Wednesday, May 14, 2014

PILIHAN DALAM BERFIKIR



Roma 8:5-14

Pilihan dalam berfikir akan menentukan bagaimana cara kita untuk memiliki kehidupan rohani. Disadari atau tidak,  kita telah membuat pilihan hidup dan menjalanninya di saat kita setiap kali mengisi bahan pikiran. Apakah kita akan mengisi pikiran ini dengan yang rohani atau sebaliknya dengan kedagingan maka hal-hal demikianlah yang akan mewarnai kehidupan kita seterusnya.
Kerena itu apakah kita akan menjadi manusia daging ? atau kita akan menjadi menjadi manusia Roh itu semua pilihan dari bagaimana kita mengisi bahan pikiran. Hidup “menurut daging” berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini dapat berupa kedusilaan seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan (Gal 5:19-21), percabulan, pornografi, narkotika, kesenangan mental dan emosional dari adegan sek yang ada dalam internet, buku, tv, dan bioskop.
Sebaliknya orang yang hidup “menurut Roh” akan senantiasa mencari serta tunduk kepada pimpinan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal yang rohani. Kita harus menentukan pilihan berfikir karena itu bijaksanalah dalam mengisi alam pikiran kita. Tidak mungkin kita hidup dalam dua alam pikiran yang saling bertentangan, yaitu sementara kita menginginkan yang rohani tapi tetap tinggal dalam dunia kedagingan ini suatu yang mustahil. (Gal 5:19-21). Bila hal ini terjadi akan memunculkan peperangan dalam diri dan berakibat konflik pribadi yang berat bahkan dapat menimbulkan sakit jiwa, bila tidak di selesaikan dengan cara baik.
Sebenarnya tubuh kita lemah untuk menerima godaan iblis, jelas hal ini karena jasmani telah dirasuki oleh dosa, seperti racun yang telah menjalar di seluruh aliran darah. Karena itu tubuh jasmani kita harus dimatikan dulu dan diubahkan dalam kebenaran oleh kasih Yesus Kristus yang membangkitkan roh kita. (1Kor 15:50-5; 1Tes 4:13-17). Setiap orang percaya yang dengan sepenuh hati menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dapat memohon kepada Allah untuk meminta Roh Kudus berkuasa atas pikiran kita (1Kor 3:16, 6:19-20; Ef 1:13-14).
Dosa akan senantiasa berusaha berkuasa kembali atas kita, sebab itu kita harus terus melakukan perjuangan dalam pikiran ini (Rom 6:11-19). Iblis dan roh jahat (Ef 6:12) akan senantiasa menarik kita mengingini hawa nafsu dan kembali pada tabiat berdosa. (Gal 5:16-21; Yak 4:1; 1Pet 2:11), tetapi sebagai orang percaya setiap hari kita harus memikirkan dan memutuskan apakah kita  akan menyerah kepada keinginan dosa atau kepada pimpinan Roh yang didalamnya ikut ambil bagian (Gal  5:16,18; 2Pet 1:4).
Kita yang mengasihi Tuhan Yesus dan memikirkan hal-hal yang rohani, boleh mengharapkan hidup kekal dan hubungan yang intim dengan Allah Bapa, (Rom 8:10-11, 15-16). Di saat kita terus mematikan keinginan daging dalam rupa hawa nafsu dalam pikiran kita sehingga tidak berlanjut dalam perbuatan-perbuatan yang buruk, hal ini sebenarnya kita telah dipimpin oleh Roh Kudus. Setiap orang yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah anak-anak Allah, dan Allah berkenan kepada kita untuk mendapatkan keselamatan kekal (Rom 8:13-14).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 20 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. 
Tanpa ROH KUDUS kita tidak akan menang terhadap dosa, karena itu pastikan kita hidup bersama ROH KUDUS yang akan  memimpin kita kepada kehidupan kekal.

Winner Voice
Tidak seorangpun kuat menanggung kehidupan sendiri, setiap orang perlu TUHAN YESUS.

