Sunday, November 29, 2015

PEMBERITA FIRMAN (3)



Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2)

Baik atau Tidak Baik Waktunya; Tetap Siap Sedia !!!
Menjadi pemberita Firman menjadi pesan yang sangat serius disampaikan oleh Rasul Paulus dengan mengatakan “demi pernyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya”. (2Tim 4:1). Dalam situasi apapun setiap orang percaya yang benar-benar hidup dalam kebenaran dapat menyatakan apa yang salah, menegor dan menasehati seseorang sesuai dengan Firman Tuhan. Tentu saja dalam membawa seseorang untuk kembali kepada kebenaran harus dilakukan dengan hati yang sabar dan ajaran yang sehat sehingga ada perubahan hidup yang sesuai dengan Alkitab.
Sejak dari dulu banyak orang menolak ajaran sehat dan sekarang menjelang hari-hari akhir ini akan semakin parah karena lebih banyak lagi orang yang suka menerima ajaran “jahat” yang membuat orang-orang jauh dari ALLAH (2Tim 3:1-5; 1Tim 4:1). Bahkan saat ini banyak juga orang yang mengaku Kristen dan banyak bergaul di gereja, kelihatannya menghormati ALLAH, tetapi tidak memiliki iman kepada Kristus dan menolak perintah Alkitab untuk memisahkan dosa dan ketidakadilan (Rm 1:16).
Sungguh memprihatinkan bila saat ini penyampaian Firman Tuhan oleh hamba TUHAN dalam gereja tidak banyak memberikan pengaruh. Tidak kentara tetapi ada penolakan terhadap kebenaran (setenggah benar) dan lebih menginginkan pengajarkan yang “memaklumkan” perbuatan jahat (2Tim 2:18; 3:7-8; 1Tim 6:5; Tit 1:14). Pada dasarnya mereka menolak Firman tentang pertobatan, dosa, hukuman dan perlunya hidup kudus dan terpisah dari keduniawian (2Tim 3;15-17; Yer 5:31; Yeh 33:32).
Orang jaman sekarang lebih suka mengumpulkan guru-guru yang menurut kehendaknya sendiri agar memuaskan keinginan telingga yang sesuai dengan keinginan duniawi. Tidak mengikuti Hamba Tuhan sesuai standar Alkitab (2Tim 1:13-14; 1Tim 3:1-10) tetapi akan memilih pengkotah yang pandai berpidato, menghibur, yang dapat menyakinkan orang tetap Kristen walaupun hidup dengan tabiat dosa (Rm 8:4-13; 2Ptr 2). Kecenderungan pada masa sekarang ini banyak kotbah didasarkan pada ilmu perilaku pengalaman pribadi, mujizat, kesuksesan seseorang, teori buatan manusia yang tidak teruji oleh ALKITAB, semua itu cara Iblis untuk menipu manusia untuk murtad dari ALLAH (Mat 24:5, 11; 2Tes 2:11). Ini tidaklah benar !!!!
ROH KUDUS telah mengingatkan kita untuk tetap setia kepada ALLAH dan taat kepada Firman-Nya sekalipun dalam situasi dan kondisi tidak baik (2Tim 3:10-12; Mat 5:10-12). Firman ALLAH yang tertulis harus menjadi pedoman tertinggi dalam kebenaran dan kelakukan kita.
Orang percaya harus sangat selektif terhadap pergaulan, lembaga bahkan gereja yang menyangkal kekuasaan ALLAH dalam keselamatan serta penyampaian Firman yang kompromis dengan duniawi (Gal 1:9; 1Tim 4:1-2; 2Ptr 2:1; Yud 3; Why 2:24). Selanjutnya kita tetap setia kepada Firman Kebenaran yang dapat memberikan kesegaran rohani (Kis 3; 19-20) dan yang membawa kita kepada keintiman dengan ALLAH (Why 3:20-22).
Sekarang saatnya kita menjadi pemberita Firman tanpa menunggu-nunggu waktu lagi karena sudah banyak orang yang harus menerima Firman yang murni. Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 15  November 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Ada waktu yang paling baik untuk memberitakan Firman bagi orang-orang di sekitar kita, yaitu “SEKARANG !”.  GBU.

Pengakuan Iman
Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal, tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.  Amin.

