Wednesday, July 29, 2015

PENURUT - PENURUT ALLAH (2) Mengenakan Tuhan Yesus Kristus



Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. (Roma 13:10-11).

Mengenakan Tuhan Yesus Kristus 

Penurut-penurut Allah adalah orang yang meneladani cara hidup Tuhan Yesus yaitu orang-orang yang berusaha keras untuk menjadi sama / serupa dengan Kristus, dan atau orang – orang yang “mengimitasi Kristus dalam dirinya”. Sikap ini penting menjelang hari kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali di akhir jaman ini. Allah akan memindahkan dari dunia gelap ke dalam  Sorga yang mulia yaitu hanya kepada orang-orang yang memiliki keserupaan dengan Kristus (Yoh 14:3).
Penurut-penurut ALLAH adalah Orang-orang bersedia menanggalkan perbuatan-perbuatan jahat (kegelapan) dan mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai kelengkapan senjata terang (Rm 13:12-14). Berlaku kasih dan tidak berbuat jahat kepada sesame karena inilah inti dari hukum Taurat sebagaimana yang di lakukan oleh Tuhan  YESUS KRISTUS. Maksud dari semua diatas adalah bahwa ketika kita bersatu dan memihak pada TUHAN YESUS maka meniru hidup Beliau sebagai pola kehidupan pribadi merupakan sebuah kewajiban. Kita harus memakai prinsip-prinsip hidup TUHAN YESUS, menaati perintah-perintah-Nya dan berusaha menjadi serupa dengan Beliau. Semua itu menuntut kita menolak kedusilaan dan perbuatan-perbuatan dosa secara menyeluruh (Gal 5:19-21) demikianlah kiranya penurut-penurut ALLAH hidup.
Penurut-penurut ALLAH akan mempersiapkan diri secara rohani dengan menanggalkan perbuatan-perbuatan jahat (Luk 12:35) dan mereka memiliki pengharapan akan kedatangan segera Sang Juru Selamat  dalam masa hidupnya. TUHAN YESUS KRISTUS sendiri memberi peringatan bahwa Beliau akan datang bila orang yang setia yakin Beliau akan  datang segera (Mat 24:42-44). Dalam hal ini penurut-penurut ALLAH akan memiliki mandat ilahi yaitu senantiasa hidup di dalam kasih (Ef 5:1-2) sebab ALLAH adalah Kasih (1Yoh 4:8; 16).
Hidup di dalam kasih inilah yang dimaksudkan dengan mengenakan Tuhan Yesus Kristus yaitu hidup dengan melakukan perintah – perintah Allah yang bersifat positif (Rm 12:9-21; 1Kor 13:4,6-7), dan tidak melakukan sesuatu yang negatif (Rm 13:9; 1Kor 13:4-6). Hidup di dalam kasih merupakan perintah penting untuk di kerjakan karena manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, mementingkan diri sendiri dengan jiwa yang kejam.
Ada delapan dari sepuluh perintah ALLAH berupa larangan untuk dikerjakan. Penyebabnya adalah karena dosa terjadi dengan sendirinya, sebaliknya kebaikkan adalah suatu yang harus di usahakan. Apakah buktinya kita telah mengenakan TUHAN YESUS KRISTUS atau telah hidup di dalam kasih ?
1.      Berbalik dari dosa dengan segala yang mendatangkan kerugian atau kesedihan kepada orang lai semua harus ditiggalkan. (Mzm 7:1-10)
2.      Mengendalikan diri sendiri untuk tidak memiliki tabiat dosa (Gal 5:19-21).
Penurut-penurut Allah perlu memperhatikan hal demikian yaitu, hidup dengan meneladani TUHAN YESUS, “lahir baru” dan dipenuhi ROH KUDUS (Gal 6:3). Tetapi orang percaya di saat yang sama secara sadar masih hidup dalam kedagingan (hawa nafsu), sebenarnya orang ini  bersalah karena mempermainkan  dan menghina ALLAH. Orang yang demikian jahat, sedang menipu diri sendiri, dan tidak akan mendapatkan hidup kekal tetapi sebaliknya akan menuai kebinasaan (Gal 6:8) dan kematian kekal (Rm 6:20-23; 1Kor 6:9).
Tuhan Yesus memberkati kita.