ROH YANG MEMBERI HIDUP




Roma 8:1-4

Hidup tanpa kasih karunia Tuhan Yesus sama dengan hidup dalam perbudakan dosa, mengalami kekalahan, tanpa sukacita dan damai sejahtera. Dalam Roma pasal 8 ini kita belajar bahwa kehidupan rohani yang sehat memberikan dampak pada kemenangan terhadap dosa dan menciptakan persekutuan yang intim dengan Allah BAPA, semua ini hanya dapat terjadi bila kita  memiliki persatuan dengan Tuhan Yesus melalui Roh Kudus yang ada dalam diri kita.
Dengan menerima Roh Kudus dan bersedia mengikuti pimpinan-Nya dengan taat, kita dibebaskan dari kuasa dosa dan dituntun kepada kemuliaan abadi dalam Tuhan Yesus Kristus, dengan demikian kita dapat memiliki kehidupan rohani yang normal dan sehat dalam dasar kebenaran Firman Tuhan.
“Roh yang memberi hidup“ (NIV : Hukum Roh) inilah kuasa dan hidup yang mengatur dan menggiatkan dari ROH KUDUS yang bekerja dalam diri setiap orang percaya, bagaimana hal ini dapat terjadi ?; Pertama bahwa ROH KUDUS akan masuk dalam kehidupan orang perdosa dan memberikan kebebasan bagi orang itu untuk terlepas dari kuasa dosa yang membelenggu. (Rom 7:23). Kedua, hukum Roh akan bekerja dengan leluasa bila orang berdosa menjadi percaya dan menaati ROH KUDUS yang berbicara dalam hati. (Rom 8:4-5, 13-14). Ketiga, bahwa orang yang memiliki ROH KUDUS dalam dirinya akan mendapat kekuatan baru yang bekerja, yaitu suatu kuasa yang memungkinkan untuk mengatasi dosa.
“Hukum dosa dan hukum maut” adalah kuasa dosa yang mengikat dan memperbudak orang (Rom 7:14) dan membawa orang berdosa  kepada keadaan yang menyedihkan (Rom 7:24). Orang yang belum menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi akan senantiasa kalah dalam pergumulan dosa dan tertawan oleh kuasa dosa. (Rom 7:23).
Sebaliknya orang yang menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi pasti memiliki Roh Kudus yang bekerja untuk menolong di saat sukar dan menghibur di saat berduka. Allah berperan aktif menolong manusia untuk terbebas dari dosa dan memberi hidup. Demikianlah kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus dalam karya keselamatan tidak bertentangan dengan ketaatan hukum Taurat. (Rom 2:13; 3:31; 6:15; 7:12,14). Orang percaya yang di benarkan oleh Allah, mendapatkan ROH KUDUS dalam dirinya akan senantiasa dipimpin kepada kebenaran dan kekudusan.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 20 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. 
Tanpa ROH KUDUS kita tidak akan menang terhadap dosa, karena itu pastikan kita hidup bersama ROH KUDUS yang akan  memimpin kita kepada kehidupan kekal.

Winner Voice
Tidak seorangpun kuat menanggung kehidupan sendiri, setiap orang perlu TUHAN YESUS.

