Thursday, July 24, 2014

ALLAH INGIN KITA DIAMPUNI



Yesaya 1:18-19

“Allah tidak ingin mengutuk dan membinasakan umat-Nya” ini adalah prinsip yang utama yang perlu dipahami oleh umat manusia. Jadi karena Allah itu Maha Kasih maka tidak lah mungkin memiliki keinginan untuk membuat manusia itu celaka. Dalam hal dosa manusia; Allah ingin menawarkan pengampunan penuh jikalau manusia mau bertobat, membuang kejahatan, berusaha melakukan yang benar, dan menaati firman-Nya (Yes 1:16-19).
Pengampunan Tuhan ini tersedia cukup bagi semua manusia di dunia, yang sekalipun berbuat dosa tetapi bersedia mengakui dosa-dosanya dan bertobat serta menerima penyucian Allah melalui darah Yesus Kristus. (Luk 24:46-47; 1 Yoh 1:9). Menusia yang menolak kasih karunia Allah dan justru memilih untuk mengikuti kemauannya sendiri dalam pemberontakan akan dibinasakan. (Yes 1:20).
Ada sebagian orang memiliki prinsip sendiri dengan beranggapan bahwa dosa dapat dihapuskan dengan memberikan persembahan yang banyak, dan tetap melakukan ritualitas keagamaan. Kebenaran yang sesungguhnya adalah bahwa Allah tidak berkenan kepada persembahan, pujian dan peribadatan yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran (Yes 1:13-15). Persembahan, pujian dan ibadah menjadi suatu kekejian bagi Allah jika hati kita tidak benar-benar setia kepada-Nya dan mengikuti jalan kebenaran. (Yes 66:3; Yes 7:21-26; Hos 6:6; Am 5:21-24; Mi 6:6-8).
Orang yang hidup dalam kejahatan dengan terus melakukan ketidakadilan sambil terus membawa persembahan  ke rumah Tuhan dengan tetap melakukan ritualitas keagamaan seperti berdoa dan membaca firman dalam rumah ibadat adalah kedukaan bagi Tuhan. Yang Tuhan kehendaki dari diri kita akan menjadi pribadi berkenan kepada-Nya sehingga setiap upaya kita mendekat kepada Allah tercapai adalah dengan ;
1.      Tidak melibatkan diri terhadap perbuatan jahat. (Mat 27:24; Yak 4:8)
2.      Menjauh dari perbuatan-perbuatan jahat di hadapan Tuhan (Yes 52:11; Yer 25:4-5)
3.      Berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik (Maz 34:14-15)
4.      Mengusahakan keadilan dengan mengendalikan orang kejam ( Yes 55:1; Mik 6:8; Zef 2:3; Yes 11:4)
5.      Membela dan memperjuangkan kepentingan orang lemah (Maz 82:3; Luk 18:1-8; Yak 1:27).
Demikianlah bila kita hidup maka Allah “menantang” kita untuk mendapatkan pengampunan dosa, sekalipun dosa-dosa kita sangat banyak dan berat. Allah sanggup menguduskan kita oleh karena kasih-Nya yang besar.
Tidak saja pengampunan dari segala dosa, lebih lagi Allah memberikan janji-Nya untuk memberkati kita dengan cara yang luar biasa yaitu bahwa kita akan menikmati hasil yang besar dari negeri yang mana Allah telah menempatkan kita. (Maz 34:11)
Sungguh mulia kasih Tuhan, marilah kita terus menerus berjalan dalam kebenaran-Nya karena demikianlah Allah akan memeliharakan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.


Pesan Pastoral : 20 Juli 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Allah inginkan kita memiliki prinsip kebenaran untuk tetap memiliki kasih karunia-Nya. Allah ingin kita mendapatkan pengampunan-Nya dan kita beroleh hasil yang baik dari tempat yang kita usahakan. Tuhan Yesus memberkati.

Winner Voice
Kasih Karunia Tuhan yang memberikan kita hidup dalam kebaikkan-Nya senantiasa.

