Friday, January 18, 2013
TAKUT AKAN TUHAN
Ulangan 6:12
Takut akan Tuhan bukan sekedar doktrin Alkitabiah semata tetapi jelas memiliki implikasi langsung pada kehidupan orang – orang percaya, karena itu penting untuk memahami apa yang dimaksudkannya.
Orang percaya harus sadar sepenuhnya untuk memahami keberadaan Tuhan (Ams 2:5), maka sebenarnya sedang berhadapan dengan kemuliaan, kekudusan, keadilan dan kebenaran-Nya yang secara mutlak memiliki kekuasaan atas kehidupan di dunia ini. (Fil 2:12). Seharusnya dalam diri kita akan secara otomatis muncul kekaguman dan penghormatan yang dalam. (Maz 33:8-9).
Takut akan Tuhan yang sejati akan membuat orang percaya akan menaruh iman dan kepercayaan untuk mendapatkan keselamatan hanya dari pada-Nya saja. (Kel 14;31; Maz 115:11). Sebaliknya bagi orang percaya akan diliputi kesadaran bahwa Allah akan marah terhadap dosa dan berkuasa untuk menghukum setiap orang yang melanggar hokum-hukum-Nya dengan adil baik dengan segera atau nanti dalam kekekalan. (Maz 76:8-9; Ul 9:19; Ibr 10:31).
Hal penting untuk diperhatian sebagai orang percaya adalah pertama bahwa kita harus sungguh-sungguh takut akan Tuhan dengan hidup taat kepada perintah-perintah-Nya dan dengan tegas menolak untuk melakukan dosa (Ul 20:20). Bahkan lebih lanjut kita harus suka dengan perintah Tuhan (Maz 112:1) serta mengikuti ketetapan-ketetapan-Nya ( Maz 119:63; Pkh 12:13), segera kita akan menjauhkan diri dari segala macam kejahatan. (Ams 16:6)
Takut akan Tuhan mempunyai dampak pada penyucian diri dalam kebenaran Firman Allah (Yoh 17;17). Hal ini dimungkinkan selain kemudian kita menjadi pribadi yang mencintai kebenaran Firman, demikian pula menjadi orang yang membenci dosa dan menjauhkan diri dari kejahatan. (Ams 3:7; 8:13; 16;6). Efektifitas perilaku kita akan saja terjaga, sebagaimana dalam pembicaraan akan lebih hati-hati dan dapat menahan diri dalam setiap pembicaraan. (Ams 10;19; Pkh 5;2, 6-7), kita akan memiliki ketahanan moral yang baik serta hati nurani yang semakin dimurnikan.
Takut akan Tuhan akan mendorong kita untuk menyembah dan memuliakan Allah secara tepat dengan segenap hati, sepenuh jiwa dan tubuh kita. (Maz 22:24; 26) dan inilah yang akan terjadi pada segenap mahluk pada akhir jaman akan menyembah Allah yang benar. (Why 14:6-7).
Allah menyediakan pahala bagi kita yang takut akan DIA (Ams 22:4), akan diberikan perlindungan dari kematian kekal (Ams 14:26-27), persediaan kebutuhan sehari-hari ( Maz 34;10; 111;5) dan umur panjang (Ams 10;27) serta kebahagiaan sejati atas apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. (Pkh 8:12-13).
Orang Tua harus mengajarkan hal ini kepada anak-anak, dengan membina anak-anak mereka untuk membenci kejahatan dan mencintai perintah Tuhan yang kudus (Ul 4:10; 6:1-2, 6-9). Ini merupakan langkah awal yang baik agar anak-anak hidup dalam prinsip-prinsip hikmat Allah yang murni. (Ams 1:1-6), sebagaimana Firman Tuhan mangatakan bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. (Maz 111:10; Ams 1;7; 9:10).
Tuhan YESUS memberkati.
Pesan Pastoral : 20 Januari 2013
Anak Allah marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” (Semangat, Antusias, Dinamis, Agresif dan Radikal) yaitu selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Bukan sekedar pengertian saja tetapi baiklah kita mengambil sikap yang benar untuk Takut akan Tuhan karena inilah awal dimana kita dapat menjadi pribadi yang berkenan di hati ALLAH yang akan dikuduskan-NYA. Amin !