KRISTUS MELEPASKAN KITA



Galatia 1:4-5

Orang Kristen harus hidup bagi Allah dan menolak untuk dikuasai oleh nilai-nilai, kebijaksanaan duniawi, pandangan duniawi, keinginan jahat, dan kesenangan yang mementingkan diri sendiri dan orang – orang dari dunia ini. (Roma 12:2; Tit 2:14)
Orang Kristen harus sadar bahwa system duniawi saat ini sangat jahat (Kis 2:40) karena berada di bawah pengaruh pemerintahan iblis (Yoh 13:31; 1Yoh 5:19). Orang Kristen perlu bersikap tegas menolak tata cara yang berlaku dan populer dari roh duniawi, sebaliknya orang Kristen harus berani memberitakan kebenaran (Firman) demi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus. (1Kor 1:17-24).
Orang Kristen harus membenci kejahatan dan mencintai kebenaran (1 Yoh 2:15-17), kita harus tegas menolak roh keduniawian seperti keserakahan, mementingkan diri sendiri, pemikiran “humanistic”, siasat-siasat politik kotor, iri hati, kebencian, dendam, kecemaran, kata-kata kotor, hiburan duniawi yang tidak sopan, mode pakaian yang mengumbar hawa nafsu, kedursilaan, narkotika, mabuk, dan persekutuan dengan roh jahat/ okultisme/ sihir dll.
Pikiran orang percaya harus searah dengan jalan Tuhan (1Kor 216; Fil 2:5) dengan jalan merenungkan Firman Tuhan (Maz 119:11, 148; Yoh 8:31-32). Segala cita-cita kita harus diarahkan pada kebenaran yang abadi yaitu Alkitab.
Rencana, harapan dan cita-cita orang Kristen pada puncaknya adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan pembebas sejati umat manusia, yang dari pada-Nya saja setiap orang percaya beroleh hidup kekal. (Mat 24:42; Luk 12:36-40; Yak 5:7-9). Pengharapan akan keselamatan ini harus diperbaharui setiap hari sehingga setiap orang Kristen senantiasa siap sedia bilamana sangkakala Allah dibunyikan dan Tuhan Yesus hadir kali yang kedua.
Kristus adalah Pembebas Sejati, Dia telah mencurahkan darah-Nya di salib (1Pet 1:18-19) supaya kita ditebus dari segala kejahatan dan keiginan untuk menentang hokum Allah dan standar kehidupan yang kudus (1Yoh 3:4), serta menjadikan kita sebagai umat yang kudus milik kepunyaan-Nya sendiri, terpisah dari dosa dan dunia yang jahat. Orang Kristen yang sampai saat ini masih juga bergumul dengan dosa dan kuasa iblis harus menyadari bahwa jikalau Kristus telah mati bagi penebusan mereka. Kristus juga memberikan kasih karunia yang besar untuk hidup berkemenangan atas kuasa dosa dan kejahatan. (Roma 5:9-11).
Kematian dan kebangkitan Kristus merupakan dasar keselamatan orang percaya, oleh pengorbanan-Nya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah Bapa di Sorga. (Rom 3:21-26; 4:5-9). Orang percaya harus senantiasa beriman kepada Tuhan Yesus dan hidup dalam persekutuan yang intim bersama-Nya.  Allah begitu mengasihi kita sehingga bersedia mati bagi kita di saat kita masih berseteru, apalagi saat ini setelah kita menjadi anak-Nya. Allah akan membuat segala persediaan untuk menyelamatkan kita dari murka yang akan datang melalui iman kita dalam diri Tuhan Yesus Kristus. (1Kor 1:30; Fil 2:12-16; Kol 3:3-4; 1Tes 1:10).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 20 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. 
Hidup kita hanya boleh dikuasai oleh Roh Kudus, yaitu Roh yang memimpin kehidupan kita sesuai dengan standar sorga dan menolong yang kita tetap dalam jalur kekudusan.

Winner Voice
Dalam otoritas Allah artinya harus menolak pengaruh jahat dari dalam diri maupun orang lain.

