Saturday, December 1, 2018

Menghadirkan Kerajaan Allah (4)


Akan terjadi pada hari-hari terakhir  —  demikianlah firman Allah  —  bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. (Kisah Para Rasul 2:17-18)
 “Roh Kudus di Hari-Hari Terakhir”
Menurut nubuat Nabi Yoel, sebagaimana diterapkan Rasul Petrus, baptisan dalam Roh Kudus adalah untuk mereka yang sudah menjadi anggota kerajaan Allah yaitu orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadi hamba-hamba Allah, yaitu semua laki-laki maupun perempuan yang sudah diselamatkan dan dilahirkan baru sehingga menjadi milik Allah.
Rasul Petrus mengatakan bahwa Allah akan mencurahkan Roh Kudus-Nya pada hari-hari itu. Ini berarti bahwa pencurahan Roh Kudus dan tanda-tanda adikodrati yang menyertainya tidak dapat dibatasi hanya pada hari Pentakosta. Kuasa dan berkat-berkat Roh Kudus adalah bagi setiap orang Kristen untuk diperoleh dan dialami sepanjang zaman gereja, yaitu seluruh waktu di antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua (Why 19:1-20:15)
Janji baptisan dalam Roh Kudus bukan saja bagi mereka yang ada pada hari Pentakosta awal (Kis 2:4), tetapi bagi semua orang yang akan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sepanjang zaman (Kis 2:39).  Baptisan dalam Roh Kudus dengan kuasa yang menyertainya bukanlah suatu peristiwa yang hanya terjadi sekali saja dalam sejarah gereja; peristiwa itu tidak berhenti (Kis 2:38; 8:15; Kis 9:17; 10:44-46; 19:6). Setiap orang Kristen berhak untuk mencari, mengharapkan, dan mengalami baptisan dalam Roh yang sama yang diberikan kepada orang Kristen jaman para rasul (Kis 1:4,8; Yoel 2:28; Mat 3:11; Luk 24:49).  
Rasul Petrus oleh ilham Roh Kudus menyatakan hari-hari terakhir yang dalam Perjanjian Lama ungkapan ini menunjuk kepada zaman Mesias dalam Kerajaan Allah (Yes 2:2; Hos 3:5), maka hidup di akhir jaman merupakan waktu hidup dalam perwujudan berkat-berkat khusus Roh Kudus karena kalau pada zaman Perjanjian Lama, Roh Kudus hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki kedudukan di dalam jajaran teokrasi Israel-raja, imam dan nabi, tetapi sekarang Roh Kudus tinggal di atas semua manusia, yaitu di atas seluruh umat Allah dan bukan hanya para pemimpin saja. Rasul Petrus menegaskan bahwa Roh Kudus kini aktif kembali di dalam suatu manifestasi baru dari rencana penebusan Allah. (Kis 2:18). Manifestasi nubuat yang baru ini lebih merupakan pemberitaan terlebih dahulu tentang karya penebusan oleh Allah melalui Yesus Kristus.
Awal dari jaman akhir ditandai dengan kelahiran Yesus Kristus serta pencurahan Roh Kudus atas umat Allah, dan akan berakhir dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua (Mrk 1:15; Luk 4:18-21; Ibr 1:1-2). Saat yang khusus ini digambarkan sebagai zaman penghakiman terhadap kejahatan, kuasa atas setan-setan, keselamatan bagi manusia, dan kehadiran kerajaan Allah. "Hari-hari terakhir" ini akan berlangsung dengan kuasa Roh Kudus (Mat 12:28).  merupakan saat kesaksian yang memanggil setiap orang untuk bertobat, percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan mengalami pencurahan Roh Kudus (Kis 1:8; 2:4,38-40; Yoel 2:28-32). Kita harus menyampaikan karya keselamatan Kristus melalui kuasa Roh Kudus sementara kita menantikan hari akhir murka Allah (Rm 2:5), yaitu, "hari yang besar dan mulia itu" (Kis 2:20). Kita harus hidup dengan siaga dan waspada setiap hari, sementara menantikan hari penebusan dan kedatangan Kristus untuk umat-Nya (Yoh 14:3; 1Tes 4:15-17). Saat itulah saat meresmikan kerajaan Allah yang kini datang dengan seluruh kuasa Sorga.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral: 20 Mei 2018
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam hidup ini. Kita telah berada di akhir jaman, sudah tidak banyak waktu lagi maka marilah kita lebih sungguh-sungguh dalam Tuhan Yesus, karena hanya kepada yang bersedia tunduk pada otoritasnya saja yang akan dipakai dan dipenuhi oleh Roh Kudus-Nya. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita menghadapi hari-hari akhir ini.    