Winner Voice
Awal kepandaian manusia karena belajar, tetapi permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.
Thursday, January 10, 2013
PERSEKUTUAN KASIH DENGAN ALLAH
Matius 22:37-38
Allah ingin dan telah mengambil inisiatif untuk membawa kita kepada persekutuan kasih yang intim dengan-Nya. Hal ini karena manusia tidak mungkin dapat dengan usahanya sendiri menjangkau Allah. Karena itu Allah membuatnya supaya kita dapat bersekutu dalam kasih-Nya, dan inilah seharusnya yang menjadi tujuan hidup kita. Orang-orang Kristen pasti akan mengejar pengenalan pribadi serta menyembah Allah dan mengasihi-Nya secara tulus.
Jika kita memang rindu Allah menyatakan diri – Nya maka kita harus mengasihi-Nya, dan hal ini membutuhkan usaha yang keras karena tidak mudah untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah.
Di kehidupan ini, segala sesuatu bergantung pada kasih kita pada Allah. Bahkan saat menghadapi persoalan hidup yang berat dan kita rasanya tidak lagi sanggup menghadapi, maka penting rasanya ada pihak yang dapat menjadi tempat kita menggantungkan harapan, yaitu pihak yang dapat menjadi pembela saat tantangan kehidupan semakin sukar untuk dikendalikan. Disinilah peran Allah sangat besar untuk mengubah keadaan yang buruk menjadi kebaikkan (Roma 8:37-39). Dalam persekutuan kasih inilah Allah hendak menyatakan dirinya dan kita mengalami kuasa-Nya yang mengubahkan keadaan kita. (Yoh 14:21).
Persekutuan kasih kita dengan Allah yang patut di pahami yaitu: bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang abadi sehingga kita juga dituntut untuk memberikan kasih secara abadi. (Ulangan 30:6), tidak bisa kita membangun persekutuan kasih dengan Allah hanya untuk sementara saja dengan alasan : karena kita membutuhkan pertolongan-Nya saja, tetapi kita harus sadar bahwa kita berhubungan dengan pribadi-Nya dan bukan hanya kuasa-Nya saja. Bila kita dapat membangun persekutuan kasih dengan Allah secara abadi, sebenarnya demikian pula Allah sudah mengasihi kita dengan kasih yang abadi (Yer 31:3) dan Allah yang telah memanggil serta memilih kita dari antara banyak bangsa ini sebenarnya telah menyediakan kemuliaan kekal pula. (1 Petrus 5:10).
Hal lain yang patut kita pahami dalam membangun persekutuan kasih dengan Allah adalah bahwa Allah tidak ingin diduakan. Allah tidak ingin ada yang menandinginya, sehingga tidak boleh ada satupun “ilah” lain di hadapan Allah. (Matius 6:24)
Sekalipun saat ini tidak lagi ada orang yang secara terang-terangan menyembah ilah, tetapi tanpa disadari banyak orang telah memiliki banyak ilah, karena segala sesuatu yang dianggap lebih penting, lebih berkuasa dan lebih banyak mengambil bagian penting dalam hati kita maka itu dapat disebut dengan ilah akhir jaman. Hal ini bisa ditampakkan dengan hobby yang lebih penting dari ibadah, pekerjaan yang lebih penting dari pada keluarga, penampilan yang lebih penting dari pada hati nurani dll.
Sebaiknya hal ini dipahami; bahwa berkat yang telah Allah berikan tidak boleh menggeser keberadaan-Nya dalam hati kita (Ulangan 6:11-15) atau sebaliknya bahwa kekuatiran dan ketakutan kita juga tidak boleh menggeser keberadaan Allah dalam hati kita. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup ini suka atau duka, kaya atau miskin dsb, maka semuanya itu tidak boleh membuat kita menjauh dari persekutuan kasih kita dengan Allah. Amin
Tuhan Yesus Memberkati.