Pesan Pastoral : 12 Juni 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita semakin giat untuk hidup di dalam kasih dengan mengingat akan kasih Kristus, sudah selayaknya kita juga meneladani dengan memberikan kasih kita kepada sesama dan menahan diri untuk tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain juga. Tuhan YESUS Memberkati.
Winner Voice
Orang yang tidak menyembah ALLAH artinya telah menjadi penyembah yang lain (setan, berhala, benda dan orang lain atau diri sendiri)

PENURUT - PENURUT ALLAH (1)



Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. (Efesus 5:1-2)

Sebuah Alasan Menjadi Penurut ALLAH

Menjadi penurut-penurut ALLAH membuat kita manjadi anak-anak yang dikasihi-NYA.  Sebab itu kita harus membahami lebih dahulu alasan mengapa kita harus menjadi penurut-penurut ALLAG. Kata “sebab itu … pada ayat di atas “ memberikan arti mengapa kita harus menjadi penurut-penurut ALLAH. Bila kita telah memahami sebuah “alasan”,  maka hal ini akan menguatkan iman kita, memberikan kita motifasi kuat untuk tetap dalam kebenaran dan memperjuangkannya. Bahkan dengan sebuah “alasan” yang kuat, kita dapat bertahan dari berbagai macam cobaan yang dapat membuat kita menjadi pemberontak.
Dalam Kristus kita adalah manusia baru dan seharusnya tidak lagi hidup sama seperti orang-orang fasik yang tidak mengenal Allah (Ef 4:21-24). Sebab orang-orang duniawi hidup dengan pikiran-pikiran sia-sia dengan pengertian yang gelap sehingga membuat mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu serta melakukan kecemaran yang membuat hidup menjauh dari pada keintiman dengan ALLAH (Ef 4:17-19).
Tetapi tidak dengan kita yang telah mengenal TUHAN YESUS KRISTUS, yang telah menerima pengajaran menurut kebenaran yang nyata sehingga diperbaharui di dalam roh dan pikiran. Kita akan memiliki kehidupan yang selektif dalam tindakan-tindakan nyata sehingga hidup kita benar-benar menjadi pujian kepada ALLAH dan benar hidup sebagai penyembah ALLAH. Selebihnya kita mengejar yang murni dan rohani yang membuat kita bertumbuh dan beroleh keselamatan kekal. (1Pet 2:2). Ketika kesadaran rohani ini telah terbentuk akan membuat hidup kekristenan kita menjadi lebih berarti sebab hidup hanya bagi ALLAH, hidup dengan menuruti kehendak ALLAH saja (Rm 6:11).
Bagaimanakah kita dapat hidup bagi ALLAH dan menuruti kehendak ALLAH saja ?
1.      Buanglah dusta dan berkatalah benar (25)
2.      Kalau harus marah, jangan lama-lama dan tidak berdosa dalam amarah (26-27).
3.      Berkerja keras dan tidak mencuri lagi (28)
4.      Jangan berkata-kata kotor tetapi berkata yang baik (29)
5.      Jangan mendukakan roh kudus (30)
6.      Tinggalkan semua kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah (31)
7.      Harus ramah dan saling mengampuni (32)
Ini sebuah tantangan bagi setiap orang percaya untuk membuktikan perubahan dalam dirinya ketika telah menerima TUHAN YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT. Selalu ada pilihan dalam dunia ini apakah kita akan menjadi penurut – penurut ALLAH yang artinya mengerjakan karya keselamatan (Flp 2:12) seperti yang terlihat dalam tujuh tindakkan praktis diatas atau sebaliknya kita menjadi pemberontak ALLAH sendiri yang sama artinya dengan penyembahan berhala (Ef 5:5). Ini sebuah tantangan nyata dalam dunia yang kotor ini, yaitu;  kalau kita masih saja hidup cabul, tidak kudus atau menjadi manusia serakah (yaitu lebih mengasihi materi daripada ALLAH), orang yang demikian dilarang masuk sorga.  (Yer 8:7; 1Kor 6:9; Gal 5:21). Orang-orang yang melakukan dosa-dosa tersebut telah membuktikan bahwa mereka tidak memiliki hidup baru,  terpisah dari ALLAH dan tidak terpisah dari hidup kekal (Yoh 8:42; 1Yoh 3:15.  Hendaklah kita semua memperhatikan hal ini.
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Pesan Pastoral : 5 Juni 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Tinggal selangkah lagi hidup kita akan menuju kekekalan di Sorga mulia, tinggal bersama ALLAH oleh karena itu sekarang kita harus buktikan penyelamatan ALLAH tidak menjadi sia-sia karena kita tetap menjadi penurut-penurut-Nya.
Winner Voice
Orang yang tidak menyembah ALLAH artinya telah menjadi penyembah yang lain (setan, berhala, benda dan orang lain atau diri sendiri)

PEMUJI DAN PENYEMBAH ALLAH (4)



Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian (Yohanes 4:23).

