Sunday, September 28, 2014

Hukum Yang Memerdekakan




Yakubus 1:25; 2:12

Allah telah menetapkan suatu hukum yang dapat membebaskan siapa saja yang menaruh percaya pada pembelaan dalamTuhan Yesus Kristus. Menjadi kehendak Allah hukum ini harus meneliti dengan baik-baik sehingga dengan kenyakinan kita dapat melakukan hukum tersebut sehingga hidup ini menjadi berbahagia oleh perbuatan-perbuatan kita sendiri. Dalam memahami hukum ini kita memerlukan pertolongan Roh Kudus (Yun : Parakletos =  pengacara) untuk mengartikannya sesuai dengan kepentingan kita. (Yeh 11:19-20). Hal –hal penting untuk diperhatikan supaya kita mendapatkan pertolongan dari Roh Kudus; yaitu :
Pertama; bahwa dalam hati nurani inilah Roh Kudus berdiam dan menolong kita untuk memahami kebenaran, oleh karena itu penting sekali untuk kita menjaga hati nurani ini tetap lebut dan siap menerima kapanpun Firman Tuhan berbicara.
Kedua; melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus kita tidak hanya menerima kebebasan dari dosa dan pelanggaran hidup, melainkan didalam kebebasan itu juga diberikan kemurahan yang menjadikan hidup kita ringan dan mudah. Selanjutnya kebebasan dari Tuhan Yesus juga menyediakan pengampunan yang tetap. (Yak 2:12-13). Dalam hal ini marilah kita menjaga iman kita tetap menyala dan tidak terintimidasi oleh keduniawian. Iman kepada Tuhan Yesus Kristus selanjutnya memberikan kuasa dan kebebasan untuk menaati hukum Allah (Rm 3:31).
Roh Kudus yang bekerja dalam orang percaya memungkinan kita hidup benar, yang dianggap sebagai penggenapan hukum moral Allah (Rm 8:4) demikianlah pekerjaan kasih  karunia dan ketaatan kepada hukum Allah tidak bertentangan karena keduanya mengacu kepada kebenaran dan kekudusan. (Rm. 2:13; 3:31; 6:15; 7:12, 14).
Mengapa disebut sebagai hukum yang memerdekakan ?  yaitu karena setiap orang percaya ingin menaati kehendak Allah. (NIV: aku hendak hidup dalam kelegaan sebab aku mencari titah-titahmu (Mzm 119:45). Jadi kebebasa ini jangan sekali-kali  dianggap sebagai kebebasan untuk melanggar perintah Kristus, tetapi sebagai kebebasan dan kuasa untuk menaati perintah itu.  
Lalu bagaimanakah sikap kita ? yaitu kita harus berbicara dan bertindak dari sudut pandangan orang yang akan dihakimi oleh Allah dan hukum yang memerdekakan kedalam hati kita oleh Roh Kudus. Allah akan  menghukum semua orang  yang pilih kasih karena sikap itu melanggar hukum kasih. (Yak 2:12)
Allah akan memberikan kasih karunia –Nya bagi setiap orang percaya yang mengerjakan hukum kasih, karena demikianlah sikap Allah terhadap diri-Nya sendiri. Oleh karena itu bagi kita perlu terus menggali kebenaran dengan tekun melakukan tindakan kasih dalam hidup sehari-hari. Sikap seorang yang telah dibebaskan dari dosa juga harus ditunjukkan pula kepada setiap orang dengan menjauhi dosa dan  menaruh rasa belaskasihan kepada setiap orang yang terpuruk oleh karena dosa dan pelanggarannya. Allah tidak ingin kita punya sikap hati kejam dengan memberikan hukuman lain yang tidak sesuai dengan kebenaran,oleh karena itu janganlah kita saling menghakimi satu sama lain karena penghakiman merupakan hak Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.


Pesan Pastoral : 7 September 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan marilah kita menjadi orang yang senang melakukan kebaikkan dalam kebenaran karena demikianlah kita akan hidup dalam kebebasan. Tuhan Yesus memberkati.