Winner Voice
Memberitakan Firman TUHAN merupakan tugas setiap orang percaya.

Friday, November 6, 2015

PEMBERITA FIRMAN (2)



Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. (2Timotius 2:2)

Pemberita Firman Kunci Keberhasilan Pelipatgandaan


Perintah menjadi pemberita Firman berasal dari Tuhan Yesus sendiri yaitu ketika Beliau memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan menetapkan dua belas orang untuk menyertai Beliau serta mengutus mereka memberitakan Injil. Mereka diberikan kuasa untuk mengusir setan (Mrk 3:13-15). Selanjutnya bahwa Tuhan Yesus membuat Amanat Agung yang berisi perintah tegas untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan YESUS. (Mat 20:19). Bagi rasul Paulus menjadi Amanat Agung ini di kembangkan dalam suatu metode yang sangat baik, seperti yang terlihat dalam 2 Timotius 2:2, yaitu;
1.      Kata “engkau” berarti ada hubungan yang special antara Paulus dan Timotius, hubungan terjalin bertahun-tahun, saling mempercayai dan penuh pengertian. Paulus mengangap Timotius sebagai anak rohani sehingga dengan yakin mengutusnya kepada jemaat – jemaat saat beliau dalam penjara (Flp 2:19). Paulus tahu betul potensi Timotius dan bersedia membimbing secara pribadi. Seperti Tuhan Yesus tahu potensi dari murid-murid-Nya, demikian pula Tuhan Yesus juga tahu potensi kita untuk menjadi pemberita Firman (Mat 6:33).
2.      Kata “percayakan” berarti menyampaikan sesuatu dari seseorang kepada seorang yang lain secara pribadi. Inilah kepercayaan yang kudus dimana bukan saja menanamkan modal kepercayaan kepada seseorang tetapi lebih lagi adalah memberikan keseluruhan kepribadian kita, sehingga menjadi serupa dalam banyak hal. (2Tim 3:10-11). Selanjutnya Timotius harus juga melakukan hal yang sama seperti Paulus lakukan.
3.      Kata “orang-orang yang dapat dipercayai”. “Dipercayai” adalah sesuatu yang berarti besar terhadap keberhasilan seseorang. Orang yang dapat dipercayai selalu dibutuhkan orang, hanya sayang jumlahnya sedikit sekali (Ams 20:6). Pada akhir jaman ini ALLAH tetap mencari orang-orang yang dapat dipercayai. (2Taw 16:9).
4.      Kata “mengajar orang lain”, inilah tahapan seorang diajar untuk menjadi pengajar dimana seorang yang dapat memberitakan Firman. Bila diurutkan maka terdapat tiga bagian yaitu Paulus kepada Timotius, Timotius kepada orang-orang yang dapat di percayai, dan orang yang dapat di percayai kepada orang lain. Mengajar kepada orang lain hanya dapat dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat mendalam seperti Paulus kepada Timotius, atau Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.
Inilah cara pelipatgadaan pengikut Kristus yang luar biasa, yang dalam prosesnya merupakan satu-satunya di ajarkan oleh TUHAN YESUS Kristus. Tentu ada pendekatan lain untuk pelipatgandaan (Contoh: Kebaktian kebangunan rohani) semua itu membantu tetapi tidak dapat menjadi bagian yang utama.
Pendiri para Navigator yaitu Dowson Trotman mengatakan; kegiatan tidak dapat menggantikan produksi. Produksi tidak dapat menggantikan reproduksi. Pelayanan apapun yag kita lakukan, pelayanan itu harus bersifat reproduksi”
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 8 November 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita meningkatkan diri menjadi pemberita Firman sehingga terjadi dengan pesat pelipatgandaan jumlah jemaat yang tertanam dalam gereja kita.  GBU.

Pengakuan Iman
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari Surga untuk membangkitkan semua umatNya yang telah mati dan mengangkat semua umatNya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudusNya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.  Amin.

Winner Voice
Sebelum kita memberitakan Firman ada baiknya bertanya pada diri sendiri; ”apakah kita memang orang yang dapat dipercayai ?”

