Monday, August 18, 2014

PERJUANGAN DIRI SENDIRI




Galatia 5:16-18

Kehidupan orang percaya tidak lepas dari persoalan kehidupan selama hidup di dunia ini. Persoalan hidup akan memunculkan gesekkan satu dengan yang lain, dan dengan banyaknya ragam manusia, maka tidak semua orang itu baik, ada kalanya orang percaya juga harus berhadapan dengan orang yang punya niatan jahat. Sekalipun orang percaya memiliki iman untuk percaya kepada Tuhan tetapi tetap juga harus berhikmat dalam menghadapi persoalan hidup yang salah satunya bila mengalami perselisihan dan sengketa yang mungkin timbul.
Sebenarnya dalam menghadapi perselisihan dan sengketa dengan orang lain, ada yang penting karena di saat yang sama ada juga perselisihan di dalam diri orang percaya. Medan perselisihan itu ada di dalam orang persaya itu sendiri dan perjuangan untuk memenangkannya harus berlangsung sepanjang hidup di dunia ini.
Yang diperjuangkan setiap orang percaya dalam dirinya adalah apakah mereka akan menyerah pada kecenderungan keinginan daging dan kemudian terikat kepada penguasaan dosa lagi atau sebaliknya mereka akan menyerahkan diri kepada tuntutan ROH KUDUS dan tinggal di bawah kekuasaan Kristus(Gal. 5:16; Rom 8:4-14). Bila orang percaya dapat bertahan dalam kehendak ROH KUDUS untuk melakukan kebenaran dalam hidup ini, maka mereka akan layak untuk memerintah bersama TUHAN YESUS dalam kerajaan Allah kelak. (Rom. 7:7-25; 2Tim 2:12; Why. 12:11)
Perjuangan rohani orang percaya ini dapat digambarkan sebagai peperangan iman (2Kor. 10:4; 1Tim. 1:18-19). Orang Kristen harus berjuang menghadapi peperangan rohani yang dilaksanakan  dengan kuasa ROH Kudus (Rom. 8:13) berhadapan dengan;
1.      Keinginan berdosa dalam diri sendiri. (1Pet. 2:11)
2.      Pencobaan dalam bentuk kesenangan yang tidak senonoh. (Mat. 13:22; Gal. 1:4; Yak. 1:14-15; 1Yoh 2:16.
3.      Iblis dan roh jahat (Ef 6:12)
Langkah perjuangan orang Kristen pertama adalah dengan memisahkan diri dari system dunia sekarang yang jahat. Kedua, Orang Kristen hendaknya membenci kejahatan (Ibr 1:9). Selanjutnya orang percaya harus berjuang untuk “mati-matian” mengatasi pencobaan dunia. (Gal 6:14; 1Yoh 5:4). Akhirnya orang Kristen harus terang-terangan mengutuk dosa-dosanya sendiri. (Yoh 7:7).
Untuk memenangkan perjuangan diri sendiri orang Kristen harus melakukannya dengan kuasa ROH KUDUS (2Kor 10:3) serta menggunakan senjata rohani yang dikaruniakan TUHAN. (Ef 6:10-18; 2Kor 10:4-5).
Orang Kristen pasti dapat memenangkan perjuangan dalam dirinya sendiri asalkan tetap mau bertahan didalam iman percaya kepada TUHAN YESUS yang telah memberikan kebebasan dari ikatan dosa.  Orang percaya harus kuat mempertahankan menghadapi kesulitan hidup dengan tangguh karena Allah pasti beserta kita. Immanuel. (2Tim 2:3)
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 10 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan, perjuangan kehidupan dalam Iman akan memberikan kita kekuatan baru untuk menghadapi kesulitan hidup dan terhadap orang-orang jahat.

