Allah memasuki proses pengenalan lebih dalam akan Allah. Puji-pujian terhadap kemuliaan nama Allah tidak saja akan terwujud dalam kegiatan penyembahan, tetapi juga dalam sikap beriman lebih dalam dan ketaatan lebih sungguh (Mzm 105:1-3).
Seringkali orang sukar untuk mempertahankan konsistensi dalam bersyukur dan tetap semangat untuk memuji Tuhan. Sebaliknya orang lebih mudah berubah dari bersyukur menjadi menggerutu bahkan menggugat Tuhan. Hal ini seringkali terjadi karena orang sulit menerima keadaan yang dialaminya yang mungkin tidak sesuai antara kenyataan dengan harapan. Sebenarnya tak ada alasan apapun bagi kita untuk tidak bersyukur dan memuji Tuhan. Perbuatan besar dan ajaib Allah di masa lampau telah membangunkan kesadaran kita, karena seluruh karya keagungan Allah merupakan sumber pujian utama.
Bersumber pada karya keagungan Allah maka layaklah bila pujian yang kita naikkan adalah pujian dalam pengertian dan kesadaran penuh. Bukan dalam kemabukan emosi yang bersumber pada kenikmatan syaraf dan indra tubuh kita sendiri. Iman yang mengerti bahwa Allah Maha Besar, perbuatan-Nya ajaib, kekudusan dan kesetiaan-NYA, perjanjian-Nya kekal, mengalirkan pujian rohani yang benar.
Ketika kita berada kebingungan karena situasi hidup yang tidak menentu, maka kita diminta untuk mengarahkan hati, pikiran, dan ibadah kepada Allah. kita harus kuat dalam beribadah dengan tetap bersyukur, mengingat kebaikkan Tuhan, bermegah dalam Tuhan dan tetap rendah hati, serta terus mencari hadirat Tuhan (Mzm 105:1-5). Kita harusnya tergugah hati kepada perbuatan-perbuatan Allah pada masa lampau dalam hidup ini. Betapa Allah telah menyatakan anugerah-Nya tak henti-hentinya kepada kita sejak dulu (Mzm 105:16-45), bahkan sejak sebelum kita ada (ketika masa leluhur Abraham, Ishak, dan Yakub (Mzm 105:7-15). Satu hal yang ditekankan berulang adalah dalam setiap tahapan sejarah hidup kita, Allah terus memberkati, melindungi, dan menyertai senantiasa (Mzm 105:12-15).
Melalui penyembahan yang benar, kita diingatkan akan kebaikan dan kemurahan-Nya atas hidup kita. Kita akan di-mampukan untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada tangan Allah yang berkuasa. Tangan Tuhan Yesus yang berlubang paku itulah bukti besarnya kasih Allah dan tangan yang sama akan terus menopang hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral:  17 Maret 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal.  Marilah kita senantiasa setia untuk menyembah, menaikkan pujian, dan membesarkan serta memuliakan Allah dalam kata dan hidup kita.
.
.
Winner Voice
Kesukaan dan kegembiraan dalam pujian itu pasti ada, tetapi sumbernya, suasananya dan tujuannya harus diarahkan pada Allah, Sang Sumber Pujian.


   Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mazmur 105:1-3)
1.      Aku mau selalu bersyukur kepada TUHAN dan menyerukan nama-NYA karena perbuatan-NYA yang ajaib.
2.      Aku mau bernyanyi dan bermazmur bagi ALLAH serta memberitakan perbuatannya yang Ajaib.
Aku mau bermegah dalam Nama TUHAN dan bersukahati untuk mencari hadirat TUHAN sebab perbuatan ajaib Tuhan dalam hidupku.

SUKACITA ORANG YANG DITEBUS (3) (Yesaya 35:1-10)


Bersyukurlah Umat Yang Ditebus Tuhan.
(Mazmur 107:1-3)