Allah ingin dan telah mengambil inisiatif untuk membawa kita kepada persekutuan kasih yang intim dengan-Nya. Hal ini karena manusia tidak mungkin dapat dengan usahanya sendiri menjangkau Allah. Karena itu Allah membuatnya supaya kita dapat bersekutu dalam kasih-Nya, dan inilah seharusnya yang menjadi tujuan hidup kita. Orang-orang Kristen pasti akan mengejar pengenalan pribadi serta menyembah Allah dan mengasihi-Nya secara tulus.
Jika kita memang rindu Allah menyatakan diri – Nya maka kita harus mengasihi-Nya, dan hal ini membutuhkan usaha yang keras karena tidak mudah untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah.
Di kehidupan ini, segala sesuatu bergantung pada kasih kita pada Allah. Bahkan saat menghadapi persoalan hidup yang berat dan kita rasanya tidak lagi sanggup menghadapi, maka penting rasanya ada pihak yang dapat menjadi tempat kita menggantungkan harapan, yaitu pihak yang dapat menjadi pembela saat tantangan kehidupan semakin sukar untuk dikendalikan. Disinilah peran Allah sangat besar untuk mengubah keadaan yang buruk menjadi kebaikkan (Roma 8:37-39). Dalam persekutuan kasih inilah Allah hendak menyatakan dirinya dan kita mengalami kuasa-Nya yang mengubahkan keadaan kita. (Yoh 14:21).
Persekutuan kasih kita dengan Allah yang patut di pahami yaitu: bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang abadi sehingga kita juga dituntut untuk memberikan kasih secara abadi. (Ulangan 30:6), tidak bisa kita membangun persekutuan kasih dengan Allah hanya untuk sementara saja dengan alasan : karena kita membutuhkan pertolongan-Nya saja, tetapi kita harus sadar bahwa kita berhubungan dengan pribadi-Nya dan bukan hanya kuasa-Nya saja. Bila kita dapat membangun persekutuan kasih dengan Allah secara abadi, sebenarnya demikian pula Allah sudah mengasihi kita dengan kasih yang abadi (Yer 31:3) dan Allah yang telah memanggil serta memilih kita dari antara banyak bangsa ini sebenarnya telah menyediakan kemuliaan kekal pula. (1 Petrus 5:10).
Hal lain yang patut kita pahami dalam membangun persekutuan kasih dengan Allah adalah bahwa Allah tidak ingin diduakan. Allah tidak ingin ada yang menandinginya, sehingga tidak boleh ada satupun “ilah” lain di hadapan Allah. (Matius 6:24)
Sekalipun saat ini tidak lagi ada orang yang secara terang-terangan menyembah ilah, tetapi tanpa disadari banyak orang telah memiliki banyak ilah, karena segala sesuatu yang dianggap lebih penting, lebih berkuasa dan lebih banyak mengambil bagian penting dalam hati kita maka itu dapat disebut dengan ilah akhir jaman. Hal ini bisa ditampakkan dengan hobby yang lebih penting dari ibadah, pekerjaan yang lebih penting dari pada keluarga, penampilan yang lebih penting dari pada hati nurani dll.
Sebaiknya hal ini dipahami; bahwa berkat yang telah Allah berikan tidak boleh menggeser keberadaan-Nya dalam hati kita (Ulangan 6:11-15) atau sebaliknya bahwa kekuatiran dan ketakutan kita juga tidak boleh menggeser keberadaan Allah dalam hati kita. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup ini suka atau duka, kaya atau miskin dsb, maka semuanya itu tidak boleh membuat kita menjauh dari persekutuan kasih kita dengan Allah. Amin
Tuhan Yesus Memberkati.
Friday, January 4, 2013
3T0 (SANTO)
1 Petrus 1:2
3TO (Santo) akan menjadi thema gereja kita pada tahun 2013, dimana kita secara pribadi masing masing dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dan Orang yang beriman kepada Yesus Kristus dalam perjanjian baru disebut “SANTO” (Yun: Hagios) atau “orang-orang kudus” (Kis 26:10; Roma 1:7; 1Kor 1:2; Why 13:7; 19:8). Pengertian dasar istilah orang kudus ini adalah pemisahan dari dosa dan di khususnya bagi Allah, dengan kata lain “orang yang dipisahkan untuk Allah atau orang suci Allah”. Hal ini berarti dipimpin dan dikuduskan oleh Roh Kudus. (Roma 8:14; 1Kor 6:11; 2Tes 2:13; 1Pet 1:2) dan berpaling dari dunia untuk mengikut Yesus (Yoh 17:15-17).