Jadilah Penyembah ALLAH 

Inilah tingkat tingkat rohani yang diharapkan setiap orang Kristen yaitu bahwa tidak terkecuali siapapun harus dapat menyembah ALLAH dalam roh dan kebenaran. Menjadi penyembah ini merupakan perintah yang jelas dari Tuhan Yesus sendiri. Diawali dari percakapan dengan seorang perempuan berdosa dari Samaria. Dalam peristiwa ini menunjukkan betapa dalam pengabdian dan ketaatan Tuhan Yesus kepada tujuan Bapa di Sorga serta keinginan-Nya yang kuat untuk menuntun orang yang berdosa kepada kehidupan yang kekal. Tuhan Yesus menginginkan keselamatan bagi setiap orang termasuk kepada orang-orang yang terhilang karena dosa (Perumpaan dalam Luk 15; Ams 11:30; Dan 12:3; Yak 5:20).
Keselamatan rohani merupakan kebutuhan yang lebih utama dibandingkan dengan makan dan minum (Luk 4:34). Karena itu kita juga harus mengerjakan karya keselamatan ini, karena banyak orang di sekitar kita siap mendengarkan Firman kebenaran: kita harus berbicara tentang kebutuhan rohani mereka dan Tuhan Yesus yang sanggup memenuhi kebutuhan ini, yaitu bila kita mau menjadi penyembah sesuai kehendak-Nya.
Yesus mengajarkan beberapa hal penting berkaitan dengan penyembah, yaitu;
1.      “dalam roh  … “ (Yun : Pneuma) hal ini menunjukkan tingkatan di mana terjadi penyembahan yang benar. Seseorang harus menghampiri ALLAH dengan hati yang sungguh-sungguh, pikiran yang focus kepada Tuhan Yesus atas segala perbuatan ajaib yang telah dan tetap dapat diperbuat-Nya. Roh kita harus benar-benar diarahkan oleh kehidupan dan tindakkan ROH KUDUS.
2.      “kebenaran … “ (Yun: Aletheia) kebenaran merupakan ciri ALLAH (Mzm 31:6; Rm 1:25; 3:7; 15:8) dan menjelma dalam diri TUHAN YESUS KRISTUS (Yoh 14:6; 2Kor 11:10; Ef 4:21) serta menjadi hakekat dari ROH KUDUS (Yoh 14:17; 15:26; 16:13). Kebenaran merupakan inti Alkitab (Yoh 8:32; Gal 2:5; Ef 1:13).
Penyembahan harus dilakukan dalam roh dan kebenaran artinya bahwa penyembahan itu harus dilaksanakan menurut kebenaran Bapa yang dinyatakan di dalam TUHAN YESUS dan diterima melalui Roh Kudus. Ini merupakan landasan yang kuat dalam beribadah (Neh 8:6-7). Ibadah adalah segala tindakkan dan sikap yang menghargai dan menghormati kelayakan Allah semesta langit dan bumi yang agung. Jadi, ibadah berpusat kepada ALLAH dan bukan kepada manusia. Dalam ibadah Kristen, kita menghampiri Allah dengan bersyukur karena apa yang telah dilakukan-Nya bagi ktia di dalam TUHAN YESUS Kristus dan melalui ROH KUDUS.
Menjadi penyembah ALLAH artinya kita harus hidup dalam TUHAN YESUS Kristus yang adalah kebenaran (Yoh 1:14; 5:31; 14:6; Luk 4:25; 9:27; 12:44). Apakah yang dapat kita kerjakan sebagai seorang penyembah yang benar dalam hidup sehari-hari ;
1.      Menuntut kita harus berbicara dengan benar (1Kor 5:8; Ef 4:25).
2.      Hidup dan berbicara sesuai dengan kebenaran (1Yoh 1:6).
3.      Jangan berdusta lagi (Why 3:9).
Kita harus dapat menuntut diri sendiri untuk tinggal dalam kebenaran, karena orang yang tidak tinggal dalam kebenaran sebenarnya telah menunjukkan keadaan hatinya yang sebenarnya (Yoh 8:44; Kis 5:3), menentang ALLAH dan berada di luar kerajaan Sorga (Why 21:8,27; 22:15; 14:5).
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Pesan Pastoral : 28 Juni 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Allah menuntut setiap kita untuk menyembah DIA di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kita. Marilah kita semakin mendekat kepada TUHAN YESUS karena waktunya sudah sangat singkat.
Winner Voice
Orang yang tidak menyembah ALLAH artinya telah menjadi penyembah yang lain (setan, berhala, benda dan orang lain atau diri sendiri)

PEMUJI DAN PENYEMBAH ALLAH (3)



Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi. (Mazmur 9:2-3).

