Wednesday, February 1, 2017

MENERIMA ANUGERAH DEMI ANUGERAH (4)



Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan." (1Timotius 3:16)

Rahasia Besar Ibadah Kita. 

Orang Kristen harus menyadari bahwa ibadah itu penting ! Firman Tuhan menyatakan  adanya rahasia besar dalam ibadah orang Kristen. Allah berkenan menyatakan rahasia besar-NYA sebuah gagasan murni yang penuh hikmat untuk memberikan anugerah demi anugerah-NYA kepada manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Rm 16:27; 1Ko 2:7; Efe 3:10; Kol 2:2-3).
Rahasia besar yang lama sekali tersembunyi dalam Allah tetapi sekarang telah dinyatakan bagi orang yang percaya (Rm 16:25; 1Ko 2:7,10; Efe 3:5,9; Kol 1:26). Rahasia besar ibadah kita terhubung dengan penerapan rencana keselamatan di tahap paling tinggi, yaitu: keselamatan yang dikerjakan melalui salib Kristus (1Kor 2:8). Di dalam ibadah kita ada panggilan bagi kaum kafir kepada keselamatan itu dimana orang mengenal ALLAH yang benar  (Rm 16:26; Rom 11:25; Kol 1:26-27; Efe 3:6). Rahasia besar ibadah kita menjadi pokok khusus dalam Injil sebagai kabar baik bagi semua orang di dunia (Rm 11:25; 16:26; Kol 1:28; 4:3; Ef 3:3-12; 6:19). Rahasia besar ibadah kita akan membawa kepada pemulihan dunia seluruhnya dalam Yesus Kristus sebagai Kepalanya yang tunggal (Ef 1:9-10; 1Kor 4:1; 13:2; 14:2; 15:51; Ef 5:32; 2Te 2:7; 1Ti 3:9,16; 2Ti 1:9-10; Mat 13:11; Wah 1:20; 10:7; 17:5,7).
Setiap orang di dunia ini mencari kehidupan yang sejati, sebuah kepercayaan bahwa di balik kematian tubuh ada hidup yang kekal. Rahasia besar ibadah kita menyingkapkan kehidupan yang benar dan sejati hanya terdapat di dalam Yesus Kristus (Yoh 14:6; 17:3). Hanya di dalam hidup Yesus Kristus ada terang bagi semua orang yaitu, kebenaran, sifat, dan kuasa Allah kini tersedia bagi semua orang melalui Beliau (Yoh 8:12; 12:35-36,46).
Tinggal dalam dunia ini seperti tinggal dalam kegelapan dan semua orang sedang mencari terang yang sejati yang dapat menuntun hidup ini. Terang Kristus itu bersinar di dalam dunia yang jahat dan berdosa yang dikuasai oleh Iblis, inilah rahasia besar ibadah kita.  (Yoh 1:4-5) Sebagian besar orang di dunia belum menerima terang atau hidup Tuhan Yesus Kristus, tetapi kegelapan tidak "menguasainya" artinya tidak mengatasinya atau mengalahkannya. (Yoh 7:33; Yoh 8:21; 12:21; 12:31,32; 14:30; 1Yo 2:8,14; 4:4; 5:18. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan mengalahkan kegelapan karena dalam dirinya ada sinar sejati yaitu Tuhan Yesus, bahkan kita harus berperan menjadi terang dunia ini. (Yoh 8:12; 9:5; Mat 5:14)
Semua orang dalam dunia ini mencari berkat Allah, kesadaran akan kelemahan manusia, maka semua orang mencari Tuhan untuk mendapatkan anugerah-NYA dengan beribadah. Inilah Rahasia besar ibadah kita akan selalu ada berkat Allah atas kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Berkat (Yun: eulogia) berarti: suatu kasih karunia (anugerah Allah)  yang menyebabkan pekerjaan kita berhasil (Ul 28:12). Orang percaya akan merasakan kehadiran Allah, ada Imanuel; ALLAh beserta kita (Kej 26:3; Yes 7:14; Mat 1:23).  Dalam ibadah kita Allah memberikan kekuatan, kuasa, dan pertolongan -NYA (Ef 3:16; Kol 1:11); dan ikut serta Allah yang mengerjakan di dalam dan melalui kita untuk menghasilkan kebaikan bagi hidup kita (Fil 2:13).  
Selamat Natal dan Tuhan Yesus memberkati. 