Istilah orang-orang kudus ini bukan artinya manusia sempurna yang tidak dapat berbuat dosa lagi (1Yoh 1:2:1), melainkan adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh darah Kristus dan berusaha keras untuk menyesuaikan hidupnya dalam jalan kebenaran Allah (Efesus 5:3) dan yang dituntut untuk memiliki kesucian batiniah sebagai umat Kristus Yesus. (1kor 1:30).
Orang Kristen pada masa sekarang ini oleh kasih karunia Allah yang diberikan kepada mereka, telah mati bersama Kristus dan dilepaskan dari kuasa dosa (Roma 6:18); oleh karena itu kita tidak perlu dan tidak harus berbuat dosa, tetapi dapat menemukan kemenangan yang memadai dalam Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Dalam diri orang Kristen harus ada tuntutan untuk memiliki kebenaran etis dari tabiat tak bercacat yang di tampakkan dalam kemurnian, ketaatan dan keadaan tidak bersalah (Flp 2:14-15; Kol 1:22; 1Tes 2:10; Luk 1:6).
Bersama Roh Kudus kita mampu untuk tidak berbuat dosa (1Yoh 2:1; 3:6), sekalipun kita tidak pernah mencapai tingkatan di mana kita bebas daripencobaan dan kemungkinan untuk berbuat dosa lagi. Pengudusan adalah kehendak dan inisiatif Allah kepada orang percaya, dan ini merupakan tuntutan kepada orang yang percaya kepada Yesus Kristus. (Ibrani 12:14). Pengudusan ini dapat diperoleh melalui iman (Kis 26:18); persatuan dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Yoh 15:4-10; Roma 6:1-11; 1Kor 1:30), oleh darah Kristus (1Yoh 1:7-9), oleh Firman Allah (Yoh 17:17) dan oleh pekerjaan pembaharuan dan pengudusan ROH KUDUS dalam hati (Yer 31:31-34; Roma 8:13; 1Kor 6:11; Fil 2:12-13; 2 Tes 2:13).
Umat Allah perlu memberikan respon yang benar dalam menanggapi panggilan ALLAH berkaitan dengan kekudusan ini, (Fil 2:12-13). Oleh karena itu sebagai warga gereja perlu mempersiapkan diri dalam pemahaman yang benar. Untuk mencapai tujuan maka thema gereja di bagi dalam berbagai sub Thema yang sekiranya dapat menuntun langkah pencapaian tujuan bersama. Sup thema itu adalah :
1. Kasihilah Tuhan Allah mu (Mat 22:37); 2. Tidak bercacat dan kudus (1Tes 3:13; Fil 1:10); 3. Mati bagi dosa (Roma 6:2); 4. Kemenangan yang mengalahkan dunia (1Yoh5:4); 5. Tetap Taat dan dipenuhi ROH KUDUS (Roma 8:14; Ef 5:18); 6. Menjadi Hamba kebenaran - Menuruti segala perintah-Nya (Roma 6:19; 1Yoh 3:22); 7. Tunduk pada disiplin Allah (Ibrani 12:5-11); 8. Tuhan membebaskan kita dari ikatan dan kuasa dosa (Roma 6:1-11); 9. Kasih yang timbul dari hati nurani yang murni (1Tim 1:5); 10. Persekutuan dengan orang percaya (Ef 4:15-16). 11. Menyempurnakan Kekudusan (2Kor 7:1); 12. Serupa dengan gambaran Kristus (2Kor 3:18).