Saturday, April 19, 2014

BELAJARLAH MEMIKUL SALIB



Galatia 2:19-21
Hidup kita seutuhnya untuk Allah karena kita telah disalibkan bersama Kristus, sehingga hidup ini bukan kita lagi sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Dimana hidup kita adalah hidup karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri- NYA untuk kita.
Karena Kristus Yesus adalah pemilik dan Tuhan, maka jelas kita harus mengantungkan hidup ini seutuhnya dalam perkenan TUHAN saja. Hal ini menuntut kita untuk menyangkal diri dan pikul salib. Tidak boleh kita semena-mena melakukan sesuatu berdasarkan hasrat pribadi dan hanya memenuhi hawa nafsu kedagingan.
Pada zaman sekarang orang sangat susah untuk memiliki faham hidup ini. Menyangkal diri dan memikul salib bukan sesuatu yang enak dan mudah dilakukan. Setiap orang punya bawaan dosa yang harus dimatikan dengan menyangkali dirinya serta pikul salib, hal ini sulit untuk dilakukan sekalipun oleh orang yang sudah lajut usia sekalipun, apa lagi  oleh orang muda – remaja. Bagi kanak-kanak rohaninya jelas ini hampir mustahil untuk di kerjakan. Karena itu perlu kedewasaan dan kecerdasan rohani dalam menyingkapinya.
Zaman sekarang banyak orang Kristen yang tidak dewasa secara rohani akan menghindari penyangkalan diri, mereka merasa memiliki hak untuk mengatur hidupnya sesuai dengan selera dan keinginannya sendiri. Salib bagi mereka adalah ancaman kebahagiaan atau dipandang sebagai pola hidup tidak normal. Tetapi bagi yang cerdas rohani akan mengerti kebenaran yaitu bahwa salib merupakan jalan kehidupan dan yang mengandung kekayaan yang luar biasa. Salib adalah syarat dalam menerima kemuliaan bersama Tuhan Yesus (Rm. 8:17).
Memang patut di sadari bahwa tidak seorangpun seratus persen selama hidupnya akan berhasil menyangkal diri dan memikul salib. Terkadang kita dapat kalah bahkan juga menikmati keinginan daging, dosa, dunia dengan segala keindahannya seperti pendosa lainnya. Tetapi kita harus tetap berkomitmen untuk tetap mengasihi Tuhan dan bersedia ditegor Tuhan dengan pukulan agar kembali bertobat. Kalau Tuhan memberikan pukulan atau dengan berbagai cara mengingatkan kita untuk kembali ke jalan salib, kita harus memperhatikan keadaan kita, sebab kalau kita tidak memperdulikan maka tidak akan ada peringatan lagi.
Menyangkal diri dan memikul salib berarti kesempatan untuk menjaga keselamatan. Inilah cara  Allah mengajar dan mendidik kita bagaimana mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Flp. 2:12).
Jadilah orang Kristen yang dewasa dan cerdas secara rohani sehingga dapat memiliki pikiran dan perasaan Kristus yang mengosongkan dirinya dan taat sampai mati di kayu salib (Flp. 2:5-7). Seraca keseluruhan Tuhan Yesus mengalami penyaliban, baik secara pikiran perasaan bahkan secara fisik. Orang Kristen jaman sekarang tidak banyak yang mengalami penderitaan fisik, tetapi tetap saja kita harus menyangkali diri dalam pikiran dan perasaan yang kuat terhadap segala godaan duniawi yang sangat menarik ini (Ibr. 12:2-4). KeKristenan bukan sebuah status semata, kita tidak boleh “asal” untuk menjadi orang Kristen. Kita harus rela memiliki kehidupan untuk belajar memikul salib.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 20 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. 
Buat hidup kita berarti kekal dengan menyangkal diri dan pikul salib, sampai Tuhan Yesus sendiri yang mengangkat kita dalam kemuliaan-Nya

Winner Voice
Tanpa kematian tidak ada kebangkitan, tanpa menyangkal diri tidak ada penghargaan diri yang pantas.

