Monday, April 17, 2017

IMAN MENGALAHKAN DUNIA (1)



Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
 (1Yohanes 5:3-5) 

Kemenangan Kita

Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus merupakan dasar dari persekutuan kita. Kata percaya muncul enam kali di 1Yoh 5:1-13. Dalam hal ini Rasul Yohanes kini menelusuri dasar-dasar dari ikatan rohani yang kokoh sebagai sebuah keluarga.
Kita adalah anggota keluarga Allah. kita mengasihi Allah dan kita mengasihi sesama karena kita yang lahir baru dalam Kristus Yesus (1Yoh 5:1). Kita adalah saudara di dalam Kristus, tanpa memandang suku, bahasa, latar belakang budaya dan sosial, derajat ekonomi, ataupun pendidikan. Kita selayaknya tidak membedakan orang berdasarkan hal-hal tersebut, melainkan pandanglah sebagai orang yang sudah sama-sama diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Setiap  perbedaan diantara kita tidak menghalangi untuk tetap saling mengasihi karena kita berasal dari Allah yang sama, yaitu ALLAH yang di sembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub.  
Kasih kita kepada Allah dan kepada saudara seiman memperlihatkan ketaatan kita pada perintah-Nya (1Yoh 5:2). Ini bukanlah tentang bagaimana perasaan kita, tetapi bagaimana kita berhubungan dengan Allah dan umat-Nya. Standar yang digunakan adalah apakah kita sungguh-sungguh taat pada perintah Allah Bapa? Pertanyaan ini bukan ingin mengisyaratkan bahwa perintah Allah itu berat. Perintah itu adalah pemberian Allah untuk menunjukkan betapa baiknya kehidupan orang percaya yang menaati ALLAH Bapa. Perintah ini diberikan karena Allah tahu bagaimana hidup dengan cara terbaik. Perintah ALLAH Bapa tidaklah berat karena ketika kita telah lahir baru, maka kita telah diberikan hati yang baru yaitu hati yang dipenuhi dengan keinginan untuk menyenangkan Bapa di Sorga. Jadi perintah Allah tidak akan terasa berat jika kita sungguh-sungguh mengasihi Beliau.  
 Hubungan yang baik dengan Allah Bapa membuat kita dapat mengalahkan dunia, yakni musuh iman kita (1Yoh 2:13-14). Jadi seharusnya tidak ada kata kalah dalam kamus iman orang Kristen karena Tuahn Yesus Kristus telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). Darah Tuhan Yesus telah mengalahkan si pendakwa orang percaya, yaitu setan (Why 12:11). Kemenangan iman percaya kita mungkin saja membahayakan diri hingga berisiko terhadap nyawa. Tetapi bila kita tidak menyayangkan nyawa dan tetap teguh pada kesaksian iman kita, maka disitulah terletak kemenangan iman kita! Bila kita menang maka kita akan menerima bagian untuk bersama Yesus di takhta-Nya (Why 3:21).
Iman orang Kristen kepada Kristus dalam kenyataan harus dibuktikan. Pertama bahwa iman kepada Tuhan Yesus Kristus harus dibuktikan  dalam perilaku kita (1Yoh 5:1-5). Kedua, sebagai orang yang lahir baru rohani kita meningkat ditunjukkan dengan mengasihi sesama khususnya saudara seiman (Gal 6:10; 1Yoh 5:1-3). Kasih yang membuat beban yang berat dunia ini menjadi ringan, dan orang Kristen akan menang secara bersama karena saling mengasihi satu dengan yang lain.  (1Yoh 2:3; 1Yoh 3:23; Yoh 15:10)
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 26 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Kemenangan orang Kristen tidak pernah menjadi kemenangan individual, selalu menjadi kemenangan bersama. Karena itu marilah kita saling mengasihi dan memberikan perhatian sehingga kemenangan atas dunia adalah kemenangan kita . Amin.  

Winner Voice
Kenyataan iman percaya adalah dengan melakukan perintah ALLAH untuk mengasihi sesama.

Pengakuan Iman
Aku mengasihi Allah Bapa dengan menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab aku lahir dari Allah. Oleh iman percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak ALLAH, aku meraih kemenangan dengan mengalahkan keduniawian.  Amin.