Kita berharap agar thema gereja ini membawa kita menjadi pribadi yang lebih berkenan dihadirat Allah, yaitu pribadi yang mendapatkan pengudusan oleh karena kasih yang besar Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Saturday, December 22, 2012
ALLAH BERSEMAYAM DI ANTARA UMAT- NYA
(Yesaya 57:15)
Saat kita merayakan Natal, kita seharusnya menyadari bahwa Raja di atas segala Raja telah lahir di dunia, Tuhan segala Tuhan sedang ada di dunia ini. Dialah Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus turun kedunia menghampiri kita yang berdosa dan penuh dengan segala keterbatasan dan kelemahan. Dialah Tuhan Yesus yang Mahamulia, Mahatinggi, yang Mahakudus mau berada bersama kita. bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Dialah Tuhan Yesus Juruselamat kita (Yoh 1:14). Bagaimana hal ini bisa terjadi ? apakah karena kita telah merayakan Natal di setiap tanggal 25 Desember ? Kita tidak memperingati hari kelahiran Yesus tetapi memperingati kelahiran-Nya.
Adakah yang tahu tanggal kelahiran kakek buyut kita? Ketidaktahuan tanggal lahir bukan artinya seseorang tidak pernah lahir. Keberadaan kakek buyut dibuktikan dengan keberadaan kita, karena ada kakek dan ayah kita. Demikian pula dengan fakta keberadaan Yesus Kristus adalah bukti sejarah yang tidak terbantahkan, buktinya adalah keberadaan kita orang-orang percaya. Amin
Matius 1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Yesus Kristus adalah bukti dari keberadaan Daud sebagai Raja dan Yesus Kristus adalah bukti dari keberadaan Abraham sebagai bapa orang beriman, sama seperti bapak Abraham dan Raja Daud telah tiada, dan Yesus sudah kembali kesorga apakah bukti keberadaan-Nya: kita harus bisa menjadi bukti atas keberadaan-NYA. Silsilah Yesus.
Inilah nama yang dipilih oleh Matius dengan pertimbangan khusus, bahwa mereka adalah orang yang memiliki pengaruh dan dapat dipertanggungjawabkan kemurniannya.
Matius 1:2-17
Hanya ada 13 nama dari pembuangan kepada Yesus Kristus, mengapa ? ini bukan kesalahan tapi karena tradisi Yahudi yang sengaja mengosongkannya untuk memberikan ruang kapada keturunan yang akan datang. Dan nama kita ada di sana, yaitu nama – nama orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Kita patut berbahagia oleh karena itu sebab : Luke 10:20 kita adalah orang yg telah dipilih-Nya untuk meneruskan garis keturunan ilahi.
Apakah untungnya memiliki garis keturunan ilahi ? dasarnya adalah perjanjian (Covenant). Dasar perjanjian Allah dengan Abraham adalah pemilihan dan pemanggilannya (Kejadian 12:1-3 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan negerinya dan berjanji akan menjadikannya bangsa yang besar yang menjadi berkat bagi seluruh dunia. Intinya Abraham telah mengalami pertemuan dengan Allah dan memiliki hubungan pribadi yang dikukuhkan dengan ikatan covenant, dimana Allah mengikatkan diri dalam kesetiaan kepada Abraham. Ini adalah inisiatif Allah untuk memberkati dan berlaku untuk selamanya bagi keturunan Abraham. Sekarang bagi kita yang hidup pada masa sekarang, bila kita percaya kepada Kristus maka kita adalah keturunan Abraham dan berhak mendapatkan janji-janji Allah. (Galatians 3:29; Hebrews 2:16) Kepada Daud, Allah memiliki covenant/ perjanjian yang di perbaharui dan diperluas dimana setelah Daud sukses dengan kerajaannya Daud berkeinginan untuk membangun Bait Allah. Maka Allah menjamin kelanggengan kerajaannya sampai selamanya. (2 Samuel 7: 12; Romans 1:1-6; Revelation 22:16) Bagi kita sekarang adalah harus memiliki keserupaan dengan Yesus Kristus supaya tampak dalam suatu keturunan yang sama. Romans 8:29. Karena itu kita dapat berdoa kepada Allah dengan menyebut ya Abba ya Bapa. Romans 8:15. Kita harus di dalam Yesus, 2 Corinthians 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.Yesus haruslah menginspirasi kita sehingga dunia menemukan bukti keberadaan Yesus di dalam kita. Bagaimana Yesus hidup demikian pula kita hidup.