Winner Voice
Kebebasan kita adalah supaya kita taat pada hukum yang berlaku.

ORANG MERDEKA TIDAK EGOSENTRIS




Filipi 2:1-5

ALKITAB berisi pandangan yang berpusat kepada Allah. Orang percaya yang mendapatkan kebebasan dosa dalam pengorbanan Tuhan Yesus Kristus harus memiliki focus hidup kepada ALLAH dan bukan kepada dunia yang membawa manusia menjadi “egosentris”.
Egosentris adalah sifat yang memusatkan semua hal pada diri sendiri demikianlah manusia yang jatuh dalam dosa. Orang yang egosentris tidak akan menghormati Allah sehingga tidak menghargai yang rohani seperti sifat rendah hati dan menghormati kepentingan orang lain.
Demikianlah orang yang telah dimerdekakan dari dosa seharusnya hidup, yaitu dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Cara hidup orang yang dibebaskan hendaknya dapat sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.
Janganlah kita mencari kepentingan sendiri atau pujian sia-sia dari dunia ini. Sebaliknya kita hsrus rendah hati dan menganggap yang lain lebih penting dari pada dirinya sendiri. Jangan sampai kita hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan saudara-saudara seiman juga menjadi perhatian kita pula.
Baiklah kita sekarang memiliki sikap untuk rendah hati artinya bahwa kita menyadari kelemahan-kelemahan kita dan dengan cepatt akan menghormati Allah dan orang lain atas hal-hal yang kita kerjakan (Yoh 3:27; 5:19; 14:10; Yak 4:6).
Kita harus rendah hati karena kita adalah mahluk hina (Kej 18:27) dan berdosa, lepas dari Kristus (Luk 18:9-14) dan tak dapat membanggakan apapun (Rom 7:18; Gal 10:17) kecuali bermegah di dalam Tuhan (2Kor 10:17). Kita harus mengandalkan Tuhan untuk menjadi orang yang berguna dan dapat menghasilkan prestasi yang baik. tanpa pertolongan Tuhan dan orang lain kita tidak akan menghasilkan apapun. (Maz 8:5-6; Yoh 15:1-6)
Sikap rendah hati akan membuat Allah berkenan tinggal bersama kita (Yes 57:15; Mik 6:8) dan memberikan kasih karuniaNya yang besar (Yak 4:6; 1Pet 5:5). Allah senang kepada anak-anak-Nya yang bersedia melayani DIA dengan rendah hati (Kis 20:19). Dalam pelayanan kepada Tuhan hal ini penting karena kita bisa menganggap orang lain lebih penting sehingga memudahkan kita untuk berinteraksi satu dengan yang lain. (Rom 12:3).
Jangan menyombongkan diri karena itu merupakan lawan dari sifat rendah hati. Jangan kita memiliki perasaan yang berlebih-lebihan tentang harga diri, kepentingan diri sendiri, akan kebaikkan, prestasi maupun keunggulan diri sendiri. Kita harus melawan kecenderungan alamiah manusia untuk menyombongkan diri.  (1Yoh 2:16; Yes 14:13-14; Yeh 28:17; 1Tim 6:17).
Mengambil keteladanan Kristus yang meningggalkan kemuliaan Sorga dan mengambil kedudukan hina sebagai hamba yang melayani untuk kepentingan orang lain. Demikianlah kita seharusnya memiliki kerendah hatian dan pikiran Kristus. kita hasus merasa terpanggil untuk hidup dengan berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri serta memperdulikan orang lain serta berbuat baik kepada semua orang.  (Fil 2:5-8)
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 31 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan, sebagai orang merdeka dari dosa tidak baik punya sifat mementingkan diri sendiri. Karena Kristus telah peduli dengan hidup kita maka marilah kita juga peduli dengan orang-orang di sekitar kita.