Tuesday, April 11, 2017

MEMENANGKAN PERGUMULAN (4)



Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibrani 12:4-7)

Perjuangan Iman Melawan Dosa

Kita harus ingat bahwa dosa merupakan musuh yang sesungguhnya. Karena itu kita harus terus bergumul melawan dosa bahkan bila perlu sampai harus mencucurkan darah, khususnya dosa ketidakpercayaan yang menghancurkan iman. Kita harus menyadari seluruh jangkauan pergumulan dosa selama hidup di dunia ini, dimana dalam memperjuangkan iman dapat saja orang Kristen mati sebagai martir. Dapat saja terjadi tindakan ekstrim dalam berbagai bentuk penganiayaan. Orang Kristen harus “mempersenjatai” pikirannya bahwa memcucurkan darah dalam perjuangan iman adalah sebuah kemungkinan. (Yoh 16:33; Rm 8:35; 2Kor 12:10; 2Tes 1:4; 2Tim 3:11).
Perjuangan iman orang Kristen memang merupakan bagian dari pertumbuhan rohani agar mencapai kesempurnaan serupa dengan Kristus. Oleh karena itu, setiap kita harus melihat semua kesulitan, tantangan, dan godaan sebagai alat Allah untuk mendisiplin dan mendidik umat-Nya semakin hari semakin sempurna. Justru penderitaan yang berat ini merupakan tanda atau bukti bahwa ia menganggap kita anak-anak Allah yang dikasihi-Nya (Ibr 12:5-8). Allah telah memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, lebih daripada yang bisa kita mengerti pada saat ini (Ibr 12:10-11).
Seterusnya untuk mengingatkan kita bahwa mendidik dan mendisiplin merupakan bagian dari hubungan kasih antara ayah dengan anak (Ams 3:11). Anak yang layak dianggap sebagai anak harus mengalami penghajaran. Kadang-kadang kita tidak mengetahui mengapa kita dihajar, sekalipun demikian kita harus tetap menerima dan bertahan dihajar sebagai bagian yang diperlukan di dalam melatih diri kita. Melalui penghajaran kita diakui sebagai anak yang sejati dan bukan anak palsu.
Sebagaimana seorang ayah yang baik menghajar anak-anaknya, demikian pula tidak perlu terkejut kalau kita oleh Bapa surgawi dihajar dan menjalani disiplin didikan rohani. Pengetahuan ini akan membantu kita untuk sungguh-sungguh taat sebagai anak-anak yang baik dihadapan ALLAH (Ibr 12:7-8) dan merupakan jaminan kasih dan perhatian Allah kepada kita (Ibr 12:6).
Sebenarnya ketika kita menerima didikan dan disiplin Allah maka perjuangan iman tidak akan sia-sia dan agar pada akhirnya kita tidak ikut dihukum bersama-sama dengan dunia (1Kor 11:31-32).  Kita juga dapat mengambil bagian dalam kekudusan Allah dan tetap hidup di dalam kesucian karena tanpanya kita tidak mungkin melihat Allah (Ibr 12:10-11,14).  
Kita dapat tetap bertahan dalam kesukaran dengan pimpinan Allah, tunduk kepada kehendak Allah dan tetap setia kepada-Nya (Ibr 12:5-6). Dengan melakukan hal ini kita akan tetap hidup sebagai anak-anak Allah (Ibr 12:7-9) dan mengambil bagian dalam kesucian-Nya (Ibr 12:10) serta menuai kebenaran (Ibr 12:11).
Segala bentuk penderitaan hidup yang mungkin terjadi, kita harus tetap mencari Allah, memeriksa kehidupan kita (2Taw 26:5; Mzm 3:5; 9:13; 34:18) dan meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengan kekudusan-Nya sebagai bentuk perjuangan iman melawan dosa (Ibr 12:10,14).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 26 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Sekuat tenaga kita harus berjuang dalam iman untuk menolak dosa. Inilah bentuk penghargaan dan keteladanan Kristus yang bersediaberjuang sampai mencucurkan darah untuk menebus dosa kita. Amin.  

Winner Voice
Disiplin dan didikan ALLAH mempersiapkan kita menjadi anak ALLAH yang baik.