Yesus berdoa - kita berdoa, Yesus menyembuhkan kita juga dapat berdoa memohon kesembuhan, Yesus dekat dengan orang susah kita tidak boleh alergi dengan orang susah, sebaliknya itu merupakan kesempatan kita untuk memberitahukan kepada dunia bahwa kita punya Yesus Kristus. Dll. Amin
Friday, December 14, 2012
SUKACITA SEJATI BERSAMA TUHAN
Mazmur 16:7-11
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus seharusnya selalu mencari dan menghargai persekutuan yang intim dengan Allah dalam segala sesuatu, karena kehadiran Allah dalam kehidupan akan selalu membawa bimbingan-NYA (ayat 7, 11), perlindungan-NYA (ayat 8), kehidupan-NYA (ayat 10) dan hikmat senantiasa (ayat 11). Semua hal diatas yang membuat kita memiliki sukacita sejati (ayat 9). Penerapan ayat diatas penting dan telah diteladankan oleh rasul Petrus dan Paulus yang keduanya telah menerapkan ayat ini kepada Kristus dan kebangkitan-Nya (Kis 2:25-31; 13:34-37)
Kita harus terus mengingat setiap nasehat Allah dalam Firman-Nya sehingga kita tidak terjerumus dalam kehidupan yang salah dan membuat berkat Tuhan terhalang. Hubungan yang intim membuat kita dekat dengan TUHAN dan itu artinya selalu tersedia perlindungan-NYA, yang membuat kita hidup tenang, tentram dan bersukacita. Tuhan tidak akan membiarkan kita binasa dan segera menyelamatkan serta memberitahukan kita jalan kehidupan dimana kita dapat bersukacita senantiasa selamanya.
Hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan memberikan kepastian kepada kita atas masa depan dan kenyakinan ini bahwa Allah tidak akan menyerahkan kita ke dunia orang mati, ditegaskan oleh pemazmur raja Daud dalam Mazmur 73:23-28. Di dalam hidup ini dengan segala persoalannya, yang terbaik adalah untuk tetap berhubungan intim dengan Tuhan (ayat 28). Kemakmuran dan harta benda sudah bukan menjadi hal yang utama lagi, karena kita tahu yang utama adalah Allah sendiri yang senantiasa beserta kita, yang menuntun dengan Firman dan ROH-Nya, juga yang menopang kita dengan kuasa-Nya (ayat 23-24) hingga akhirnya kita diterima dalam kerajaan-Nya di Sorga. Dalam hal diatas seperti Rasul Paulus berkata “ Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21).
Hati kita tetap dapat bersukacita sekalipun saat ini dipandang tidak beruntung karena kurang harta dan fasilitas hidup. sekalipun kita telah berdoa dan jawaban atas keinginan kita belum juga terkabul, tetaplah kita mengandalkan kasih-Nya yang tidak pernah gagal dan mengingat bahwa pada masa lalu Tuhan telah melepaskan dan memberkati kita. Kasih Allah tidak pernah gagal yang akan tampak pada saat dan cara-Nya sendiri (Roma 8:28). Raja Daud dapat merasakan sukacita besar yang diberikan Tuhan, melebihi sukacita orang-orang yang kelimpahan harta benda, hal ini di abadikan setiap hari sebagai doa menjelang tidurnya. (Maz 4:8-9)
Bagi kita sekarang, Allah telah menentukan kepada siapa DIA hendak menaruh kasih sayang dan tentu kita adalah pribadi yang beruntung karena kita mengenal Allah yang benar yaitu di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita mendapatkan kepastian atas keselamatan jiwa dan lebih dari pada itu ada kepastian bahwa Allah telah menjawab seruan kita memohon pertolongan, karena itu kita harus sungguh-sungguh hidup saleh (Ams 15:29; Yoh 9:31; 15:7) sehingga kita dapat berhubungan intim dengan-NYA. Kita yang dengan setia menaruh diri kepada Allah maka di kuduskan menjadi miliki pusaka-NYA sendiri. Apabila kita menjadi milik Allah yang berharga, kita dapat berseru kepada-NYA setiap waktu untuk mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan-NYA (Ibr 10:22; 1Yoh 3:21-22). Amin.