Pesan Pastoral : 18 Desember 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan tetap setia beribadah karena ada rahasia besar di dalamnya, dimana ALLAH sendiri menyatakan kuasa dan anugerah-NYA kepada kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Winner Voice
Ketaatan dan kepercayaan kepada ALLAH dimulai dengan kesetiaan dan ketekunan dalam beribadah

Pengakuan Iman
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan." (1Timotius 3:16)

MENERIMA ANUGERAH DEMI ANUGERAH (3)



Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Kristus Penuh Kasih Karunia dan Kebenaran Bersama Kita

Segala sesuatu dimulai dari Firman (Yoh 1:1), dan oleh Firman seluruh alam semesta tercipta dan terbentuk (Yoh 1:2-3).  Firman itu adalah Allah yang kekal dan menjadi manusia Kristus (Fil 2:5-9), dimana kemanusiaan Kristus dan keilahian berpadu di dalam diri-Nya. Demikianlah Kristus merendahkan diri  dan memasuki hidup kemanusiaan dengan segala keterbatasan. Kristus menjalani proses (kronologi) kehidupan manusia  (Yoh 3:17; 6:38-42; 7:29; 9:5; 10:36). Demikianlah Allah menjelma menjadi manusia Kristus (Inkarnasi) dan tinggal di antara manusia yang berdosa. (Rm 1:3; 7:5; 1Yo 4:2; 2Yo 7; Gal 4:4; Fil 2:7; Kol 1:19)
Masa Perjanjian Lama ALLAH “telah diam di antara kita” (harafiahnya: memasang kemahNya di antara kita) menunjukkan kehadiran Allah yang tak terlihat dan menggetarkan hati dalam Kemah atau Bait Allah selama Perjanjian lama, (Kel 25:8; Bil 35:34). Luar biasa bahwa Allah berdian (dinyatakan dengan “kemah”) adalah sementara karena memang dunia ini adalah tempat yang sementara dan menuju pada kekalan di Sorga mulia. Hikmat Allah hadir pada kaum Israel melalui hukum Taurat, sekarang telah digantikan  melalui penjelmaan Firman yang hadir dalam pribadi Kristus dan ada di antara umat manusia.
Di saat Allah hadir di tengah-tengah manusia maka akan dinyatakan kemuliaan-Nya (Kel 24:16). Masa  Perjanjian Lama kemuliaan ALLAH yang menggetarkan hati (menakutkan) tidak dapat dilihat orang yang hidup karena terselubung (Kel 33:20). Sekarang setelah Firman menjadi manusia kemuliaan itu menembus selubung itu seperti dalam peristiwa ketika Yesus dimuliakan (Luk 9:32,35; Yoh 1:14) dan di dalam mujizat-mujizat yang di lakukan-NYA, hal ini sebagai sebuah "tanda" bahwa Allah diam dan berkarya dalam Tuhan Yesus Kristus, (Yoh 2:11; 11:40, Kel 14:24-27; 15:7; 16:7). Kemulaiaan ALLAH lengkap disingkapkan di saat peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (Yoh 17:5) kemenangan atas kematian.
Allah telah merancang  semua peristiwa kehidupan untuk menyatakan anugerah demi anugerah-NYA; yang lebih besar, lebih lengkap dan sempurna. Allah ingin manusia menerima setiap anugerah yang tersedia sesuai dengan masa kehidupan. Dari masa ke masa ALLAH selalu mengingat akan ciptaan-NYA, begitu di kasihi-Nya sehingga dengan sabar Allah masuk didalam setiap proses kehidupan, bahkan menyediakan diri-NYA untuk menjadi manusia dan tinggal dalam tubuh manusia yang terbatas. Hal ini dilakukan untuk menyatakan kesetiaan  ALLAH pada janji-NYA yaitu Firman (Taurat) yang diucapkan-NYA.
Allah memilih dan menentukan kepada siapa akan diberikan anugerah demi anugerahNYA. Manusia terpilih harus memberikan respon positif atas panggilan-NYA. Manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, ALLAH akan menyatakan kemuliaan-NYA dengan hadir di setiap perjalanan hidup mereka. ALLAH akan menyatakan kasih karunia-NYA dalam berkat, damai sejahtera, kebenaran dan mujizat-NYA. Puncak anugerah ALLAH akan dinyatakan kepada setiap orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dengan pengampunan dosa, pembenaran dan anugerah hidup kekal. (Yoh 3:16)

Pesan Pastoral : 18 Desember 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Anugerah Allah selalu tersedia pada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, tetap percaya dan tetap setia kepada Kristus karena Anugerah sempurna pasti kita dapatkan yaitu hidup kekal di Sorga yang mulia.

Winner Voice
Hanya orang yang percaya TUHAN YESUS akan mendapatkan anugerah demi anugerah ALLAH .