Winner Voice
Egosentris adalah sifat yang membelunggu kita dengan kepentingan duniawi.

MENJADI KESUKAAN TUHAN




Ibrani 1:9

Bagimanakah hidup kita dapat menjadi kesukaan Allah melebihi orang-orang di sekitar kita ? yaitu bila kita tidak cukup hanya dengan mencintai kebenaran saja melainkan dengan aktif juga membenci kefasikkan atau ketidakadilan. Bagi orang yang Allah berkenan maka memberikan kasih karunia-Nya tetapi kepada orang menentang Allah tidak ada kasih karunia, sehingga dalam kehidupan ini dapat dibedakan. (Kel 33:16)
Orang percaya harus aktif memerangi kejahatan. Sebagai teladan kita dapat melihat dengan jelas dalam pengabdian Kristus terhadap keadilan (Yes 11:5) dan kebenciannya terhadap kejahatan dalam kehidupan yang akhirnya berakibat pada kematiaan. (Yoh 3:19-20; Yoh 11:33). Hati Yesus masygullah (Yun: embrimaomai yaitu menggambarkan emosi yang sangat dalam dan meliputi kemarahan) saat menyaksikan dukacita dan penderitaan yang diakibatkan oleh kejahatan. 
Yesus akan sedih dan geram saat melihat penderitaan akibat dosa, iblis dan kematian, Yesus sangat marah karena beliau senantiasa berjuang untuk keselamatan umat manusia. Kita harus menyadari betapa banyak kesengsaraan, kesedihan dan penderitaan yang mucul diakibatkan oleh  perbuatan dosa sendiri. (Rm 5:12). Kita harus menumbuhkan rasa belas kasih saat melihat orang yang mengalami penderitaan  dan membenci kejahatan dan dosa. (Rm 1:32; 2Tes 2:12). 
Kesetiaan Kristus kepada BAPA di Surga selama Ia berada di bumi, sebagaimana ditunjukkan oleh kasih-Nya terhadap keadilan dan kebencian-Nya terhadap kejahatan merupakan, alasan bagi Allah untuk mengurapi Anak-Nya. Demikian pula, kita akan diurapi apabila kita memiliki sikap yang sama terhadap keadilan dan kejahatan (Mzm 45:8).
Kasih kita terhadap keadilan dan membenci kejahatan akan meningkat melalui: pertama; melalui pertumbuhan dalam kasih dan belas kasihan yang amat sangat terhadap mereka yang hidupnya dihancurkan oleh dosa.
Kedua adalah mengalami penyatuan yang makin erat dengan Allah  dan Juruselamat Tuhan Yesus Kristus yang mencintai keadilan dan membenci kefasikkan. (Mzm 94:16; 97:10; Ams 8:13; Am 5:15; Rm 12:9; 1Yoh 2:15; Why 2:6).
Bagi yang jatuh dalam dosa maka segeralah mengaku dosa kita dan bertobat meninggalkan dosa itu. (IYoh 1:9). Ada jaminan akan pengampunan dalam darah Tuhan Yesus Kristus. (1Yoh 1:7) dan Kristus adalah “pengantara kepada BAPA” (Yun: parakletos) di Sorga yang senantiasa membela kita dihadapan Tahta kasih karunia. Demikianlah Tuhan Yesus bersyafaat senantiasa bagi kita kepada Bapa Sorgawi berdasarkan kematiaanNYa yang mendamaikan pertobatanan kita dan iman kita kepada-Nya (Rm 8:34; Ibr 7:35; 1Yoh 3:15).
Demikianlah kita menjadi orang kesukaan ALLAH sehingga hidup dalam kebaikkan – Nya senantiasa, sehingga kita hidup sebagai orang yang merdeka dari dosa.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 24 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan, kemerdekaan dari dosa haruslah menyadarkan kita untuk melihat hidup ini lebih bernilai rohani bila kita terus berjuang membenci kejahatan dan mencintai kebenaran.  