PERTOBATAN ADALAH SYARAT




Lukas 24:47-49

Setiap orang rindu untuk merdeka dari segala dosa yang akan memberikan harapan akan kehidupan yang kekal dalam sorga mulia. Tetapi setiap orang harus menyadari bahwa bebas dari segala dosa hanya diperoleh melalui kasih karunia Tuhan Yesus dalam pengorbanan-Nya di kayu salib menuntut supaya setiap orang bertobat terlebih dahulu. Jadi pertobatan merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan pengampunan dosa.
Orang percaya tidak boleh memberitakan kabar keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus tanpa tuntutan pertobatan. Tidak mungkin keselamatan di dapatkan dengan iman “gampangan” yaitu hanya menerima saja keselamatan tanpa adanya suatu penyerahan diri untuk taat kepada Tuhan Yesus dan Firman Kebenaran. Pertobatan meminta kita untuk meninggalkan dosa lama untuk dengan iman menolak dosa baru; ini merupakan syarat penting dalam Injil Perjanjian Baru. (Mat 3:2).
Pertobatan (Yun : Metanoia) artinya “berbalik” yaitu berbalik dari cara hidup yang jahat  kepada Kristus dan melalui-Nya kepada Allah (Yoh 14:1-6; Kis 8:22; 26:18; 1Pet 2:25).
Keputusan setiap orang percaya untuk bertobat berarti juga beriman bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan atas kehidupan kita, sehingga ada pergantian kekuasaan dari  kekuasaan iblis (Ef 2:2) kepada kekuasaan Kristus dan Firman Kebenaran (Kis 26:18).
Pertobatan merupakan keputusan pribadi atas dasar sukarela pada pihak orang berdosa, yang dimungkinkan  oleh kasih karunia yang memberikan kemampuan setiap orang untuk melakukannya ketika mereka mendengar dan percaya kepada Injil keselamatan (Kis 11:21).
Pertobatan atas dasar iman  adalah syarat untuk memperoleh keselamatan (Mar 1:15; Luk 13:3,5; Kis 2:38; 3:19; 11:21). Hal yang demikian ini  juga merupakan pesan pokok yang telah disampaikan oleh para nabi (Yer 7:3; Yeh 18:30; Yl 2:12-14; Mat 3:7). Yohanes Pembabtis sebagai perintis jalan Tuhan juga memberitakan pertobatan dengan tegas (Mt3:2), bahkan pesan ini juga disampaikan oleh Yesus Kristus sendiri (Mat 4:17; 18:3; Luk 5:32). Demikianlah seharusnya orang Kristen juga menyampaikan kabar keselamatan dalam pertobatan. (Kis 2:38; 8:22; 11:18:1 Pet 3:9).
Orang Kristen pada saat ini, dimana dunia semakin mudah membawa orang-orang untuk berdosa dan terus berdosa, sudah seharusnya mengawal berita Injil kebenaran ini. (Luk 24;47). Bila ada yang memberitakan Injil “sekedar percaya saja” tanpa tuntutan untuk bertobat, bahkan kalau ada yang masih “mengiijinkan melakukan” untuk melakukan dosa setalah bertobat,  jelas ini merupakan injil palsu dan tegas harus kita tolak.
Kesimpulan yang kita dapat adalah bahwa sekarang bagi orang Kristen tidak boleh lagi ada toleransi terhadap dosa, baik itu dosa perbuatan maupun dosa dalam pikiran.  Tidak boleh ada dosa ritual keagamaan dalam bentuk okultisme, atau penyembahan berhala dan pemujaan terhadap leluhur. Sudah saatnya kita hidup dalam pemurnian iman yang membawa kita dari iman dan memimpin kepada iman (Rom 1:17). Orang benar tetap hidup dalam iman dan dengan demikian kita akan terus-menerus hidup dalam kekayaan rohani yang mendewasakan. (Rom 8:12-13; 14:13-23; Ibr 10:38).
Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan Pastoral : 29 Juni 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan.
Tuntutan kehidupan orang percaya adalah membawa otoritas dan kehendak Allah dalam setiap segi kehidupan kita, sehingga hidup kita fokus kepada Kristus saja sehingga kuasa-Nya berperan untuk menuntun kita di jalan Kebenaran.

Winner Voice
Tanpa Pertobatan tidak ada Keselamatan. Pertobatan adalah syarat mutlak.

