Wednesday, November 14, 2012
SUKACITA PENUAI
Yohanes 4:35-38
Kristus telah mengawali dengan pengorbanan yang tak ternilai di atas kayu salib, sebagaimana kita percaya maka kita mendapatkan keselamatan (Yoh 3:16), tetapi apa yang telah kita peroleh ini bukan monopoli pribadi tetapi selayaknya kita juga berbagi kepada yang lain, siapapun mereka juga berhak untuk mendapatkan keselamatan dan Kristus menginginkan tidak satupun yang binasa oleh karena dosa. (Yoh 18:9).
Oleh sebab itu Tuhan Yesus sangat menaruh hati pada jiwa-jiwa yang terhilang seperti perumpuan Samaria (Yoh 4:1-26). Diberikannya penjelasan atas keselamatan dan bagaimana seharusnya seseorang bersikap dalam doa dan penyembahan kepada Allah yang benar. Tuhan tidak mempedulikan dirinya seorang Yahudi yang memiliki sejarah permusuhan dengan orang Samaria, terlebih lagi masa itu cukup beresiko seorang lak-laki yang kedapatan sendiri dengan wanita, apalagi di ketahui bahwa kehidupan wanita Samaria ini mempunyai masalah social yang berat. Tetapi Tuhan Yesus tetap sengaja mendatangi tempat itu karena kasih-Nya yang besar terhadap jiwa yang terhilang. (Yoh 4:4)
Saat wanita Samaria menyadari dosa-dosanya dan bertobat maka ada perubahan yang besar dan timbul keberanian untuk memberi kesaksian kepada penduduk kota yang tadinya sangat dihindarinya selama ini. Penduduk Samaria sangat tertarik dengan apa yang diberitakan perempuan Samaria ini sehingga mereka dating kepada Yesus. Oleh karena kesaksian dari perempuan Samaria ini maka banyak penduduk Samarian menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Jurus Selamat. (Yoh 4:42)
Firman Tuhan diatas berbicara tentang jiwa-jiwa yang di selamatkan dan setiap kita yang membawa orang kepada Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan abadi sebenarnya telah melakukan perbuatan yang berdampak abadi. Suatu saat nanti kita akan bersukacita di sorga atas orang-orang yang di selamatkan oleh doa dan kesaksian kita.
Dalam hal ini kita juga harus ingat bahwa usaha kita sebenarnya merupakan hasil kerja orang lain (ayat 38). Segala sesuatu yang kita lakukan untuk Allah sebagian besar merupakan hasil dari karya dan pengorbanan Kristus dan orang lain pendahulu kita.
Pertama dibutuhkan kerelaan untuk memberi diri dalam melayani Tuhan. Andreas adalah murid yang terdidik dengan baik oleh Yohanes Pembabtis. (Yoh 1:35-40) dan dengan rela hati Yohanes Pembabtis menyerahkan pengajaran selanjutnya kepada yang lebih berhak mendapatkan jiwa-jiwa yaitu Tuhan Yesus sendiri.
Tindakkan selanjutnya tidaklah sukar, hanya dibutuhkan kerinduan untuk membawa seseorang kepada Tuhan Yesus. Sebagai contoh adalah Andreas yang membawa Simon saudaranya kepada Yesus (Yoh 1:40:42), dan akhirnya kita tahu bahwa Simon menjadi Rasul Petrus yang menuai 3000 jiwa saat hari Penthakosta, bahkan pengaruh Petrus sampai seluruh dunia.
Akhirnya perlu komitmen yang kuat untuk memberitakan kabar baik kepada semua orang, mulailah dari orang yang terdekat. Dalam kota asal Andreas dan Petrus selanjutnya adalah Filipus menerima Tuhan Yesus dan segera menemui Natanael seorang “Israel sejati” artinya adalah orang dengan kualitas yang baik dan juga mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat. (Yoh 1:43-51)
Semua yang kita perbuat untuk membawa kepada Tuhan Yesus jiwa-jiwa adalah penuai-penuai akhir jaman yang akan mendapatkan sukacita abadi. Amin
Tuhan Yesus memberkati.
