Friday, April 13, 2012

MENARIK PERHATIAN TUHAN


2 Tawarikh 16:9

Tuhan mencari orang-orang yang sungguh hati mencari DIA, Tuhan ingin supaya kita memberikan hasrat yang besar untuk menjumpai NYA. Banyak orang berdoa tapi terlalu cepat untuk amin sebelum merasakan kehadiran ALLAH, sehingga doa hanyalah sebuah kebiasaan untuk mengawali sebuah kegiatan. Banyak orang memuji TUHAN tidak lebih dari sebuah lagu yang dinyanyikan tidak berbeda dengan senandung dibibir saja. Banyak juga orang pergi beribadah setiap minggu hanya memenuhi tuntutan social agar disebut orang beriman, tanpa menyadari arti ibadah yang sesungguhnya adalah menaruh focus untuk menyenangkan hati TUHAN, justru lebih mementingkan pada kepentingan pribadi bahkan banyak yang ke gereja hanyalah untuk berkesempatan bertemu dengan orang lain dan lebih banyak bermotifkan ekonomi yaitu untuk menjalankan bisnis.
Hal ini tidak baik tapi banyak tidak disadari, sekarang saatnya kita belajar menaruh focus yang benar saat berdoa, memuji Tuhan dan beribadah. Belajar dari Bartimeus (Markus 10:46-52) yang terus berteriak memanggil nama Tuhan Yesus sekalipun orang-orang telah menegurnya untuk diam dan sekalipun Tuhan Yesus hanya berjalan sambil lalu saja tidak memberikan perhatian khusus kepadanya. Tetapi karena tahu yang lewat adalah Tuhan Yesus maka Bartimeus menguatkan hatinya untuk berteriak terus; “Yesus anak Daud, kasihanilah aku”
Belajar dari Zakheus (Lukas 19:1-10) yang berupaya dalam keterbatasan dirinya untuk berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara, membuang jauh “gengsi” (harga diri) sebagai pejabat untuk memanjat pohon hanya sekedar ingin melihat wajah Tuhan Yesus. Dan ketika bertemu  Tuhan Yesus, Zakheus menunjukkan pertobatannya dengan hartanya.
Belajar pula dari wanita yang 12 tahun menderita pendarahan. (Matius 9:20-22) dalam kelemahan tubuh karena sakit berat tetapi demi mendengar bahwa Yesus dalam perjalanan menuju rumah seorang kepada rumah ibadat, dia berupaya untuk mendekat dan menjamah Tuhan Yesus dengan sebuah kenyakinan yang kuat; “asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh”. Dan wanita itu berhasil keluar dari penderitaan selama12 tahunnya.
Bila kita memiliki hasrat yang kuat untuk menarik perhatian TUHAN, sehingga mata TUHAN tertuju kepada kita maka seluruh fasilitas sorga akan menghampiri kita, yaitu kerajaan, kuasa dan kemuliaan. (Matius 6:13) maka mujizat adalah sesuatu yang sudah lazim saat Tuhan hadir.
Tuhan telah menentukan cara agar kita dapat menarik perhatian-Nya yaitu bahwa TUHAN menghendaki penyembah yang benar yaitu bila kita menyembah Tuhan dalam ROH dan Kebenaran (Yohanes 4:23).  Bila ALLAH telah berkehendak maka kita tinggal menurutiNya saja, jangan cari-cari cara lain tapi baiklah kita menyenangkan hati TUHAN dengan melakukan apa yang telah dikehendakiNYA. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita. (Filipin 4:9; Roma 15:33)
Tuhan Yesus Memberkati.