Kebaikan Tuhan sungguh luar biasa dalam segalanya. Kebaikan Tuhan telah dinyatakan di segala tempat dan segala situasi kepada orang yang percaya kepada-NYA. Kebaikan Tuhan dirasakan oleh mereka dari segala penjuru mata angin. Semua orang yang hidup di bawah kuasa yang menyesakkan; di padang belantara; yang tersesat dan yang dalam kegelapan, bahkan yang mendekati kematian sekalipun; tetapi bila orang tersebut berbalik dan berdoa maka kebaikan Tuhan akan dinyatakan untuk mendapatkan pertolongan yang luar biasa. Kebaikan Tuhan berkuasa mengatasi permasalahan yang kita hadapi. Lebih dari itu, kebaikan Tuhan juga menolong kita untuk tidak terus tenggelam dalam kehidupan dosa dan kejahatan.
Kita sudah seharusnya mengucap syukur atas pertolongan Tuhan yang membebaskan umat-NYA. Dari Mazmur 107 yang ditulis dari masa paska pembuangan baggsa Israel, kita dapat belajar untuk mengingat kembali belas kasih Tuhan yang memulangkan umat dari pembuangan Babel kembali ke Yudea (Mzm 107:2-3). Pemazmur mengungkapkan kondisi bangsa Israel dan pertolongan Tuhan melalui beberapa ilustrasi sejarah yang sangat jelas (Mzm 107:4-9,10-16,17-22,23-32). Pemazmur mempunyai misi khusus yaitu mengajak orang Israel untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Pemazmur menyakini bahwa bersyukur kepada Tuhan seharusnya dilakukan bukan karena paksaan atau terpaksa, tetapi merupakan ungkapan yang tulus karena telah ditebus Allah dari kuasa yang menyesakkan, dikenyangkan oleh kasih karunia Tuhan, dan dibebaskan-Nya dari belenggu.
Inti Mazmur 107 ini adalah ucapan syukur atas kasih setia Tuhan yang dinyatakan kepada umat-Nya terus-menerus betapapun berdosanya mereka itu dan yang sebenarnya tidaklah layak menerima belas kasih Allah. Hal ini karena adanya jiwa pemberontakan. Orang seringkali tidak sadar akan kebaikkan Tuhan sekalipun orang tersebut seperti berada dalam padang gurun kehidupan. Tetapi karena kasih setia Tuhan saja kita tetap dituntun untuk mencapai kebaikkan-NYA (Mzm 107:4-9; 15). Selanjutnya, karena dosa membuat orang tertawan, sehingga tidak dapat menjadi penurut Allah, tetapi sekali lagi karena besar kasih karunia Allah membebaskan kita dari belenggu dosa (Mzm 107:10-16). Akhirnya,  kita tidak layak mendapatkan kasih karunia karena kebodohan kita sendiri yang mengakibatkan penderitaan hidup, dan sekali lagi karena kasih setia Tuhanlah yang memulihkan kita (Mzm 107:17-22).
Mazmur 107 ini menasihati kita sebagai orang yang ditebus untuk bersyukur dan memuji Tuhan karena kelepasan dari situasi yang parah dan berbahaya. Empat hal untuk menggambarkkan bahwa Allah menanggapi kesulitan-kesulitan ekstrem, manakala kita mau berdoa. Hal ekstrim itu adalah digambarkan dengan lapar dan dahaga (Mzm 107:4-9), perhambaan (Mzm 107:10-16), sakit parah hingga nyaris meninggal (Mzm 107:17-22), dan bahaya badai (Mzm 107:23-32). Hal  ini tetap relevan bagi semua orang percaya yang di dalam kesesakan dan penderitaan untuk berseru kepada Tuhan. Membangun iman dan mendorong kita selama saat-saat kita memerlukan campur tangan Allah secara khusus di dalam kehidupan kita.
Pengalaman lain yang juga umum diderita banyak orang adalah berbagai penderitaan batin dan fisik seperti pengalaman tertekan, terhukum, terpenjara (Mzm 106:10-16) sebagai akibat dosa. Demikian juga penderitaan seperti pengembaraan tanpa arah, perasaan terbuang, hidup dalam gelap, pengalaman riil yang melukiskan tekanan hidup dalam dosa. Segelap apa pun hidup ini akibat perbuatan dosa, keselamatan dari Allah akan melepaskan kita bila kita mau berdoa (Mzm 106:13).
Betapa mulia kasih setia Tuhan dibandingkan dengan keberdosaan, pemberontakan, dan kebodohan kita. Sudah seharusnya membuat kita mawas diri. Senantiasa kita dapat menaikkan ucapan syukur karena kasih setia Tuhan yang terus menopang hidup kita. Walaupun kita sama sekali tidak layak ditolong.  Kedepan seharusnya rasa syukur kita berbentuk kehidupan yang berkomitmen, yaitu kita lebih setia, lebih taat, dan lebih berserah mengikut Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral:  17 Maret 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Janganlah lupa kita untuk  senantiasa berdoa kepada Tuhan Yesus mengungkapkan betapa kita sungguh bersyukur akan setiap kebaikan yang selalu Tuhan nyatakan dalam hidup ini.
.
Winner Voice
Kasih setia Tuhan jauh melampaui kebebalan kita karena Dia benar-benar ingin mengubah kita menjadi lebih baik daripada apa yang dapat kita pikirkan.  
   