SUKACITA SEJATI BERSAMA TUHAN
Mazmur 16:7-11
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus seharusnya selalu mencari dan menghargai persekutuan yang intim dengan Allah dalam segala sesuatu, karena kehadiran Allah dalam kehidupan akan selalu membawa bimbingan-NYA (ayat 7, 11), perlindungan-NYA (ayat 8), kehidupan-NYA (ayat 10) dan hikmat senantiasa (ayat 11). Semua hal diatas yang membuat kita memiliki sukacita sejati (ayat 9). Penerapan ayat diatas penting dan telah diteladankan oleh rasul Petrus dan Paulus yang keduanya telah menerapkan ayat ini kepada Kristus dan kebangkitan-Nya (Kis 2:25-31; 13:34-37)
Kita harus terus mengingat setiap nasehat Allah dalam Firman-Nya sehingga kita tidak terjerumus dalam kehidupan yang salah dan membuat berkat Tuhan terhalang. Hubungan yang intim membuat kita dekat dengan TUHAN dan itu artinya selalu tersedia perlindungan-NYA, yang membuat kita hidup tenang, tentram dan bersukacita. Tuhan tidak akan membiarkan kita binasa dan segera menyelamatkan serta memberitahukan kita jalan kehidupan dimana kita dapat bersukacita senantiasa selamanya.
Hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan memberikan kepastian kepada kita atas masa depan dan kenyakinan ini bahwa Allah tidak akan menyerahkan kita ke dunia orang mati, ditegaskan oleh pemazmur raja Daud dalam Mazmur 73:23-28. Di dalam hidup ini dengan segala persoalannya, yang terbaik adalah untuk tetap berhubungan intim dengan Tuhan (ayat 28). Kemakmuran dan harta benda sudah bukan menjadi hal yang utama lagi, karena kita tahu yang utama adalah Allah sendiri yang senantiasa beserta kita, yang menuntun dengan Firman dan ROH-Nya, juga yang menopang kita dengan kuasa-Nya (ayat 23-24) hingga akhirnya kita diterima dalam kerajaan-Nya di Sorga. Dalam hal diatas seperti Rasul Paulus berkata “ Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21).
Hati kita tetap dapat bersukacita sekalipun saat ini dipandang tidak beruntung karena kurang harta dan fasilitas hidup. sekalipun kita telah berdoa dan jawaban atas keinginan kita belum juga terkabul, tetaplah kita mengandalkan kasih-Nya yang tidak pernah gagal dan mengingat bahwa pada masa lalu Tuhan telah melepaskan dan memberkati kita. Kasih Allah tidak pernah gagal yang akan tampak pada saat dan cara-Nya sendiri (Roma 8:28). Raja Daud dapat merasakan sukacita besar yang diberikan Tuhan, melebihi sukacita orang-orang yang kelimpahan harta benda, hal ini di abadikan setiap hari sebagai doa menjelang tidurnya. (Maz 4:8-9)
Bagi kita sekarang, Allah telah menentukan kepada siapa DIA hendak menaruh kasih sayang dan tentu kita adalah pribadi yang beruntung karena kita mengenal Allah yang benar yaitu di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita mendapatkan kepastian atas keselamatan jiwa dan lebih dari pada itu ada kepastian bahwa Allah telah menjawab seruan kita memohon pertolongan, karena itu kita harus sungguh-sungguh hidup saleh (Ams 15:29; Yoh 9:31; 15:7) sehingga kita dapat berhubungan intim dengan-NYA. Kita yang dengan setia menaruh diri kepada Allah maka di kuduskan menjadi miliki pusaka-NYA sendiri. Apabila kita menjadi milik Allah yang berharga, kita dapat berseru kepada-NYA setiap waktu untuk mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan-NYA (Ibr 10:22; 1Yoh 3:21-22). Amin.
Tuhan Yesus Memberkati
Friday, November 2, 2012
PENGHIBURAN BAGI UMAT ALLAH.
Zakaria 1:16-17; Yesaya 40:1
Jikalau kita sedang mengalami kesukaran hidup yang besar dan mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus yang artinya adalah Juruselamat, kita dapat berdoa kepada ALLAH untuk membebaskan kita dari kesukaran itu atau untuk menyertai dan menolong kita di tengah-tengah kesukaran tersebut. Mengetahui hal demikian sebenarnya sebuah penghiburan besar bagi kita orang percaya, karena Tuhan selalu menyediakan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi.