Winner Voice
Kemerdekaan rohani  jangan sampai terbelenggu lagi dengan dosa yang sama.

Monday, August 18, 2014

PERJUANGAN DIRI SENDIRI




Galatia 5:16-18

Kehidupan orang percaya tidak lepas dari persoalan kehidupan selama hidup di dunia ini. Persoalan hidup akan memunculkan gesekkan satu dengan yang lain, dan dengan banyaknya ragam manusia, maka tidak semua orang itu baik, ada kalanya orang percaya juga harus berhadapan dengan orang yang punya niatan jahat. Sekalipun orang percaya memiliki iman untuk percaya kepada Tuhan tetapi tetap juga harus berhikmat dalam menghadapi persoalan hidup yang salah satunya bila mengalami perselisihan dan sengketa yang mungkin timbul.
Sebenarnya dalam menghadapi perselisihan dan sengketa dengan orang lain, ada yang penting karena di saat yang sama ada juga perselisihan di dalam diri orang percaya. Medan perselisihan itu ada di dalam orang persaya itu sendiri dan perjuangan untuk memenangkannya harus berlangsung sepanjang hidup di dunia ini.
Yang diperjuangkan setiap orang percaya dalam dirinya adalah apakah mereka akan menyerah pada kecenderungan keinginan daging dan kemudian terikat kepada penguasaan dosa lagi atau sebaliknya mereka akan menyerahkan diri kepada tuntutan ROH KUDUS dan tinggal di bawah kekuasaan Kristus(Gal. 5:16; Rom 8:4-14). Bila orang percaya dapat bertahan dalam kehendak ROH KUDUS untuk melakukan kebenaran dalam hidup ini, maka mereka akan layak untuk memerintah bersama TUHAN YESUS dalam kerajaan Allah kelak. (Rom. 7:7-25; 2Tim 2:12; Why. 12:11)
Perjuangan rohani orang percaya ini dapat digambarkan sebagai peperangan iman (2Kor. 10:4; 1Tim. 1:18-19). Orang Kristen harus berjuang menghadapi peperangan rohani yang dilaksanakan  dengan kuasa ROH Kudus (Rom. 8:13) berhadapan dengan;
1.      Keinginan berdosa dalam diri sendiri. (1Pet. 2:11)
2.      Pencobaan dalam bentuk kesenangan yang tidak senonoh. (Mat. 13:22; Gal. 1:4; Yak. 1:14-15; 1Yoh 2:16.
3.      Iblis dan roh jahat (Ef 6:12)
Langkah perjuangan orang Kristen pertama adalah dengan memisahkan diri dari system dunia sekarang yang jahat. Kedua, Orang Kristen hendaknya membenci kejahatan (Ibr 1:9). Selanjutnya orang percaya harus berjuang untuk “mati-matian” mengatasi pencobaan dunia. (Gal 6:14; 1Yoh 5:4). Akhirnya orang Kristen harus terang-terangan mengutuk dosa-dosanya sendiri. (Yoh 7:7).
Untuk memenangkan perjuangan diri sendiri orang Kristen harus melakukannya dengan kuasa ROH KUDUS (2Kor 10:3) serta menggunakan senjata rohani yang dikaruniakan TUHAN. (Ef 6:10-18; 2Kor 10:4-5).
Orang Kristen pasti dapat memenangkan perjuangan dalam dirinya sendiri asalkan tetap mau bertahan didalam iman percaya kepada TUHAN YESUS yang telah memberikan kebebasan dari ikatan dosa.  Orang percaya harus kuat mempertahankan menghadapi kesulitan hidup dengan tangguh karena Allah pasti beserta kita. Immanuel. (2Tim 2:3)
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 10 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan, perjuangan kehidupan dalam Iman akan memberikan kita kekuatan baru untuk menghadapi kesulitan hidup dan terhadap orang-orang jahat.

Winner Voice
KEMENGAN DIRI SENDIRI MENENTUKAN KEMENANGAN DI DUNIA INI

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...