Pengakuan Iman
Aku percaya kepada Firman Tuhan, aku percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT ku, aku hendak hidup penuh dengan kasih karunia ALLAH dan kebenaran-NYA. Amin

MENERIMA ANUGERAH DEMI ANUGERAH (2)



Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Efesus 3:18-19

Dipenuhi Di Dalam Seluruh Kepenuhan Allah

Doa Rasul Paulus mengandung suatu rahasia ilahi yang sangat sukar untuk dipahami oleh logika manusia, yaitu tentang Kasih Kristus. Orang percaya hanya dapat mengerti betapa lebar, panjang, tinggi dan dalam kasih Kristus itu melalui pengalamanan pribadi bersama Tuhan Yesus Kristus, dimana orang percaya dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan ALLAH.
Kata “dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” atau “supaya terpenuhilah seluruh kepenuhan Allah” merupakan anugerah hidup ilahi yang berdiam dalam Kristus (Kol 2:8-9).  Orang duniawi akan susah untuk memahami kasih Kristus karena pola berfikir yang di dasarkan pada “filsafat kosong” yang hanya bisa menjawab apa dan bagaimana kasih tetapi tidak memberikan contoh nyata dari tindakan kasih sejati seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dengan pengorbanan-NYA.  Kasih Kristus adalah anugerah ilahi yang dikaruniakan kepada orang Kristen (Pengikut Kristus)  yang pada gilirannya masuk ke dalam kepenuhan tubuh Kristus yaitu Gereja-NYA  dan mengalir kepada dunia baru yang penuh kasih, yang dibangun oleh orang Kristen, (Ef 1:23; 2:22; 4:12-13; Kol 2:10).
Kepenuhan Allah adalah ke-Allahan Kristus yaitu seluruh kepenuhan ke-Allahan yang sempurna dengan segala kuasa dan kodrat-Nya berdiam di dalam pribadi Yesus Kristus (Kol 2:9; Ibr 1:8).  Di sini Yesus Kristus bukan saja mempunyai ciri ilahi tetapi bahwa BELIAU adalah yang Ilahi itu sendiri (Kol 1:15-18).  Dengan pengertian bahwa seluruh alam semesta ini "dipenuhi" dengan kehadiran Allah, maka orang yang menolak Tuhan Yesus artinya orang tersebut telah menolak ALLAH (Maz 24:1; 50:12; 72:19; Yes 6:3; Yer 23:23).
Kristus adalah Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14), kemanusiaan Kristus oleh inkarnasi  memuncak dalam kebangkitan-NYA yang selanjut tidak hanya dijadikan Kepala umat manusia dan juga Kepala seluruh ciptaan. Sehingga orang yang menolak kepemimpinan Tuhan Yesus sebenarnya telah menolak keselamatan dan menerima kebinasaan. (Rm 8:19-22; 1Ko 3:22; 15:20-28; Ef 1:10; 4:10; Fil 2:10; Fil 3:21; Ibr 2:5-8; Fili 2:9).
Dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah juga menuntut penyatuan diri orang Kristen dengan Tuhan Yesus Kristus. Seperti carang tidak boleh lepas dari pokok anggur, demikian juga orang Kristen tidak boleh lepas dari pribadi Yesus Kristus. Disaat orang Kristen tetap melekat dengan Kristus maka akan menghasilkan buah kehidupan yang dapat dinikmati selama hidupnya, tetapi orang yang melepaskan diri dari Tuhan Yesus akan menjumpai kematian. (Yoh 15:1-18).
Kasih Kristus akan sulit dimengerti dengan logika manusia tetapi akan mudah dipahami bila sudah dihidupi. Orang Kristen adalah orang yang menghidupi setiap Firman Allah dengan demikian Kristus telah hidup dalam diri orang percaya, sehingga mendapatkan keselamatan bahkan penyatuan dengan Kristus akan memimpin dan membuat hidup  orang percaya menghasilkan buah yang dapat dinikmati,  lebat dan tetap berbuah sepanjang hidup. Inilah kehidupan yang menerima anugerah demi anugerah yaitu bila kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan ALLAH.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 11 Desember 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Kasih Kristus harus mengalir melalui hidup kita, karena itu biarkan orang lain merasakan berkat Tuhan melalui hidup kita.

Winner Voice
Orang yang di penuhi dalam seluruh kepenuhan ALLAH akan memahami betapa lebar, panjang, tinggi dan dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Pengakuan Iman
Aku berdoa, supaya aku bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya aku dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Amin (Efesus 3:18-19)

MENERIMA ANUGERAH DEMI ANUGERAH



Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus (Yohanes 1:16-17).