Winner Voice
Kekuatan rohani dihari akhir adalah dengan kepenuhan ROH KUDUS yang akan memampukan kita tetap kuat dan tampil sebagai pemenang kehidupan.

Pengakuan Iman
Aku tinggal di hari terakhir dan aku memberi diri untuk mendapatkan curahan ROH KUDUS.
Aku menyediakan hati dan pikiran ku agar ROH KUDUS menguasai hidupku seutuhnya dan aku menghamba kepada ALLAH saja.
Aku menyediakan diri untuk dipakai sebagai alat bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus, bagi keselamatan sebanyak mungkin manusia. Amin

Menghadirkan Kerajaan Allah (3)


Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (Kisah Para Rasul 2:1-3)
 “Hari Pentakosta”
Pentakosta merupakan hari raya terbesar yang kedua dalam tarikh Yahudi. Pentakosta, artinya yang kelima puluh, merupakan istilah Yunani yang dipakai untuk Hari Raya Tujuh Minggu yang dilukiskan dalam (Im 23:15-22), yaitu yang merayakan akhir masa panen.  Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17).
Demikianlah hari Pentakosta bagi gereja melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam dunia. Dapat dikatakan bahwa sesungguhnya Gereja lahir pada hari Pentakosta, manakala Roh Kudus diberikan kepada manusia dengan cara yang baru untuk mengumpulkan orang-orang yang percaya kepada Yesus ke dalam hubungan yang baru.
Pentakosta merupakan hari dimulainya penggenapan janji Tuhan Yesus Kristus kepada para murid-Nya sebelum kenaikan-Nya. Janji itu adalah bahwa mereka akan menerima kuasa bila Roh Kudus turun atas mereka untuk melaksanakan misi dari Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berjanji sebelum terangkat ke sorga, akan mencurahkan Roh Kudus untuk meneruskan dan mewujudkan misi-Nya di dunia yaitu menelanjangi dosa, menobatkan, memeteraikan, menguduskan dan mewujudkan persatuan orang percaya. Langkah awal perwujudan misi ini nampak ketika Roh Kudus memampukan para rasul berbicara dalam berbagai bahasa yang digunakan dan dibutuhkan saat itu, sehingga setiap orang dari berbagai wilayah dan daerah mengerti kesaksian para rasul tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Penggenapan janji Tuhan Yesus adalah saat turunnya Roh Kudus ke atas para murid sehingga mereka mengalami kuasa-Nya. Mereka mendapatkan karunia berkata-kata di dalam berbagai bahasa asing. Selanjutnya mereka mendapatkan keberanian untuk berkata-kata di depan orang banyak. Sebenarnya mereka berkumpul di satu tempat saja di sebuah rumah (Kis 2:1). Namun saat Roh Kudus mengurapi mereka, mereka ke luar dan berbicara di tengah-tengah kerumunan orang Yahudi yang sedang beribadah di sekitar bait Allah.
Hari Pentakosta bagi kita sekarang adalah saat untuk menaikkan syukur atas kuasa Roh Kudus yang menaungi gereja dan orang percaya untuk memberitakan Injil dengan berani. Gereja perlu memperlengkapi dan mengutus orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia membawa berita Injil itu. Tuhan sebenarnya sedang menggerakkan hati kita untuk menyerahkan diri memenuhi panggilan-Nya. Adakah di antara kita yang terpanggil untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan Yesus ?
Hari Pentakosta ada saat Roh Kudus mengawali suatu pembentukan kehidupan umat Kristiani yang bersekutu dan berdoa. Bila gerak awal Roh Kudus itu diimbangi dengan aktivitas gereja secara baik dan bertanggung jawab, tentu orang Kristen akan merasakan suatu gerak rohani yang sangat bermanfaat dalam rangka saling menguatkan iman percaya. Namun kenyataan yang ada saat ini justru muncul banyak perselihan paham yang mempertentangkan dan membatasi kehadiran Roh Kudus. Kelompok yang satu menuduh kelompok yang lain tidak memiliki Roh, sebaliknya yang satu menuduh yang lain terlalu berlebihan. Bukankah selisih paham ini menunjukkan bahwa kita telah menyelewengkan tujuan kehadiran Roh Kudus ?
Sudah saatnya kita kembali kepada tujuan ROH KUDUS datang ke dunia ini, sehingga makna Penthakosta dapat di rasakan oleh semua orang percaya dan lebih lagi berani untuk memberitakan kabar baik kepada semua orang agar lebih banyak lagi orang-orang yang diselamatkan. Amin
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral: 20 Mei 2018
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam hidup ini. Penthakosta adalah awal yang baru dari kehidupan rohani setiap orang percaya supaya kita menyadari adanya kuasa dalam diri untuk menjalankan misi keselamatan bagi banyak orang.   