Pernahkah kita menyadari bahwa menghibur kita adalah tugas ALLAH dan menjadi kesukaan-Nya untuk menolong kita keluar dari kesukaran hidup ?. Kata menghibur (Yun : Paraklesis) berarti berdiri disisi seorang sambil mendorong dan menolongnya pada saat kesukaran. Secara luar biasa Allah melaksanakan peran ini, sampai ALLAH mengutus ROH KUDUS-NYA kepada anak-anak-NYA untuk menghibur kita. (Yoh 14:16)
Allah Bapa di sebut sebagai Allah sumber segala penghiburan. (2 Korintus 1:3), Rasul Paulus telah belajar dalam banyak kesukaran yang dialaminya bahwa tida ada penderitaan sekalipun sangat hebat, yang dapat memisahkan orang percaya dari pemeliharaan dan belas kasihan Bapa Sorgawi. (Roma 8:35-39). Kadang-kadang ALLAH mengijinkan kesukaran menimpa kehidupan kita supaya kita, setelah mengalami penghiburan-Nya, dapat pula menghibur orang lain yang dalam kesukaran.
Menghibur semua orang berkabung adalah ciri khas pelayanan Tuhan Yesus Kristus (Yes 61:2; Lukas 4:18-19. Tuhan Yesus menerangkan maksud pelayanan-NYA di dunia yang diurapi ROH, yaitu; untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, papa, menderita, hina, patah semangat dan hancur hati. Tuhan Yesus juga menyembuhkan orang sakit dan memulihkan keadaan orang yang tertindas. Untuk mencelikkan mata rohani mereka yan dibutakan oleh dunia dan iblis agar mereka dapat melihat kebenaran kabar baik Allah. (Yoh 9:39). Tuhan Yesus juga memberitakan saat pembebasa dan penyelamatan yang sesungguhnya dari kuasa iblis, dosa, ketakutan dan rasa bersalah. (Yoh 8:36; Kis 26:18)
ROH KUDUS di sebut Penolong (Penghibur)_ (Yoh 14:16, 26; 15:26; 16:7). Kata Penolong di sini berarti “seseorang yang dipanggil untuk mendampingi agar menolong”. Secara luas kata ini (Yun: Parakletos) berarti : penasihat, penguat, penghibur, penolong, pembela, Juruselamat, sekutu dan sahabat. Setiap orang Kristen yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Jurus selamat pasti memiliki Roh Kudus yang berdiam di dalam diri-nya dan Roh Kudus adalah penolong dan Jurusyafaat yang tinggal di dalam kita di bumi ini. (Roma 8:9, 26; 1Kor 3:16; 2Kor 6:16; 2Tim 1;14). Disaat kesulitan hidup secara nyata muncul maka Roh Kudus pasti mendampingi kita untuk memberikan penghiburan dan pertolongan.
Kita harus mulai dengan berdoa walaupun tidak terdengar indah namun hanya berupa keluhan-keluhan tak terucapkan dalam hati, Tetapi karena saat kita berdoa maka, Yesus di sorga juga berdoa membela hidup kita (Roma 8:34), dan disaat yang sama Roh Kudus juga berdoa di dalam diri kita. Roh Kudus sendiri “mengeluh, mendesah dan menderita di dalam kita serta mendambakan hari akhir penebusan (Roma 8:23-25). Roh Kudus memohon dengan kuat kepada Bapa untuk keperluan kita “sesuai dengan kehendak Bapa” (Roma 8:27).
Akhirnya inilah bagian yang menghibur kita karena Allah Bapa akan mendatangkan kebaikkan dari semua kesesakkan, pencobaan, penganiayaan dan penderitaan yang kita alami. Hal ini bagi maksud yang mulia dan bagi kemuliaan Allah Bapa sendiri. (Roma 8:28). Amin
Tuhan Yesus Memberkati.