Friday, July 4, 2014

MERDEKA DARI SEGALA DOSA




Kisah Para Rasul 13:38-39

Jemaat kekasih TUHAN YESUS, patut di mengerti dengan benar  karena hanya oleh Kristus saja maka kita mendapatkan kabar pengampunan dosa dan setiap orang percaya di dalam TUHAN YESUS pasti memperoleh  pembebasan dari segala dosa. Sungguh berbeda dengan nabi-nabi manapun yang menjumpai kematian sekalipun telah melakukan kehendak Allah pada jamannya, tetapi Yesus Kristus adalah TUHAN yang mengatasi kematian, dan mengatasi kebinasaan, sehingga hanya oleh DIA saja kita mendapatkan kebebasan dari segala dosa. (Kis 13:36-37)
Allah menawarkan hidup kekal kepada setiap orang secara Cuma-Cuma melalui diri TUHAN YESUS Kristus, hanya ternyata tidak setiap orang percaya dan memahami  makna pengampunan dosa, dan lebih memiliki usaha manusia untuk menggapai keselamatan itu. Usaha manusia adalah kesia-sia-an belakan dalam menjangkau kekudusan, tanpa campur tangan ALLAH tidaklah mungkin manusia memiliki hidup yang layak untuk masuk dalam kerajaan Sorga. Oleh karena itu tidak ada jalan lain daripada menerima pengampunan dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib bagi semua orang untuk mendapatkan keselamatan. (Rom 1:16)
Keselamatan (Yun; Soteria) artinya “pembebasan”, “mengantar dengan aman melalui …”, dan “menjaga dari bahaya”. Perjanjian Lama Allah terbukti telah berperan sebagai penyelamat umat-Nya.(Maz 27:1; 88:2; 61:3; Yes 25:6; 53:5). Dan pada Perjanjian Baru digambarkan sebagai  “jalan” yang menerobos kehidupan ini menuju kepada persekutuan abadi  dengan Allah di Sorga. (Mat 7: 14; Mar 12:14; Yoh 14:16; Kis 16:17; 2Pet 2:2-21).
Untuk mencapai kemerdekaan dari segala dosa kita harus melalui jalan keselamatan yang telah Allah tentukan. Tidak boleh kita menentukan sendiri jalan keselamatan sesuai yang kita pandang tepat secara pribadi. Satu-satunya jalan keselamatan yang ujungnya menuju kepada Bapa Sorgawi ada di dalam Kristus (Yoh 14:6; Kis 4:12). Keselamatan disediakan bagi kita oleh kasih karunia Allah, yang diberikan-NYA dalam Kristus Yesus (Rom 3:24), berlandaskan kematian (Rom 3:25; 5:8), kebangkitan (Roma 5:10) dan syafaat-Nya yang terus menerus bagi orang percaya (Ibr 7:25).
Orang percaya hanya dengan iman kepada Kristus saja menerima keselamatan (Rom 3:u-25,28), sehingga keselamatan itu datang sebagai akibat dari kasih karunia Allah (Yoh 1: 16) dan respon manusia dengan imannnya (Kis 16:31; Rom 1:17; Ef 1:15; 2:8). Respon manusia untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus ini penting karena artinya kita harus memusatkan iman dan komitmen hanya pada Kristus yang penjadi penebus dosa, Juru selamat  dari kutukan dosa dan Tuhan atas kehidupan kita. (Kis 16:30)
Respon iman kita kepada Kristus berarti pula kita percaya bahwa Yesus Kristus berasal dari Allah dan diutus oleh ALLAH sehingga setiap perkataanNya adalah kebenaran dan berlaku bagi kehidupan kita. Kita juga percaya bahwa Yesus Kristus sanggup mengampuni dosa kita dan menjadikan kita anak-anak Allah serta memberikan ROH KUDUS yang senantiasa bersama kita untuk membantu, membimbing, menghibur dan memimpin kita ke Sorga.
Respon iman kepada Yesus Kristus membuat kita agresif mendekati Allah, dan tinggal di dalam Dia, serta menyerahkan segala persoalan kehidupan kepada –Nya dengan kepastian  bahwa Tuhan Yesus, yaitu Firman dan ROH KUDUS akan memimpin kita sepanjang hidup sampai di hadirat Allah yang kekal.

Pesan Pastoral : 9 Juli 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Jemaat Tuhan janganlah kita sia-siakan kehidupan ini dengan tidak memberikan respon iman kepada Kristus, karena demikianlah kita mendapatkan kemerdekaan dari segala dosa dan menuntun kita pada kebenaran sampai akhirnya kita berjumpa dengan ALLAH dalam kekekalan.

Winner Voice
Respon iman kepada Kristus menentukan apakah manusia bebas dari segala dosa.

BETAPA SUCI DAN SALEH KITA HARUS HIDUP ?