Winner Voice
Penthakosta adalah meninggalkan hidup lama dan hidup baru bersama ROH KUDUS untuk menerima kuasa menolak keduniawian.

Pengakuan Iman
Aku percaya bahwa Allah memberikan hidup baru bagiku, hidup yang lama telah berlalu dan yang baru aku dapatkan bersama ROH KUDUS.
Aku percaya ROH KUDUS didalam hidupku memberikan kuasa untuk menjadi anak Allah.
Aku percaya ROH KUDUS menaruh misi Sorga dalam hidupku supaya aku menjadi saksi Tuhan memberitakan kabar keselamatan bagi banyak orang. Amin

Menghadirkan Kerajaan Allah (2)


Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Markus 1:14-15)
 “Janji Kerajaan Allah”
Yesus memulai pelayanan-Nya setelah Yohanes pembabtis menyelesaikan tugas dari Allah yaitu  mempersiapkan jalan bagi Mesias dan telah selesai ketika Herodes memenjarakannya. Tertangkapnya Yohanes Pembaptis merupakan awal khotbah Yesus yang berthemakan  “Injil Allah” (Mrk 1:14). Ini adalah kabar baik dikatakan bahwa Allah akan memerintah umat-Nya. Namun, sebelum semua terlaksana ada persyaratan penting yang harus terlebih dahulu terjadi di tengah-tengah umat Allah yaitu umat-Nya harus bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Mrk 1:15).
Kata “waktunya telah genap” ini memberi makna bahwa masa (kairos) persiapan telah selesai bahwa periode Perjanjian Lama telah mencapai penyempurnaan sesuai dengan rencana Allah (Gal 4:4). Prinsip “Kerajaan Allah” mengacu kepada pemerintahan Allah yang berdaulat selaku Raja di atas segala raja. Kedaulatan ilahi ini disebutkan sebagai sudah dekat, sudah di ambang pintu. Syarat umat ALLAH dapat masuk kerajaan-NYA ialah “bertobatlah” dan “percayalah kepada Injil”. Pemberitaan Yohanes adalah pemberitaan tentang pertobatan, tetapi di sini ditambahkan sebuah catatan yang baru dan positif. Kerajaan di dalam ayat-ayat ini bersifat rohani dan ada sekarang (Yoh 3:3,5; Kol 1:13).
Yesus Kristus datang untuk memberitakan Injil Allah yaitu tentang Kerajaan Allah (Mat 4:17). Mengenai bentuk perwujudannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai Kerajaan Allah ini:
Pertama, kerajaan Allah itu di dalam Israel yang pada Perjanjian Lama tindakan penebusan Allah di dalam bangsa Israel agar mempersiapkan jalan bagi penyelamatan umat manusia. Israel telah menolak Mesias dan kerajaan-Nya. Oleh karena itu, Kerajaan Allah dan kuasa-Nya diberikan kepada orang lain, kepada mereka yang menerima Injil, baik orang Yahudi atau bukan (1Pet 2:9). Prinsip ini masih berlaku. Kerajaan Allah dan kuasa-Nya akan diambil dari orang yang tidak setia kepada Kristus serta menolak cara-cara-Nya yang benar (Rom 11:19-22); sebaliknya, kerajaan itu akan diberikan kepada mereka yang bersedia untuk memisahkan diri dari dunia serta mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Mat 5:6; 6:33). Karena bangsa Israel menolak Yesus, sang Mesias, maka kerajaan itu diambil dari mereka (Mat 21:43).
Kedua, bahwa kerajaan Allah itu di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kerajaan dan kuasanya hadir di dalam pribadi dan karya Yesus sang Raja di atas segala raja (Luk 11:20).
Ketiga, kerajaan Allah itu ada di dalam gereja-NYA. Aspek ini meliputi perwujudan kuasa dan pemerintahan Allah di dalam hati dan kehidupan semua orang yang bertobat dan percaya Injil (Yoh 3:3,5; Rom 14:17; Kol 1:13). Kehadirannya disertai kuasa rohani yang besar, menentang kekuasaaan Iblis, dosa, dan kejahatan. Kerajaan Allah bukanlah suatu kerajaan yang bersifat politis atau jasmani, melainkan suatu kehadiran dan tindakan Allah yang penuh kuasa dan tegas di antara umat-Nya (Mrk 1:27; 9:1)
Keempat, bahwa kerajaan Allah itu dalam perwujudannya merupakan Kerajaan Mesias yang diberitakan oleh para nabi (Mzm 89:37-38; Yes 11:1-9; Dan 7:13-14). Kristus akan memerintah di bumi selama seribu tahun (Why 20:4-6) dan gereja akan memerintah bersama Dia atas bangsa-bangsa (1Kor 6:2-3; 2Tim 2:12; Why 2:26-27)
Kelima, kerajaan Allah itu kekal. Kerajaan Mesias akan berakhir setelah seribu tahun dan Kerajaan Allah yang abadi akan didirikan di langit baru dan bumi baru (Why 21:1-4). Pusat dari bumi yang baru ini ialah kota yang kudus, Yerusalem Baru (Wahy 21:9-11). Para penghuninya adalah orang-orang tertebus dari zaman Perjanjian Lama (Why 21:12) dan Perjanjian Baru (Why 21:14). Berkat terbesar yang mereka nikmati adalah bahwa mereka "akan melihat wajah ALLAH" (Why 22:4)
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral: 13 Mei 2018
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam hidup ini. Marilah kita semakin sungguh hati mengikut Tuhan Yesus, bertobat dan tidak berbuat dosa lagi serta teguh iman percaya kepada Injil, karena janji kerajaan ALLAH adalah kepastian bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.   