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.  Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,  yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. (Mazmur 107:1-3)
1.      Aku akan selalu bersyukur kepada Tuhan sebab Tuhan itu Baik.
2.      Aku mau selalu bersyukur kepada Tuhan selamanya karena kasih setia-NYA.
3.      Aku mau selalu bersyukur kepada Tuhan sebab aku telah di tebus-NYA untuk menjadi umat kepunyaan Allah. Amin

SUKACITA ORANG YANG DITEBUS (2) (Yesaya 35:1-10)


Hidup Sebagai Umat Yang Telah Ditebus.
(1Petrus 1:13-21)
Orang pada umumnya mau hidup kudus untuk mendapatkan keselamatan. Itulah sebabnya, mereka berusaha menahan diri dari berbagai keinginan untuk berdosa (seks bebas, kerakusan, dll.), bahkan bisa secara ekstrim mengekang dirinya dari hal-hal yang wajar (pernikahan, makanan sehat, puasa pajang dll.). Tujuan melakukan tindakan pengekangan diri adalah untuk mendapatkan kelepasan dari belenggu kedagingan itu agar memperoleh keselamatan.
Hidup kudus untuk Orang Kristen bukan untuk mendapatkan keselamatan! Karena  keselamatan sudah diberikan sebagai anugerah, asal percaya kepada-Nya. Hidup kudus disadari karena status telah diselamatkan menjadi umat Tuhan yang kudus (1Pet 1:15-16). Umat Tuhan hidup kudus karena mereka telah ditebus dari cara hidup masa lalu yang sia-sia, yaitu hidup dalam penyembahan berhala (1Pet 1:18). Kita harus sadar harga tebusan itu melampaui nilai perak atau emas, yaitu darah anak domba Allah (1Pet 1:19). Tuhan Yesus menyelamatkan kita dari belenggu kedagingan dan hidup sia-sia yang menuju kebinasaan
Jadi, tujuan orang Kristen hidup kudus karena ia tidak mau menyia-nyiakan penebusan Kristus. Kita sudah dibebaskan dari belenggu perbudakan dosa, mengapa sekarang kita mau menyerahkan diri lagi kepada perhambaan dosa itu? Kalau kita masih hidup sembarangan dalam dosa maka sama saja dengan kita menghina dan menyangkali karya Kristus di kayu salib. Hidup kudus bukan pilihan bagi orang Kristen. Hidup kudus adalah cara hidup orang-orang Kristen yang telah mengalami anugerah penebusan Kristus.
Inilah perintah Allah yang mengatakan: "kuduslah kamu, sebab Aku kudus". Orang Kristen adalah umat tebusan Allah yang telah dilahirkan kembali. Setelah ditebus, kita terpanggil menjadi umat-Nya yang kudus, yang menjaga hidup agar berkenan kepada-Nya, dari hari ke hari menikmati pengudusan-Nya dan semakin serupa dengan Kristus. Ada 2 hal yang dapat kita lakukan untuk hidup berkenan kepada ALLAH;
1.      Layanilah Tuhan (Matius 20:28; 1Kor 7:23) 
Yesus mengajarkan arti melayani sebenarnya yaitu memberi diri untuk kepentingan orang lain. Yesus memberi diri-Nya untuk dianiaya dan dibunuh agar pengampunan dosa boleh terjadi bagi banyak orang. Ini teladan yang Yesus ajarkan agar para murid sadar dari sikap yang keliru selama ini, yaitu berlomba menjadi yang terbesar (Mat 20:20-21,24). Perlu disadari bahwa mengikut Yesus adalah melayani dengan meneladani pelayanan Yesus. Mereka akan menerima cawan penderitaan Yesus (Mat 20:23), yaitu oleh karena Yesus mereka pun akan dibenci, ditolak, bahkan bisa jadi dibunuh. Sebelum bisa melayani ke luar perlu belajar melayani sesama. Omong kosong melayani orang dunia, kalau di gereja kita masih belum beres. Jangan sampai hawa nafsu duniawi menguasai gereja (Mat 20:25) dan bukan Roh Kudus.
2.      Mengusai diri
Penguasaan diri adalah salah satu segi dari wujud hadir dan bekerjanya Roh Allah dalam hidup orang milik Kristus (Gal 5:22-24). Penguasaan diri adalah salah satu tahap dari pematangan iman orang Kristen (2Pet 1:3-8). Jelas kita harus menguasai diri, dan karena itu kita berbeda dari orang kebanyakan yang tidak mengenal Yesus. Bagaimana kita bisa belajar menguasai diri? Pertama, ingat meski semuanya ok, tetapi tidak semuanya berguna. Kedua, meski ok, tetapi kita tidak boleh mengijinkan hasrat dan kebutuhan memperbudak kita.
a.       Mengusai diri dalam hal Sex. seks adalah anugerah Tuhan, pemberian Allah. Seks bukan milik pribadi untuk memuaskan egoisme sebab tubuh kita (seks) sudah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus (1Kor 6:20). Keindahan seks tidak bisa didapat dengan merebutnya dari seseorang. Justru kenikmatan seks dialami saat seseorang melepaskan haknya yaitu memberi diri untuk pasangan hidup-nya (1Kor 9:12,15). Keduanya menikmati kebesaran Tuhan dalam karya penciptaan, dalam persekutuan dengan-Nya (Kej 1:26) dan dalam karya prokreasi (Kej 1:28).  
b.      Mengusai diri dalam hal Makanan. Bagaimana kita menempatkan arti makanan dan bagaimana kita membelanjakan uang untuk makanan, adalah ungkapan dari apa yang kita pandang penting dalam hidup ini. Agar tercegah dari dosa soal makanan ada dua prinsip. Pertama, jangan diperhamba oleh makanan. Ingat makanan adalah untuk menunjang hidup, bukan hidup untuk makan! Kedua, buat prioritas yang benar dalam memilih makanan. Gunakan uang untuk sesuatu yang membangun orang lain dan kerajaan Allah.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral:  10 Maret 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Hidup Kristen harus bisa dilihat sebagai kesetiaan mengabdi kepada Kristus, supaya menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya. Maka tetaplah hidup seperti yang ditentukan Tuhan bagi kita dan dalam keadaan seperti waktu kita dipanggil-NYA.