2 Petrus 3:11-12

Rasul Petrus memberikan peringatan keras atas keadaan yang akan datang yaitu disaat manusia harus menghadapi hari Penghakiman Tahta Yesus. Bila manusia tidak hidup kudus dan saleh hidupnya maka hari akhir akan menjadi hari yang sangat mengerikan. Allah akan segera membinasakan dunia dan menghakimi orang yang tidak benar. Bagi orang percaya pada jaman akhir ini jangan sampai terikat dengan sistem dunia atau hal-hal tertentu yang tampaknya menjadi lazin bagi dunia. Semua nilai, sasaran, dan maksud hidup kita harus dipusatkan pada Allah dan harapan akan langit baru dan bumi baru (2Pet 3:13).
Betapa suci dan salehnya kita harus hidup? Sebuah pertanyaan besar yang harus mendapatkan jawaban segera diakhir jaman ini. Rasul Petrus memakai pengharapan akan kedatangan Kristus kedua kali sebagai suatu pendorong yang kuat untuk hidup suci (Pet 1:14-16). Setiap orang Kristen seharusnya menunjukkan cara hidup kudus dan saleh saat menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Dengan penuh sukacita kita merindukan kedatangan-Nya karena ada mahkota yang tersedia (II Tim. 4:8). Berbeda dengan mereka yang takut menghadapi saat tersebut yang disebabkan oleh hidup tidak suci dan tidak saleh sehingga, mereka ketika saatnya tiba akan mengalaminya keterkejutan besar sehingga akan memohon agar batu dan gunung roboh menimpa mereka (Why. 6:15-17).  Sebaliknya orang Kristen dengan penuh semangat akan menantikan saat itu dan bila mungkin mempercepat kedatangan hari Penghakiman Tahta Yesus. Setiap orang percaya yang ikut membantu di dalam karya penebusan Allah yaitu setiap orang Kristen yang mengerjakan karya Amanat Agung Yesus Kristus tentu dapat merasakan ikut serta dalam kesudahannya ini. (Why 20:4-6)
Bagaimanakah kita memiliki hidup suci dan saleh sementara hidup dalam dunia ini ? sejujurnya hal ini suatu yang berat tetapi dengan melihat betapa hebat akibat yang harus ditanggung bila saatnya tiba, maka kita harus hidup lebih suci dan saleh selagi masih memiliki nafas kehidupan dengan kesungguhan hati, tentu saja kita memerlukan Roh Kudus yang menuntun kita;
1.      Pertama kita harus mengubah paradikma lama. (Luk 11:33-36) Sebenarnya letak kekudusan manusia berada di dalam perbendaharaan hatinya yaitu berupa nilai-nilai yang membuat  manusia akan terpengaruhi di dalam cara ia berfikir, berkata-kata dan berprilaku. Apabila nilai-nilai yang tersimpan di dalam perbendaharaan hatinya adalah nilai-nilai kebenaran/ Alkitab, maka ia akan berfikir, berkata-kata dan berperilaku seperti firman Tuhan. (demikian pula sebaliknya)
2.      Menanggalkan manusia lama (Ef 4:22-24) dengan memperbaharui roh dalam pikiran kita, caranya dengan fokus memikirkan hal-hal rohani (Kol 3:1-2) dan bukan yang duniawi.
3.      Tertanam dalam sumber yang suci. (Yak 3:11-12). Berhati-hatilah dengan mengajaran yang hanya terkesan rohani tetapi tidak memiliki dasar kebenaran (Yoh 8:31-32), marilah kita berpegang kepada Firman yang murni.
Hidup dalam kesucian dan kesalehan akan membuat kita siap untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali, semua orang akan diperhadapkan para pengadilan Kristus dan bai kita ini sebuah kegembiraan besar menanti.
Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Pesan Pastoral : 29 Juni 2014
Jemaat Tuhan marilah kita melakukan revolusi rohani. Jadilah “SADAR” dengan selalu  memberi diri yang terbaik kepada Tuhan. Ikut Tuhan Yesus tidak boleh setengah-setengah tetapi harus utuh karena besar kasih-Nya telah dinyatakan untuk kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah. Siapkan diri kita untuk menerima kehadiran Tuhan Yesus yang kedua kali

Winner Voice
Besar peran ROH KUDUS bagi kita untuk hidup dalam kebenaran yang membuat kita siap menghadap hidup kekal.

Hidup Berpadanan Dengan Injil Kristus (2)

                            ( Filipi 1:27-30 ) Nasehat Supaya Tetap Berjuang Paulus sedang dalam penjara saat menulis surat kepada jem...