Winner Voice
KEMENGAN DIRI SENDIRI MENENTUKAN KEMENANGAN DI DUNIA INI

Thursday, August 14, 2014

KEBEBASAN KRISTEN




Galatia 5:13-15

Jemaat Tuhan Yesus, kita memang telah dipanggil untuk mengalami kemerdekaan hidup. Tetapi janganlah sampai kita yang telah merdeka ini kemudian mempergunakannya sebagai kesempatan untuk dapat berbuat dosa kembali dengan berbuat jahat kepada sesame saudara seiman, bahkan kepada siapapun saja kita dengan kasih dapat saling melayani. Demikianlah hukum utama diajarkan kepada kita supaya setiap orang percaya dapat saling mengasihi seperti diri sendiri. Prinsip utama yang sepatutnya untuk kita ingat bahwa hidup dalam kemerdekaan rohani akan membuat kita untuk saling menghargai dan mengasihi sesaa manusia. Janganlah kita saling menyakiti satu sama lain, tidak baik bila kita saling menimbulkan kerugian satu sama lain. Bila mana hal ini telah terjadi, waspadalah supaya kita tidak menjadi pembinasa masa depan seseorang.
Kehidupan yang merdeka secara rohani dan yang kita peroleh karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus bukan artinya kebebasan ini supaya kita dapat melakukan apa saja yang kita inginkan. (1Kor. 23-24), tetapi untuk melakukan apa yang harus kita lakukan (Roma 6:18-23). Kemerdekaan rohani  sama sekali tidak boleh digunakan  untuk menutupi kejahatan atau untuk membesarkan pertengkaran. (Yak. 4:1-2; 1Ptr. 2:16-23).
Sungguh memprihatinkan bila melihat pertengkaran yang hebat justru terjadi di dalam gereja.   Sebenarnya sumber-sumber pertengkaran, pertikaian dan sengketa yang terjadi dalam gereja di sebabkan oleh keinginan untuk dihormati, diakui, ingin berkuasa dan menjadi unggul, mendapat kesenangan dan uang.
Banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa pemuasan keinginan untuk yang mementingkan diri sendiri menjadi lebih penting daripada kehendak Tuhan dan kebenaran merupakan dosa yang membelenggu diri sendiri. (Mrk. 4:19; Luk 8:14; Gal 5:16-20). Apabila hal ini yaitu munculnya pertikaian yang saling mementingkan diri sendiri terjadi dalam gereja, maka mereka yang bertanggungjawab terhadap terjadianya pertikaian itu menunjukkan bahwa mereka sudah tanpa Roh Kudus dan di luar kerajaan Allah. (Gal. 5:19-21; Yud. 16-19).
Penting untuk diperhatikan bahwa Allah akan menolak doa orang yang ambisius untuk diri sendiri. Orang Kristen yang egosentris tidak akan mendapat tempat di hati Allah, yaitu mereka yang mencintai kesenangan dan menginginkan kehormatan, kuasa dan kekuasaan untuk dipusatkan pada diri sendiri. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah akan mendengarkan doa-doa dari ;
1.      Orang yang benar (Mzm. 34:14-16; 66:18-19)
2.      Orang yang setia (Mzm. 145:18)
3.      Orang yang sungguh-sungguh bertobat dan rendah hati.(Luk. 18:14)
4.      Orang yang meminta sesuai dengan kehendak Allah (1Yoh 5:14)
Kebebasan Kristen memiliki dimensi kehidupan yang indah di mata Tuhan dan manusia, setiap orang percaya yang menyadari situasi ini akan menghasilkan kehidupan yang nyaman di saat dunia menghadirkan ketidakbaikkan, tetapi bila kita tetap di dalam Tuhan maka doa selalu menjadi jawaban atas situasi yang kita baik itu.
Tuhan Yesus memberkati kita.

Pesan Pastoral : 10 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan hiduplah sebagai orang yang merdeka secara rohani dengan menjadi pendamai dan bukan sumber pertikaian dalam persekutuan orang percaya sehingga membuat doa kita menjadi terkendala.