Wednesday, April 16, 2014

MATI BAGI HUKUM TAURAT


Roma 7:4

Orang percaya Perjanjian Baru, tidak lagi berharap  hukum Taurat dan korban Perjanjian Lama akan mengerjakan keselamatan dan penerimaan Allah (Gal 3:23-25; Rom 4:4-5), karena Tuhan Yesus Kristus telah membebaskan kita dari segala dosa karena kasih-Nya yang sangat besar. Dalam hal ini Allah tidak memberikan tuntutan secara paksa kepada manusia untuk mengikuti DIA, sehingga setiap manusia tetap mempunyai keputusannya sendiri apakah mau mengikuti Tuhan dan menghamba kepada-NYA atau sebaliknya justru kembali diperhamba oleh dosa.
Sebagai manusia yang diciptakan dengan kehendak bebas, dapat berfikir dan memiliki hati nurani yang baik untuk menimbang serta mengambil keputusan atas hidupnya sendiri, sangat tidak pantas kemudian menyalahkan Tuhan dengan alasan “takdir” atas akibat dari perbuatan dosa yang dilakukan. Dan sudah sepantasnya bila orang yang berdosa memang jatuh dalam berbagai persoalan hidup bahkan menerima hukuman kekal karena perbuatannya sendiri. Setiap orang hendaklah bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
Sebaliknya di saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan JuruSelamat, maka ada pengampunan dosa dan diberikan hidup yang kekal, tentu saja sepanjang kita masih memengang Perjanjian Baru yang Allah berikan. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang di kemudian hari tidak jatuh dalam dosa lagi dan harus menerima konsekwensi terhadap dosa yang diperbuatnya sendiri. Tetapi, tentang kasih karunia Tuhan atas pengampunan dosa tetaplah berlaku atas kita, sehingga masih senantiasa tersedia pengampunan dosa bagi yang tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan dan hidup kekal bukan hasil usaha kita sendiri tetapi karena Roh Kudus yang ada dalam hidup kita, sehingga tidak boleh setiap orang membanggakan diri-Nya atas kebebasan  hidup yang diberikan Tuhan. (Ef 2:8-9)
Kita sudah dipisahkan dari hukum Taurat dan dipersatukan dengan Kristus, dan sekarang kita mengharapkan keselamatan dari Kristus saja. Kita harus percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (1Yoh 5:13), menerima Rohh dan kasih karunia-Nya, dan dengan demikian kita menerima pengampunan dosa secara utuh, diperbaharui dan dapat bekerja melayani Tuhan, bermanfaat menghasilkan perbuatan baik tentunya bagi kemuliaan nama Tuhan. (Rom 6:22-23; 8:3-4).
Ketika kita dibebaskan dari dosa dan memilih untuk menjadi hamba Tuhan, sudah selayaknya kita bekerja buat Tuhan, melayani Tuhan dengan apapun yang dapat kita kerjakan. Kita tidak boleh berdiam diri dengan tidak mengerjakan karya keselamatan seperti yang telah diperintahkan _Nya. Kesadaran atas kehendak bebas akan membuat kita tidak lagi mau melakukan dosa karena upah dosa adalah maut dan  kematian kekal selamanya.
Iman percaya kita kepada Kristus yang telah menyelamatkan kita jugan akan menuntun pada kehidupan yang dikuduskan sesuai dengan kehendak bebas berdasarkan kasih karunia Allah dan bukan paksaan oleh karena hukum Taurat yang mengikat.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 13 April 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Jadilah seorang percaya yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup, jangan menyalahkan Tuhan dengan menyatakan yang buruk datang dari Tuhan sebagai “takdir”, sedangkan hal itu sebenarnya adalah akibat dari perbuatan dosa kita sendiri. Marilah kita minta ampun atas kesalahan pikir seperti ini. Tuhan Yesus memberkati kita.

Winner Voice
Kasih-Nya cukup menghapus dosa umat manusia, dan hanya manusia percaya yang bertanggungjawab yang akan mendapatkan keselamatan kekal.