Saturday, April 7, 2012

PASKAH APRIL 2012 THE POWER OF LOVE


Markus 15 :20b – 32

Perasaan “Cinta” memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Perasaan cinta ini mampu menggerakkan seseorang melakukan apapun asal perasaan cintanya dapat tersalurkan dengan baik. Tetapi kekuatan “cinta” lebih dasyat terasa bila berada di tangan orang yang memang berkuasa, sehingga perasaan cinta tidak terhalang oleh apapun, tapi dapat diwujudkan secara maksimal sesuai dengan harapan pembawa cinta itu sendiri.
Kedua hal diatas terdapat dalam diri TUHAN YESUS KRISTUS. Cinta TUHAN YESUS sangat besar kepada manusia, sekalipun berdosa tetap saja bersedia mengampuni bahkan untuk mencapai jalan tersebut TUHAN YESUS bersedia mati di atas kayu salib. Dan yang luar biasa adalah bahwa YESUS KRISTUS adalah RAJA di atas segala Raja. (Wahyu 1:5 bd: Mar 15:2; Mat 2:2; 16:28; Yoh 1:49).
Otoritasnya sebagai RAJA di atas segala Raja memungkinkan TUHAN YESUS melakukan apapun sesuai dengan kehendak-Nya supaya pernyataan KASIH-Nya yang besar dapat tercapai. ALLAH sendiri yang mengatur bagaimana DIA dilahirkan, bagaimana DIA harus hidup dan memilih dengan siapakah DIA hidup selama di dunia, dan akhirnya dengan apa dan oleh siapa DIA harus mati, semuanya dalam rancangan yang kudus oleh karena kasihnya yang besar. (Kis 2:23).
Sekarang setelah TUHAN YESUS membuktikan besar Cinta- NYA, akankah kita bersedia menyambut DIA sebagai RAJA yang menaruh cinta atau hanya sekedar perasaan cinta yang menggebu dari seseorang saja ? tidak berbeda dengan orang lain yang mencintai kita ? dapatkah kita menyandingkan cinta TUHAN dengan cinta suami atau istri atau anak atau seorang ibu ? Kekuatan cinta TUHAN YESUS jelas tidak dapat dibandingkan dengan cinta siapapun juga di dunia ini, karena bukan saja kekuatan cinta yang dimiliki-NYA tetapi juga kemampuan dan otoritas yang tidak terbatas yang dimiliki TUHAN YESUS dalam mewujudkan cinta kasih-NYA yang besar sehingga DIA disebut TUHAN Sang Maha Kasih. (Yoh 15:13)
Ketika kita menyambut TUHAN YESUS sebagai Raja yang berotoritas, maka kekuasaan-NYA atas dosa akan menyelamatkan kita oleh karena kasih-NYA (Yoh 3:16). Karena itu sikap hidup kita harus segera berubah saat beribadah kepada-NYA  dengan hormat dan takut akan TUHAN (Maz 5:7). Kita harus layak dihadapan-NYA dan terus mengenekakan pakaian kekudusan (Wah 3:4-5 bd: Mat 22:1-14) selanjutnya tingkatkan terus kualitas pujian dan penyembahan kita. (Za 14:16-17)
Marilah kita menyambut TUHAN YESUS sebagai Raja yang berkuasa memberikan pengampunan sebagai wujud kasih-NYA yang besar pada saat ini ketika kesempatan masih sangat terbuka, sebelum akhirnya TUHAN YESUS akan hadir sebagai hakim yang berkuasa  menjatuhkan hukuman bagi setiap orang yang berdosa. (Wahyu 20:11-15)
Tuhan Yesus memberkati.

Friday, March 30, 2012

RESTORASI PONDOK DAUD


Amos 9:11-15

Daud sangat ingin selalu dekat dengan Tabut Perjanjian yang saat itu merupakan lambang dari kehadiran ALLAH di tengah-tengah umat-Nya. Ketika itulah Daud membangun sebuah pondok sederhana dan membawa Tabut Perjanjian ke Sion sekalipun kemah perjanjian ada di Gibeon, karena Daud ingin senantiasa dapat memuji dan memuliakan TUHAN. Hal ini menimbulkan konfrontasi diantara orang Lewi yang menjaga kemah perjanjian sehingga pada awal pengambilan Tabut Perjanjian yang diangkut menggunakan pedati mengakibatkan kematian Uza oleh kemarahan TUHAN. (2Sam 6:7), tetapi setelah dengan cara yang benar memperlakukan Tabut Perjanjian seperti yang dikehendak oleh Tuhan yaitu oleh kaum Lewi dan diiringi oleh pujian maka Tabut Perjanjian dapat dibawa ke Sion, kota Daud.
Ada hal penting dari perjalanan Tabut Perjanjian ini ke Sion, karena ALLAH juga telah menentukan untuk membangun kembali pondok Daud, oleh karena itu gereja yang dapat meresponi dengan baik maka akan terjadi pemulihan besar-besaran.
Saat pertama imam Uza mati karena ada kesalahan dalam membawa dan kaum Lewi tidak ingin ikut membawa ke Pondok Daud di Sion, hal ini menunjukkan kesiapan terhadap perubahan. Kita tidak boleh terjebak terhadap rutinitas liturgis yang kemudian melupakan bahwa ibadah adalah sebenarnya untuk memuaskan TUHAN dan bukan untuk memuaskan keinginan manusia. Selanjutnya harus ada dinamika dan hasrat yang kuat untuk menyenangkan hati TUHAN, hal ini bisa kita lakukan bila ibadah kita kerjakan dengan pola yang TUHAN kehendaki saja.
Perlu orang yang sangat mencintai Tuhan yang punya inisiatif mencari perkenan TUHAN seperti Daud. Allah mencari hati manusia yang merindukan kehadiran-Nya.  Pondok Daud sangat sederhana dan tidak ada benda lain hanya Tabut ALLAH saja, hal ini menunjukkan bahwa ALLAH tidak peduli bahwa tempatnya sederhana tetapi yang penting adalah bahwa ALLAH menjadi focus yang utama dan tidak ada yang lain.
Gunung Sion adalah tempat yang tinggi, hal ini dapat diartikan bahwa hanya ALLAH saja yang layak ditinggikan, dipuji dan dimuliakan. Tidak ada seorangpun yang boleh mencuri kemuliaan TUHAN. (Maz 115:1).
Ketika kita dapat membangun kembali pondok Daud yaitu pujian dan penyembahan yang berkenan dihatinya, sesuatu yang besar pasti terjadi yaitu : adanya penuaian jiwa-jiwa (Am 9:12) dan  berkumpulnya para penuai jiwa-jiwa (Am 9:13).
Saat pujian dan penyembahan di lakukan dengan tepat maka pencurahan Roh Kudus akan sangat terasa dengan kuasa mujizat yang terjadi yaitu pemulihan jasmani dan rohani (Am 9:14) dan terjadi multiplikasi jemaat dan gereja serta berkat-berkat materi yang dicurahkan dimana jemaat tidak saja dapat menikmati berkat tetapi dengan segera merelakan dirinya menjadi saluran berkat   bagi orang lain. (Am 9:14)
Dan akhirnya perlindungan TUHAN yang sempurna bagi orang-orang yang dicintai-Nya yang tahu menyenangkan hati TUHAN. (Am 9:15).
Marilah kita segera memberikan respon dalam perubahan dalam pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati TUHAN yaitu dengan kembali mendirikan pondok Daud.
Tuhan Yesus memberkati.

