Thursday, July 4, 2013

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN




Ibrani 10:38

Doktrin bahwa orang benar akan  hidup oleh iman dan bila ia mengundurkan diri, maka Tuhan tidak akan berkenan di tegaskan sebanyak empat kali dalam Alkitab (Hab 2:4; Roma 1:17; Gal 3:11; Ibr 10:38), hal ini menandakan betapa penting prinsip dasar ini.
Orang benar yang hidup oleh iman akan menentukan baik atau tidaknya suatu hubungan dengan Allah Bapa dan keikutsertaan kita dalam keselamatan yang disediakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Dua hal penting yang patut kita pahami adalah bahwa kebenaran yang sangat menentukan ini menegaskan bawha oran gbenar akan memiliki hidp kekal dengan senantiasa menghampiri Allah dengan hati yang sungguh-sungguh percaya, (Ibr 10:22). Yang kedua adalah bahwa setiap orang yang menjauhkan diri dari Tuhan Yesus Kristus dan dengan sengaja berbuat dosa terus maka “Allah tidak akan berkenan kepadanya” dan ia mendatangkan hukuman kekal atas dirinya.
Ibrani pasal 11 memperlihatkan kepada kita bapa leluhur yang merupakan tokoh iman yang patut dicontoh dan inilah ciri satu-satunya iman yang dapat membuat Allah berkenan kepada kita, yaitu iman yang menang dalam situasi yang paling buruk sekalipun dan juga inilah iman yang mempercayai relaitas-realitas rohani. (Ibr 11:1), yaitu :
1.      Iman itu harus menuntun kita kepada kebenaran dan melakukan perbuatan-perbuatan benar (Ibr 11:4; 33-35; 12:24; 1Yoh 3:12)
2.      Iman harus membawa kita untuk mencari Allah dan memiliki kenyakinan untuk percaya kepada kebaikkan-Nya. (Ibr 11:6; 7:19)
3.      Iman harus membuat kita memiliki kepercayaan terhadap Firman Tuhan dan menaati semua yang tertulis didalam-Nya. Dalam hal ini iman tidak dapat dipisahkan dengan ketaatan. (Yoh 3:36; Ibr 11:7,8,11; 1Pet 3:20; Rom 9:30)
4.      Iman yang membuat kita dapat mengatur hidup sesuai dengan janji-janji-NYA. (Ibr 11:13, 39; Mat 13:17). Pengharapan dasar kita ialah hidup kekal bersama Allah di kerajaan sorga dan kita harus fokus kepada kewarganegaraan di langit baru dan bumi yang baru (Yes 65:17; 66:22; Fil 3:20; Why 21:1). Kita harus bertekun dalam iman dan percaya ada Allah, bahkan ketika merkea tidak melihat semua janji Allah tergenapi selama hidup ini. Allah berkenan pada iman yang mampu menyerahkan kembali janji-janji Allah kepada-Nya untuk digenapi sesuai dengan khendak-Nya.
5.      Iman kita harus mampu menolak roh jahat zaman sekarang dan kenikmatan dosa. (Ibr 11:13; 25). Orang percaya tidak pernah bebas dari godaan dosa, tetapi kita akan terus menerus berhadapan dengan pilihan untuk menikmati kesenangan dosa atau sebaliknya menolaknya sekalipun harus menderita karena ketaatan kepada kehendak Allah (Ibr 5:17)
6.      Iman akan memampukan kita tabah dalam pencobaan dan bertahan dalam penganiayaan. (Ibr 11: 17-19, 27)
7.      Iman akan menguatkan kita untuk terus mencari rumah sorgawi dan tidak kembali mencari yang duniawi. (Ibr 11:14-16; 13:13-14). Bila kita menghormati Allah maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya kita hanya menumpang sementara di dunia ini, kita hanya pendatang atau perantau (1Pet 2:11). Sebagai orang percaya yang menginginkan tempat yang lebih baik yaitu sorga maka kita akan mendapatkan kehormatan dari Allah yang bersedia mengakui kita sebagai anak-anak-Nya (Kel 3:6).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 22 Juni 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan marilah hidup dengan beriman yang sesuai dalam standard Allah karena itulah yang berkenan kepada-Nya. Tuhan mengasihi kita dengan tetap mengakui kita sebagai anak-anak-Nya.

Winner Voice
Mengakui Tuhan dalam setiap perilaku kita adalah awal iman ini berfungsi secara maksimal.