KRISTUS PEMBEBAS SEJATI


Galatia 5:1

Kemerdekaan sejati dari segala dosa dan kesalahan masa lalu atas hidup orang percaya hanya akan terjadi oleh karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus saja. Tidak seorangpun benar, selayaknya semua orang mendapatkan hukuman kekal, dan tidak ada seorangpun yang dapat membebaskan dirinya sekalipun telah banyak melakukan perbuatan baik yang luar biasa, tetapi Kristus telah memerdekakan oleh karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib (1Kor 13:1-3).
Karena kita telah dimerdekakan, tidak patut untuk kita menggunakan kuk perhambaan lagi, selayaknya kita berdiri teguh memandang hari depan dengan lebih antusias karena kita memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan karena ada perjanjian baru dalam kasih karunia Tuhan sehingga kita tidak perlu untuk kembali kepada hukum-hukum yang mengikat. Maksud dari semua ini adalah munculnya kesadaran dalam ketaatan hukum karena kedewasaan rohani dan bukan karena keterpaksaan semata.
Dalam masa itu jemaat di Galatia telah menganti iman kepada Kristus denan iman kepada upacara – upacara formal seperti yang biasa dilakukan pada masa lalu, yaitu seperti yang ada adalah kitab Taurat. ( Ibr 1:6-7; 5:3). Mereka kembali melakukan ritual-ritual keagamaan yang kaku seperti pengorbanan domba yang sebenarnya sudah digenapi secara sempurna dalam diri korban Kristus Yesus di kayu Salib. (Ibr 9:11-14).
Bagi Rasul Paulus orang-orang yang kembali kepada hokum Taurat artinya  sama dengan sudah berada di luar kasih Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus. Orang percaya yang telah keluar dari kasih karunia Tuhan akan terasing dari Kristus yang membebaskan dan memberi kehidupan. (Yoh  15:4-6). Pembelajaran kita adalah setiap orang yang percaya kepada Kristus dan menerima pengampunan dosa pasti menerima hidup kekal dan kuasa untuk tetap tinggal dalam Kristus. Setelah kuasa itu diberikan, setiap orang percaya harus menerima tanggungjawab supaya tetap tinggal di dalam Kristus (Yun : Meno  “tetap tinggal”).
Syarat-syarat untuk tetap tinggal dalam Kristus adalah : pertama, memelihara Firman Tuhan  dalam hari dan pikiran sehingga Firman itu menjadi pedoman hidup  kita. (Yoh 15:7).
Yang kedua, memelihara kebiasaan persekutuan uang intim dengan TUHAN YESUS supaya kita dapat mengambil kuasa-Nya (Yoh 15:10). Ketiga adalah  hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. (Yoh 15:12,17). Selanjutnya kita harus tetap menjaga kebersihan hidup dengan berani menolak segala dosa dan tunduk dalam otoritas ROh KUDUS (Yoh 15:17; Rom 8:14; Gal 516-25; Ef 5:26; 1Pet 1:22).
Demikianlah kita telah benar-benar terbebas oleh pengorbanan TUHAN YESUS KRISTUS. Kita harus menjaga diri ini supaya tetap berkenan di hati ALLAH. Bukan karena mengekang diri dengan berbagai peraturan manusiawi sekalipun tampaknya baik, tetapi kita lebih lagi yaitu mencari kebenaran sejati yang menyelamatkan, yaitu Tuhan YESUS Kristus. Hanya TUHAN YESUS saja Pembebas sejati dan selayaknya kita hidup sesuai dengan perkenan-Nya saja.
TUHAN YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 6 April 2013
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Kristus adalah pembebas sejati, bagi kita sudah cukup dan sempurna pengorbanan-Nya sehingga tidak perlu lagi kita mencari-cari cara lain untuk keselamatan kekal. Tidak ada alternative lain keselamatan selain dari pada melalui Tuhan Yesus saja.

Winner Voice
Kebebasan hidup karena Kristus sudah berkorban bagi kita. 