Friday, March 23, 2012

GBI Bawangan.: MENJADI DEWASA

GBI Bawangan.: MENJADI DEWASA: 1 Korintus 13:11-12 Tanpa terkecuali kita semua harus bertumbuh menjadi dewasa, baik secara jasmani maupun secara rohani. Sifat kanak-...

MENJADI DEWASA


1 Korintus 13:11-12

Tanpa terkecuali kita semua harus bertumbuh menjadi dewasa, baik secara jasmani maupun secara rohani. Sifat kanak-kanak adalah sesuatu yang belum sempurna dan tidak dapat dijadikan sebagai patokkan, panduan atau suatu yang dapat dipertangungjawabkan. Karena itu kita harus meninggalkan sifat kekanak-kanakan dan menjadi lebih dewasa seiring dengan berjalannya waktu.
Kita perlu kedewasaan pribadi karena dalam kedewasaan kita dalam menunjukkan kepedulian hidup kepada semua orang, dan dalam kemandirian inilah kasih kita semakin maksimal. Ada beberapa hal yang menjadi pokok pikiran dalam mewujudkan kedewasaan secara rohani yaitu:
Yang pertama, kedewasaan tampak dari bagaimana seseorang menguasai perkataannya, karena itu penting untuk memikirkan bagaimana seharusnya berkata-kata, karena baiklah kita mempunyai perkataan yang kudus (Zef 3:9).
Seorang yang dewasa tidak suka kepada gossip, mereka akan membatasi dirinya dengan perkataan yang sia-sia yang dapat menyakitkan orang lain. Orang yang bersih perkataannya adalah orang yang bebas dari sumpah serapah (Maz 10:7). Sumpah serapah tidak diperlukan sebab orang yang bersih perkataannya akan berkata berdasarkan fakta kebenaran (Ams 13:3), sehingga perkataannya bebas dari tipuan dan dusta (Maz 109:2).
Kedua adalah bagaimana berfikir secara dewasa yaitu berfikir seperti Tuhan Yesus berfikir (1Kor 2:16). Marilah kita berfikir secara positif (Fil 4:8) yaitu memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Pola berfikir kita haruslah luas (1Raj 4:9) sehingga dapat menimbang persoalan dengan lebih bijaksana.
Yang terakhir untuk menjadi  dewasa adalah merasakan kedewasaan dan bukan sekedar imajinasi atau keinginan semata. Membutuhkan perjuangan untuk memiliki perasaan yang terdapat didalam Tuhan Yesus Kristus (Filipi 2:5). Dibutuhkan kebersamaan dengan semua  orang percaya untuk seia sekata dan seperasaan dalam mengasihi saudara-saudara. Ciptakan pribadi kita sebagai  seorang penyayang yang rendah hati. Jangan sampai oleh karena derma yang kita berikan justru membuah orang lain kehilangan harga dirinya, misalkan dengan atraktif kita menyumbangkan sebagian harta tapi dengan mempertontonkannya kepada kalayak ramai.
Kita harus dapat merasakan beban orang lain (Ibrani 4:15) sehingga dengan sepenuh hati bersedia menolong orang yang membutuhkan pertolongan, tetapi kita juga harus dapat menjaga perasaan orang yang hendak kita tolong, jangan sampai membuat mereka menjadi rendah diri karena dianggap tidak mampu, cacat atau miskin, dan janganlah kita memandang rendah saudara-saudara yang lemah dalam kelemahan mereka tetapi kita harus dapat memberikan pertolongan dengan tulus dan berharap hanya BAPA di Sorga saja yang melihat perbuatan baik kita.
Marilah kita terus berusaha bertumbuh dalam rohani yang dewasa di dalam TUHAN.
Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, March 18, 2012