KARENA KITA MENURUTI PERINTAH- NYA


1 Yoh 21-22

Mengapa ada doa yang di jawab dan ada doa yang tidak di kabulkan ? rasul Yohanes mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan doa yang efektif berkaitan dengan pengabdian kita terhadap Allah. Mengasihi Allah dengan menaati perintah-Nya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan hati Allah. (Yoh 8:29; 2 Kor 5:9; Ef 5:10; Ibr 13:21). Menuruti perintah Allah adalah syarat  yang sangat diperlukan untuk menerima apa yang kita minta dalam doa. (Maz 50:14-15; Yak 5:16; Mar 11:45).
Tuhan mengundang semua orang percaya yang setia menuruti perintah-Nya untuk berseru kepada-Nya senantiasa pada waktu mengalami masalah kehidupan atau sedang menginginkan sesuatu. Allah ingin mendengarkan doa-doa kita, menolong kita dan membiarkan nama-Nya dimuliakan sebagai BAPA yang baik yang mengasihi umat-NYA.
Perintah apakah yang terutama dapat kita lakukan untuk menjadi hamba kebenaran yang menuruti segala perintah-Nya ?. “MENGAMPUNI” inilah yang dikehendaki Allah supaya kita saling  mengampuni, karena kalau kita tidak mau mengampuni orang yang bersalah yang mengakui kesalahannya, Allah tidak akan mengampuni kita dan doa-doa kita tidak akan ada gunanya. Prinsip ini penting mengenai cara Allah mengampuni dosa dan membuat kita berkenan di hadapan-Nya pula (Mat 6:15; 18:35; Mar 11:26; Luk 11:4).
Pengakuan dosa adalah prinsip penting dalam kehidupan orang percaya, karena kita tinggal dalam masyarakat yang sakit dan perlu disembuhkan. Masyarakat ini sakit ekonominya, sehingga banyak yang mengalami persoalan keuangan yang berat baik secara makro maupun perorangan yang hidup di bawah garis kemiskinan. Masyarakat ini sakit kehidupan sosialnya, kita melihat betapa kekerasan sangat mudah terjadi, masyarakat yang mudah bangkit amarahnya, sikap kurang ajar anak-anak muda dan tindakan kriminal yang semakin meningkat tajam akhir-akhir ini. Kehidupan agama juga sakit karena sekarang banyak pengajaran sesat yang membuat masyarakat tidak lagi paham mana yang murni dari Allah atau pemikiran manusiawi saja.
Marilah kita saling mengaku dosa dan baru kita dapat melakukan doa yang sungguh-sungguh bagi satu-sama lain. Allah bersedia mendengarkan doa kita saat dosa sudah dibereskan terlebih dahulu, karena dosa adalah penghalang doa orang kepada Allah dan merintangi kuasa Allah bekerja. (Yak 5:16). Bahkan bagi yang mengalami masalah kesehatan badan pun prinsip diatas harus dilakukan agar kuasa Allah yang menyembuhkan terjadi.
Jemaat Tuhan sangat penting menjadi orang yang berkenan kepada Allah, jangan biarkan doa kita hilang tanpa tanggapan dari pada-NYA. Tetapi kalau kita dengan tulus hati mau melakukan perintah-NYA yaitu yang terutama adalah mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka itu membuka pintu kasih karunia ALLAH terbuka. Allah selalu memberi yang terbaik bagi kita, hanya relakan hati kita untuk menjadi orang yang menuruti perintah-NYA dan kita akan mendapatkan apa yang kita perlukan.
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 16 Juni 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Kasih Allah besar bagi orang yang mau menuruti peritah-NYA sehingga bukan saja apa yang kita butuhkan Tuhan sudah sediakan, bahkan hasrat hati kitapun Tuhan tahu. Bila kita menjadi orang yang berkenan kepada-NYA maka DIA juga berkenan mengabulkan doa kita.

Winner Voice
Besar kasih Allah bagi orang yang berkenan di hati-NYA.