Anugerah Berkelanjutan

Pada Perjanjian Lama Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh dengan kasih karunia dan kemurahan kepada umat-Nya bukan karena mereka layak tetapi karena keinginan-Nya sendiri untuk tetap setia pada perjanjian-perjanjian yang dibuat dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Bagi orang yang berada di bawah hukum Perjanjian Lama terdapat sekedar kasih karunia yang tampak dalam iman beberapa orang (Kej 5:24; 7:1; 15:6) dan di dalam janji pengampunan dosa (Kel 34:6-7; Im 5:17-18).
Sekarang melalui Kristus, kasih karunia dan kebenaran tersedia dalam arti kata seluas-luasnya (Rom 5:17-21). Kebenaran tidak lagi terselubung oleh lambang-lambang (seperti dalam korban-korban), sehingga "Kasih karunia demi kasih karunia" (Yoh 1:16) berarti bahwa pemberian kasih karunia / anugerah dan kuasa secara terus-menerus disalurkan kepada orang percaya yang memberikan respon positif. Kasih karunia / anugerah Allah merupakan kuasa, kehadiran, dan berkat Allah yang dialami oleh mereka yang menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Sebagai contoh anugerah keselamatan tidak disebabkan oleh usaha manusia untuk menaati hukum Taurat, tetapi oleh Roh Kudus dan kasih karunia atau anugerah Tuhan Yesus Kristus yang datang ke dalam kehidupan kita untuk memperbaharui roh kita serta menciptakan kita kembali menurut gambar Kristus.
Anugerah demi anugerah artinya ada kesesuaian antara anugerah yang pertama dengan anugerah selanjutnya atau: kasih-karunia (Anugerah dalam perjanjian baru) yang mengganti kasih-karunia lain (anugerah dalam perjanjian lama). Hal ini bisa terjadi bila kita ada dalam Anak Tunggal Bapa yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jadi boleh diterjemahkan juga: Anugerah lama yang diganti anugerah yang baru, yang lengkap dan sempurna.
Puncak segala anugerah Allah adalah kehadiran dan kasih Allah melalui Kristus Yesus, yang diberikan kepada orang percaya oleh kuasa Roh Kudus bersamaan dengan diberikan - NYA kemurahan, pengampunan, dan keinginan serta kuasa untuk melakukan kehendak Allah (Yoh 3:16; 1Kor 15:10; Fil 2:13; 1Tim 1:15-16). Seluruh kegiatan kehidupan Kristen dari awal sampai akhir tergantung pada anugerah ini.
Sekarang melalui hidup kita Allah sedang melanjutkan anugerah-Nya kepada semua orang. Allah hendak memakai kita sebagai alat-NYA untuk banyak orang menerima Anugerah terbesar yang ada dalam dunia ini. Hal yang perlu di perhatikan saat kita menerima anugerah demi anugerah ALLAH adalah:
Pertama Allah memberikan anugerah – Nya sesuai kebutuhan (1Kor 1:4) yang bertujuan supaya orang yang tidak percaya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan kuasa kebangkitan-NYA (Ef 2:8-9; Tit 2:11; 3:4).
Kedua bahwa anugerah Allah kepada orang percaya supaya "dimerdekakan dari dosa" (Rom 6:20,22), supaya kita mengerjakan kebaikkan berdasarkan kemauan dan kerelaan hati seperti yang telah di teladankan-NYA (Fil 2:13; Tit 2:11-12).
Anugerah Allah harus diinginkan dan dicari dengan sungguh-sungguh (Ibr 4:16). Pertama-tama dengan mempelajari dan menaati Alkitab (Yoh 15:1-11; 20:31; 2Tim 3:15), mendengarkan pemberitaan Injil (Luk 24:47; Kis 1:8; Rom 1:16; 1Kor 1:17-18), berdoa (Ibr 4:16; Yud 1:20), berpuasa (Mat 4:2; 6:16), menyembah Kristus (Kol 3:16), senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus (Ef 5:18), dan ikut serta dalam Perjamuan Kudus (Kis 2:42).  
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 4 Desember 2016
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Kita telah menerima anugerah terbesar bagi dunia apakah anugerah itu berhenti di tangan kita atau kita akan melanjutkan kepada orang-orang lain? Marilah kita giat berbuat baik dan memberitakan kabar keselamatan bagi orang lain. 

Winner Voice
Anugerah Allah adalah anugerah berkelanjutan yang memerlukan kerelaan kita untuk menyalurkannya kepada orang lain. 

Pengakuan Iman
Karena dari kepenuhan-Nya aku telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus bagi ku dan bagi orang-orang di sekitarku (Yohanes 1:16-17).

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...