Pengakuan Iman
Aku akan bergumul sekuat tenaga melawan dosa. Sebagai anak ALLAH, aku akan dengan sukacita menerima didikan dan  tidak putus asa apabila diperingatkan ALLAH.  Tuhan menghajarku sebagai orang yang dikasihi-Nya, dan Tuhan menyesah ku, orang  yang diakui-Nya sebagai anak."  Amin (Ibrani 12:4-7)

MEMENANGKAN PERGUMULAN (3)



Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku. (Roma 15:30)

Bergumul Dalam Doa

Orang Kristen harus mengerjakan doa yang kuat, yaitu pertama doa yang dipikirkan, hasil perenungan dan pergumulan yang kuat dengan ALLAH. Seperti yang di contohkan bapak rohani dalam Perjanjian Lama yaitu Abraham, (Kej 18:17), Yakub, (Kej 32:29), Musa, (Kel 32:11-14,30-32; Ul 9:18,25).  Tuhan Yesus juga mengajarkan doa yang kuat supaya kita mengerjakannya dan menyadari bagaimana doa selalu menghasilkan kuasa yang luar biasa. (Luk 11:1-8; Mar 7:24-30).
Ada dimensi yang baru ketika ROH KUDUS sudah dicurahkan hingga saat ini, yaitu bahwa orang percaya dapat mengerjakan doa dalam dua hal sekaligus dan ini menghasilkan suatu yang dasyat dalam berdoa.
Rasul Paulus adalah orang yang sangat kuat dalam doa dan penyembahan bahkan dalam doa berbahasa Roh beliau melakukan lebih banyak dari kebanyakan orang Kristen saat itu (1Kor 14:18). Dalam hal itu untuk membangun kehidupan rohani dan pelayanan yang di kerjakan oleh Rasul Paulus sendiri (1Kor 14:4-5).  Namun demikian selalu Rasul Paulus mengajak orang Kristen saat itu supaya tetap berdoa dan berbahasa roh baginya, (Rom 8:26-27).
Dengan sunguh-sungguh rasul Paulus menghimbau orang percaya saat itu agar melalui atau demi Kristus kita dan kasih Roh, berdoa bagi dirinya. Rasul Paulus menginginkan dan memohon doa yang sungguh-sungguh dan bergumul bersama-sama denganya dalam doa.
Hal ini di karenakan ada orang-orang Yahudi yang tidak taat dan yang membenci Rasul Paulus di Yudea / Palistina. Sementara rasul Paulus sendiri dalam perjalanan untuk memberikan sumbangan kepada jemaat di Yerusalem, maka di mintakan doa juga agar sumbangan itu dapat di terima orang Kristen Yahudi sebagai tanda kasih yang murni (Rm 15:32).   Permintaan doa dari jemaat juga agar dengan sukacita rasul Paulus memperoleh kesegaran bersama-sama dengan mereka ketika ia datang kepada mereka oleh kehendak Allah, karena sebenarnya rasul Paulus adalah seorang tahanan yang menghadapi tuntutan.
Rasul Paulus hendak mengajarkan kepada kita, walapun banyak orang yang membenci kita dan sekalipun banyaknya masalah yang harus dihadapi. Pertama-tama berdoalah dengan kuat kepada ALLAH sebagai sumber pertolongan sejati. Berdoa dengan perkataan dari pemikiran dan pertimbangan kuat dimana hal ini merupakan pergumulan dengan Tuhan, jangan sampai kita salah dalam bergumul. Doa dalam kebersamaan akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.
Kita juga dapat berdoa dengan bahasa roh karena seringkali kita tidak tahu apa dan bagaimana seharusnya kita berdoa. Tetapi biarkan ROH KUDUS menuntun kita dalam doa yang kuat kepada ALLAH. ROH KUDUS yang akan menterjemahkan doa – doa kita kepada ALLAH BAPA dan menyempurnakannya.  Doa bahasa Roh juga akan membangun kehidupan rohani yang kuat, agar kuat juga menghadapi setiap tantangan kehidupan.  Kita akan kuat bila TUHAN beserta kita sehingga tidak perlu kita merancangkan rencana jahat untuk membalas kejahatan yang terjadi dalam hidup kita. dan kita tidak perlu juga berfikir membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi dengan penuh kasih kita akan tetap memberi diri melayani TUHAN dengan mengasihi sesama.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 19 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Marilah kita berdoa dengan kuat; doa dengan perkataan hasil pemikiran dan berdoa dalam bahasa ROH. Berdoalah untuk bapak-bapak rohani kita agar di berikan kekuatan dalam menjalin pelayanan kepada ALLAH. Amin.  

Winner Voice
Bergumul dalam doa kepada ALLAH  selalu menghasilkan solusi masalah sampai keakarnya.

Pengakuan Iman
Demi Kristus, Tuhanku, dan demi kasih Roh, aku mau bergumul bersama-sama saudara-saudara seiman dalam doa kepada Allah untuk bapak rohani dalam pekerjaann Tuhan dan dalam kehidupanku. (Roma 15:30)

MEMENANGKAN PERGUMULAN (2)



Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya:  yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa." (Hosea 12:5b-7)

Pertolongan Di luar Allah = Kesia-siaan!