GADA DAN TONGKAT PENGHIBURAN
Mazmur 23:4
Dalam setiap situasi kehidupan, khususnya di saat-saat ada kesulitan, menghadapi bahaya, bahkan kematian. Banyak orang menjadi takut dan kehilangan damai sejahtera, tidak jarang banyak pula yang tertekan jiwanya dan menjadi putus asa. Tetapi bagi kita orang yang percaya kepada Allah yang Maha Kuasa tidak akan kehilangan pengharapan karena ALLAH akan menjadi penolong yang setiawan. (Maz 42:12)
Raja Daud sangat memahami kondisi semacam ini, karena sejak masa muda, raja Daud banyak mengalami kehidupan yang penuh dengan bahaya dan ancaman maut. Tetapi dengan kesadaran akan penyertaan Tuhan membuat dia tidak kuat dan dapat melewati masa sukar. Raja Daud dengan tepat menggambarkan penyertaan ALLAH dalam sebuah Mazmur yang berkata “Tuhan adalah gembala-Ku”.
Pada ayat keempat dari Mazmur 23 terdapat dua hal yang membuat Raja Daud tetap merasakan penghiburan ALLAH di masa- masa sukarnya, yatu : Gada dan tongkat, kita akan berlajar tentang hal ini.
Gada adalah tongkat pendek yang bagi gembala menjadi senjata pertahanan saat menghadapi bahaya seperti binatang buas. Gada ini juga melambangkan kekuatan, kuasa dan wibawa ALLAH dalam mendisiplin hidup kita.
Marilah kita hidup dalam disiplin rohani yang baik yang membauat hidup kita dapat menyenangkan hati Tuhan. Hendaknya hidup kita tertib; ada keteraturan dalam membaca Firman Tuhan, berdoa, dan puasa, jangan kita lupa untuk terus memuji dan memuliakan Tuhan serta dalam kesibukkan aktivitas pekerjaan haruslah kita tetap mengutamakan Tuhan dalam ibadah bersama yang sudah ditentukan-Nya bagi kita. Karena adalah baik bila kita tidak terkena gada atau pukulan disiplin yang mengingatkan kita kembali pada kebenaran. (Kel 21:20-21; Ayub 9:34)
Di akhir jaman, Tuhan Yesus menerapkan disiplin rohani dengan ketat, DIA yang akan mengembalakan bangsa-bangsa dengan gada besi (Wahyu 12:5; 19:5). Tetapi bagi gereja yang telah tertib hidupnya akan mendapat perlindungan dan pemeliharaan dari ALLAH. Bagi bangsa-bangsa yang hidup tidak tertib, yang tidak tinggal dalam disiplin rohani seperti yang dikehendaki ALLAH dalam Tuhan Yesus Kristus akan mengalami kehancuran oleh pukulan gada besi (Kedisiplinan Rohani).
Tongkat adalah tongkat ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung. Tongkat dipakai gembala untuk mendekatkan domba-domba, menuntun pada jalan yang benar dan berguna untuk menyelamatkan domba-domba dari kesulitan.
Tongkat adalah kasih Tuhan dalam mendidik kita. (Ams 13:24) Didikan akan membuat kita lebih pandai (Ams 22:15) dan lebih cerdas menyikapi kehidupan ini (Ams 29:15).
Di akhir jaman Tuhan Yesus akan memerintah dengan tongkat besi yang berarti akan ada didikan yang keras agar gereja kembali kembali kepada kebenaran (Why 2:27; Ibr 1:8). Bagi gereja yang tetap berpegang pada kebenaran sampai Tuhan Yesus datang (Why 2:25) akan dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa. Selayaknya kita bersukacita dengan adanya gada dan tongkat Allah yang menjamin kasih dan bimbingan ALLAH dalam kehidupan kita. (Maz 71:21; 86:17.
Tuhan Yesus Memberkati.