Sunday, November 1, 2015

PEMBERITA FIRMAN (1)



Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (1Petrus 2:9)

Misi Pemberita Firman

Orang Kristen adalah orang yang percaya sungguh kepada ALLAH yang di kenal dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS dan dengan sadar mengikuti teladan hidup-NYA. Dengan pengakuan dan gaya hidup Kristen maka kita menjadi bangsa yang terpilih dan dipisahkan dari dunia supaya menjadi milik Allah sepenuhnya (Kis 20:28; Tit 2:14). Tuhan Yesus memberikan perlindungan dan perlakuan khusus kepada orang Kristen sebagai umat pilihanNya, bahkan TUHAN YESUS KRISTUS telah mencurahkan darah-Nya di kayu salib (1Pet 1:18-19), supaya;
1.      Kita ditebus dari kejahatan dan keinginan untuk menentang hukum ALLAH untuk memiliki standar kekudusan Allah. (1Yoh 3:4).
2.      Menjadi milik pribadi ALLAH yang kudus terpisah dari dosa dan keduniawian.
3.      Hidup berkemenangan atas kuasa dosa dan kejahatan (Rm 5:9-11).
Orang Kristen memiliki tugas untuk memberitakan Firman yaitu Injil Keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran ALLAH saja (Kel 19:6; Yes 42:1). Sebagai juru selamat TUHAN YESUS telah melaksanakan tugas penebusan-NYA (Yes 61:1). Dengan urapan ROH KUDUS maka orang Kristen harus melanjutkan  apa yang telah dimulai  oleh TUHAN YESUS (Kis 1:8; 2:4). Hanya dengan ROH KUDUS orang Kristen dapat melayani dengan hikmat, penyataan dan kuasa yang diperlukan saat memberitakan Firman. Ada misi ilahi sebagai pemberita Firman, yaitu :
1.      Kita harus membawa orang-orang kepada TUHAN YESUS dengan memberitakan Firman. Dengan kuasa ROH KUDUS, kita akan membawa orang-orang kepada norma-norma keadilan, kekudusan dan prinsip-prinsip kebenaran ilahi. (Kis1:8)
2.      Menerima kuasa dengan tujuan untuk bersaksi bagi Kristus sehingga orang yang hilang dapat dimenangkan dan diajarkan untuk menaati semua yang perintahkan ALLAH (Mat 28:18-20)
3.      Membuat Kristus dikenal, dikasihi dan dijadikan TUHAN atas umat pilihan ALLAH (Luk 24:49; Yoh 5:23; 15:26-27).
Kuasa ROH KUDUS (Yun: dunamis) yang dipercayakan kepada kita bukanlah sekedar kekuatan atau kemampuan saja; ini adalah kuasa yang bekerja atau bertindak. (Kis 1:8) Dengan ROH KUDUS orang percaya dapat mengusir roh-roh jahat dan urapan untuk menyembuhkan orang sakit sebagai tanda yang menyertai saat memberitakan Firman. (Luk 4:14, 18, 36; 5:17; 6:19; 9:1-2; Kis 6:8; 8:4-8, 12-13; 10:38; 14:3; 19:8-12).
Luar biasa ALLAH memberikan perlakukan terhadap orang percaya, bukan saja bagi kita tersedia keselamatan tetapi juga memperlengkapi kita dengan kuasa yang luar biasa agar kita dapat mengerjakan karya keselamatan yaitu menjadi pemberita Firman kepada semua orang.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 1 November 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Kita selayaknya memberitakan Firman sehingga banyak orang yang dapat diselamatkan dan mendapatkan kasih karunia yang luar biasa seperti yang telah kita miliki saat ini. Inilah misi hidup pemberita Firman.  GBU.


Pengakuan Iman
Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan satu dengan yang lain.Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.  Amin.

Winner Voice
Bukti kita percaya TUHAN adalah dengan meneruskan misi keselamatan-Nya.

PENDOA SYAFAAT (4)



Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,  untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan (1Timotius 2:1).