Winner Voice
Kebebasan Kristen membuat kita dapat mengekpresikan kuasa Allah bagi keselarasan hidup bersama saudara seiman dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

HIDUP SEBAGAI ORANG MERDEKA




1 Petrus 2:15-17

Setiap orang Kristen adalah orang yang merdeka dari segala dosa karena pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Menyadari hal ini maka setiap orang Kristen yaitu kita orang yang percaya kepada Kristus akan menjalankan kehidupan dengan cara yang bermartabat dengan menghargai arti kemerdekaan hidup yang sejati. Kita tidak akan hidup dengan menyalahgunakan kemerdekaan yang diberikan, karena ada banyak orang tetap melakukan kejahatan dan tinggal di dalam dosa dengan tetap beranggapan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi nilai hidup kudus.
Marilah hidup sebagai orang merdeka dengan melakukan kebenaran, kita bukan lagi hamba dosa yang terkurung dalam perilaku jahat. Kita adalah hamba Allah yang bersedia mengerjakan kebaikkan demi kebaikkan. Sebab inilah kehendak Allah bahwa supaya kita senantiasa berbuat baik sehingga dengan perbuatan baik kita dapat menutup setiap mulut pencemooh yang picik menilai kehidupan rohani.
Setidaknya ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa kita telah hidup sebagai orang yang merdeka yaitu :
A.    Menghormati semua orang. 1. Pertama hendaknya kita berikan kepada orang tua sebagaimana yang terdapat dalam 10 perintah Allah (Kel 20:12; Ul 5:16; Mat 19:19). 2. Saling menghormati sesama saudara seiman (1Kor 12:26; 1Pet 3:7). 3. Orang yang bekerja keras dan berbuat baik (1Tes 5:12; 1Pet 2:14), 4. Janda-janda tua (1Tim 3:4). 5.  Menghormati tanpa memandang kekayaan seseorang (Yak 2:3; 1Pet 2:17; 1Kor 12:23)
B.     Mengasihi saudara – saudara. 1. Sebagai sebuah hukum (Mat 22:37). 2. Terhadap orang percaya (Yoh 13:34-35; Rom  12:10; Ibr 13:1: Yak 1:27; 1Yoh 3:17). 3. Untuk sesama manusia (Im 19:34; Ul 15:13; Rut 1:12; Hos2:19; Mat 22:39; 1Yoh 3:17). 4. Bahkan untuk musuh kita (Luk 6:27)
C.     Takut akan Allah. 1. Hidup dengan taat dan tegas menolak dosa (Ul 20:20). 2. Mengajar dan  membina anak-anak untuk taat kepada Allah dan berani menolak dosa (Ul 4:10; Maz 111:10; Ams 9:10). 3. Menyembah dan memuliakan Tuhan melebihi apapun dan siapapun. (Maz 22:24)
D.    Menghormati pejabat. 1. Pempimpin rohani yang membawa kita kepada TUHAN, yang menegur, berkotbah dan mengajar. (1Tes 5:12-13; 1Tim  5:17). 2. Atasan dalam pekerjaan (1 Tim 6:1-2; Fil 16). 3. Pemerintahan yang sah (Rom 13:1-3; Tit 3:1).
Demikianlah setiap orang percaya harus hidup dalam perkenan Allah sebagai orang yang benar-benar telah merdeka dari segala dosa. Kehidupan kita tidak boleh lagi diukur dengan standar duniawi yang membuat manusia terbelenggu. Tetapi hidup kita harus berdasarkan standar rohani yang semakin hari harus semakin bertambah dewasa secara rohani.
Dengan mengerjakan karya kebaikkan dan kebenaran, hal ini akan membuat hidup kita menjadi teladan yang baik bagi semua sehingga setiap orang dalam melihat karakter Kristus dalam diri kita dan memuliakan nama Allah Bapa di Sorga.
Tuhan Yesus memberkati.

Pesan Pastoral : 3 Agustus 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan marilah kita menggunakan kebaikkan Tuhan dalam kemerdekaan dari semua dosa dengan mengerjakan kebaikkan dalam hidup sehingga kehidupan kita lebih berarti bagi sesama

Winner Voice
Kemerdekaan rohani hendaknya memimpin hidup lebih bermakna rohani dengan tetap mengerjakan segala kebaikkan bagi sesama.