Winner Voice
Kristen adalah orang yang dibebaskan dari dosa, untuk masuk dalam perhambaan kepada Kristus.    

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,(1Petrus 1:13-15)
1.      Aku siapkan akal budi, bersikap waspada dan menaruh pengharapan atas kasih karunnia dari Tuhan Yesus
2.      Aku hendak hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu.
3.      Aku berkomintmen untuk hidup kudus dalam seluruh hidup karena Allah yang memanggilku adalah Allah yang kudus. amin

Friday, April 19, 2019

SUKACITA ORANG YANG DITEBUS (Yesaya 35:1-10)


Setelah Keselamatan
Sulit memiliki konsep positif tentang hukuman dalam zaman ini. Menyandingkan Yesaya 34 dan 35 akan menolong kita memahami bahwa hukuman dan pembayaran terhadap hutang dosa, tidak dapat dipisahkan, demikian juga pembaruan dari pemulihan tidak dapat dipisahkan. Karena Allah dan hukum-hukum-Nya kudus demikian juga maha besar kasih-Nya, kedua hal ini akan selalu berjalan seiring.
Membaca ulang setiap peristiwa sejarah yang dijalani bangsa Israel di hadapan Allah, akan membawa kepada kita dua pemikiran dasar yaitu: pertama, Israel adalah bangsa yang bebal dan tegar tekuk, cenderung bandel dan tak tahu berterima kasih. Kedua; bahwa Allah Abraham, Ishak dan Yakub adalah Allah Maha Pengasih dan Setiawan. Kasih dan kesetiaan Allah itulah yang selalu memberikan pengharapan kepada umat-NYA, yaitu pengharapan akan keselamatan, bahwa Allah selalu berpihak pada mereka. "Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan  …  menyelamatkan kamu". (Yes 35:3-4)
Keselamatan dari Allah adalah keselamatan dalam jangkauan yang sangat luas, bahkan sampai pada kekekalan. Jangkauan keselamatan yang Allah janjikan pada umat-Nya merupakan ungkapan kerinduan jiwa terdalam dari semua umat Allah (Yes 35:5-9). Ada kesembuhan, pemulihan hubungan, perubahan alam, kedamaian, pembaruan kondisi hidup. Janji yang tidak dibatasi lingkup jasmani dan rohani, melainkan janji yang berdimensi kekal menembus batas-batas keberadaan manusia. Dan keselamatan kekal itu hanyalah berlaku bagi orang-orang yang berjalan, hidup dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus mengatakan "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat 11:28). Undangan Yesus yang begitu manis ditujukan kepada semua orang yang "letih lesu dan berbeban berat" oleh persoalan hidup serta beban dosa mereka sendiri. Dengan datang kepada Yesus, menjadi hamba-Nya serta menaati petunjuk-Nya, maka Ia akan membebaskan saudara dari semua beban yang tidak dapat diatasi dan memberikan perhentian, kedamaian, dan Roh Kudus-Nya untuk menuntun saudara dalam kehidupan ini. Segala pencobaan dan persoalan hidup saudara dapat ditanggung dengan bantuan dan kasih karunia-Nya (Ibr 4:16).