Menjadi Pemuji

Alkitab dengan tegas mengajar supaya semua orang Kristen menjadi pemuji ALLAH. Ada tiga kata Ibrani yang di gunakan untuk panggilan sebagai pemuji ALLAH yaitu : “Barak” yang dapat di terjemahkan juga sebagai “berkat”, selanjutnya kata “Halal” sebagai akar kata “Halleluya” yang artinya “Puji Tuhan”, yang terakhir adalah kata “Yadah” yang diterjemahkan sebagai “Berilah Syukur”.
Menjadi pemuji Allah sebenarnya merupakan salah satu fungsi utama malaikat (Maz 103:20, 148:2) dan sekarang juga menjadi hak istimewa umat Allah baik yang besar maupun kecil (Mat 21:16; Maz8:3; 30:5; 135:1-2, 19-21). Selanjutnya Allah  menuntut semua bangsa untuk memuji Allah (Maz 67:4-6; 117:1; 148:11-13; Yes 42: 10-12; Rm 15:11). Hal ini juga tidak cukup maka Allah menuntut semua yang bernafas harus memuji ALLAH (Maz 150:6), bahkan Allah juga memerintahkan benda-benda langit matahari, bulan dan bintang-bintang harus memuji Allah (Maz 148:3-4; 19:2-3), kilat, hujan es, salju dan angin (Maz 148:8), gunung, bukit, sungai dan samudra (Maz 98:7-8; 149:9; Yes 44:23), semua pohon dan mahluk hidup harus memuji ALLAH, semuanya saja dan tidak ada pengecualian harus memuji ALLAH (Maz 148: 9-10; 69:35; Yes 55:12).
Alasan mengapa kita harus memuji Allah adalah karena kebesaran, kemuliaan dan kemegahan Allah yang telah :
1.      Menciptakan langit dan bumi (Maz 96:4-6; 145:3; 148:13).
2.      Menyatakan kekudusan-Nya (Maz 99:3; Yes 6:3)
3.      Perbuatan perkasa yang telah menyelamatkan dan menebus dosa (Maz 96:1-3; 106:1-2; 148:14; 150:2; Luk 1:68-75; 2:14,20)
4.      Memberikan kemurahan, kasih karunia dan kasih yang berkelanjutan (Maz 57:10-11; 89:2-3; 145:8-10; Ef 1:6)
5.      Melepaskan kita dari bahaya dan sakit penyakit (Maz 9:2-6; 40:2-4; 59:17; Yer 20:13; Luk 13:13; Kis 3:7-9).
6.      Memperhatikan dan memelihara hidup kita (Maz 68:20; Yes 63:7).
Pujian merupakan inti sari dalam ibadah orang Kristen. Sebab itu kita harus menjadi pemuji Allah yang benar. Pertama-tama Orang Kristen harus belajar memuji Allah secara bersama dalam tempat ibadah (Maz 100:4). Kemudian orang Kristen juga harus menjadi pemuji ALLAH dimanapun saja. Cara yang indah untuk memuji Allah adalah dengan  lagu pujian, kidung atau dengan Mazmur (Maz 96:1-4; 147:1; Ef 5:19-20; Kol 3:16-17).
Pujian kepada Allah selain menggunakan bahasa yang kita pahami dapat juga dengan bahasa roh yang dapat membangun diri (1Kor 14:14-16). Menjadi pemuji berarti kita juga harus memiliki sikap yang baik sehingga melalui perbuatan baik yang terlihat dapat memberikan pujian kepada ALLAH dan memuliakan Nama Beliau (Mat 5:16; Yoh 15:8). Demikianlah pemuji ALLAH akan hidup dengan menghasilkan buah-buah kebenaran dan memuliakan TUHAN (Flp 1:11).
   Tuhan Yesus memberkati Kita.

Pesan Pastoral : 21 Juni 2015
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Marilah kita memuji Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Semampu kita harus lakukan jangan malu memuji Allah di manapun saja baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan yang baik. Tuhan Yesus memberkati kita.

Winner Voice
Ada banyak orang yang pandai menyanyi tetapi hanya sedikit yang dapat memuji ALLAH dengan segenap hati, jiwa dan kekuatannya.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...