Sunday, October 28, 2012
MENDAPATKAN PERAN ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 9:31
Paulus yang dipenuhi oleh ROH KUDUS memiliki hasrat yang besar untuk memberitakan kabar keselamatan keberbagai kota, hingga sampailah ia di Yerusalem. Ditempat ini dia mendapatkan tantangan yang luar biasa karena ada banyak orang yang belum dapat mempercayai dia yang dahulunya adalah seorang penyiksa dan pembunuh pengikut Kristus. Tetapi karena peran Barnabas maka Paulus dapat diterima dengan baik dan melaksanakan pelayanannya, dengan berani Paulus mengajar dalam nama Tuhan sekalipun ada ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Namun akhirnya dengan penjelasan yang baik dan oleh pimpinan ROH KUDUS maka semuanya dapat berjalan dengan baik bahkan ada kedamaian di wilayah Yudia, Galilea dan Samaria.
Titik tolak pelayanan Paulus terdapat pada pribadi Barnabas. Orang lewi dari Siprus yang murid Tuhan Yesus, nama aslinya adalah Yusuf tetapi oleh rasul-rasul yang lain memanggilnya Barnabas yang artinya “anak penghiburan”. (Kis 4:36-37) seorang yang tulus hati memberi korban syukur dengan menjual tanahnya dan meletakkan uangnya di depan kaki rasul-rasul. Oleh karena peran ROH KUDUS pelayanan Barnabas meningkat hingga ia dipercayai sebagai nabi dan pengajar (Kis 13:1). Bahkan ketika bersama Paulus di Listra, dia dianggap jelmaan dewa Zeus dan Hermes, mereka di sembah dan diberikan korban bakaran, tapi kesadaran mereka membuatnya bersedih atas hal ini dan mencoba menyadarkan masyarakat Listra bahwa mereka sebenarnya manusia biasa saja. (Kis 14:8-18)
Dari tokoh Barnabas ini kita hendak belajar, bila kita telah dipenuhi oleh ROH KUDUS maka peran ROH KUDUS yang adalah penolong dan penghibur (Kis 9:31) harus pula kita kerjakan sehingga rencana ALLAH dapat terjadi di dalam dunia ini seperti yang telah diamanatkan oleh TUHAN YESUS Kristus yaitu supaya banyak orang menjadi percaya dan menerima Tuhan YESUS sebagai TUHAN dan Juru Selamat pribadi agar mendapatkan kehidupan kekal dalam kerajaan ALLAH.
ROH KUDUS berperan menginsafkan dunia dari dosa karena masih banyak orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus dan belum juga mengenal kebenaran bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian dan naik kesorga menyediakan tempat bagi kita yang percaya, dan masih banyak pula orang yang tidak percaya, tidak takut akan hari penghakiman dimana orang tidak beriman kepada Yesus Kristus akan mendapatkan hukuman kekal bersama-sama penguasa dunia yaitu setan dan roh-roh jahat. (Kis 16:8-11).
Kita dipanggil dan dipilih oleh TUHAN untuk mendapatkan peran ROH KUDUS sebagai penolong dan penghibur sesame, karena TUHAN ingin keterlibatan kita untuk melihat kesetiaan dan ketaatan kita dalam menjalankan Amanat Agung-Nya (Matius 28:18-20) dimana TUHAN akan menyertai kita dengan kuasa-NYA sampai akhir jaman.
Pekerjaan TUHAN dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan tuaian jiwa yang banyak selalu dimulai dari orang percaya yang dengan tulus hati rela berkorban dan memberi diri untuk melayani. Ada banyak pekerjaan yang besar sedang dan akan terus terjadi oleh karena ROH KUDUS sedang mencurahkan ROH-NYA secara luar biasa. (Kis 2:7). Tidak peduli tua atau muda, kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak siapapun juga bahkan seorang yang tidak memiliki martabat sekalipun bila dia bertobat dan mau melayani maka TUHAN akan pakai sehingga seluruh rencana-NYA terjadi di masa sekarang ini. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah : “apakah kita bersedia mendapatkan peran ROH KUDUS sebagai penolong dan penghibur sesama” ?