TIDAK MENYALAHGUNAKAN KEBEBASAN


1 Petrus 2:16-17

Belajar dari rasul Petrus yang sekalipun sebagai bapak gereja mula-mula yang memiliki pengaruh yang besar untuk memberikan keputusan-keputusan penting dalam kehidupan jemaat Tuhan saat itu, tetapi kebebasan yang dimilikinya tidak kemudian membuat Rasul Petrus bertindak semaunya sendiri, Rasul Petrus adalah Hamba Tuhan yang tetap menantikan perkenan Tuhan dalam setiap keputusan yang mau diambilnya.
Rasul Petrus memberikan peringatan dan teladan yang penting kepada jemaat Tuhan saat itu, bahwa setiap orang harus memiliki cara hidup yang baik sebagai orang yang merdeka. Karena  seringkali orang justru tidak menunjukkan hidup yang baik sebagai orang yang merdeka. Hal ini tampak dari mentalitas yang buruk, orang justru menganggap kemerdekaan sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan semuanya dengan sekehendak hati demi kepentingan diri sendiri, bahkan untuk mencapai tujuan itu seseorang bisa dengan leluasa melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku.
Pada masa sekarang ini banyak orang Kristen bahkan yang disebut sebagai hamba TUHAN,  dan yang sudah dimerdekakan serta disucikan dosa-dosanya oleh darah TUHAN YESUS KRISTUS diatas kayu salib. Tetapi dalam kesehariannya tetap dan senang melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Hal ini jelas merupakan pelecehan terhadap pengorbanan dan darah TUHAN YESUS yang mahal. Lebih lanjut bahwa ada banyak dari antara orang Kristen sendiri yang tidak mau melayani Tuhan apalagi untuk memberitakan Injil – Kabar Keselamatan.
Bagi kita orang percaya minimal seharusnya tetap tekun mengerjakan disiplin rohani sebagai bentuk penghargaan kepada Tuhan YESUS yang telah memberikan kebebasan. Kita harus menyediakan waktu untuk belajar Firman Tuhan, berdoa dengan tekun dan secara khusus berpuasa. Setiap hari harus kita memuji dan menyembah Tuhan serta selalu ingat hari minggu untuk pergi ke gereja dan bersekutu dengan jemaat local lain dalam ibadah yang kudus.
Bagi orang percaya, seharusnya kebebasan yang kita miliki tidak akan berakhir untuk kepentingan diri sendiri yang bersifat kedagingan. Kecerdasan rohani kita akan menyatakan bahwa kebebasan ini sebagai komitmen dalam hati untuk mengawali pelayanan kepada TUHAN dengan berbuat baik serta melakukan kehendak TUHAN saja.
Orang percaya harus hidup sebagai hamba TUHAN yang berkomitmen mengerjakan apa yang Tuhan mau, kita mengikatkan diri untuk melayani Tuhan. Hendaklah kita memiliki martabat sebagai orang merdeka yang sudah terbebas dari dosa masa lalu, yaitu dengan mulai kita menjaga diri dari hal-hal yang berbau dosa dan hindari orang –orang yang akan membawa kita kepada dosa. Lebih lanjut kita harus terus mengerjakan disiplin rohani yang semakin memurnikan hidup kita dihadapan TUHAN.
Awalilah kehidupan setiap hari dengan mencari TUHAN dalam Doa dan Firman pagi hari dan terus usahakan tetap terhubung  kepada ALLAH melalui pujian dan penyembahan kepada-NYA. Carilah keintiman dalam waktu-waktu khusus kepada TUHAN disaat doa – puasa secara berkala dan dengan selalu mengingat hari Sabbath Tuhan.
TUHAN YESUS memberkati.

Pesan Pastoral : 30 Maret 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) dengan selalu memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Kebebasan yang diberikan kepada TUHAN seharusnya membuat kita bersemangat untuk melayani-NYA, marilah kita membuka diri untuk turun tangan melayani TUHAN dengan apa yang dapat kita kerjakan. Kita dapat mulai dengan mendoakan gereja, kota dan Bangsa Indonesia. Doakan pula keluarga, teman, sahabat rekan kerja biarlah TUHAN yang memberkati kita semuanya. Amin.

Winner Voice
Hidup dalam kebebasan menuntut kita memiliki martabat hidup yang baik. 

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...