Berdoa Untuk Semua Orang

Jangan menganggap remeh tentang hal DOA. Baik itu Doa Fajar, Doa Puasa, Doa Malam, dan ibadah doa yang lainnya. Sebab dalam berdoa ada kekuatan dan kuasa yang luar biasa dari Tuhan. Kita dapat mempunyai bermacam-macam permohonan doa yang biasanya digumuli sendiri, dan untuk sesuatu yang berat ada baiknya kita minta dukungan doa dari saudara-saudara seiman.
Prinsip utama dalam berdoa adalah dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:23-24) terus menerus tanpa berhenti (1 Tes 5:17). Selanjutnya menaikkan permohonan dengan benar, sesuai dengan Firman Tuhan (Yak 4:3; Ams 11:23; 1Yoh 5:14). Berdoa dengan tekun (Luk 18:1) dan penuh iman (Mar 11:24). Terkadang kita harus menunggu jawaban doa sampai tepat waktunya TUHAN (Pkh 3:11), tidak boleh ragu karena TUHAN pasti akan menjawab doa orang benar (1Yoh 3:22; 5:15; Yak 5:16).
Dalam hal doa syafaat yaitu berdoa untuk kepentingan orang lain, khususnya supaya mereka bisa percaya dan bertobat (Abraham untuk Lot, Musa untuk Israel). Tuhan Yesus sendiri adalah Juru syafaat semua orang yang percaya kepada-NYA (1Yoh 2:1). Segera seorang beriman berdosa, Tuhan Yesus langsung menaikkan doa syafaat bagi kita. Tuhan Yesus sebagai Allah sanggup berdoa syafaat sekaligus untuk semua orang beriman di seluruh dunia.
Seperti TUHAN YESUS demikian juga dengan kita harus bersedia untuk menjadi pendoa syafaat, yaitu terhadap :
  1. Anggota keluarga, ada janji ALLAH untuk menyelamatkan anggota keluarga orang yang percaya (Kis 16:31). Kita sepatutnya lebih antusias mendoakannya, sebab Tuhan sudah berjanji dan ini pasti digenapi.
  2. Orang-orang yang dalam tanggung jawab kita, dimana kita harus bertanggungjawab atas keselamatan mereka (Yoh 17:12; Ibr 12:6).
  3. Orang-orang di dekat kita yaitu dimana Tuhan menghendaki kita mencintai mereka (Luk 10:27). Kita harus juga mau menyaksikan cinta kasih Tuhan dan menunjukkan perbuatan kasih kita kepadanya supaya orang-orang yang ada di dekat kita mau bertobat.
  4. Untuk semua orang. (Yes 52:10. Kis 1:8). Ini adalah kehendak Tuhan dan sudah dinubuatkan dalam Firman Tuhan bahwa dari segala bangsa ada orang yang selamat (Why 21:26).
Bagi pendoa syafaat, rasul  Paulus memberi nasehat untuk berdoa kepada para penguasa agar mereka dimampukan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi rakyat, situasi yang kondusif dan penyebarluasan berita keselamatan dapat dilakukan (1Tim 2-4,7). Berdoa bagi pemerintahan merupakan hal yang penting selayaknya mendapatkan perhatian khusus atau prioritas. Mendoakan penguasa juga merupakan wujud pernyataan iman jemaat, bahwa mereka hanya menyembah satu Allah, yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus (ayat 5-6), bukan kepada pemerintahan. Nasihat Paulus mengingatkan jemaat bahwa penguasa kejam yang tampak sangat berkuasa itu tetaplah makhluk ciptaan yang lemah dan perlu didoakan. Demikian pula kita harus cinta Indonesia, berdoa untuk pemerintahan Indonesia dan beriman untuk kebaikkan Indonesia. Amin

Tuhan Yesus memberkati.
Pesan Pastoral : 25 Oktober 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita lebih tekun lagi dalam berdoa agar kita hidup ini lebih baik dan memberikan ketenangan hati, bagi kita pribadi maupun bagi orang-orang yang Tuhan percayakan dalam tanggungjawab kita.  GBU.


Pengakuan Iman
Yesus Kristus adalah Anak Allah yang tunggal dilahirkan oleh perawan Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus, bahwa Yesus telah disalibkan, mati, dan dibangkitkan pada hari yang ke tiga dari antara orang mati, bahwa Ia telah naik ke  surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan, Juruselamat, dan pengantara kita. Amin.

Winner Voice
Jangan menghujat pemerintah karena itu hanya memberikan kutuk yang berakibat buruk, berikanlah doa syafaat agar hal positif terjadi melalui kebaikkan Tuhan bagi kita melalui pemerintahan.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...