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Kisah Para Rasul 9:31
Paulus yang dipenuhi oleh ROH KUDUS memiliki hasrat yang besar untuk memberitakan kabar keselamatan keberbagai kota, hingga sampailah ia di Yerusalem. Ditempat ini dia mendapatkan tantangan yang luar biasa karena ada banyak orang yang belum dapat mempercayai dia yang dahulunya adalah seorang penyiksa dan pembunuh pengikut Kristus. Tetapi karena peran Barnabas maka Paulus dapat diterima dengan baik dan melaksanakan pelayanannya, dengan berani Paulus mengajar dalam nama Tuhan sekalipun ada ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Namun akhirnya dengan penjelasan yang baik dan oleh pimpinan ROH KUDUS maka semuanya dapat berjalan dengan baik bahkan ada kedamaian di wilayah Yudia, Galilea dan Samaria.
Titik tolak pelayanan Paulus terdapat pada pribadi Barnabas. Orang lewi dari Siprus yang murid Tuhan Yesus, nama aslinya adalah Yusuf tetapi oleh rasul-rasul yang lain memanggilnya Barnabas yang artinya “anak penghiburan”. (Kis 4:36-37) seorang yang tulus hati memberi korban syukur dengan menjual tanahnya dan meletakkan uangnya di depan kaki rasul-rasul. Oleh karena peran ROH KUDUS pelayanan Barnabas meningkat hingga ia dipercayai sebagai nabi dan pengajar (Kis 13:1). Bahkan ketika bersama Paulus di Listra, dia dianggap jelmaan dewa Zeus dan Hermes, mereka di sembah dan diberikan korban bakaran, tapi kesadaran mereka membuatnya bersedih atas hal ini dan mencoba menyadarkan masyarakat Listra bahwa mereka sebenarnya manusia biasa saja. (Kis 14:8-18)
Dari tokoh Barnabas ini kita hendak belajar, bila kita telah dipenuhi oleh ROH KUDUS maka peran ROH KUDUS yang adalah penolong dan penghibur (Kis 9:31) harus pula kita kerjakan sehingga rencana ALLAH dapat terjadi di dalam dunia ini seperti yang telah diamanatkan oleh TUHAN YESUS Kristus yaitu supaya banyak orang menjadi percaya dan menerima Tuhan YESUS sebagai TUHAN dan Juru Selamat pribadi agar mendapatkan kehidupan kekal dalam kerajaan ALLAH.
ROH KUDUS berperan menginsafkan dunia dari dosa karena masih banyak orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus dan belum juga mengenal kebenaran bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian dan naik kesorga menyediakan tempat bagi kita yang percaya, dan masih banyak pula orang yang tidak percaya, tidak takut akan hari penghakiman dimana orang tidak beriman kepada Yesus Kristus akan mendapatkan hukuman kekal bersama-sama penguasa dunia yaitu setan dan roh-roh jahat. (Kis 16:8-11).
Kita dipanggil dan dipilih oleh TUHAN untuk mendapatkan peran ROH KUDUS sebagai penolong dan penghibur sesame, karena TUHAN ingin keterlibatan kita untuk melihat kesetiaan dan ketaatan kita dalam menjalankan Amanat Agung-Nya (Matius 28:18-20) dimana TUHAN akan menyertai kita dengan kuasa-NYA sampai akhir jaman.
Pekerjaan TUHAN dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan tuaian jiwa yang banyak selalu dimulai dari orang percaya yang dengan tulus hati rela berkorban dan memberi diri untuk melayani. Ada banyak pekerjaan yang besar sedang dan akan terus terjadi oleh karena ROH KUDUS sedang mencurahkan ROH-NYA secara luar biasa. (Kis 2:7). Tidak peduli tua atau muda, kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak siapapun juga bahkan seorang yang tidak memiliki martabat sekalipun bila dia bertobat dan mau melayani maka TUHAN akan pakai sehingga seluruh rencana-NYA terjadi di masa sekarang ini. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah : “apakah kita bersedia mendapatkan peran ROH KUDUS sebagai penolong dan penghibur sesama” ?
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Monday, September 3, 2012
BERGUMUL DALAM DOA
Kolose 4:12
Tentu
akan senang bila kita mengetahui ada orang yang mau berdoa siang-malam supaya
kita diselamatkan, diberkati, dan tetap berada di dalam Tuhan. Tidak banyak
orang mengetahui bahwa sebenarnya berdoa adalah sebuah Anugerah, karena
sebenarnya susah untuk mencari orang yang tulus hati tampa pamrih mau tetap
berdoa bagi orang lain kalau bukan karena kasih dan anugerah Tuhan yang bekerja
di dalam hatinya.