Wednesday, June 12, 2013

CARILAH KEBENARAN-NYA



Matius 6:33

Setiap orang yang percaya kepada Kristus di wajibkan untuk mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya dan ini harus menjadi prioritas pertama di atas semuanya. Kata kerja “mencari” menunjukkan adanya kesenangan yang terus-menerus ketika mengharapkan untuk mendapatkan sesuatu sehingga tidak ada rasa bosan tetapi terus berusaha mencari.
Seperti seorang yang mengetahui tentang letak harta karun terpendam yang tidak ternilai harganya, sehingga sangat menginginkannya melebihi apapun. Seperti tentang perumpamaan tentang harta yang terpendam dan mutiara dalam Matius 13:44-46. Ketika mengetahui ada harta yang terpendam atau mutiara yang sangat indah itu, orang ini rela untuk mengorbankan segala sesuatu yang mungkin menghalanginya untuk mendapatkan harta tersebut. Demikianlah Kerajaan Allah dan Kebenaran adalah harta yang tak ternilai harganya sehingga patut untuk dicari dengan mengalihkan segenap hati dari segala perkara lain dan memusatkan seluruh hidup kita kepada Kristus saja. (Roma12:1)
Kristus menyebutkan dua hal yang harus kita cari : pertama adalah Kerajaan Allah disinilah kita harus sungguh-sungguh berusaha agar kepemimpinan dan kuasa Allah dinyatakan melalui kehidupan dan ibadah kita. Kita harus berdoa agar Kerajaan Allah akan datang dengan kuasa yang luar biasa dari Roh Kudus untuk menyelamatkan  orang berdosa, menghancurkan kuasa setan, menyembuhkan orang sakit, dan meninggikan nama Tuhan Yesus.
Kedua adalah kebenaran-Nya yang melalui Roh Kudus kita berusaha untuk menaati perintah Kristus, memiliki kebenaran Kristus, tetap terpisah dengan dunia dan menunjukkan kasih Kristus kepada semua orang. Sebagai orang percaya yang telah diselamatkan oleh kasih Karunia Kristus kita harus mencari kebenaranNya sampai akhir hidup. Jikalau lalai melakukannya bisa saja keselamatkan itu lepas dari kita.
Karena itu dalam mencari kebenaran-Nya yang membuat keselamatan Kristus tetap ada, harus ditimbulkan rasa takut dan gentar yang kudus terhadap Firman Allah yang adalah kebenaran mutlak. (Fil 2:12; Yes 66:2). Rasa takut (Yun: Phabos) akan Tuhan  bukanlah sekedar “kepercayaan yang disertai rasa hormat.” Rasa takut ini meliputi rasa hormat terhadap kuasa Tuhan,  kekudusan dan pembalasan yang adil dari Allah dan rasa taku akan berbuat dosa terhadap Dia lalu menghadapi akibat-akibatnya. (Kel 3:6; Maz 119:120; Luk 12:4-5). Ini bukanlah rasa takut yang bersifat membinasakan, tetapi rasa takut yang mengendalikan dan memulihkan yang menuntun kita kepada berkat Allah dan  hidup dekat dengan Dia, kepada kesucian moral, dan kepada hidup keselamatan. (Maz 5:8; 85:10; Ams14:27)
Orang percaya yang mencari Kebenaran akan mempunyai keinginan tulus iklas untuk menyenangkan hati Allah dalam kasih, pengabdian, pujian dan kekudusan, serta mempersembahkan tubuh untuk pelayanan. (Roma 12:1), ada tiga hal yang dapat kita kerjakan untuk menunjukkan betapa kita giat mencari kebenaran-Nya yaitu:
1.      Melikilah keinginan yang besar untuk hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Ini menuntut memisahkan diri dari dunia dan makin mendekati Allah.
2.      Kerinduan yang besar untuk hidup bagi Allah dengan menyembah Allah, menaati Allah, menentang dosa dan membela kebenaran, menolak dan membenci kejahatan, melakukan kebaikkan  bagi orang lain, meniru, mengikuti dan melayani Kristus, dan hidup dipenuhi Roh Kudus.
3.      Kita harus mempersembahkan tubuh kita kepada Allah  sebagai rumah Roh Kudus. (1Kor 6:15,19).
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 9 Juni 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Oleh kasih dan karunia-Nya kita diselamatkan karena iman kepada Kristus yang tampak bahwa sekarang kita menjadi hamba kebenaran yang memiliki kemauan kuat untuk terus mencari kebenaran-Nya.

Winner Voice
Mencari kebenaran Allah membawa kehidupan kita terus terpelihara sempurna.