 Karena Kristus dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibr 4:15), kita dapat dengan penuh keberanian menghampiri takhta sorgawi, karena mengetahui bahwa doa dan permohonan kita diterima dan diinginkan oleh Bapa di sorga (Ibr 10:19-20). Tempat itu disebut "takhta kasih karunia" karena dari takhta itu mengalir kasih, pertolongan, kemurahan, pengampunan, kuasa rohani, pencurahan Roh Kudus, karunia-karunia rohani, buah roh, dan semua yang kita perlukan dari Allah. Salah satu berkat terbesar dari keselamatan ialah bahwa Kristus kini merupakan Imam Besar kita yang membuka jalan langsung ke hadapan Allah Bapa sehingga kita selalu dapat meminta bantuan yang kita perlukan.
Hukuman atas dosa berakibat fatal (Yes 35:1), tetapi Allah yang menghukum adalah juga Allah sumber kehidupan yang menerbitkan dan mengembalikan segala sesuatu menjadi baru dan indah. Kengerian akan diganti dengan kesukaan, kebinasaan akan ditaklukkan oleh kehidupan baru. Sukacita seperti apa akan terjadi? Pertama, sukacita yang mencelikkan mata yang buta dan menguatkan lutut yang gemetar (Yes 35:5-6a). Artinya sukacita karena terbukanya "mata" kita untuk melihat Tuhan sebagai penolong. Kedua, sukacita yang menyebabkan mata air di padang gurun memancarkan air segar dan tanah kersang (kering tidak subur) menjadi sumber-sumber air (Yes 35:6b-7). Kiasan ini ingin menekankan pembaruan yang ajaib dan dahsyat jauh melebihi kuasa pemerintahan ketika hukuman dijatuhkan. Ketiga, sukacita yang menghantarkan orang-orang yang diselamatkan Allah memasuki "Jalan kudus" (tempat suci) (Yes 35:8-9). Keempat, sukacita yang abadi (Yes 35:10). Sukacita dari Allah ini memberi kekuatan bagi kita untuk dapat berdoa di tengah kesulitan.
Banyak hal yang dapat menyebabkan kita kehilangan sukacita, seperti: kesedihan, perasaan tertolak, kehilangan orang yang dikasihi, marah, iri hati, kebencian, dendam, permusuhan, dll. Bagaimana cara mengatasi hal ini? Pertama, tetap percaya pada janji pembelaan Tuhan. Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri sebab dengan iman seseorang dibenarkan (Luk 18:7-8). Kedua, tetaplah setia melakukan firman Tuhan, meski sendiri saja sebab pada waktu-Nya pasti Tuhan akan membela kita.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral:  24 Februari 2019
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam segala hal. Ada sukacita besar bagi kita yang telah di tebus oleh pengorbangan Tuhan Yesus, oleh sebab itu marilah kita merespon kebaikkan Tuhan dengan semakin semangat ikut dan beribadah kepada – NYA saja.

Winner Voice
Hidup baru dalam anugerah Tuhan berkualitas menaklukkan segala masalah hidup betapa pun sulitnya.    

Pengakuan Iman
Pembacaan Firman:
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" (Yesaya 35:4)
1.      Aku kuatkan hati dan tidak menjadi takut karena Tuhan ada srlalu besertaku.
2.      Bila aku dalam bahaya, aku percaya Tuhan sendiri akan datang dan menyelamatkanku.
3.      Aku menantikan kedatangan Tuhan yang akan memberikan ganjaran yang membuatku sangat bersukacita.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...