DITENTUKAN UNTUK HIDUP KEKAL




Kisah Para Rasul 13:47-49

Hidup kekal di tentukan bagi segala bangsa, Kata “ditentukan” dalam ayat ke 48 (Yun : Tetagmenoi) tepat diterjemahkan sebagai “berkecenderungan” sehingga ayat ini memiliki arti sebagai; semua orang yang berkecenderungan untuk hidup yang kekal menjadi percaya”, sehingga hal ini menjadi tepat karena memang seharusnya ada tanggungjawab manusia dalam menerima atau menolak hidup kekal. (Kis 13:46; 1 Tim 2:4; Tit 2:11; 2 Pet 3:9).
Tidak seorangpun yang tanpa syarat ditetapkan untuk hidup kekal. (Roma 11:20-22). Demikian pula dengan bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan Allah. Tetapi dalam hal masa depan bangsa Israel bukanlah merupakan keputusan Allah secara sewenang-wenang, tetapi ketidakpercayaan dan penolakkan bangsa ini terhadap kasih karunia Allah di dalam Kristus, membuat bagian dari bangsa Israel seperti ranting yang tidak berguna akan dipatahkan.
Peringatan penting pula bagi kita orang percaya yang bukan dari bangsa Israel, (kepada semua gereja, persekutuan atau organisasi Kristen) janganlah kita menjadi sombong karena ada kemungkinan pula yang mengerikan terjadi yaitu bahwa Allah “akan memotong” setiap orang, (pelayanan dan organisasi gereja) jika mereka tidak tetap dalam kemurahan-Nya dan di dalam iman rasuli dan kebenaran Firman Allah. (Roma 11:22).
Jika Allah tidak menyayangkan bangsa Israel yang telah dipilihnya demikian pula Allah tidak akan menyanyangkan setiap orang yang “murtad” yaitu mereka yang menolak jalan Allh dan mengikuti jalan duniawi. (Rom 12:2). Karena itu setiap orang percaya (gereja dan semua organisasi Kristen) takut akan Tuhan yaitu dengan tetap memperhatikan  kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya serta berusaha keras untuk tetap beriman dan melakukan kebenaran Firman Tuhan. Dalam hal ini Allah tidak pernah untuk pilih kasih sehingga setiap orang percaya harus senantiasa sadar rohani, jangan pernah beranggapan bahwa Allah tidak akan menghukum orang berdosa. (Wah 2-3)
Sekarang kita patut bersyukur, karena sesuai kerelaan-NYA, Allah telah memilih kita sebelum dunia ini dijadikan supaya kita mendapatkan kehidupan kekal dalam sorga mulia.(Ef 1:4-5). Dalam hal ini berlaku “Predestinasi” (Yun : Proorizo) yaitu bahwa Allah telah menentukan sebelumnya dan berlaku untuk maksud-maksud Allah saja. Pemilihan Allah kepada kita untuk berada dalam Kristus menjadi suatu umat yang kudus, (gereja yang sejati) yaitu orang-orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Allah telah memilih kita untuk: 1. Dipanggil (Roma 8:30). 2. Dibenarkan (Rom 3:24; 8:30). 3. Dimuliakan (Rom 8:30). 4. Dijadikan serupa dengan Putra-Nya (Rom 8:29). 5. Dijadikan kudus dan tidak bercacat (Ef 1:4). 6. Diangkat sebagai anak-anak Allah (Ef 1:5). 7. Ditebus (Ef 1:7). 8. Menerima suatu bagian (Ef 1:14). 9. Menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya (Ef 1:12; 1Pet 2:9). 10. Menerima Roh Kudus (Ef 1:13; Gal 3:14) 11. Diciptakan untuk melakukan perbuatan baik. (Ef 2:10).
Luar biasa Allah telah menentukan kehidupan kita untuk hidup kekal, baiklah kita tetap menjaga iman percaya kita sehingga kehidupan ini menjadi berarti dan menghasilkan karya-karya yang berkenan di hati Allah serta memuliakan nama-Nya senantiasa. Tuhan Yesus Memberkati.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...