Winner Voice
Kerajaan ALLAH adalah bagi mereka yang bersedia bertobat dengan tidak lagi melakukan dosa serta percaya kepada Injil.

Pengakuan Iman
Aku sadar dan mengerti bahwa Kerajaan ALLAH sudah dekat.
Aku sadar dan mengerti harus sungguh-sungguh bertobat dan tidak melakukan dosa lagi.
Aku sadar dan mengerti bahwa Injil Allah patut di percaya segenap hati. Amin.

Menghadirkan Kerajaan Allah (1)


Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. (Matius 12:28)
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Markus 1:15)
 “Kerajaan Allah”
Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga mengandung pengertian Allah datang ke dunia dengan penuh kuasa (Yes 64:1; Mr 9:1; 1Kor 4:20) untuk menyatakan kemuliaan, dan hak-hak-Nya, melawan kekuasaan Iblis dan garis haluan dunia yang sekarang ini. Kerajaan Allah merupakan pengertian yang lebih luas daripada keselamatan atau gereja. Allah menyatakan diri-Nya dengan penuh kuasa dalam semua karya-Nya. Kerajaan Sorga terutama merupakan pernyataan kuasa ilahi yang sedang bertindak. Allah memulai pemerintahan-Nya secara rohani di bumi ini, di dalam hati dan di antara umat-Nya (Yoh 14:23; 20:22).
Kerajaan Allah bertalian dengan masa kini dan masa yang akan datang. Kerajaan itu merupakan suatu kenyataan yang sekarang di dalam dunia ini (Mrk 1:15; Luk 18:16-17; Kol 1:13; Ibr 12:28), namun pemerintahan dan kuasa Allah belum benar-benar diwujudkan. Pekerjaan dan pengaruh Iblis serta orang fasik akan terus berlangsung hingga akhir zaman (1Tim 4:1; 2Tim 3:1-5; Why 19:19-20:10). Penyataan yang akan datang dari kemuliaan, kuasa, dan Kerajaan Allah akan terjadi ketika Yesus kembali untuk menghakimi dunia (Mat 24:30; Luk 21:27; Why 19:11-20; 20:1-6). Penggenapan Kerajaan Allah pada akhirnya akan datang ketika Kristus menang secara mutlak atas semua kejahatan dan perlawanan serta menyerahkan Kerajaan itu kepada Allah Bapa (1Kor 15:24-28; Why 20:7-21:8)
Syarat yang mendasar dan penting untuk memasuki Kerajaan Allah ialah, "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Mrk 1:15). Dunia sepanjang masa akan tetap merupakan musuh Allah dan umat-Nya (Yoh 15:19; Rm 12:1-2; Yak 4:4; 1Yoh 2:15-17; 4:4). Pemerintahan Allah dalam bentuk hukuman langsung dan kekerasan hanya akan terjadi pada akhir zaman ini (Why 19:11-21). Karena Allah menyatakan diri dengan kuasa, dunia memasuki suatu keadaan krisis. Pernyataan kuasa Allah memenuhi kerajaan Iblis dengan ketakutan (Mat 4:3-9; 12:29; Mrk 1:24), dan setiap orang diperhadapkan pada keputusan apakah akan tunduk kepada pemerintahan Allah atau tidak (Mat 3:1-2; 4:17; Mrk 1:14-15).