Belajar dari bapak Yakub yang di kandungan ibunya sudah berdosa dan setelah dewasa ia terus berdosa. Kejadian-kejadian riwayat Yakub, (Hos 12:4;13-14), oleh Nabi Hosea diartikan sebagai bukti kejahatan. Pada Kejadian 32:24 tidak berkata apa-apa tentang Yakub yang menangis dan memohon (Hos 12:5). Nabi Hosea kiranya mengartikannya sebagai tipu daya belaka, bergumul dengan Allah Oleh nabi Hosea ini diartikan sebagai kesombongan belaka.
Belajar dari bapak Yakub artinya juga belajar tentang bangsa Israel yang juga melakukan dosa berkelanjutan (Hos 11; 12:2,12). Mereka mengabaikan ALLAH dengan kebohongan atau penipuan, mereka melarikan diri dari Allah dan mengharapkan pertolongan dari kekuatan lain, seperti Asyur dan Mesir (Hos 12:1), yang kemudian justru akan menelan mereka. Sikap dan tindakan Israel telah membatalkan perjanjiannya dengan Allah secara sepihak, tetapi juga telah mengabaikan syarat-syarat perjanjian dengan Tuhan yang telah disepakati yaitu: pertama, Israel dengan cara tidak bertanggung jawab telah melepaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai umat Allah. Kedua, demi kepentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan Allah, Israel rela melaksanakan syarat-syarat perjanjian dengan Asyur dan Mesir. Hal ini menimbulkan masalah krisis multidemensi bagi bangsa Israel sampai sekarang.
Orang Kristen sekarang harus bisa belajar dari pengalaman Israel dengan Allahnya. Tanpa di sadari kita saat ini telah mengalami krisis multidimensi, yang mungkin sudah diusahakan perbaikan di semua bidang seperti ekonomi, psikologi, sosial, budaya dll, tetapi terasa tidak cukup untuk menyelamatkan bahkan mengubahkan keadaan yang lebih baik. Kata kunci yang mestinya dapat menyelamatkan kita dari krisis multidimensi ialah kembali pada pengajaran Tuhan (Mat 28:19-20, Yoh 14:26). Karena ketika orang atau suatu bangsa mengabaikan pengajaran Tuhan, maka mereka pasti menuai kebinasaan. (Mat 7:24-27)
Orang Kristen harus harus belajar dari kebaikan, keadilan dan kebenaran Allah yang tentu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang baik. Artinya; kita harus memiliki nilai-nilai luhur seperti kejujuran, ketulusan, kesediaan untuk berkorban, menghargai nilai-nilai luhur kemanusiaan, tidak mementingkan diri sendiri (1Yoh 2:6). Di masa-masa penantian ini, nilai-nilai luhur seperti itulah yang seharusnya menjadi komitmen kita menyambut kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali.
Mengingat akhir jaman sudah dekat, inilah saatnya orang Kristen harus segera berbalik kepada Allah bila dirasa mulai jauh dari kebiasaan ibadah seperti yang seharusnya dilakukan (1Yoh 3:17) sebagai disiplin rohani yaitu membaca Firman Tuhan rutin, berdoa dengan kuat dan sekiranya bisa berpuasa secara tetap, melakukan pujian dan penyembahan kepada ALLAH sebagai gaya hidup harian dan menghormati hari “Sabbat” dengan menghususkan diri dalam kehadiran ibadah bersama. Orang Kristen juga harus memelihara loyalitas kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga tidak diombang-ambingkan oleh angin pengajaran lain (Ef 4:13-15). Melaksanakan hukum yang berlaku dengan sukacita dan setia, dan akhirnya senantiasa membangun iman untuk nantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 5 Maret 2017
Marilah kita memberi yang  terbaik bagi ALLAH dengan menjadi pribadi yang “SADAR” rohani.  Yang terbaik menjelang kehadiran Tuhan Yesus ke dua kali adalah bila kita sadar untu berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa. Tuhan Yesus memberkati kita.  

Winner Voice
Belajar dari masa lalu adalah meninggalkan dosa dan berbalik kepada ALLAH dengan komitmen untuk tidak berbuat dosa lagi.

Pengakuan Iman
Aku akan melakukan semua yang di Firmankan TUHAN ALLAH semesta alam yaitu supaya aku berbalik kepada Allah, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikan Allahku senantiasa."amin.  (Hosea 12:5b-7)

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...