Epafras
dikatakan selalu bergumul dalam doa
kepada jemaat Tuhan di Kolose, Laodikia dan Hierapolis. Bergumul (Yun :
agonize) menunjukkan keinginan yang kuat, berjuang atau berusaha keras dalam
doa. Orang percaya Perjanjian Baru seharusnya tidak saja bertekun dalam doa
(ayat 2) tetapi lebih lagi yaitu berjuang dengan permohonan-permohonan yang
kuat. Kebutuhan keluarga, gereja kita dan dunia semuanya penting untuk kita
doakan. Kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh sambul mengetahui bahwa dalam
pergumulan kita Kuasa Kristus senang bekerja di dalam kita (Kolose 1:29) dan
maksud Tuhan sedang diwujudkan untuk kepentingan orang lain.
Alasan
mengapa kita bergumul dalam doa untuk orang lain adalah pertama bahwa karena
doa seseorang berdiri teguh di dalam Tuhan. Hal ini tidak dapat dikerjakan oleh
kekuatan manusia tetapi hanya oleh kuasa dan Anugerah Tuhan saja (2Pet 1:4).
Jika kita tidak dapat berdiri teguh dihadapan Tuhan, kita tidak dapat melayani
Tuhan dan mendapatkan janji berkat (1Kor 15:58), demikian secara khusus
seharusnya seorang hamba Tuhan mendapatkan doa-doa dari banyak pihak, agar
selalu dapat berdiri teguh di dalam iman, bahkan ini adalah doa Tuhan
Yesus sebelum naik kesorga. (Lukas 18:8).
Kedua,
Rohani didewasakan secara penuh (Efesus 4:13). Kedewasaan rohani adalah target
kita dimana kita tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran palsu (Ef 4:14),
berpegang teguh pada kebenaran dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus
(Ef 4:15). Kita dapat terbebas dari hal-hal
duniawi, iri hati, perselisihan, adu domba dan sejenisnya (1 Kor 3:1-3).
Oleh pertolongan Tuhan yang kita
dapatkan melalui pergumulan doa kita dapat meraih kedewasaan rohani. (Matius
7:7)
Akhirnya,
bergumul dalam doa membuat kita berkeyakinan penuh dengan segala hal yang
dikehendaki Tuhan. Hanya oleh anugerah Allah saja kita dapat mengerjakan apa
yang dikehendaki-NYA karena ini pekerjaan Ilahi dan bukan manusiawi (Yoh
12:37-40)
Kehendak
Allah saja yang berlaku di Sorga dan di bumi demikian pula oleh kehendak-NYA kita
ada di dalam dunia ini, sehingga haruslah kita bertanya apakah maksud dan misi kita selama
kita hidup, apakah yang dikehendaki-NYA untuk kita kerjakan supaya perjalanan
hidup kita berkenan di hati-NYA yang secara baik mengarahkan kita kepada Sorga
mulia. (Maz 40:9). Kita memerlukan kemampuan ilahi dari Tuhan untuk dapat
berjalan dalam kehendak-NYA, dalam hal ini hanya dapat diminta dalam pergumulan
doa (Maz 143:10).
Sebagai
gereja yang peduli, kita awali dengan kemampuan kita dalam berdoa. Tidak cukup
kita hanya bertekun dalam doa tetapi kita harus bergumul dalam doa. Hanya
dibutuhkan kemauan keras untuk menjadi pejuang doa dan mintakan anugerah Tuhan
bagi keluarga, keuangan, gereja dan hamba-hamba Tuhan, bangsa dan Negara dan
masih banyak lainnya. Saudara pasti biasa.
Tuhan Yesus
memberkati.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)
( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...
-
5 Perintah Positif Dalam 1 Korintus 16:13‑14, Paulus memberikan 5 perintah terakhirnya kepada jemaat Korintus. Mereka harus ber...
-
( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...
-
Titus 2:12-14 Jika sebagai orang Kristen kita memahami bahwa saat ini adalah hari-hari terakhir dimana sebelum zaman ini berakhir dan Mesias...