MENJADI HAMBA KEBENARAN – MENURUTI SEGALA PERINTAH - NYA



Roma 6:19; 1Yoh 3:22

Benar atau tulus adalah terjemahan dari bahasa Yunani “dikaios” (Ibr: yaster) yang berarti lurus. Dalam perjanjian lamaa kata ii tidak hanya berarti kepatuhan kepada perintah-perintah, tetapi menunjukkan bahwa seseorang benar di hadapan Alah, baik dalam hati maupun dalam perbuatan. Dalam perjanjian Lama ini Allah mencari kebenaran yang datangnya dari dasar hati, berdasarkan iman yang benar kepada Allah serta kasih dan takut akan Allah. (Ul  4:10, 29; 5:29).
Contoh dari keadaan hati yang semacam ini adalah orang tua Yohanes Pembabtis yang hidu menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. (Luk 1:6). Contoh yang kedua adalah Simeon yang menunjukkan sifat khas yang sama di dalam hidupnya yaitu ketulusan hati. (Yoh 2:25).
Orang yang benar bukan artinya orang yang sempurna. Ketika dosa memasuki kehidupan ini, kita memperoleh pengampunan dengan jalan mempersembahkan diri sebagai korban kepada Allah dalam suatu sikap pertobatan yang tulus dan dengan iman. (Maz 32:2).
Allah ingin menunjukkan kasih-Nya dengan memperlakukan orang  berdosa yang sungguh-sungguh bertobat sebagai orang benar, bukan karena kebenaran itu telah diterima melalaui perbuatan baik, tetapi sebaliknya diterima sebagai karunia ketika kita mau mengakui dosa dan percaya kepada Tuhan. (Maz 32:5). Ditegaskan kembali oleh rasul Paulus bahwa iman seseorang diperhitungkan sebagai kebenaran meliputi pengampunan dosa dan pendamaian dengan Allah. Hal ini adalah kasih karunia yang didasarkan pada kemurahan Allah, yang dimungkinkan melalui kematian Kristus di kayu salib. (2Kor 5:19,21)
Yang perlu dipahami adalah bahwa Alkitab tidak sama sekali menyatakan bahwa Kristus telah benar-benar menjadi seorang “berdosa” sebab Yesus Kristus tetap menjadi Anak Domba Allah yang tidak bercela. Tetapi Kristus telah mengambil dosa kita atas diri-Nya sendiri dan Allah Bapa menjadikan-Nya sasaran hukuman Allah Bapa ketika Kristus menjadi korban karena dosa kita di atas kayu salib (Yes 53:10). Pada waktu mengambil alih hukuman kita itu, Yesus Kristus telah memungkinkan Allah secara adil mengampuni kita orang berdosa tetapi yang telah percaya oleh karena iman kepada Yesus Kristus. (Yes 53:5; Rom 3:24-25).
Kebenaran Allah dalam tindakan penebusan - Nya atas dosa kita melalui korban Yesus Kristus dikerjakan secara yang adil (Roma 3:26), hal tersebut memberikan dampak pemulihan hubungan Allah dengan kita  serta membebaskan kita orang percaya dari kuasa kejahatan. Kebenaran Allah ini tetaplah relevan dan berlaku hingga saat ini karena Injil belum berakhir dan kuasa Allah untuk menyelamatkan dan mendapingi orang percaya tetap akan dikerjakan-Nya hingga akhir Jaman. Hal kedua adalah kebenaran Allah ini datang kepada kita melalui iman kepada Yesus Kristus.
Berdasarkan uraian diatas maka setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah milik Allah, dan Allah dalam kebenaran-Nya secara adil memperlakukan kita akan tetap menuntut kebenaran-Nya terpelihara dalam hidup setiap orang percaya. (Roma 3:21). Jika oleh karena dosa kita menjadi hamba dosa maka karena penebusan-Nya di kayu salib maka kita selayaknya sekarang menjadi hamba kebenaran yang taat melakukan kebenaran.
Kebenaran ini tidak hanya muncul sebagai perbuatan semata, tetapi Allah akan menuntutnya sampai  muncul dari dasar hati.  Ketulusan hati untuk menjadi hamba kebenaran harus di awali dari ketulusan hati untuk menuruti segala perintah-Nya. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati

Pesan Pastoral : 2 Juni 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Jemaat Tuhan marilah kita tingkatkan terus kedewasaan rohani ini dengan sadar bahwa sebenarnya kita harus menjadi hamba kebenaran yang dengan tulus hati  memberi diri mengerjakan kebenaran dan membuang jauh hal-hal yang membuat pertobatan kita ternoda kembali oleh dosa. God bless you all

Winner Voice
Memilih menjadi hamba kebenaran adalah tindakan penghormatan atas semua yang Tuhan telah perbuat bagi kita.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...