Perngertian kuasa Kerajaan Sorga adalah pertama bahwa kuasa Kerajaan Allah selalu di atas pemerintahan dan kerajaan Iblis (Mat 12:28; Yoh 18:36) sehingga kedatangan Kerajaan Allah merupakan awal kehancuran pemerintahan Iblis (Yoh 12:31; 16:11) dan pembebasan umat manusia dari kuasa setan (Mrk 1:34,39; 3:14-15; Kis 26:18) dan dari dosa (Rm 6:1-23);
Kedua adalah bahwa ada kuasa untuk mengadakan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit (Mat 4:23; 9:35; Kis 4:30; 8:7). Ada kuasa yang menyertai pemberitaan Injil, yang menginsafkan orang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Mat 11:5; Yoh 16:8-11; Kis 4:33); penyelamatan dan pengudusan bagi orang yang bertobat dan percaya kepada Injil (Yoh 3:3; 17:17; Kis 2:38-40; 2Kor 6:14-18). Orang Percaya akan mendapatkan kuasa Kerajaan Allah saat di baptis dalam Roh Kudus serta menerima kuasa untuk bersaksi bagi Kristus.  
Bukti bahwa seseorang sedang mengalami Kerajaan Allah ialah kehidupan yang penuh dengan "kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" (Rm 14:17). Kita  bertanggung jawab untuk senantiasa mencari Kerajaan Allah dalam segala manifestasinya; kita hendaknya lapar dan dahaga akan kehadiran dan kuasa Allah, baik dalam kehidupan sendiri tapi juga diantara saudara seiman
Kerajaan Sorga hanya untuk orang yang kuat, yang sungguh-sungguh mau melepaskan diri dari perbuatan dosa umat manusia untuk berbalik kepada Kristus, Firman-Nya dan jalan- Nya yang benar. Meskipun pengorbanan yang diminta itu besar, orang seperti itu dengan giat mencari Kerajaan itu dalam segenap kuasa-Nya (Mat 11:12). Dengan kata lain, mengalami Kerajaan Sorga dengan semua berkatnya menuntut usaha yang sungguh- sungguh dan pengerahan tenaga yang terus-menerus  —  perjuangan iman yang disertai kehendak yang kuat untuk melawan Iblis, dosa, dan sering kali masyarakat yang sudah rusak.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral: 1 April 2018
Marilah kita menjadi pribadi “SADAR” rohani yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi ALLAH dalam hidup ini. Marilah kita segera sadar diri untuk lebih hati-hati menghadapi kehidupan karena selalu ada peperangan rohani di dalamnya, tetapi tidak perlu kuatir karena kita memiliki kuasa Ilahi saat Roh Kudus ada dalam diri.  

Winner Voice
Kerajaan Allah untuk orang yang rajin berdoa, tidak berkompromi dengan dunia, sangat peduli Firman Allah dan seorang yang dewasa rohaninya.

Pengakuan Iman
Aku menyadari bahwa Kerajaan ALLAH sudah dekat.
Aku akan senantiasa memperbaharui pertobatanku dan semakin memperkuat iman percaya kepada Injil.
Aku akan mengusir setan dengan kuasa ROH ALLAH.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...