Tuhan Yesus Memberkati
Monday, December 10, 2012
MENDAPATKAN SEGALA SESUATU
Roma 8:32
Bulan Desember mengingatkan kita akan Natal, dimana ALLAH telah memberikan yang terbaik, yang termahal, yang termulia, yang terbesar, yang tidak tertandingi oleh apapun dan siapapun dan yang tidak dapat diungkapkan oleh perkataan yaitu, Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus.
Setiap kali merayakan Natal, kita diyakinkan kembali atas kebaikkan ALLAH yang luar biasa. Allah yang kita sembah dalam nama Tuhan Yesus Kristus pasti sanggup memberikan segala kebutuhan dan keperluan hidup kita, sebab kalau Yesus Kristus sendiri dikaruniakan dalam hidup orang percaya, pastilah hal-hal lain juga diberikan-NYA kepada kita.
Karunia terbesar bagi dunia adalah Tuhan Yesus Kristus yang hanya dapat diterima oleh orang yang percaya kepada-NYA saja. Karunia ini diberikan bukan karena kita telah melakukan kebaikkan, bukan karena kita hebat, bukan pula karena kita orang yang suci. Tetapi pemberian ini diberikan karena kita telah percaya sekalipun kita dalam keadaan berdosa dan tidak berdaya.
Karena masalah dosa dan ketidakberdayaan manusia maka Tuhan Yesus hadir untuk menyelesaikan semuanya itu. (Yes 53:5; Roma 4:25). Semuanya sudah dalam rancangan ALLAH yang mulia bagi karya penyelamatan. Karena besar kasih-NYA, ALLAH menyerahkan TUHAN YESUS bagi dunia (Yoh 3:16) dan dengan rela hati Yesus Kristus taat terhadap ALLAH BAPA, DIA tidak memberontak tetapi menyerahkan diri-NYA sendiri. (Matius 27:50). Itu semua dilakukan supaya orang percaya mendapatkan hidup yang kekal.
Ini berarti bahwa pemberian ALLAH yang terbesar adalah pemberian yang bernilai kekal dan melebihi semua kebutuhan kita yang bersifat sementara. (Roma 8:38). Pemberian itu sah dan tidak dapat digugat oleh pihak manapun (Roma 8:33) serta tidak satupun yang dapat memisahkan kita dari pemberian Allah itu. (Roma 8:39).
Tuhan Yesus adalah pemberian Allah yang terbesar, ini merupakan jaminan atas pemberian-pemberian yang lain. Kita tidak perlu kuatir karena ALLAH kaya dengan segala macam pemberian yang kita butuhkan (Fil 4:19). ALLAH tidak akan pernah merasa kerepotan untuk memenuhi segala kebutuhan kita. ALLAH tidak akan menjadi lebih miskin sekalipun kita minta banyak hal. ALLAH juga sangat murah hati sehingga tidak menjadi sedih karena kita mendapatkan sesuatu dari-NYA, sesungguhnya ALLAH bahkan dengan senang hati memberikan segalanya kepada kita.
Tuhan Yesus adalah pemberian yang Termahal, karena ALLAH harus mengorbankan Anak Tunggal-NYA sendiri dan ini merupakan jaminan atas pemberian-pemberian yang lain (Roma 8:32). Alasan pemberian-NYA bukan karena ALLAH berhutang sebab ALLAH tidak pernah berhutang pada siapapun, tetapi karena ALLAH adalah kasih dan DIA mengasihi orang yang percaya. (Yoh 3:16). ALLAH sendiri telah menyerahkan segala keperluan kita pada YESUS KRISTUS (Yoh 3:35), jadi dengan apakah kita bisa mendapatkan segala sesuatu ? yaitu bila kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT serta berdoa dalam nama-NYA saja. Amin.
TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Saturday, December 1, 2012
MENUAI BERSAMA
Kisah Para Rasul 2:46-47
Sebagai orang Kristen terlebih lagi pada jaman sekarang mengalami banyak tantangan karena iman dan keyakinannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita sedang tinggal dalam suasana, dimana nama Tuhan Yesus Kristus dibenci, dihina, dan kalau bisa dimusnahkan. Gereja sebagai wadah orang Kristen juga tidak luput untuk dimusuhi dan dibenci. Tetapi Alkitab berbicara kepada kita seperti kepada jemaat mula-mula bahwa orang Kristen mula-mula disukai dan disenangi banyak orang, dan tiap-tiap hari, Allah menanbahi jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan.
Setiap kita bertanggungjawab untuk membawa tuaian jiwa-jiwa ke dalam gereja untuk mendapatkan pertumbuhan rohani yang semakin dewasa. Karena itu kita perlu mengembangkan kapasitas diri menjadi seorang penuai di hadapan TUHAN YESUS sebagai pemilik tuaian itu.
Pertama, kita harus menjadi orang Kristen yang rohani (Roma 8:6). Orang Kristen rohani akan membawa sukacita, damai sejahtera dan kehidupan rohani yang baik bukan sebaliknya, karena orang yang berfikiran duniawi, mereka menyebarkan perpecahan, kegagalan dan kematian rohani.
Orang Kristen rohani tidak akan egois dan mementingkan diri sendiri (Ams 3:27). Allah menghendaki kita melakukan hukum kasih (Mat 22:37-39) jadi kita akan memberikan perhatian dan kasih kepada ALLAH dan juga pada sesame sehingga hal ini akan menyenangkan hati TUHAN dan dimana kita berada pasti ada orang yang suka untuk berlama-lama bersama kita.
Kedua adalah menjadi orang yang penuh semangat dan antusiasme (Yos 1:9). Apapun yang kita kerjakan kita harus dikerjakan dengan penuh semangat dan antusias, hal ini akan menunjang kesuksesan dalam bidang apapun juga. Orang Kristen harus kuat, teguh dan bersemangat dalam segalanya, kita tidak boleh kalah oleh keadaan atau situasi, demikian pula dengan orang yang tidak mengenal ALLAH, karena orang Kristen sebenarnya diciptakan untuk memberikan dampak positif dan hasil pekerjaannya. Hal ini akan mengundang banyak orang.
Orang Kristen juga harus bersemangat dan antusias dalam memberi (Luk 6:38). Sukses dan hidup berkelimpahan berlaku bagi mereka yang member dengan limpah (Ams 11:24). Mari kita mulai dengan tepat dalam mengembalikan perpuluhan yang merupakan bukti ketaatan dan kesetiaan kita kepada ALLAH dan memang perpuluhan itu milih ALLAH dalam berkat yang TUHAN berikan (Mal 3:10) dan kita dapat memberi dengan limpah. (Luk 6:38).
Ketiga adalah menjadi orang Kristen yang memiliki roh kebersamaan. (2Kor 6:1). Kerjasama sangat penting dalam pekerjaan TUHAN, program gereja sangat bergantung pada factor kerjasama ini. Tanpa kerja sama, keluarga, sekolah, gereja, usaha dan masyarakat pasti hancur. Dan seharusnya orang Kristen menjadi perekat yang baik atar manusia karena kita diciptakan memiliki roh kebersamaan yang kuat oleh kasih TUHAN YESUS KRISTUS.
Terakhir adalah menjadi orang Kristen yang memenangkan jiwa bagi Tuhan. (Ams 11:30). Karena jiwa adalah sesuatu yang bernilai kekal maka memenangkan jiwa merupakan sukses yang kekal pula. (Mat 6:19-20). Bersaksilah tentang keselamatan dari TUHAN YESUS agar banyak orang mengenal Sang Juru Selamat.
Semuanya menuntut totalitas hidup kita, kemauan, kata-kata dan gaya hidup kita agar kita dapat menuai bersama di akhir jaman ini.
Tuhan Yesus memberkati.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)
( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...
-
5 Perintah Positif Dalam 1 Korintus 16:13‑14, Paulus memberikan 5 perintah terakhirnya kepada jemaat Korintus. Mereka harus ber...
-
( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...
-
Titus 2:12-14 Jika sebagai orang Kristen kita memahami bahwa saat ini adalah hari-hari terakhir dimana sebelum zaman ini berakhir dan Mesias...