GBI Bawangan.: APAKAH ARTI HIDUPKU ?

GBI Bawangan.: APAKAH ARTI HIDUPKU ?: Yakobus 4:14 Dalam Lukas 16:20-25, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus, ini sebuah pelajaran penting kar...

APAKAH ARTI HIDUPKU ?


Yakobus 4:14

Dalam Lukas 16:20-25, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus, ini sebuah pelajaran penting karena ternyata sekalipun miskin Lazarus dikenali namanya oleh Tuhan dan dia akhirnya berada dalam pankuan Bapa Abraham, sedangkan orang kaya tidak di kenali dan akhirnya berada di tempat siksaan kekal. Intinya dalah bahwa dalam kehidupan janganlah kita sekedar mencari uang, harta, kemasyuran dan ketenaran duniawi, tetapi sebaliknya kita harus berusaha mencari Tuhan dan perkenan-Nya. Sangat tidak bijaksana bila kita hanya mengejar yang sementara dan melupakan yang kekal. Sepanjang hidup kita harus mengejar kehendak ALLAH untuk kita lakukan dan menangkap Anugerah terbesar yaitu keselamatan dan tetap mempertahankannya, inilah arti hidup yang sesungguhnya.
Kehidupan kita singkat seperti uap (Yak 4:14) atau seperti bayangan yang berlalu (1 Taw 29:15) dan selangkah saja kita menuju kepada kematian (1Sam 20:3). Tetapi kita dapat memiliki hidup yang panjang bila menghormati orang tua (Kel 20:12; Ul 5:16), memelihara hukum ALLAH (Ul 4:40) dan kita akan panjang umur bila kita mau menghargai mahluk TUHAN (Ul 22:6-7). Pendek atau panjang masa hidup kita namun yang lebih penting adalah karena kehidupan merupakan pemberian ALLAH, dan ALLAH pula yang merancang serta pengatur kehidupan kita, (Kej 2:7; Maz 68:20), karena itu marilah kita memiliki sikap bertanggungjawab terhadap kehidupan yang telah Tuhan percayakan.
Ketika kita menerima Tuhan Yesus (1Yoh 1:12) dan berkomitmen untuk melayani-Nya dengan sepenuh hati (Lukas 9:23), ada sebuah tantangan dalam kehidupan berarti yaitu bila kita menerima Kristus dan bersedia melayani-Nya maka kita akan bersedia pula melakukan kebaikkan kepada semua orang (Gal 6:10). Inilah kehidupan yang  berarti secara maksimal.
Suka dan duka dalam menjalani kehidupan dihadapi oleh semua orang, tetapi bagi orang Kristen selalu ada yang special karena sekalipun dalam kekurangan kita tetap saja ALLAH mengenali anak-anaknya dan tidak akan tinggal diam, ALLAH selalu ingin kita mengetahui betapa DIA sangat mengasihi kita dengan segala kekurangan yang kita sandang.
Tidak peduli dengan semua kekurangan kita sekarang ini asal tidak meninggalkan TUHAN maka selalu ada harapan kepada kebaikkan, karena TUHAN Yesus datang kedunia supaya kita hidup dan hidup dalam segala kelimpahan, (Yoh 10:10). Lebih jauh adalah bahwa ALLAH menjanjikan hidup kekal (Yoh 10:28) dan Tuhan Yesus Kristus menjamin hal ini  (Fil 1:6).
Inilah kehidupan yang berarti yaitu bila kita tetap didalam TUHAN, karena di luar dia kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan kehidupan kita tidak hanya berarti sekarang  ini saja tetapi juga demi kehidupan kekal yang akan datang, karena itu pastikan kita selalu dapat menjawab pertanyaan ini yaitu; “apakah arti hidupku”
Tuhan Yesus memberkati.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...